Wakil Gubernur NTT Resmi Membuka Kejurda Atletik PASI NTT 2025

Kupang, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara resmi membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik 2025 yang digelar oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTT di Stadion Oepoi, Kupang, Rabu (20/8/2025).

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menyampaikan rasa bahagianya dapat hadir langsung di tengah para atlet muda yang siap berkompetisi. Menurutnya, kejuaraan ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga wadah penting untuk melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang akan membawa nama NTT di level nasional maupun internasional.

“Tujuan utama kita di sini adalah memberikan wadah bagi adik-adik atlet untuk mengembangkan kemampuan. Kompetisi seperti ini menjadi jawaban atas minimnya event olahraga di kabupaten-kabupaten,” ujar Johni.

Lebih lanjut, mantan atlet tinju nasional yang pernah mewakili Indonesia di Olimpiade Los Angeles 1984 itu menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan konsistensi latihan bagi para atlet muda.

Ia menuturkan pengalamannya yang sejak remaja berlatih dengan jadwal ketat hingga akhirnya meraih gelar juara nasional, SEA Games, dan kejuaraan internasional.

“Menjadi juara tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan tanpa mengenal lelah. Saya sendiri adalah buktinya. Dengan latihan yang konsisten, disiplin, dan semangat pantang menyerah, seorang atlet bisa mencapai puncak prestasi,” tegasnya.

Johni juga mengingatkan para atlet untuk tidak melupakan pendidikan. Menurutnya, olahraga harus menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik, termasuk dunia kerja.

“Jangan sampai olahraga mengorbankan sekolah. Karena meskipun menjadi juara dunia, tanpa pendidikan yang cukup akan sulit mendapatkan pekerjaan. Olahraga dan pendidikan harus berjalan beriringan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Johni turut menyebut sejumlah atlet besar asal NTT, seperti Eduardus Nabunome, peraih tiga medali emas PON, serta Walmince Sombai dan Katarina Nasi, yang pernah mengharumkan nama daerah di pentas nasional. Ia berharap kejuaraan ini bisa melahirkan generasi penerus prestasi mereka.

“Selamat berlomba! Bertandinglah dengan sportif. Bagi yang kalah, jangan berkecil hati, jadikan itu motivasi untuk berlatih lebih keras. Dan bagi yang menang, jangan berpuas diri, teruslah berlatih untuk mempertahankan prestasi,” pesan Johni.

Kejurda Atletik PASI NTT 2025 ini berlangsung pada 21–23 Agustus 2025, diikuti ratusan atlet dari berbagai kabupaten/kota se-NTT. Ajang ini juga menjadi sarana seleksi untuk mempersiapkan tim NTT menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. (MI)




Pengawas SD Kota Kupang Intensif Dampingi Guru untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran

Kupang, nwartapedia.com – Upaya peningkatan mutu pendidikan dasar di Kota Kupang kembali mendapat perhatian serius. Tiga pengawas sekolah dasar (SD) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yakni Johni Eduard Rihi, S.Pd., Marthen Boboy, S.Pd., dan Rukiati, S.Pd., turun langsung melakukan pendampingan pembelajaran di sejumlah sekolah, Rabu (20/8/2025).

Koordinator Pengawas SD, Johni Rihi, menegaskan bahwa peran pengawas tidak hanya sebatas memantau, tetapi juga membina dan memberi masukan kepada guru dalam proses belajar mengajar.

“Pengawas bertugas menyusun laporan hasil pengawasan secara berkala, sekaligus membangun hubungan baik dengan kepala sekolah, guru, dan warga sekolah agar tercipta suasana kerja yang kondusif serta kolaboratif,” jelas Johni Rihi di sela kegiatan monitoring di SD Inpres Oetete 2 Kota Kupang.

Menurutnya, supervisi akademik maupun manajerial yang dilakukan pengawas bertujuan meningkatkan profesionalisme guru sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih berkualitas.

Sementara itu, Gayus Pating Illu, S.Pd., guru kelas di SD Negeri 1 Oetete yang berlokasi berdampingan dengan SD Inpres Oetete 2, mengaku banyak mendapat manfaat dari kegiatan pendampingan tersebut.

“Ada guru yang merasa lega dan termotivasi, karena masukan yang diberikan bisa memperbaiki perangkat ajar dan kualitas mengajar. Namun, ada juga yang merasa cemas atau terbebani, terutama jika belum siap,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski begitu, Gayus menilai pengawasan yang dilakukan secara profesional sangat membantu guru untuk berkembang.

“Masukan konstruktif justru menjadi dorongan bagi kami guru-guru untuk memperbaiki pembelajaran di kelas,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Kehadiran pengawas di sekolah bukan sekadar mengawasi, melainkan membimbing agar guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih baik bagi setiap peserta didik.

(Goris Takene/Disdikbud Kota Kupang)




Kejurda Atletik 2025 di Kupang: Ajang Seleksi Kejurnas dan Pertama Kali Digelar Sore Hari

Kupang, nwartapedia.com – Kota Kupang akan menjadi pusat perhatian olahraga Nusa Tenggara Timur (NTT) saat Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTT menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik 2025 pada 21–23 Agustus di Stadion Oepoi.

Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang seleksi menuju Kejurnas Atletik, tetapi juga mencatat sejarah sebagai yang pertama di Indonesia dilaksanakan pada sore hari.

Ketua Umum PASI NTT, Theo Widodo, bersama Ketua Harian PASI NTT, Dr. Frans Sales, memastikan persiapan telah mencapai 90 persen.

“Kejurda ini merupakan momentum penting untuk menjaring atlet-atlet terbaik NTT. Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan tampil maksimal, karena mereka yang lolos akan mewakili daerah pada Kejurnas mendatang,” ungkap Theo, Rabu (20/8).

Hingga H-1, kontingen dari berbagai kabupaten/kota sudah tiba di Kupang, di antaranya Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sabu Raijua, Sumba Timur, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Malaka. Sementara sejumlah kontingen lain akan menyusul sebelum pembukaan resmi.

Untuk memeriahkan suasana, Sekretaris Umum PASI NTT, Karel Muskanan, menyebutkan para peserta akan menggelar pawai keliling Kota Kupang dengan rute Oepoi–Timor Raya–Kuanino–Oepura–Tofa–kembali ke Stadion Oepoi.

“Pawai ini bertujuan mengajak masyarakat untuk hadir dan memberi dukungan. Kejurda akan berlangsung setiap sore mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai,” jelasnya.

Nomor pertandingan yang diperlombakan meliputi lari sprint, jarak menengah, jarak jauh, jalan cepat, serta nomor lapangan.

Peserta dibagi dalam kelompok usia U-16, U-18, U-20, dan senior hingga 35 tahun. Adapun kelompok U-14 tidak dilombakan karena sudah diarahkan mengikuti Popda sebagai seleksi menuju Popnas 2025 di Solo.

Sebanyak 240 medali disiapkan PASI NTT, terdiri atas 80 emas, 80 perak, dan 80 perunggu, sebagai bentuk penghargaan bagi para juara.

Kejurda Atletik 2025 rencananya akan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, pada Kamis (21/8) pukul 18.00 WITA di Stadion Oepoi, Kupang.

Ajang ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional. ***




Camping Merdeka FPK NTT di Gunung Mutis Berhasil dan Penuh Sensasi

Kupang,nwartapedia.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses menggelar Camping Kemerdekaan di kawasan Gunung Mutis, Kabupaten Timor Tengah Selatan, pada momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti puluhan peserta dari berbagai paguyuban etnis, komunitas, dan organisasi, serta menyuguhkan pengalaman penuh kebersamaan dan sensasi alam pegunungan Mutis.

Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo yang juga sebagai Ketua Perhimpunan IndonesiaTionghoa (INTI) NTT dalam konferensi pers di Kantor Balai Lelang Flobamora, Selasa (19/8/2025), menyebut kegiatan ini sebagai momen bersejarah.

“Ini sesuatu yang fenomenal, karena untuk pertama kalinya kita bisa melaksanakan upacara bendera sekaligus membentangkan bendera merah putih raksasa di Gunung Mutis. Ini berbeda dari biasanya dan menjadi simbol nyata persatuan dalam keberagaman,” uujarnya.

Ketua Panitia Camping Merdeka FPK NTT, Poetji Watono menyebut, rombongan berjumlah sekitar 75 peserta menempuh perjalanan menuju Fatumnasi. Meski jalur jalan sempat terhambat longsor, perjalanan tetap lancar berkat bantuan masyarakat setempat.

Malam harinya, peserta disuguhi kehangatan api unggun, pentas seni, pembacaan puisi perjuangan oleh  Nunu Nurdiana dari Etnis Sulawesi Selatan hingga senam kebersamaan dipimpin Oleh Linda Lee dari Etnis Tionghoa 

“Camping Merdeka ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga cara menjaga kekompakan lintas paguyuban,” kata Poedji Watono yang juga adalah Ketua Kontak Kerukunan Sosial (K2S) Jawa.

Ia menjelaskan, puncak acara adalah upacara pengibaran bendera merah putih di kawasan Gunung Mutis. Ketua FPK NTT bertindak sebagai inspektur upacara, sementara mantan Wakapolres TTS sekaligus Ketua Banjar Darmq Agung Bali, Gede Ariabawa, S.Sos., MH menjadi komandan upacara. Doa dipimpin Mualim Chaniago dari Ikatan Keluarga Minang, dan pengibaran bendera di puncak dilakukan oleh Dr. Nur Salim dari Etnis SulawesiSelatan.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Camping Merdeka, Kiai Pono MS menuturkan suasana penuh haru dalam kegiatan tersebut. 

“Suasana sangat haru, apalagi ketika bendera raksasa dibentangkan bersama di tengah kabut tebal Mutis. Itu pengalaman luar biasa,” ungkap Koordinator Lapangan, Pono MS.

Beragam komunitas turut serta dalam acara ini, antara lain, Paguyuban Bali, Ikatan Keluarga Ende Flores, Keluarga Minang Saiyo Sakato, Kerukunan Keluarga Pasundan Mangle dan paguyuban lain , serta komunitas motor CB Kupang.

Bendahara FPK, Muallim Chaniago dari Etnis Minang menilai kegiatan ini membuktikan FPK sebagai wadah pemersatu.

“FPK adalah rumah bersama yang mampu menghimpun berbagai karakter etnis, suku, dan agama. Semangat kebersamaan ini semakin menguatkan semboyan kami: Bersama FPK Membangun Negeri,” tegasnya.

Selain upacara, peserta juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat adat.

Seluruh rangkaian upacara didahului ritual memohon ijin leluhur diatas batu yg sakral dipimpin langsung oleh ketua adat setempat Bapa Matheus Anin.

Ketua FPK menambahkan, pelaksanaan Camping Kemerdekaan tahun depan akan berlangsung di Ende, Flores, sebagai penghormatan pada tanah lahirnya Pancasila.

“Ini bukan sekadar camping, melainkan wujud nyata FPK sebagai jembatan persatuan di tengah kebinekaan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberi inspirasi,” pungkas Theodorus Widodo. (MI)




PT Arland Civa Property Bangun Tempat Sampah Permanen di Belo, Dukung Program Kebersihan Kota Kupang

Kupang nwartapedia.com — Upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kota Kupang mendapat dukungan dari kalangan swasta. CEO PT Arland Civa Property, Cornelis Frans Agripa atau yang akrab disapa Arland, berinisiatif membangun tempat sampah permanen dari batako di Kelurahan Belo, Kecamatan Kota Kupang.

Arland menuturkan, ide ini muncul setelah melihat kondisi sampah di Belo yang sering berserakan di jalanan. Banyak warga juga mengeluhkan jauhnya lokasi tempat pembuangan sampah.

“Saya ingin membantu agar masyarakat Belo memiliki tempat sampah permanen yang bisa digunakan bersama, sehingga lingkungan tetap bersih,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).

Langkah nyata telah dimulai. Arland sudah menemui Lurah Belo untuk menawarkan bantuan, dan pemerintah kelurahan pun langsung menunjukkan lokasi pembangunan.

“Besok material sudah saya turunkan, supaya pekerjaan bisa segera dimulai,” tambahnya.

Selain itu, Arland menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program Pemerintah Kota Kupang, khususnya visi Wali Kota dalam penanganan sampah.

“Saya percaya, kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Swasta dan pemerintah harus berkolaborasi untuk mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih dan nyaman,” ujarnya.

Inisiatif dari PT Arland Civa Property ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata partisipasi dunia usaha dalam mendukung program pemerintah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan. (MI)




Pemuda Akamsi Solid Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Aneka Lomba di Manutapen

Kupang,nwartapedia.com  – Suasana meriah dan penuh keceriaan mewarnai perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia yang digelar pemuda-pemudi Akamsi Solid di RT 021 dan RT 022, RW 007, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (17/8/2025).

Sejak pukul 15.00 WITA, ratusan warga dari berbagai usia mulai anak-anak hingga lansia berkumpul di lokasi kegiatan.

Mereka larut dalam kemeriahan aneka lomba tradisional yang digelar, seperti lomba gigit sendok, lomba makan biskuit, lomba memindahkan air, lomba baris berbaris, dan berbagai lomba seru lainnya.

Ketua Panitia, Davidson Laypa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang selalu digelar pemuda Akamsi Solid untuk memeriahkan peringatan HUT RI. Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua RT 021 Dominggus Willa, Ketua RT 022 Selvi Nara, Ketua RW 007 Sartje Riwu Wadu, serta berbagai pihak yang turut memberikan sumbangan.

“Ini agenda rutin kami untuk merayakan HUT RI. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah berkontribusi. Luar biasa melihat semua warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua, berbaur dan ikut ambil bagian dalam lomba-lomba,” ungkap Davidson.

Sementara itu, Ketua RT 021 Dominggus Willa menambahkan bahwa untuk tahun depan pihaknya bersama pemuda Akamsi Solid berencana memperluas rangkaian kegiatan dengan menampilkan seni budaya.

“Tahun depan kita coba mulai sejak 15 Agustus dengan acara tarian adat Pedo’a dari Sabu Raijua, sebelum puncak lomba tanggal 17 Agustus. Selain menambah daya tarik, kegiatan ini juga bisa menggerakkan ekonomi warga yang berjualan makanan dan minuman,” jelas Dominggus.

Perayaan sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti semangat kebersamaan warga Manutapen dalam menjaga tradisi gotong royong sekaligus merayakan kemerdekaan dengan sukacita. ***




Syukur 25 Tahun Hidup Membiara, Sr. Maria Marselina Lodan RVM: Semua Karena Kasih Tuhan

Lembata,nwartapedia.com   –  Dengan penuh syukur, Sr. Maria Marselina Lodan, RVM, akan merayakan 25 tahun panggilannya dalam hidup membiara. Misa syukur pesta Perak Hidup Membiara ini akan digelar pada Kamis, 4 September 2025, bertempat di rumah keluarga besar, kediaman almarhum Bapak Yoseph Pito Watun, Jl. Gua Maria, Walangkeam Atas, Lembata.

Motto hidupnya sederhana namun sarat makna: “Tuhan adalah Kasih” (1 Yoh 4:8). Kalimat singkat ini menjadi sumber kekuatan dan arah panggilannya, yang setia ia hidupi sepanjang perjalanan sebagai religius misionaris dari Kongregasi Religious of the Virgin Mary (RVM).

Sr. Maria Marselina lahir di Hokeng, 20 April 1975, dari pasangan almarhum Linus Wata Wator dan almarhumah Magdalena Habu Watun. Sejak kecil, ia ditempa dalam iman Katolik sederhana yang menumbuhkan benih panggilan hidup membiara.

Setelah menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Lembata, ia melanjutkan ke Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (2002–2006), dengan fokus pada Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (IPPAK).

Perjalanan rohaninya dimulai sebagai aspiran di Soe (1997–1998), lalu postulan dan novisiat hingga akhirnya mengikrarkan Kaul Pertama pada 22 Agustus 2000 di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, Kupang. Kesetiaannya berpuncak pada Kaul Kekal di Manila, Filipina, 25 Maret 2009.

Tepat 22 Agustus 2025 lalu, ia merayakan pesta perak hidup membiara dalam perayaan syukur di Gereja Maria Asumpta, Walikota Baru, Kupang.

Dalam karya perutusannya, Sr. Maria Marselina pernah melayani di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pendampingan asrama, karya formasi, hingga pastoral. Ia pernah berkarya di Soe, Yogyakarta, Niki-niki, Rote Ndao, Denpasar, hingga Oeekam dan kembali ke TTS untuk mendampingi ret-ret serta mengajar di SDK Yaswari.

Kesetiaannya diutus ke berbagai tempat menjadi wujud nyata dari semangat misioner Kongregasi RVM, yang mengutamakan pelayanan pendidikan, pastoral, dan pengembangan iman umat.

Peringatan 25 tahun hidup membiara ini bukan hanya menjadi kebahagiaan pribadi Sr. Maria Marselina, tetapi juga sukacita keluarga besar Watun, umat Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba, serta komunitas Katolik di Lembata dan TTS.

“Sr. Marselina adalah kebanggaan keluarga dan Gereja. Hidup dan karya beliau menjadi teladan iman, harapan, dan kasih bagi banyak orang,” ungkap seorang anggota keluarga.

Dalam ungkapan syukurnya, Sr. Maria Marselina dengan rendah hati menegaskan bahwa semua perjalanan panjang ini adalah anugerah Tuhan.

“Semua karena kasih Tuhan. Jika saya boleh tetap setia hingga 25 tahun ini, itu bukan karena kekuatan saya, melainkan kasih dan rahmat-Nya yang selalu menyertai,” tuturnya penuh haru. (Goe)




Kota Kupang Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Wali Kota Tekankan Semangat Harapan dan Kebersamaan

Kupang,nwartapedia.com –  Pemerintah Kota Kupang menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Minggu (17/8).

Upacara berlangsung khidmat dengan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bertindak sebagai inspektur upacara.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupang, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, veteran, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, ASN, PTT, guru, serta siswa-siswi dari berbagai sekolah di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian menyampaikan rasa syukur atas anugerah Tuhan yang mengizinkan bangsa Indonesia merayakan kemerdekaannya hingga usia 80 tahun.

Ia memberikan apresiasi khusus kepada seluruh petugas upacara, terutama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang dinilainya menunjukkan disiplin, kekompakan, dan karakter.

“Menjadi Paskibraka bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mental dan karakter. Setiap langkah kalian adalah simbol kebersamaan dan solidaritas—itulah semangat Indonesia,” tegasnya.

Wali Kota juga mengingatkan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan menghadapi tantangan zaman secara jujur dan berani.

Ia mengutip pesan Bung Karno bahwa perjuangan generasi saat ini lebih berat, karena harus melawan kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan ketidakadilan.

“Tanpa makan kita bisa bertahan sebulan, tanpa air beberapa hari, tanpa napas paling lama 24 menit. Tapi tanpa harapan, kita sebenarnya sudah mati,” ucapnya penuh penekanan.

Dalam momentum peringatan kemerdekaan ini, Wali Kota juga memaparkan capaian 100 hari pertama pemerintahannya.

Di bidang kesehatan, ia menegaskan Pemkot Kupang telah mengalokasikan dana darurat Rp3 miliar agar masyarakat mendapatkan pelayanan cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tanpa terkendala administrasi.

“Tidak boleh ada nyawa hilang hanya karena urusan administrasi. Tolong dulu, urus belakangan,” ujarnya.

Di bidang kebersihan, pemerintah memberikan insentif tambahan bagi petugas kebersihan, termasuk di akhir pekan, serta menyelenggarakan lomba kebersihan antar kelurahan dengan hadiah pembangunan infrastruktur bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Untuk sektor ekonomi, Wali Kota menyoroti geliat UMKM lewat kegiatan “Saboak Koepan” atau Sunday Market di Taman Nostalgia. Menurutnya, perputaran uang di lokasi tersebut kini mencapai Rp300 juta setiap akhir pekan.

“Sekarang taman bukan hanya hiasan, tapi juga pusat ekonomi rakyat. Kami bantu bukan hanya lewat dana, tapi juga legalitas. Hari ini sudah ada 669 UMKM yang legal,” jelasnya.

Di bidang sosial, Pemkot Kupang telah menyalurkan bantuan beras kepada puluhan ribu keluarga dan menyediakan liang lahat gratis bagi warga kurang mampu.

Menutup pidatonya, Wali Kota Christian menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Ia mengutip Bung Hatta yang mengatakan bahwa Indonesia bercahaya bukan karena obor di Jakarta, melainkan karena lilin-lilin yang menyala di desa-desa.

“Kota Kupang hari ini bercahaya bukan karena obor di kantor Wali Kota, tetapi karena lilin-lilin kecil di dinas, kelurahan, RW, RT, dan rumah-rumah warga. Sendirian kita setetes air, tapi bersama kita jadi samudra luas,” tandasnya.

Upacara HUT ke-80 RI di Kota Kupang berlangsung lancar dan penuh semangat kebangsaan. Acara ditutup dengan penyerahan Satya Lencana kepada ASN, serta hadiah lomba kebersihan antar kelurahan dan berbagai lomba lainnya. ***




Desa Oeltua Jadi Pilot Project Pemberdayaan Kader Posyandu untuk Tekan Stunting Lewat Kesehatan Gigi Balita

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kupang kini mendapat perhatian khusus. Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang mengadakan program Pemberdayaan Kader Kesehatan Posyandu dan Ibu Balita Stunting di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, dengan fokus pada pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut balita serta pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi.

Desa Oeltua dipilih bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, prevalensi stunting di desa ini masih tinggi, yakni 37% pada tahun 2020—jauh di atas rata-rata nasional.

Kondisi sosial ekonomi, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta pola asuh yang belum optimal menjadi faktor utama tingginya kasus stunting di wilayah ini.

Stunting selama ini identik dengan kurang gizi, padahal ada kaitan erat dengan kesehatan gigi dan mulut.

Balita stunting lebih rentan mengalami karies, penyakit gusi, hingga infeksi mulut yang dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka.

“Mulut adalah pintu gerbang masuknya makanan ke dalam tubuh. Di dalam mulut makanan mengalami proses pencernaan mekanik oleh gigi. Gigi dan mulut harus dijaga kebersihannya karena berbagai kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui organ ini. Jika kesehatan gigi terganggu, otomatis penyerapan gizi anak juga ikut terhambat,” jelas Agusthinus Wali, Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang yang memimpin program ini.

Agusthinus mengatakan, program ini melibatkan para kader posyandu sebagai ujung tombak kesehatan desa dan ibu dari balita sebagai penggerak pendidikan kesehatan kepada anak.

“Mereka dibekali pelatihan mengenai cara merawat kesehatan gigi balita, cara menyikat gigi yang benar sebagai upaya pencegahan karies, serta pentingnya PMT bergizi seimbang,”ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Agusthinus, para ibu balita juga mendapatkan edukasi langsung dengan metode sederhana, menggunakan leaflet dan poster, agar lebih mudah dipahami dan dipraktikkan sehari-hari bagi anaknya di rumah.

“Selain penyuluhan, kader posyandu melakukan pendampingan langsung ke rumah-rumah balita stunting. Program ini juga disertai monitoring dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan sekaligus merancang tindak lanjut kegiatan,”tambahnya.

Sementara itu, Melkisedek O. Nubatonis, anggota tim pelaksana, menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat penting dalam keberhasilan program. 

“Kami ingin menciptakan kemandirian. Dengan kader kesehatan dan ibu balita yang paham tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi balita, maka status kesehatan balita bisa terjaga dan di tingkatkan, sehingga angka stunting perlahan ditekan,” ujarnya.

Program pemberdayaan di Desa Oeltua ini diharapkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Kupang dan Nusa Tenggara Timur, Provinsi yang masih mencatat prevalensi stunting cukup tinggi di Indonesia.

Tim Dosen Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Kupang yang tergabung dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yakni :

Ketua: Agusthinus Wali1

Anggota: Melkisedek O. Nubatonis2 dan Mery Novaria Pay3,

Email : agusthinuswali@gmail.com ***




Meriah dan Penuh Sukacita, Anak SEKAMI di Biara Susteran Bello Rayakan HUT ke-80 RI 

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Suasana penuh keceriaan mewarnai halaman Biara Susteran Ordo Fransiskan (OHFS) Provinsi Indonesia di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Sabtu (16/8/2025) sore.

Puluhan anak SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) bersama orang tua, umat, serta para suster biara, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai lomba rakyat yang sarat hiburan dan kebersamaan.

Berbagai permainan tradisional seperti gigit kerupuk, jepit balon, hingga memasukkan karet gelang ke lidi membuat suasana semakin meriah.

Gelak tawa anak-anak mewarnai jalannya perlombaan, disambut tepuk tangan dan sorakan penonton yang ikut larut dalam suasana.

Tak hanya anak-anak, orang tua pun turut berperan dengan memberi semangat, sehingga tercipta keakraban dan kebersamaan antarumat.

Acara ini turut disaksikan pimpinan Kongregasi OHFS Indonesia, Sr. Mercy, OHFS, bersama para suster. Menurut panitia, kegiatan tersebut digelar hanya sehari sebagai bentuk syukur dan kebersamaan umat Stasi Bello dalam menyambut perayaan kemerdekaan, sekaligus mempererat persaudaraan.

“Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin menanamkan semangat nasionalisme sejak dini kepada anak-anak. Mereka belajar sportivitas, kebersamaan, sekaligus merasakan sukacita sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ujar Natalia Sius, salah seorang panitia.

Sementara itu, Goris Takene, pengurus Stasi Santo Agustinus Bello sekaligus Wakil Ketua Kelompok Umat Basis Santa Maria Virgo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta lomba, baik anak-anak SEKAMI maupun Orang Muda Katolik (OMK), yang telah berpartisipasi.

Ia juga memberikan profisiat kepada semua pihak yang terlibat menyukseskan kegiatan ini.

“Semoga semangat proklamasi dan nasionalisme terus tertanam dalam jiwa anak-anak SEKAMI sebagai tulang punggung Gereja dan bangsa,” ujarnya.

SEKAMI adalah organisasi Gereja Katolik yang bertujuan membina iman anak-anak dan remaja sejak dini, sekaligus menumbuhkan semangat misioner melalui doa, derma, kurban, dan kesaksian. Dengan moto “Anak Membantu Anak” (Children Helping Children), SEKAMI menjadi wadah pembinaan iman sekaligus pendidikan karakter kebangsaan.

Perayaan ditutup dengan doa syukur bersama dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba. Meski berlangsung sederhana, momentum itu meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak, orang tua, maupun umat yang hadir, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup dalam keseharian masyarakat di Stasi Bello.

(goe)