Wali Kota Kupang Geram, Janji Tindak Tegas Kasus Kekerasan di SMPN 11

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menunjukkan sikap tegas terhadap dugaan kasus kekerasan yang menimpa sejumlah siswa di SMP Negeri 11 Kota Kupang.

Orang tua murid bersama 12 siswa mendatangi Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (30/8/2025), untuk melaporkan langsung berbagai tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah dan oknum guru.

Dalam pertemuan itu, para siswa mengungkapkan pengalaman pahit mereka. Ada yang dipukul dengan gagang sapu, ditendang di kepala, hingga dihina dengan kata-kata kasar yang merendahkan martabat.

Tak hanya siswa, seorang guru bernama Intan Moni juga disebut mengalami kekerasan di depan kelas, namun memilih diam karena takut tekanan.

Mendengar kesaksian tersebut, Wali Kota tak dapat menyembunyikan emosinya.

“Saya marah sekali. Kekerasan tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun verbal. Anak-anak ini adalah warga saya, mereka juga anak-anak saya. Kalau mereka disakiti, saya juga merasa tersakiti,” tegasnya.

Christian menegaskan, kasus ini akan diproses dengan serius melalui dua jalur sekaligus: hukum dan disiplin ASN.

“Tidak ada kompromi. Proses hukum berjalan, sanksi disiplin juga berjalan. Jangan ada yang coba-coba melindungi kesalahan hanya karena jabatan. Jika ada guru yang membela, saya tindak juga,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia juga mendorong orang tua dan siswa untuk tidak takut dalam mencari keadilan.

“Laporan yang sudah dibuat harus diteruskan. Jangan mundur. Saya siap berdiri di depan untuk membela anak-anak kita. Untuk apa saya diberi jabatan oleh rakyat kalau saya tidak bisa melindungi mereka?” pungkasnya.

Kasus dugaan kekerasan di SMPN 11 ini kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Kupang.

Wali Kota memastikan seluruh proses hukum dan administratif akan dikawal hingga tuntas. (MI)




Lantik 6 Pejabat Eselon ll, Wali Kota Kupang Tegaskan Jabatan Adalah Amanah Bukan Sekadar Kekuasaan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan sambutan tegas saat melantik enam pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota pada Sabtu (30/8/2025).

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa jabatan yang dipercayakan adalah sebuah amanah besar, bukan sekadar kekuasaan.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan DPRD Kota Kupang, unsur Forkopimda, tokoh agama dari Islam, Kristen, dan Katolik, para lurah, pejabat tinggi pratama dan administrator.

Mengawali sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh hadirin untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses seleksi hingga pelantikan berjalan dengan lancar.

“Pelantikan ini bukan peristiwa biasa. Ini adalah momentum penting dalam perjalanan karier Bapak Ibu. Jabatan yang diberikan hari ini adalah amanah yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Christian.

Ia menekankan bahwa jabatan bukan ruang untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan sarana untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik. Menurutnya, kekuasaan selalu sejalan dengan tanggung jawab yang besar.

“Dengan kewenangan besar, ada tanggung jawab besar yang menyertainya. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan, karena jabatan adalah titipan Tuhan dan masyarakat. Kapan saja bisa diambil kembali bila tidak dijalankan dengan benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan agar para pejabat tidak terlena oleh fasilitas yang melekat pada jabatan, melainkan selalu menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat.

Ia juga membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari kontrol terhadap pemerintah.

“Pemimpin bukan soal siapa yang memimpin, tapi bagaimana kepemimpinan itu dijalankan dengan hati. Mari terus melayani dengan ketulusan, bekerja profesional, dan menjaga integritas,” pesannya.

Di akhir sambutan, Christian mengingatkan bahwa kinerja pejabat akan menjadi penilaian utama, bukan kedekatan personal dengan dirinya.

“Saya bisa tersenyum dan bercanda, tapi jangan salah paham. Kinerja akan menentukan segalanya. Jangan pernah berhenti berjuang dan teruslah melayani kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Adapun enam pejabat yang dilantik yaitu:

Maxi Dethan – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang

Matheos Maahury – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang

Matheus Da Costa – Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang

Jackson Jimmy Tunliu – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang

Johanes Assan, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang.

dr. Marsiana Halek – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang. (MI)




Sore Ini Umat Stasi Bello Gelar Pesta Pelindung Santo Agustinus, Ribuan Umat Akan Hadir

Kupang, nwartapedia.com – Perayaan Pesta Santo Agustinus yang jatuh pada 28 Agustus, dirayakan dengan penuh sukacita oleh umat Katolik di seluruh dunia. Tak terkecuali umat Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, Kota Kupang, yang sore ini, Kamis (28/8), akan menggelar puncak perayaan iman mereka.

Lebih dari 2.000 umat diperkirakan hadir dalam Perayaan Ekaristi bersama yang akan dipimpin oleh sejumlah imam tamu dan pastor undangan di Kapela Stasi Bello. Suasana meriah sekaligus khidmat dipastikan menyertai misa akbar tersebut.

Menjelang perayaan puncak, Pater Armando Labertubun, SVD—pembina di SMA Katolik Arnoldus TDM Kupang—menyampaikan refleksi iman mengenai teladan Santo Agustinus. Ia menekankan bahwa perjalanan iman manusia penuh dengan kegelisahan, namun pada akhirnya hanya akan menemukan ketenangan sejati dalam Allah.

“Hati manusia pada dasarnya gelisah. Santo Agustinus pun mengalaminya—mencari, jatuh, bangkit, bahkan tersesat. Tetapi akhirnya ia menyadari: ‘Gelora hati kita tidak akan tenang sebelum beristirahat dalam Allah.’ Inilah pesan abadi Santo Agustinus untuk kita semua,” ungkapnya.

Lebih lanjut, imam asal Kei, Maluku, itu menegaskan bahwa pesta iman bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi kesempatan untuk memperbarui diri dan menghidupi iman dalam keseharian.

“Agustinus mengingatkan kita bahwa iman adalah perjalanan pulang—pulang kepada Allah. Karena itu, pesta ini harus menjadi momentum menata hidup agar berakar dalam kasih Allah,” tambahnya.

Sejak beberapa pekan terakhir, panitia telah menggelar rangkaian kegiatan pra-pesta berupa lomba gawi, olahraga, hingga pentas seni yang melibatkan anak-anak, Orang Muda Katolik (OMK), maupun umat dewasa. Semua kegiatan itu menjadi wujud nyata kebersamaan sekaligus cerminan semangat Santo Pelindung.

Sore ini, seluruh rangkaian ditutup dengan perayaan Ekaristi syukur. Melalui pesta pelindung ini, umat Stasi Bello tak hanya mengenang Santo Agustinus, tetapi juga memperbarui komitmen iman untuk terus berjalan dalam kasih Allah.

(goe)




Sepotong Kisah dari Ruang Sunyi RSJ Naimata

Kupang,nwartapedia.com   — Pagi itu, matahari baru saja naik, menyinari jalanan Bello Kota Kupang yang masih lengang. Sekitar pukul 09.00 WITA, saya bersama seorang tante menyalakan sepeda motor tua, meluncur pelan menuju Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata.

Di tangan tante, sebuah termos berisi air panas dan bekal makan siang sederhana: tanda kasih sayang yang tulus untuk salah satu ponakan kami, pasien ODGJ yang baru sehari menjalani perawatan.

Perjalanan tak sampai 20 menit. Begitu memasuki gerbang RSJ, suasana senyap menyambut. Gedung-gedung kokoh berdiri, namun halaman terasa lengang.

Beberapa pasien tampak berjalan pelan, sebagian duduk termenung di bangku taman. Ada rasa asing sekaligus hening yang menyelimuti.

Setelah melapor di resepsionis, kami diarahkan ke Unit Gawat Darurat (UGD). Di ruang berukuran sekitar lima kali lima meter itu, ponakan kami terbaring ditemani ibunya.

Hanya ada tiga ranjang besi dua beralas kasur tipis, satu lainnya kosong tanpa alas. Cahaya matahari menembus lewat enam jendela besar berterali besi, menghadirkan terang sekaligus bayangan keheningan.

Seorang satpam berbadan tegap mengantar kami masuk, lalu pintu besi dikunci kembali dari luar. Dari balik gembok itu,

ruang semakin terasa asing. Ada kamar mandi kecil tanpa pintu di pojok, menambah rasa sempit sekaligus kaku.

Kami hanya bisa duduk, hadir dalam diam. Ponakan kami lebih banyak tertidur. Sesekali ia terbangun sebentar, cukup untuk meneguk teh hangat yang disodorkan perawat, lalu kembali terlelap.

Hampir satu jam kami menunggu tanpa banyak kata, tanpa banyak interaksi. Di ruang sunyi itu, waktu seolah berjalan lambat.

Ketika pamit, satpam kembali membuka pintu besi. Kami melangkah keluar, meninggalkan ruang hening dengan hati yang berat. Ada kesadaran sederhana yang kami bawa pulang: menjenguk pasien ODGJ bukan sekadar membawakan bekal, tetapi menghadirkan dukungan meski lewat kehadiran yang diam, meski tanpa kata-kata.

(goe)




Bobby Lianto Sambut Positif Kebijakan Bunga Murah untuk Perumahan Subsidi

Jakarta, nwartapedia.com – Wakil Ketua Umum DPP REI Pusat Bidang UMKM, Bobby Lianto, MM., MBA., menyambut positif kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) yang memberikan bunga murah sebesar 5 persen bagi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pembangunan rumah subsidi.

Kebijakan ini diumumkan dalam acara ziarah dan tabur bunga di makam Wakil Presiden pertama RI, Dr. (H.C.) Mohammad Hatta, di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (24/8/2025).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional yang jatuh pada 25 Agustus 2025.

Bobby Lianto yang hadir mendampingi tenaga ahli Kementerian PKP, Toto, menilai kebijakan tersebut akan menjadi dorongan besar bagi para pengembang.

“Dengan bunga murah ini, para developer bisa membangun lebih banyak rumah subsidi. Hal ini tentu akan membantu pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat Indonesia,” ungkapnya kepada media ini pada Selasa (26/8/2025).

Selain itu, Bobby yang juga menjabat Ketua KADIN NTT, menyoroti perkembangan positif sektor perumahan di Nusa Tenggara Timur. Ia mengungkapkan, sejak ia menjabat Ketua REI NTT selama dua periode, jumlah pengembang perumahan di daerah itu meningkat signifikan.

“Jika dulu hanya segelintir developer yang aktif, kini sudah ada sekitar 80 pengembang dengan berbagai proyek perumahan. Ini bukti nyata kemajuan NTT di sektor perumahan,” tegasnya.

Bobby juga menitipkan pesan kepada Ketua DPD REI NTT terpilih, Chandra Sentosa, untuk melanjutkan estafet perjuangan tersebut.

“Program tiga juta rumah harus terus didukung. Saya berharap kerja keras REI di NTT dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi berkat bagi daerah kita,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Maruarar Sirait, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah meningkatkan target pembangunan rumah subsidi dari 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit.

Kenaikan signifikan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Bung Hatta sebagai Bapak Perumahan Nasional. ***




Kabupaten Kupang Juara Umum Kejurda Atletik NTT 2025

Kupang, nwartapedia.com – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi berakhir dengan penuh suka cita dan catatan prestasi membanggakan. Ajang yang berlangsung sejak 21 hingga 23 Agustus 2025 di Stadion Oepoi Kupang ini ditutup secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Provinsi NTT, Karel Muskanan, mewakili Plt. Kadispora NTT.

Dalam sambutannya, Karel Muskanan yang juga merupakan Sekretaris Umum PASI NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya penyelenggaraan Kejurda.

“Atas nama Plt. Kadispora, kami berterima kasih kepada pengurus PASI, panitia, para pelatih, wasit, official, sponsor, hingga rekan-rekan media yang telah berkolaborasi sehingga Kejurda ini berjalan sukses, tertib, dan lancar,”ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kejurda bukan akhir dari proses pembinaan atlet, melainkan langkah menuju prestasi lebih tinggi.

“Bagi yang juara, jangan cepat puas. Bagi yang belum berhasil, jadikan kekalahan sebagai vitamin untuk memacu diri lebih baik lagi,” tegas Karel.

Dengan penuh syukur, Karel Muskanan kemudian secara resmi menutup Kejurda Atletik NTT 2025.

“Atas nama Tuhan, dengan ini Kejuaraan Daerah Cabang Olahraga Atletik Nusa Tenggara Timur Tahun 2025 saya nyatakan ditutup,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Harian PASI NTT, Dr. Frans Sales, MM, yang hadir mewakili Ketua Umum PASI NTT, menilai Kejurda 2025 bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga momentum kebersamaan.

“Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ajang silaturahmi yang merajut persatuan dan persaudaraan. Dalam tiga hari, kita melihat anak-anak muda potensial dari berbagai kelompok usia menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Frans Sales menjelaskan bahwa Kejurda 2025 mempertandingkan 80 nomor dengan total 240 medali emas, perak, dan perunggu. Dari hasil perlombaan, panitia bersama tim talent scouting PASI NTT telah mengidentifikasi sejumlah atlet yang akan direkomendasikan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik pada 29 Agustus hingga 4 September 2025 mendatang.

“Ini adalah investasi bagi masa depan bangsa. Atlet-atlet muda dengan kebugaran jasmani yang baik adalah calon pemimpin tangguh di masa depan. Karena itu, kami berharap mereka yang direkomendasikan ke Kejurnas bisa menjaga prestasi dan membawa nama baik NTT,” tambahnya.

Dati 11 Kontingen Kabupaten/Kota yang ikut dalak Kejurda Atletik NTT 2025 ini, Kabupaten Kupang berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan medali 12 emas, 5 perak, dan 8 perunggu.

Disusul oleh Kabupaten Sumba Timur dengan perolehan medali 10 emas, 7 perak, 11 perunggu dan juara ketiga diraih oleh Kota Kupang dengan perolehan medali 7 emas, 11 perak, 7 perunggu. (MI)




Upi Gufiroh Dorong Perencanaan LingkunganJangka Panjang dan Penguatan Pokja Iklim

Kupang, nwartapedia.com – Program Manager CAPACities Kota Kupang, Upi Gufiroh, menegaskan bahwa perlindungan lingkungan hidup dan penanganan perubahan iklim membutuhkan perencanaan jangka panjang yang terarah.

Demikian disampaikan Upi Gufirof kepada media ini di sela-sela Forum Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sekaligus rapat Pokja Perubahan Iklim yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (22/8/2025).

Menurut Upi, arah kebijakan lingkungan hidup di Kota Kupang perlu disusun layaknya City Resilience Strategy (CRS) yang berlaku dalam periode panjang hingga 30 tahun.

Namun, ia menyoroti adanya keterbatasan anggaran di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), sehingga dukungan CRS sangat penting dalam memfasilitasi proses penganggaran.

“CRS ini berfungsi membantu proses penganggaran untuk program ketahanan kota. Saat ini kita baru di tahap awal, masih satu kali workshop. Tahap berikutnya akan kita lihat, apakah CRS tetap bisa mendukung dari sisi pembiayaan atau tidak, tentu tergantung kondisi,” jelas Upi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari rapat Pokja Perubahan Iklim yang telah berjalan lebih dari setahun.

Surat Keputusan (SK) terbaru terkait struktur dan tugas pokja pun telah ditandatangani oleh Wali Kota Kupang pada 12 Agustus 2025.

Pokja Perubahan Iklim di Kota Kupang terbagi dalam tiga divisi utama, yaitu mitigasi, adaptasi, dan riset.

Ketiganya bertugas menyusun rencana kerja sesuai tupoksi masing-masing, sekaligus memastikan program pengendalian perubahan iklim lebih fokus dan berkelanjutan.

“Stakeholder yang terlibat sangat luas, mulai dari OPD Kota Kupang, komunitas lingkungan, organisasi masyarakat sipil, lembaga keagamaan, hingga akademisi. Kolaborasi lintas sektor ini penting agar kebijakan pengendalian iklim benar-benar terimplementasi,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini membahas rencana kerja CRS sepanjang tahun 2025. Pada hari pertama, peserta menyepakati draf kerja tahunan yang mencakup Januari hingga Desember 2025. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara dan telah ditandatangani oleh Wali Kota Kupang. (MI)




Buka FGD RPPLH Wali Kota Tegaskan Pembangunan Berbasis Budaya dan Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan arah pembangunan Kota Kupang harus berpijak pada nilai budaya dan ramah lingkungan. Hal ini ia sampaikan saat membuka Lokakarya Penyusunan Rencana Tahunan sekaligus Forum Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pembiayaan Perubahan Iklim, yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang  pada Rabu (20/8/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur semata, tetapi juga wajib menjaga keseimbangan ekologi.

“Visi misi kita adalah membangun Kota Kupang berbasis budaya dan lingkungan. Artinya, pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hijau, trotoar, maupun kebersihan kota. Forum ini penting untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada lingkungan, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat dari bawah, bukan sekadar top down,” ujarnya.

Christian Widodo juga menyoroti isu sampah sebagai tantangan utama kota. Sejak awal masa jabatannya, Pemkot Kupang telah membentuk Satgas Sampah, meningkatkan insentif petugas kebersihan, dan memetakan titik rawan sampah di jalan-jalan protokol.

“Enam bulan terakhir, 80 persen jalan protokol sudah jauh lebih bersih. Ini bukan semata hasil kerja pemerintah, tapi berkat kolaborasi bersama masyarakat. Banyak warga mengapresiasi perubahan nyata ini,” jelasnya.

Untuk memperkuat sistem pengelolaan, Pemkot menargetkan seluruh RT di Kota Kupang memiliki tempat sampah permanen pada 2026. Dari total 1.300 RT, sekitar 600–700 sudah terpasang. Selain itu, konsep Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) akan diterapkan di tingkat kecamatan, sehingga hanya 15 persen residu yang masuk ke TPA.

“Kita juga mendapat bantuan pembangunan TPST senilai Rp120 miliar dari pemerintah pusat di Alak. Ini akan memperkuat sistem pengelolaan sampah kota,” tambahnya.

Di penghujung sambutannya, Christian Widodo menegaskan pentingnya menjaga konsistensi.

“Komitmen itu penting, tapi yang lebih penting adalah konsistensi sampai akhir. Kalau konsisten, Kupang akan kembali menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua warganya,” tegasnya. (MI)




Delegasi FGBMFI Indonesia Kunjungi KJRI Los Angeles, Produk NTT Siap Tembus Pasar Amerika

Los Angeles, nwartapedia.com – Delegasi Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Indonesia melakukan kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles, Rabu (20/8/2025).

Rombongan dipimpin oleh National President FGBMFI Indonesia, Dalie Sutanto, bersama Ketua Umum Kadin Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Kandidat Bobby Lianto, MM., MBA., usai menghadiri World Convention FGBMFI di Miami, Florida.

Dalam pertemuan tersebut, Dalie Sutanto menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Purnomo Ahmad Chandra. Ia juga memaparkan rencana besar FGBMFI, termasuk penyelenggaraan World Convention tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Bali, Indonesia.

“Kami senang bisa diterima dengan baik di KJRI. Selain berbagi pengalaman dari World Convention Miami, kami juga ingin mendorong potensi ekspor Indonesia, khususnya produk-produk unggulan daerah, agar semakin dikenal di pasar Amerika,” ujar Dalie.

Menanggapi hal tersebut, Konjen Purnomo Ahmad Chandra menegaskan peluang ekspor Indonesia ke Amerika terbuka lebar, terutama dengan adanya kebijakan tarif khusus yang lebih ringan bagi produk asal Indonesia.

“Sebagai contoh, kopi dari Brasil dikenakan tarif hingga 50 persen di Amerika, sementara kopi dari Indonesia hanya 19 persen. Ini kesempatan besar yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha kita,” jelasnya.

Dalam rombongan turut hadir pengusaha perkebunan kakao asal NTT, Hengky Lianto, yang juga menjabat sebagai Badan Pengawas FGBMFI. Hengky memperkenalkan produk cokelat unggulan asal Sumba Barat, Ghaura Chocolate, serta produk La Moringa, yang telah lebih dulu menembus pasar Eropa dan Singapura.

Usai bertemu Konjen, delegasi melanjutkan kunjungan ke Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang berada di bawah koordinasi KJRI Los Angeles. Mereka melihat langsung berbagai produk unggulan Indonesia yang dipamerkan di sana.

Momen membanggakan hadir ketika delegasi menemukan bahwa dua produk asal NTT, yakni La Moringa dan Ghaura Chocolate, sudah lebih dulu dipamerkan di ITPC Los Angeles.

“Kami bangga karena produk-produk NTT ternyata sudah lebih dulu hadir di pasar Amerika melalui ITPC. Ini bukti bahwa kualitas produk lokal kita mampu bersaing di tingkat global,” kata Bobby Lianto.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pintu masuk yang lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah, khususnya dari NTT, untuk meraih pasar Amerika Serikat. ***




Ketua PASI NTT: Kejurda Atletik Jadi Ajang Sejarah dan Gerbang Prestasi Menuju PON 2028

Kupang, nwartapedia.com – Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi NTT, Ir. Theodorus Widodo yang akrab disapa Theo Widodo,menegaskan bahwa Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik 2025 merupakan momentum bersejarah bagi dunia olahraga NTT.

Hal ini disampaikannya dalam sambutan pembukaan Kejurda yang berlangsung di Stadion Atletik Oepoi, Kupang, Rabu (21/8/2025) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Theo Widodo mengapresiasi kehadiran para atlet, pelatih, official, serta jajaran pengurus PASI dari kabupaten/kota se-NTT.

Ia menilai para atlet muda yang kini bertanding harus bersyukur karena bisa merasakan fasilitas bertaraf nasional yang dimiliki NTT.

“Adik-adik harus merasa bersyukur. Stadion atletik ini sangat megah, bahkan tidak kalah dengan stadion di Pulau Jawa. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengeluarkan seluruh kemampuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga pintu masuk bagi atlet muda untuk menembus seleksi menuju kejuaraan tingkat nasional, bahkan PON 2028, di mana NTT akan menjadi tuan rumah.

“Bagi atlet yang mampu meraih juara dengan catatan waktu sesuai standar, otomatis akan direkomendasikan memperkuat tim NTT di kejuaraan nasional. Ini kesempatan besar untuk melangkah lebih jauh,” tegasnya.

Theo Widodo juga menyinggung perjalanan Wakil Gubernur NTT sekaligus mantan atlet nasional, Johni Asadoma, yang kariernya di dunia olahraga membuka jalan hingga menduduki jabatan penting dalam pemerintahan. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda atlet NTT.

Sementara itu, Ketua Harian PASI NTT sekaligus Ketua Panitia Kejurda, Dr. Frans Sales, menjelaskan bahwa pelaksanaan Kejurda ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Peraturan Presiden Nomor 86 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Menurutnya, ada tiga tujuan utama pelaksanaan Kejurda, yakni, pertama mengevaluasi program pembinaan atletik yang dilakukan PASI provinsi maupun kabupaten/kota. Kedua memberi ruang bagi atlet muda untuk try out sekaligus membangun mental bertanding dan Ketiga menyeleksi atlet potensial yang akan mewakili NTT pada Kejuaraan Nasional Atletik di Solo, 31 Agustus – 4 September 2025, serta mempersiapkan atlet menghadapi PON 2028.

“Ajang ini diikuti 125 atlet dari 11 kabupaten/kota di NTT. Kami berharap, Kejurda ini bisa menjadi wadah lahirnya generasi emas atletik NTT yang siap bersaing di level nasional,” kata Frans Sales.

Ia menambahkan, keberhasilan NTT sebagai tuan rumah PON 2028 tidak hanya diukur dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga prestasi atlet yang mampu meraih medali.

“Karena itu, pembinaan dan seleksi sejak dini seperti melalui Kejurda ini sangat penting,” tegasnya.

Kejurda Atletik PASI NTT 2025 akan berlangsung pada 21–23 Agustus di Stadion Atletik Oepoi, Kupang, dengan mempertandingkan berbagai nomor lintasan dan lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Mantan Wakil Gubernur NTT, Eston Foenay, Sekretaris Umum PASI NTT, Karel Muskanan, Asisten III Sekretaris Daerah (Setda) Kota Kupang saat ini dijabat oleh Yanuar Dally, dan Pengurus PASI Kabupaten/Kota.  (MI)