Gubernur NTT Tegaskan Komitmen Bangun NTT: Pro-Rakyat, Berkeadilan, dan Berkelanjutan

Kupang,nwartapedia.com  –   Dalam momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena menyampaikan pidato pembangunan yang menekankan komitmen pemerintahannya untuk memajukan daerah di beranda selatan NKRI dengan fokus pada pembangunan pro-rakyat, pengurangan ketimpangan, dan kesejahteraan berkeadilan.

“Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, saya bersama Wakil Gubernur berkomitmen menjawab amanah rakyat yang diletakkan di pundak kami dengan penuh tanggung jawab. Memajukan provinsi di beranda selatan NKRI adalah panggilan nurani, untuk memberikan yang terbaik dari diri kami sebagai anak Flobamorata,” ungkapnya, Sabtu (17/8/2025).

Visi NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan

Dalam pidatonya, Gubernur Melkiades menegaskan bahwa visi NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan bukan sekadar janji politik, melainkan pedoman pembangunan jangka panjang.

Visi tersebut ditopang oleh Lima Misi, Tujuh Pilar Penopang, dan Dasa Cita yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sadar, perjalanan menuju kemajuan dan kesejahteraan bukan perkara mudah. Tantangan kita nyata: kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, musim kemarau panjang, bencana alam, pengangguran, angka putus sekolah, serta ketahanan pangan. Namun dengan kerja bersama, tantangan itu bisa kita ubah menjadi peluang,” tegasnya.

Indikator Pembangunan Mulai Menunjukkan Perubahan

Gubernur Melkiades menyampaikan data capaian pembangunan daerah. Berdasarkan BPS Maret 2025, tingkat kemiskinan di NTT tercatat 18,60%, turun dari 19,02% pada September 2024. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2025 berada di angka 3,23%, relatif stabil dibanding tahun sebelumnya.

Prevalensi stunting juga mengalami perbaikan, turun dari 37,9% pada 2023 menjadi 37% pada 2024. Dari sisi ekonomi, NTT mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,44% pada triwulan II 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,12%.

“Fluktuasi indikator makro ini mencerminkan adanya tantangan sekaligus peluang. Kita harus optimalkan potensi daerah untuk menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.

Optimalisasi Potensi Daerah dan Dukungan Pusat

Gubernur Melkiades menegaskan bahwa NTT memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, energi baru terbarukan, dan pariwisata.

Melalui semangat AYO BANGUN NTT, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk diaspora, untuk berperan aktif dalam pembangunan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dukungan melalui program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Pembentukan Koperasi Merah Putih, serta kebijakan afirmatif berbagai kementerian disebutnya sebagai peluang besar untuk mengubah wajah NTT.

“Sebagai beranda selatan NKRI yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia, NTT bukan hanya garda terdepan kedaulatan negara, tetapi juga ujung tombak ekonomi dan penghubung antarbangsa,” katanya.

Gotong Royong Sebagai Modal Sosial

Mengakhiri pidatonya, Gubernur Melkiades menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong sebagai modal sosial dalam mempercepat pembangunan.

“Modal sosial yang diwariskan turun-temurun, yaitu semangat gotong royong, harus kita jaga sebagai kekuatan kolektif untuk menekan kemiskinan dan meninggalkan ketertinggalan. Kita patut berbangga, karena NTT memberi sumbangan berharga bagi bangsa,” pungkasnya. (MI)




Meriahkan HUT RI ke-80, FPK NTT Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Mutis

Kupang nwartapedia.com  –   Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun ini akan terasa berbeda bagi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi NTT. Tidak lagi sekadar upacara di lapangan, FPK mengajak puluhan anggota lintas etnis untuk menggelar Camping Merdeka di kawasan Mutis Timau, Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo, mengatakan konsep ini dipilih untuk menghadirkan suasana baru sekaligus mempererat kebersamaan.

“Kalau biasanya upacara selesai lalu bubar, tahun ini kita akan berkumpul lebih lama, mengibarkan Merah Putih di Gunung Mutis, dan membangun semangat kebersamaan antar-etnis,” ujarnya dalam konferensi pers di Balai Lelang Flobamora, Jumat (15/8/2025).

Theo didampingi Ketua Panitia Poedji Watono (Ketua Paguyuban K2S Jawa Provinsi NTT), Koordinator Lapangan Pono MS, dan Bendahara FPK Mualim Chaniago (Ikatan Keluarga Minang Saiyo Sakato).

Menurutnya, Camping Merdeka bukan sekadar berkemah, melainkan perayaan kemerdekaan yang sarat makna.

Rangkaian Kegiatan

Ketua Panitia, Poedji Watono menjelaskan, rombongan akan berangkat ke Fatumnasi pada 17 Agustus siang, usai mengikuti upacara di Kupang, dan kembali pada 18 Agustus.

“Kegiatan diawali penyambutan adat oleh tokoh setempat, dilanjutkan malam api unggun, renungan kemerdekaan, teatrikal, pembacaan puisi, hingga pentas kesenian,”jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Poetji, peserta dan warga akan menari massal bonet dan jai bersama, serta menyerahkan tali asih berupa paket sembako dan pakaian layak pakai hasil donasi anggota FPK.

Piedji menambahkan, puncak acara akan berlangsung pada pagi 18 Agustus, dimulai dengan senam pagi lalu pendakian ke Gunung Mutis.

“Pengibaran bendera akan dilakukan di Lapangan Oenino sebagai pintu gerbang pendakian, bersamaan dengan pengibaran di puncak Bukit Benteng Dua Putri oleh tim pendaki,”tambahnya.

Selain pendakian, tersedia layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta kunjungan wisata ke kebun sayur, kebun kopi, dan sentra tenun ikat Fatumnasi.

Gotong Royong dan Promosi Wisata

Seluruh biaya kegiatan berasal dari partisipasi anggota FPK, dengan dukungan transportasi dari Pemkot Kupang berupa dua unit HiAce. Konsumsi ditanggung secara gotong royong oleh peserta.

“Selain memperingati HUT RI ke-80 dan memperkokoh persatuan, kami ingin Fatumnasi lebih dikenal sebagai destinasi wisata unggulan NTT,” tegas Poedji

FPK NTT saat ini menaungi 38 etnis, dan Camping Merdeka tahun ini dipastikan diikuti 11 paguyuban dengan target 75 peserta. (MI)




Atlet Cricket NTT Akan Dicover BPJS Ketenagakerjaan

Kupang,nwartapedia.com  –  Pengurus Cricket Indonesia (PCI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya meningkatkan perlindungan kesehatan dan keselamatan bagi atletnya. Ketua Umum PCI NTT, Dr. Inche D. P. Sayuna, SH., M.Hum., M.Kn., Kamis (14/8/2025) di Kupang, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan pimpinan BPJS Ketenagakerjaan NTT agar seluruh atlet cricket di daerah ini dapat terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Sayuna, langkah ini penting untuk memastikan para atlet mendapatkan jaminan perlindungan jika mengalami sakit atau cedera, baik saat pertandingan maupun selama mengikuti turnamen.

“Kami ingin memastikan setiap atlet memiliki perlindungan yang layak. Olahraga adalah aktivitas berisiko, dan dengan BPJS Ketenagakerjaan, mereka akan memiliki jaminan jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil pembicaraan dengan BPJS Ketenagakerjaan menetapkan iuran peserta sebesar Rp 16.800 per bulan.

Hasil rapat pengurus bersama atlet, termasuk perwakilan junior, menyepakati untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mulai tahun ini.

Sayuna berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi cabang olahraga lain di NTT untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi para atlet.

“Mereka berjuang mengharumkan nama daerah, sudah sepatutnya keselamatan dan kesehatan mereka dijamin,” kata dia.
(goe)




Pemkot Kupang Gelar Seleksi Terbuka Kepala Dinas untuk Tujuh Instansi Strategi

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang memulai tahapan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama untuk mengisi posisi kepala dinas di tujuh instansi strategis.

Proses ini diawali dengan uji kompetensi yang digelar di Hotel T-More Kupang, Kamis (14/8/2025), diikuti puluhan pejabat eselon II dari berbagai perangkat daerah.

Uji kompetensi mencakup tes tertulis, analisis kasus, dan penyusunan makalah. Setelah itu, peserta akan mengikuti wawancara untuk menggali visi, strategi, dan rencana kerja jika dipercaya memimpin dinas terkait.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kupang, Ade Manafe, menjelaskan bahwa hasil tes akan diolah dan dirangking. Tiga peserta dengan nilai tertinggi dari setiap formasi jabatan akan diajukan kepada Wali Kota Kupang, Christian Widodo, untuk kemudian diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai proses verifikasi akhir.

“Setelah mendapat persetujuan dari BKN, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Wali Kota. Beliau memiliki hak prerogatif untuk menentukan pejabat yang paling layak dan mampu memimpin,” ujar Ade.

Tujuh jabatan yang diperebutkan beserta daftar peserta seleksi adalah:

  1. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
    • Miky Natun
    • Paulus Guiputra
    • Mahyudin Azhari
    • Maxi Dethan
  2. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)
    • Nurhayati
    • Matheos Maahury
    • Julianus David Benu
    • Achmad Likur
  3. Kepala Dinas Pertanian
    • Eiere Margareta Jusuf
    • Henry Sede
    • Pauto Neno
    • Alfrida Palebangan
    • Sri Wahyuningsi
    • Matheus Da Costa
    • Paul Alfianus Seubelan
    • Martinha Ratoe Oedjoe
  4. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
    • Frangky Ronal Bugel
    • Sri Wahyuningsi
    • Jackson Jimy Tunliu
    • Jefri Baitanu
  5. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim)
    • Robert Tede
    • Achmad Likur
    • Yeneva Christiani Melelak
    • Mumahad Khairil
    • Pommy Odja
  6. Kepala Dinas Sosial
    • Abul Avensius
    • Arbel Nale
    • Novie Eke
    • Bertho Geru
    • Johanes Assan
    • Jhoni Eduard Rihi
    • Mohamad Abdul Jalil
  7. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)
    • Margaritha Salean
    • Tiurmasari Saragih
    • Dinson Ludji
    • Magdalena Alfiana Hermanus
    • Imelda Patricia Manafe
    • Mordc Putra Marcus Ratu Kore
    • Welhelmina Regina Aploegi
    • dr. Marsiana Y. Yalek
    • dr. Ivyane Maria Imacullata Luanlaka
    • Debora Panie

Seleksi ini diharapkan melahirkan pemimpin perangkat daerah yang berintegritas, visioner, dan berkomitmen tinggi pada pelayanan publik.

Warga menantikan figur-figur terbaik yang mampu mempercepat program pembangunan dan membawa perubahan positif bagi Kota Kupang. (Goe)




Bantu Pemkot Terbitkan 669 NIB untuk UMKM, Undana Terima Penghargaan dari Wali Kota

Kupang,nwartapedia.com   –   Universitas Nusa Cendana (Undana) menerima penghargaan dari Wali Kota Kupang sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam program percepatan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang.

Penghargaan ini diserahkan pada acara 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, yang digelar di Hotel Harper, Kamis (14/8/2025).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, Dr. Apriana Fanggidae, SE., M.Si., mewakili Rektor Undana, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut.

Menurutnya, kerja sama ini berawal dari target minimal 100 NIB yang hendak diterbitkan, namun hasil akhirnya jauh melampaui ekspektasi.

“Kami menurunkan 242 mahasiswa untuk membantu pemerintah dalam proses penerbitan NIB. Target awal minimal 100 wirausaha, tetapi hasilnya justru mencapai 669 NIB. Ini membuktikan mahasiswa bekerja dengan serius dan penuh tanggung jawab,” jelas Dr. Apriana.

Program ini dinilai sangat bermanfaat bagi pelaku usaha kecil, termasuk penjual kaki lima, pedagang malam, maupun pelaku usaha rumahan yang selama ini belum memiliki izin usaha.

Dengan adanya NIB, para pelaku UMKM kini memiliki legalitas yang memudahkan mereka mengakses pembiayaan perbankan serta mendorong kesadaran membayar pajak.

“Selama ini banyak usaha yang berjalan tanpa surat izin atau sertifikat resmi. Program ini membantu mereka mendapatkan pengakuan legal dan peluang untuk mengembangkan usahanya. Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah melibatkan Undana,” tambahnya.

Dr. Apriana juga menegaskan, pihaknya akan terus mendukung program pemerintah daerah dalam pemberdayaan UMKM, termasuk pendampingan dalam pengelolaan keuangan yang masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku usaha kecil di Kota Kupang. (MI(




Gelar Media Gathering, Wali Kota Paparkan Capaian 100 Hari Kerja

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang menggelar Media Gathering perdana yang dihadiri lebih dari 100 wartawan, Rabu (14/8/2025).

Acara ini digagas langsung oleh Wali Kota Kupang dan Wakil Wali Kota sebagai bentuk apresiasi kepada insan pers, sekaligus menyampaikan pencapaian 100 hari kerja mereka.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ajang transparansi sekaligus penghormatan kepada media yang selama ini menjadi mitra penting pemerintah.

“Ini acara dari kita, oleh kita, dan untuk kita, khusus bagi teman-teman media. Tanpa dukungan pemberitaan positif, semangat warga bisa melemah,” ujarnya dalam acara media Gathering yang berlangsung di Hotel Harper pada Kamis (14/8/2025).

Bidang Lingkungan dan Kebersihan

Pemerintah Kota Kupang telah menyusun roadmap pengelolaan sampah terpadu pertama di kota ini. Sistem baru tersebut memungkinkan 85% sampah diolah di tingkat kecamatan, sementara hanya 15% residu dibawa ke TPA Alak.

Sebanyak 900 dari 1.347 tempat sampah yang dibutuhkan sudah tersedia berkat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Selain itu, 50 truk sampah telah dipasang GPS sehingga masyarakat dapat memantau rute pengangkutan melalui aplikasi. Tenaga kebersihan juga mendapat tambahan insentif Rp500 ribu setiap akhir pekan.

Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif

Taman Nostalgia kini menjadi pusat kegiatan Sunday Market dengan 600 UMKM terlibat secara bergiliran. Omzet per akhir pekan mencapai Rp500–600 juta, dan seluruh lapak diberikan gratis.

Pemerintah juga memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Bidang Kesehatan dan Sosial

Dana darurat Rp3 miliar disiapkan di RSUD untuk warga dalam kondisi gawat darurat yang tidak memiliki atau menunggak BPJS. Program SIRANAP (Sistem Rawat Inap) sedang disiapkan untuk memudahkan pengecekan ketersediaan kamar secara daring.

Pemerintah juga telah membagikan beras 20 kg kepada 23 ribu KK, menyediakan liang lahat gratis bagi keluarga kurang mampu, serta meluncurkan mobil gratis untuk pengantin.

Program Ina Kasih akan menyediakan pembalut gratis bagi perempuan dari keluarga miskin.

Bidang Reformasi Birokrasi

Wali Kota Kupang memastikan pembayaran tunjangan ASN dilakukan penuh setiap bulan. Kota Kupang juga menjadi yang pertama di NTT menyerahkan SK PPPK kepada 1.747 orang.

Seleksi terbuka tujuh jabatan eselon II telah dimulai, serta kerja sama dengan Kejaksaan Negeri dilakukan untuk pendampingan hukum pengelolaan aset dan keuangan daerah.

Komitmen dan Harapan

Di akhir sambutan, Wali Kota Kupang menyampaikan terima kasih kepada seluruh OPD dan insan media yang selalu memberikan dukungan. “Perjalanan ini tidak mudah, tapi dengan kerja sama dan doa semua pihak, kita bisa mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya. (MI)




Pemkot Kupang Miliki Arsitektur SPBE Terintegrasi, Dorong Layanan Publik Digital yang Lebih Baik

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang kini resmi memiliki arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang telah diselaraskan dengan Arsitektur SPBE Nasional. Dokumen strategis ini ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 11 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang, yang berpedoman pada Arsitektur SPBE Nasional serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Ariantje M. Baun, SE, M.Si kepada menjelaskan bahwa Perwali ini menjadi langkah strategis dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efektif, dan efisien.

“Dengan adanya Perwali ini, setiap perangkat daerah akan memiliki acuan yang jelas dalam pengembangan dan integrasi layanan berbasis elektronik, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya kepada media ini pada Rabu (13/8/2025) .

Sebagai bagian dari implementasi SPBE, Pemkot Kupang menghadirkan website Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) di alamat https://saboak.kupangkota.go.id/. Platform ini memudahkan pelaku UMKM untuk mendaftar sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat terkait menu dan kegiatan yang berlangsung setiap Sabtu dan Minggu.

Langkah digitalisasi juga diwujudkan melalui pemanfaatan e-Walidata SIPD, mulai dari proses perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan hingga penyebarluasan data.

Sosialisasi e-Walidata terus dilakukan agar seluruh perangkat daerah memiliki basis data yang akurat dan terintegrasi.

Tak hanya itu, integrasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian ASN Data Elektronik Mandiri (SIMPEG ADEM) milik Pemkot Kupang dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) milik BKN RI telah terealisasi. Integrasi ini memudahkan sinkronisasi data kepegawaian secara nasional.

Dengan berbagai inovasi dan integrasi digital ini, Pemerintah Kota Kupang optimistis mampu memperkuat tata kelola pemerintahan digital dan memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif di tahun 2025. ***




Kabar Gembira! Ojol di Kupang Kini Bisa Punya Rumah Bersubsidi Lewat Civa Residence

Kupang,nwartapedia.com  –  Kabar menggembirakan datang bagi para pengemudi ojek online (ojol) di Kupang. PT Arland Civa Property melalui Civa Residence bekerja sama dengan Bank BTN serta komunitas pengemudi Grab dan Maxim menghadirkan kemudahan bagi ojol untuk memiliki rumah bersubsidi.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada Rabu (13/8/2025) di Kantor Cabang Bank BTN Kupang, dihadiri langsung oleh CEO PT Arland Civa Property, Cornelis Frans Agripa.

“Kerja sama ini menjadi wujud dukungan kami terhadap program pemerintah 3 juta rumah bersubsidi, khususnya untuk para pengemudi ojol yang telah berkontribusi besar dalam perekonomian daerah,” ujar Cornelis kepada media ini usai kegiatan.

Cornelis menjelaskan, program ini memberikan kemudahan dengan syarat yang relatif ringan yakni, Minimal 2 tahun terdaftar sebagai pengemudi Grab atau Maxim, Usia minimal 21 tahun (menikah atau belum menikah), Penghasilan sebagai ojol masuk dalam syarat pengajuan KPR subsidi, Cicilan bisa disetor harian, mulai dari Rp40.000, Uang muka hanya Rp500.000.

“Tak hanya itu, seluruh biaya bank dan biaya notaris ditanggung pihak pengembang. Dengan skema ini, pengemudi ojol bisa memiliki rumah bersubsidi dengan cicilan hanya sekitar Rp1,1 juta per bulan,”jelasnya.

Cornelis menegaskan, program ini diharapkan membantu para ojol yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas perumahan.

“Kami ingin para driver bisa menikmati hasil jerih payahnya dengan memiliki rumah sendiri, tanpa terbebani proses yang rumit,” tambahnya.

Saat ini, Civa Residence tengah membangun perumahan bersubsidi yang dikhususkan untuk para pengemudi ojol di wilayah Kupang dan sekitarnya. (MI)




Tarik Tambang Daster Wajah Ceria Kesetaraan di Halaman Disdikbud Kota Kupang

Oleh Goris Takene (Disdikbud Kota Kupang)

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Di bawah terik matahari sore, halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang dipenuhi tawa riang. Puluhan guru dan siswa berkerumun, menyemangati peserta lomba tarik tambang yang berbeda dari biasanya. Para lelaki dewasa, perwakilan dari sejumlah sekolah, berdiri berhadapan sambil mengenakan daster berwarna-warni.

Kain longgar itu berkibar ketika mereka menarik tambang sekuat tenaga, memunculkan pemandangan yang mengundang gelak tawa sekaligus sarat makna.

Menurut Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Disdikbud Kota Kupang, Jonathan Sinlae, lomba ini bukan sekadar hiburan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 tahun 2025.

“Di balik kelucuannya, ada pesan kuat tentang kesetaraan gender dan penghargaan terhadap peran perempuan. Kami ingin menunjukkan bahwa memakai pakaian perempuan bukanlah hal memalukan, dan laki-laki pun bisa merasakan bagaimana rasanya bergerak dengan pakaian yang biasa dikenakan ibu atau saudara perempuan kita,” ujarnya sambil tersenyum.

Panitia pelaksana, yang berasal dari Bidang Kebudayaan, sengaja mengangkat konsep ini untuk menghidupkan kembali semangat Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi perempuan yang memperjuangkan hak setara bagi kaum hawa, terutama dalam pendidikan dan kesempatan hidup.

“Kartini mengajarkan bahwa perempuan berhak memperoleh kebebasan dan kesempatan yang sama. Dengan lomba ini, kami ingin memperlihatkan bahwa kesetaraan gender juga berarti saling memahami peran dan pengalaman satu sama lain,” tambah Sinlae.

Kemeriahan semakin terasa saat tali tambang bergantian dikuasai dua tim. Penonton bersorak, anak-anak berlarian di sekitar lapangan, dan para peserta tertawa lepas ketika daster yang mereka kenakan tersangkut atau tersibak angin.

Meski penuh canda, tak sedikit yang menangkap pesan simbolis dari perlombaan ini.

Lenny Karsten, staf Disdikbud Kota Kupang yang turut menyaksikan, mengatakan bahwa permainan ini memberi ruang dialog santai tentang isu gender.

“Anak-anak jadi bertanya kenapa bapak-bapak pakai daster. Dari situ, kita bisa jelaskan bahwa semua pakaian hanyalah simbol. Yang terpenting adalah saling menghargai dan tidak merendahkan pekerjaan atau peran gender tertentu,” ujarnya sambil tersenyum.

Perayaan sederhana ini menjadi bukti bahwa pesan kesetaraan tidak selalu harus disampaikan melalui seminar atau pidato resmi.

Terkadang, tawa lepas di tengah halaman kantor pun mampu mengingatkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak, martabat, dan kesempatan yang sama. Seperti pesan Kartini,

“Habis gelap terbitlah terang”, dan di halaman Disdikbud Kota Kupang, terang itu hadir dalam bentuk daster yang berkibar diiringi sorak-sorai warga.

Semangat kebersamaan ini diharapkan menjadikan Disdikbud sebagai motor penggerak emansipasi sekaligus teladan kota ramah anak di Kota Kupang.




Wali Kota Kupang Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ruas Jalan Yos Sudarso Tenau

Kupang,nwartapedia.com  —  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan long segment ruas Jalan Yos Sudarso Tenau, Kelurahan Alak.

Acara berlangsung di Halaman Gereja GMIT Bukit Zaitun Tenau Kupang, Senin (11/8). Proyek strategis ini akan memperkuat akses vital menuju Pelabuhan Tenau, pintu masuk utama arus barang dan jasa di Kota Kupang.

Peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Ayodhia G.L. Kalake, SH, MDC, didampingi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

Hadir pula perwakilan Forkopimda Provinsi NTT, pejabat Kementerian Koordinator Infrastruktur, kepala perangkat daerah, Camat Alak, Plt Lurah Alak, Ketua Majelis Jemaat GMIT Bukit Zaitun Tenau dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah pusat dan provinsi bagi pembangunan infrastruktur di ibu kota provinsi NTT tersebut.

Ia menegaskan, Jalan Yos Sudarso memiliki peran strategis sebagai jalur logistik dan konektivitas utama.

“Kondisi jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang, meningkatkan keamanan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami percaya, kolaborasi pusat, provinsi, dan kota adalah kunci untuk mengatasi keterbatasan,” ujar Christian.

Wali Kota juga menyinggung makna slogan “Ayo Bangun NTT” yang kerap digaungkan Gubernur NTT, sembari mengaitkannya dengan nama depan Sesmenko Infrastruktur, Ayodhia.

“Kalau bersama-sama, kita bukan lagi setetes air, tapi menjadi samudera luas,” tambahnya.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

“Jalan ini adalah urat nadi ekonomi NTT. Walaupun anggaran terbatas, untuk akses vital seperti ini, kami pastikan ada,” ujarnya.

Sementara itu, Sesmenko Ayodhia Kalake menyebut proyek ini sebagai bagian penting dari upaya memperkuat konektivitas daerah dan mendukung visi pembangunan nasional.

Ia juga membuka peluang kerja sama internasional, termasuk melalui green infrastructure bersama pemerintah Jerman untuk pengelolaan sampah di Kota Kupang.

“Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan. Jalan Yos Sudarso ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi investasi untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ayodhia.

Pembangunan long segment Jalan Yos Sudarso direncanakan mencakup perbaikan struktur jalan, pembuatan drainase untuk mengatasi banjir, serta peningkatan kualitas permukaan jalan.

Proyek ini diharapkan selesai tepat waktu dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta dunia usaha di NTT. ***