Pemkot Kupang dan PKK Salurkan Bantuan Gizi untuk Balita, Target Tekan Stunting

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Kupang melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang mengalami gizi kurang.

Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Kota Lama, Selasa (3/9/2025) pagi, dan dibuka langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyerahkan bantuan secara simbolis kepada orang tua balita penerima manfaat, didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya.

Turut hadir anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Talib, Kepala Dinas Kesehatan drg. Retnowati, M.Kes., Camat Kota Lama Mohamad Adriyanto Abdul Jalil, Kapolsek Kota Lama, Danramil Kelapa Lima, para lurah, kepala puskesmas, pengurus PKK, dan para orang tua balita.

Sebanyak 250 balita menjadi sasaran program PMT, dengan tahap awal distribusi kepada 20 balita di Kecamatan Kota Lama.

Setiap paket bantuan berisi susu formula SGM 1 Plus 900 gram, kacang hijau 1 kilogram, dan satu rak telur ayam, khusus untuk bayi dan balita berusia 1–3 tahun yang teridentifikasi mengalami gizi kurang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menekankan bahwa PMT tidak hanya sekadar pembagian bahan makanan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian pemerintah.

“Anak-anak ini adalah masa depan kita. Kalau sejak kecil mereka sehat dan bergizi baik, mereka akan lebih berprestasi di sekolah, konsentrasi lebih tinggi, daya ingat kuat, dan jarang sakit. Pemerintah hadir bukan hanya memberi bantuan, tapi juga berbagi kasih sayang agar generasi kita tumbuh cerdas dan berkualitas,” ujar dr. Christian.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Kupang kini bertransformasi menjadi pemerintah yang melayani, salah satunya melalui Dana Pengaman Kesehatan RSUD S.K. Lerik.

Dana ini menjamin layanan gawat darurat bagi warga, meski belum terdaftar atau menunggak iuran BPJS.

“Tidak boleh ada nyawa hilang hanya karena masalah administrasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, menjelaskan bahwa data balita gizi kurang dihimpun oleh puskesmas, sekaligus menjadi jalur distribusi bantuan agar tepat sasaran.

“Target kita 250 balita tersebar di seluruh kecamatan. Program ini diharapkan dapat mencegah stunting, yang berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Selain itu, PKK Kota Kupang akan menurunkan tim ke 367 Posyandu untuk mendata sarana dan prasarana kesehatan.

Hasilnya akan menjadi dasar kerja sama dengan Dinas Kesehatan guna melengkapi fasilitas dan mendorong pengembangan Posyandu Terpadu dengan enam standar pelayanan minimal.

Program PMT dilaksanakan melalui tiga tahapan: pendataan balita gizi kurang, distribusi bantuan makanan tambahan, serta edukasi gizi kepada orang tua oleh tenaga kesehatan.

Dengan langkah kolaboratif ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka gizi kurang dan stunting.

Harapannya, generasi muda Kota Kupang tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas, mendukung terwujudnya “Kota Kasih” yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. (MI)




Wagub Johni Asadoma Motivasi Atlet Muda SKO Flobamorata: Target 10 Emas di PON 2028

Kupang, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan komitmennya membangun prestasi olahraga daerah saat berkunjung ke Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata, Kompleks Stadion Oepoi Kupang, Selasa (2/9/2025) pagi.

Dalam kunjungan yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo dan Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT Karel Muskanan itu, Johni disambut atraksi bela diri dari atlet kempo dan tinju. Setelah itu, ia memimpin apel bersama ratusan siswa, guru, dan pelatih di lapangan tengah sekolah.

“SKO adalah kawah candradimuka atlet NTT. Saya datang untuk memberi semangat sekaligus melihat persiapan menuju PON 2028, di mana NTT bersama NTB akan menjadi tuan rumah,” kata Johni dalam sambutannya.

Di hadapan siswa, Johni mengisahkan perjalanan panjangnya sebagai petinju nasional. Dari perunggu Sarung Tinju Emas di Denpasar (1982), emas SEA Games XII di Singapura (1983), emas Piala Presiden VII di Jakarta (1984), hingga mewakili Indonesia di Olimpiade Los Angeles (1984).

“Saya dulu bisa latihan lima kali sehari. Di mana saja saya latihan, bahkan di kamar mandi pun. Kalau mau jadi juara, harus punya mental pantang menyerah,” ujarnya disambut tepuk tangan siswa.

Johni menekankan bahwa NTT harus berani menargetkan prestasi besar.

“Saya ingin minimal 10 medali emas di PON 2028. Tapi itu hanya bisa tercapai kalau adik-adik berlatih keras, para pelatih serius membina, dan semuanya punya jiwa petarung,” tegasnya.

Sejak berdiri pada 2017, SKO Flobamorata telah menjadi pusat lahirnya atlet berprestasi. Saat ini, sekolah berasrama tersebut menampung 212 siswa dari seluruh NTT dan membina sembilan cabang olahraga: tinju, kempo, karate, silat, taekwondo, sepak bola, cricket, tenis meja, dan atletik.

Sepanjang 2024, para atlet SKO berhasil meraih 101 emas, 63 perak, dan 108 perunggu dari berbagai ajang nasional hingga internasional. Kempo menjadi penyumbang emas terbanyak, sementara dua atlet cricket berhasil masuk Tim Nasional Indonesia.

Menutup kunjungannya, Johni meninjau asrama, ruang kelas, dan laboratorium komputer. Ia meminta agar seluruh fasilitas yang masih kurang segera diinventarisasi dan dilaporkan untuk ditindaklanjuti.

“Kalau fasilitasnya memadai, ditambah semangat juang yang tinggi, saya yakin NTT bisa bersaing dan menjadi lumbung atlet nasional,” pungkasnya. (MI)




Patris Sola Persembahkan Medali Emas untuk NTT di Kejurnas Atletik U-20

Kupang, nwartapedia.com – Atlet muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Patris Sola, berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik U-20.

Bertanding di nomor lari 5.000 meter putra, Senin (1/9/2025) pagi, Patris mencatatkan waktu 16 menit 15 detik.

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi NTT. Meski catatan waktunya sedikit lebih lambat empat detik dibanding saat Kejurda Atletik NTT 2025 lalu (16.11), Patris tetap tampil gemilang dan sukses menempati podium tertinggi.

Sekretaris PASI NTT, Karel Muskanan menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Perbedaan catatan waktu ini bisa dipengaruhi faktor teknis maupun non-teknis. Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi ke depan. Namun, puji Tuhan, Patris mampu mempersembahkan medali emas bagi NTT,” ujarnya.

Patris Sola sendiri merupakan atlet binaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT melalui Sentra Pembinaan Olahragawan Berprestasi Nasional (SPOBNAS).

Keberhasilannya di ajang nasional ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda NTT lainnya.

“Mohon doa dan dukungan masyarakat NTT untuk atlet-atlet kita yang masih akan berlaga di nomor lainnya,” tambah Sekretaris PASI NTT.

Dengan prestasi ini, NTT kembali membuktikan diri mampu melahirkan talenta muda berkelas di dunia atletik nasional. (MI)