Ketua PASI NTT: Kejurda Atletik Jadi Ajang Sejarah dan Gerbang Prestasi Menuju PON 2028

Kupang, nwartapedia.com – Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi NTT, Ir. Theodorus Widodo yang akrab disapa Theo Widodo,menegaskan bahwa Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik 2025 merupakan momentum bersejarah bagi dunia olahraga NTT.

Hal ini disampaikannya dalam sambutan pembukaan Kejurda yang berlangsung di Stadion Atletik Oepoi, Kupang, Rabu (21/8/2025) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Theo Widodo mengapresiasi kehadiran para atlet, pelatih, official, serta jajaran pengurus PASI dari kabupaten/kota se-NTT.

Ia menilai para atlet muda yang kini bertanding harus bersyukur karena bisa merasakan fasilitas bertaraf nasional yang dimiliki NTT.

“Adik-adik harus merasa bersyukur. Stadion atletik ini sangat megah, bahkan tidak kalah dengan stadion di Pulau Jawa. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengeluarkan seluruh kemampuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga pintu masuk bagi atlet muda untuk menembus seleksi menuju kejuaraan tingkat nasional, bahkan PON 2028, di mana NTT akan menjadi tuan rumah.

“Bagi atlet yang mampu meraih juara dengan catatan waktu sesuai standar, otomatis akan direkomendasikan memperkuat tim NTT di kejuaraan nasional. Ini kesempatan besar untuk melangkah lebih jauh,” tegasnya.

Theo Widodo juga menyinggung perjalanan Wakil Gubernur NTT sekaligus mantan atlet nasional, Johni Asadoma, yang kariernya di dunia olahraga membuka jalan hingga menduduki jabatan penting dalam pemerintahan. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda atlet NTT.

Sementara itu, Ketua Harian PASI NTT sekaligus Ketua Panitia Kejurda, Dr. Frans Sales, menjelaskan bahwa pelaksanaan Kejurda ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Peraturan Presiden Nomor 86 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Menurutnya, ada tiga tujuan utama pelaksanaan Kejurda, yakni, pertama mengevaluasi program pembinaan atletik yang dilakukan PASI provinsi maupun kabupaten/kota. Kedua memberi ruang bagi atlet muda untuk try out sekaligus membangun mental bertanding dan Ketiga menyeleksi atlet potensial yang akan mewakili NTT pada Kejuaraan Nasional Atletik di Solo, 31 Agustus – 4 September 2025, serta mempersiapkan atlet menghadapi PON 2028.

“Ajang ini diikuti 125 atlet dari 11 kabupaten/kota di NTT. Kami berharap, Kejurda ini bisa menjadi wadah lahirnya generasi emas atletik NTT yang siap bersaing di level nasional,” kata Frans Sales.

Ia menambahkan, keberhasilan NTT sebagai tuan rumah PON 2028 tidak hanya diukur dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga prestasi atlet yang mampu meraih medali.

“Karena itu, pembinaan dan seleksi sejak dini seperti melalui Kejurda ini sangat penting,” tegasnya.

Kejurda Atletik PASI NTT 2025 akan berlangsung pada 21–23 Agustus di Stadion Atletik Oepoi, Kupang, dengan mempertandingkan berbagai nomor lintasan dan lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Mantan Wakil Gubernur NTT, Eston Foenay, Sekretaris Umum PASI NTT, Karel Muskanan, Asisten III Sekretaris Daerah (Setda) Kota Kupang saat ini dijabat oleh Yanuar Dally, dan Pengurus PASI Kabupaten/Kota.  (MI)




Wakil Gubernur NTT Resmi Membuka Kejurda Atletik PASI NTT 2025

Kupang, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara resmi membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik 2025 yang digelar oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTT di Stadion Oepoi, Kupang, Rabu (20/8/2025).

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menyampaikan rasa bahagianya dapat hadir langsung di tengah para atlet muda yang siap berkompetisi. Menurutnya, kejuaraan ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga wadah penting untuk melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang akan membawa nama NTT di level nasional maupun internasional.

“Tujuan utama kita di sini adalah memberikan wadah bagi adik-adik atlet untuk mengembangkan kemampuan. Kompetisi seperti ini menjadi jawaban atas minimnya event olahraga di kabupaten-kabupaten,” ujar Johni.

Lebih lanjut, mantan atlet tinju nasional yang pernah mewakili Indonesia di Olimpiade Los Angeles 1984 itu menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan konsistensi latihan bagi para atlet muda.

Ia menuturkan pengalamannya yang sejak remaja berlatih dengan jadwal ketat hingga akhirnya meraih gelar juara nasional, SEA Games, dan kejuaraan internasional.

“Menjadi juara tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan tanpa mengenal lelah. Saya sendiri adalah buktinya. Dengan latihan yang konsisten, disiplin, dan semangat pantang menyerah, seorang atlet bisa mencapai puncak prestasi,” tegasnya.

Johni juga mengingatkan para atlet untuk tidak melupakan pendidikan. Menurutnya, olahraga harus menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik, termasuk dunia kerja.

“Jangan sampai olahraga mengorbankan sekolah. Karena meskipun menjadi juara dunia, tanpa pendidikan yang cukup akan sulit mendapatkan pekerjaan. Olahraga dan pendidikan harus berjalan beriringan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Johni turut menyebut sejumlah atlet besar asal NTT, seperti Eduardus Nabunome, peraih tiga medali emas PON, serta Walmince Sombai dan Katarina Nasi, yang pernah mengharumkan nama daerah di pentas nasional. Ia berharap kejuaraan ini bisa melahirkan generasi penerus prestasi mereka.

“Selamat berlomba! Bertandinglah dengan sportif. Bagi yang kalah, jangan berkecil hati, jadikan itu motivasi untuk berlatih lebih keras. Dan bagi yang menang, jangan berpuas diri, teruslah berlatih untuk mempertahankan prestasi,” pesan Johni.

Kejurda Atletik PASI NTT 2025 ini berlangsung pada 21–23 Agustus 2025, diikuti ratusan atlet dari berbagai kabupaten/kota se-NTT. Ajang ini juga menjadi sarana seleksi untuk mempersiapkan tim NTT menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. (MI)




Pengawas SD Kota Kupang Intensif Dampingi Guru untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran

Kupang, nwartapedia.com – Upaya peningkatan mutu pendidikan dasar di Kota Kupang kembali mendapat perhatian serius. Tiga pengawas sekolah dasar (SD) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yakni Johni Eduard Rihi, S.Pd., Marthen Boboy, S.Pd., dan Rukiati, S.Pd., turun langsung melakukan pendampingan pembelajaran di sejumlah sekolah, Rabu (20/8/2025).

Koordinator Pengawas SD, Johni Rihi, menegaskan bahwa peran pengawas tidak hanya sebatas memantau, tetapi juga membina dan memberi masukan kepada guru dalam proses belajar mengajar.

“Pengawas bertugas menyusun laporan hasil pengawasan secara berkala, sekaligus membangun hubungan baik dengan kepala sekolah, guru, dan warga sekolah agar tercipta suasana kerja yang kondusif serta kolaboratif,” jelas Johni Rihi di sela kegiatan monitoring di SD Inpres Oetete 2 Kota Kupang.

Menurutnya, supervisi akademik maupun manajerial yang dilakukan pengawas bertujuan meningkatkan profesionalisme guru sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih berkualitas.

Sementara itu, Gayus Pating Illu, S.Pd., guru kelas di SD Negeri 1 Oetete yang berlokasi berdampingan dengan SD Inpres Oetete 2, mengaku banyak mendapat manfaat dari kegiatan pendampingan tersebut.

“Ada guru yang merasa lega dan termotivasi, karena masukan yang diberikan bisa memperbaiki perangkat ajar dan kualitas mengajar. Namun, ada juga yang merasa cemas atau terbebani, terutama jika belum siap,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski begitu, Gayus menilai pengawasan yang dilakukan secara profesional sangat membantu guru untuk berkembang.

“Masukan konstruktif justru menjadi dorongan bagi kami guru-guru untuk memperbaiki pembelajaran di kelas,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Kehadiran pengawas di sekolah bukan sekadar mengawasi, melainkan membimbing agar guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih baik bagi setiap peserta didik.

(Goris Takene/Disdikbud Kota Kupang)