Upi Gufiroh Dorong Perencanaan LingkunganJangka Panjang dan Penguatan Pokja Iklim

Kupang, nwartapedia.com – Program Manager CAPACities Kota Kupang, Upi Gufiroh, menegaskan bahwa perlindungan lingkungan hidup dan penanganan perubahan iklim membutuhkan perencanaan jangka panjang yang terarah.

Demikian disampaikan Upi Gufirof kepada media ini di sela-sela Forum Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sekaligus rapat Pokja Perubahan Iklim yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (22/8/2025).

Menurut Upi, arah kebijakan lingkungan hidup di Kota Kupang perlu disusun layaknya City Resilience Strategy (CRS) yang berlaku dalam periode panjang hingga 30 tahun.

Namun, ia menyoroti adanya keterbatasan anggaran di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), sehingga dukungan CRS sangat penting dalam memfasilitasi proses penganggaran.

“CRS ini berfungsi membantu proses penganggaran untuk program ketahanan kota. Saat ini kita baru di tahap awal, masih satu kali workshop. Tahap berikutnya akan kita lihat, apakah CRS tetap bisa mendukung dari sisi pembiayaan atau tidak, tentu tergantung kondisi,” jelas Upi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari rapat Pokja Perubahan Iklim yang telah berjalan lebih dari setahun.

Surat Keputusan (SK) terbaru terkait struktur dan tugas pokja pun telah ditandatangani oleh Wali Kota Kupang pada 12 Agustus 2025.

Pokja Perubahan Iklim di Kota Kupang terbagi dalam tiga divisi utama, yaitu mitigasi, adaptasi, dan riset.

Ketiganya bertugas menyusun rencana kerja sesuai tupoksi masing-masing, sekaligus memastikan program pengendalian perubahan iklim lebih fokus dan berkelanjutan.

“Stakeholder yang terlibat sangat luas, mulai dari OPD Kota Kupang, komunitas lingkungan, organisasi masyarakat sipil, lembaga keagamaan, hingga akademisi. Kolaborasi lintas sektor ini penting agar kebijakan pengendalian iklim benar-benar terimplementasi,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini membahas rencana kerja CRS sepanjang tahun 2025. Pada hari pertama, peserta menyepakati draf kerja tahunan yang mencakup Januari hingga Desember 2025. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara dan telah ditandatangani oleh Wali Kota Kupang. (MI)




Buka FGD RPPLH Wali Kota Tegaskan Pembangunan Berbasis Budaya dan Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan arah pembangunan Kota Kupang harus berpijak pada nilai budaya dan ramah lingkungan. Hal ini ia sampaikan saat membuka Lokakarya Penyusunan Rencana Tahunan sekaligus Forum Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pembiayaan Perubahan Iklim, yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang  pada Rabu (20/8/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur semata, tetapi juga wajib menjaga keseimbangan ekologi.

“Visi misi kita adalah membangun Kota Kupang berbasis budaya dan lingkungan. Artinya, pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hijau, trotoar, maupun kebersihan kota. Forum ini penting untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada lingkungan, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat dari bawah, bukan sekadar top down,” ujarnya.

Christian Widodo juga menyoroti isu sampah sebagai tantangan utama kota. Sejak awal masa jabatannya, Pemkot Kupang telah membentuk Satgas Sampah, meningkatkan insentif petugas kebersihan, dan memetakan titik rawan sampah di jalan-jalan protokol.

“Enam bulan terakhir, 80 persen jalan protokol sudah jauh lebih bersih. Ini bukan semata hasil kerja pemerintah, tapi berkat kolaborasi bersama masyarakat. Banyak warga mengapresiasi perubahan nyata ini,” jelasnya.

Untuk memperkuat sistem pengelolaan, Pemkot menargetkan seluruh RT di Kota Kupang memiliki tempat sampah permanen pada 2026. Dari total 1.300 RT, sekitar 600–700 sudah terpasang. Selain itu, konsep Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) akan diterapkan di tingkat kecamatan, sehingga hanya 15 persen residu yang masuk ke TPA.

“Kita juga mendapat bantuan pembangunan TPST senilai Rp120 miliar dari pemerintah pusat di Alak. Ini akan memperkuat sistem pengelolaan sampah kota,” tambahnya.

Di penghujung sambutannya, Christian Widodo menegaskan pentingnya menjaga konsistensi.

“Komitmen itu penting, tapi yang lebih penting adalah konsistensi sampai akhir. Kalau konsisten, Kupang akan kembali menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua warganya,” tegasnya. (MI)




Delegasi FGBMFI Indonesia Kunjungi KJRI Los Angeles, Produk NTT Siap Tembus Pasar Amerika

Los Angeles, nwartapedia.com – Delegasi Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Indonesia melakukan kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles, Rabu (20/8/2025).

Rombongan dipimpin oleh National President FGBMFI Indonesia, Dalie Sutanto, bersama Ketua Umum Kadin Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Kandidat Bobby Lianto, MM., MBA., usai menghadiri World Convention FGBMFI di Miami, Florida.

Dalam pertemuan tersebut, Dalie Sutanto menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Purnomo Ahmad Chandra. Ia juga memaparkan rencana besar FGBMFI, termasuk penyelenggaraan World Convention tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Bali, Indonesia.

“Kami senang bisa diterima dengan baik di KJRI. Selain berbagi pengalaman dari World Convention Miami, kami juga ingin mendorong potensi ekspor Indonesia, khususnya produk-produk unggulan daerah, agar semakin dikenal di pasar Amerika,” ujar Dalie.

Menanggapi hal tersebut, Konjen Purnomo Ahmad Chandra menegaskan peluang ekspor Indonesia ke Amerika terbuka lebar, terutama dengan adanya kebijakan tarif khusus yang lebih ringan bagi produk asal Indonesia.

“Sebagai contoh, kopi dari Brasil dikenakan tarif hingga 50 persen di Amerika, sementara kopi dari Indonesia hanya 19 persen. Ini kesempatan besar yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha kita,” jelasnya.

Dalam rombongan turut hadir pengusaha perkebunan kakao asal NTT, Hengky Lianto, yang juga menjabat sebagai Badan Pengawas FGBMFI. Hengky memperkenalkan produk cokelat unggulan asal Sumba Barat, Ghaura Chocolate, serta produk La Moringa, yang telah lebih dulu menembus pasar Eropa dan Singapura.

Usai bertemu Konjen, delegasi melanjutkan kunjungan ke Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang berada di bawah koordinasi KJRI Los Angeles. Mereka melihat langsung berbagai produk unggulan Indonesia yang dipamerkan di sana.

Momen membanggakan hadir ketika delegasi menemukan bahwa dua produk asal NTT, yakni La Moringa dan Ghaura Chocolate, sudah lebih dulu dipamerkan di ITPC Los Angeles.

“Kami bangga karena produk-produk NTT ternyata sudah lebih dulu hadir di pasar Amerika melalui ITPC. Ini bukti bahwa kualitas produk lokal kita mampu bersaing di tingkat global,” kata Bobby Lianto.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pintu masuk yang lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah, khususnya dari NTT, untuk meraih pasar Amerika Serikat. ***