HIPMI Kota Kupang Apresiasi Prof. Jefry Bale, Dukung Sinergi Dunia Usaha dan Akademik

Kupang,nwartapedia.com   – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Kupang memberikan apresiasi tinggi kepada Prof. Jefry Bale atas kontribusinya dalam menjalin kerja sama strategis antara Universitas Nusa Cendana (Undana) dan dunia usaha.

Selama menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Undana, Prof. Jefry dinilai berhasil membuka ruang kolaborasi yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun pengusaha muda di Nusa Tenggara Timur.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Kupang, Randy Francisco, menegaskan bahwa keberadaan Prof. Jefry Bale sangat membantu HIPMI dalam berbagai kegiatan.

“Selama Prof. Jefry Bale memimpin bidang kerja sama, kami di HIPMI Kota Kupang sangat terbantu. Beliau selalu terbuka untuk berkolaborasi, termasuk mendukung kegiatan kami melalui kuliah umum di Undana, rekomendasi lulusan yang diserap oleh dunia usaha, dan berbagai kerja sama lain yang memberi manfaat luas,” ujar Randy, Selasa (1/10/2025).

Senada dengan itu, Sekretaris Umum BPC HIPMI Kota Kupang, Angga Pratama, juga menilai Prof. Jefry sebagai sosok akademisi visioner sekaligus mitra strategis.

“Kami melihat Prof. Jefry memiliki visi besar untuk membawa Undana lebih maju. Beliau bukan hanya akademisi, tetapi juga mitra yang mau membuka ruang bagi anak-anak muda, khususnya pengusaha muda, agar bisa berjejaring dan berkembang bersama dunia akademik,” jelas Angga.

Menurutnya, dukungan HIPMI kepada Prof. Jefry Bale adalah bentuk komitmen untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

“Kami yakin, dengan kepemimpinan beliau, Undana akan semakin progresif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun bangsa,” tambah Angga.

Randy Francisco menutup pernyataannya dengan menegaskan dukungan penuh HIPMI Kota Kupang.

“Kami mendukung Prof. Jefry Bale untuk membawa Undana ke arah yang lebih kolaboratif dan berdampak nyata bagi masyarakat NTT dan Indonesia,” pungkasnya. ***




BPS: NTP NTT September 2025 Turun ke 101,73, Petani Masih Bertahan di Atas Garis Kesejahteraan

Kupang,nwartapedia.com   – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur merilis perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) bulan September 2025. Angka NTP tercatat 101,73, mengalami penurunan 0,20 persen dibandingkan Agustus 2025 yang lalu.

Meski turun, posisi NTP tersebut masih menunjukkan bahwa secara umum petani NTT berada di atas garis kesejahteraan (NTP > 100), artinya pendapatan petani masih lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

Berdasarkan subsektor, capaian NTP September 2025 adalah Padi-palawija (NTP-P): 102,60, Hortikultura (NTP-H): 94,68, Perkebunan rakyat (NTP-TPR): 100,30, Peternakan (NTP-Pt): 105,37 dan Perikanan (NTP-Pi): 95,07.

Dari kelima subsektor tersebut, peternakan menjadi penopang utama dengan NTP tertinggi sebesar 105,37, sementara subsektor hortikultura masih menghadapi tantangan dengan NTP hanya 94,68.

BPS menjelaskan bahwa penurunan NTP terjadi karena indeks harga terima petani bergerak lebih lambat dibandingkan kenaikan indeks harga bayar petani.

Dengan kata lain, harga jual hasil produksi yang diterima petani tidak secepat kenaikan biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga mereka.

Selain itu, BPS juga mencatat di wilayah perdesaan NTT terjadi inflasi 0,01 persen sepanjang September 2025.

Sebagai informasi, NTP digunakan sebagai indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani.

Angka NTP di atas 100 menandakan petani mengalami surplus, sementara NTP di bawah 100 berarti petani mengalami defisit.

Meskipun sempat turun, capaian NTP September 2025 menunjukkan bahwa petani NTT masih mampu bertahan, dengan subsektor peternakan menjadi motor penggerak utama. ***




Kemenko PM Hadir di Kupang: Dorong UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Pekerja Migran Naik Kelas

Kupang,nwartapedia.comPemerintah terus berkomitmen menghadirkan program nyata bagi masyarakat. Melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Rabu (1/10/2025),

Kota Kupang menjadi tuan rumah Temu Koordinasi Penguatan Kewirausahaan dan Dialog Interaktif bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Gedung GMIT Center Kupang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Program “Perintis Berdaya”, yang diinisiasi Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM.

Program ini hadir untuk memperkuat fondasi pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan pendekatan kebijakan yang komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan, khususnya bagi UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, serta Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Salah satu unggulan dari program ini adalah “Berdaya Bersama”, yang menekankan peningkatan kapasitas kewirausahaan masyarakat lewat pelatihan dan pendampingan terstandarisasi serta kolaborasi lintas sektor.

Dialog interaktif yang akan berlangsung mengangkat tema “Sinergi Penguatan Ekosistem dan Perlindungan bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif dan GIGs Worker”, dengan pembukaan resmi oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis.

Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Kemenko PM, Trukan Sri Bahukeling, menegaskan kegiatan ini selaras dengan RPJMN 2025–2029 dan Asta Cita Presiden 2024–2029.

“Melalui temu koordinasi ini, kami ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Fokus kami adalah menghadirkan ekosistem kewirausahaan yang tangguh sekaligus memastikan perlindungan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif dan pekerja sektor informal, termasuk GIGs worker,” ungkapnya.

Acara dimulai pukul 09.15 WITA hingga selesai, diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, koperasi, komunitas ekonomi kreatif, akademisi, hingga perwakilan pekerja migran.

Sejumlah pejabat lintas kementerian dan pemerintah daerah juga dipastikan hadir, antara lain perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif,

Kementerian UMKM, serta unsur pemerintah daerah seperti Sekretaris Daerah Kota Kupang, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT, serta jajaran kepala dinas lingkup Kota Kupang.

Kehadiran lintas sektor ini diyakini akan melahirkan koordinasi yang lebih solid serta kebijakan yang berpihak kepada UMKM, pekerja kreatif, dan pekerja migran.

Melalui langkah nyata ini, Kupang diposisikan sebagai pusat kolaborasi nasional dalam menggerakkan kewirausahaan masyarakat menuju masa depan yang lebih berdaya dan mandiri.

(Advertorial/MI)