Camping Merdeka FPK NTT di Gunung Mutis Berhasil dan Penuh Sensasi

Kupang,nwartapedia.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses menggelar Camping Kemerdekaan di kawasan Gunung Mutis, Kabupaten Timor Tengah Selatan, pada momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti puluhan peserta dari berbagai paguyuban etnis, komunitas, dan organisasi, serta menyuguhkan pengalaman penuh kebersamaan dan sensasi alam pegunungan Mutis.

Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo yang juga sebagai Ketua Perhimpunan IndonesiaTionghoa (INTI) NTT dalam konferensi pers di Kantor Balai Lelang Flobamora, Selasa (19/8/2025), menyebut kegiatan ini sebagai momen bersejarah.

“Ini sesuatu yang fenomenal, karena untuk pertama kalinya kita bisa melaksanakan upacara bendera sekaligus membentangkan bendera merah putih raksasa di Gunung Mutis. Ini berbeda dari biasanya dan menjadi simbol nyata persatuan dalam keberagaman,” uujarnya.

Ketua Panitia Camping Merdeka FPK NTT, Poetji Watono menyebut, rombongan berjumlah sekitar 75 peserta menempuh perjalanan menuju Fatumnasi. Meski jalur jalan sempat terhambat longsor, perjalanan tetap lancar berkat bantuan masyarakat setempat.

Malam harinya, peserta disuguhi kehangatan api unggun, pentas seni, pembacaan puisi perjuangan oleh  Nunu Nurdiana dari Etnis Sulawesi Selatan hingga senam kebersamaan dipimpin Oleh Linda Lee dari Etnis Tionghoa 

“Camping Merdeka ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga cara menjaga kekompakan lintas paguyuban,” kata Poedji Watono yang juga adalah Ketua Kontak Kerukunan Sosial (K2S) Jawa.

Ia menjelaskan, puncak acara adalah upacara pengibaran bendera merah putih di kawasan Gunung Mutis. Ketua FPK NTT bertindak sebagai inspektur upacara, sementara mantan Wakapolres TTS sekaligus Ketua Banjar Darmq Agung Bali, Gede Ariabawa, S.Sos., MH menjadi komandan upacara. Doa dipimpin Mualim Chaniago dari Ikatan Keluarga Minang, dan pengibaran bendera di puncak dilakukan oleh Dr. Nur Salim dari Etnis SulawesiSelatan.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Camping Merdeka, Kiai Pono MS menuturkan suasana penuh haru dalam kegiatan tersebut. 

“Suasana sangat haru, apalagi ketika bendera raksasa dibentangkan bersama di tengah kabut tebal Mutis. Itu pengalaman luar biasa,” ungkap Koordinator Lapangan, Pono MS.

Beragam komunitas turut serta dalam acara ini, antara lain, Paguyuban Bali, Ikatan Keluarga Ende Flores, Keluarga Minang Saiyo Sakato, Kerukunan Keluarga Pasundan Mangle dan paguyuban lain , serta komunitas motor CB Kupang.

Bendahara FPK, Muallim Chaniago dari Etnis Minang menilai kegiatan ini membuktikan FPK sebagai wadah pemersatu.

“FPK adalah rumah bersama yang mampu menghimpun berbagai karakter etnis, suku, dan agama. Semangat kebersamaan ini semakin menguatkan semboyan kami: Bersama FPK Membangun Negeri,” tegasnya.

Selain upacara, peserta juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat adat.

Seluruh rangkaian upacara didahului ritual memohon ijin leluhur diatas batu yg sakral dipimpin langsung oleh ketua adat setempat Bapa Matheus Anin.

Ketua FPK menambahkan, pelaksanaan Camping Kemerdekaan tahun depan akan berlangsung di Ende, Flores, sebagai penghormatan pada tanah lahirnya Pancasila.

“Ini bukan sekadar camping, melainkan wujud nyata FPK sebagai jembatan persatuan di tengah kebinekaan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberi inspirasi,” pungkas Theodorus Widodo. (MI)




PT Arland Civa Property Bangun Tempat Sampah Permanen di Belo, Dukung Program Kebersihan Kota Kupang

Kupang nwartapedia.com — Upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kota Kupang mendapat dukungan dari kalangan swasta. CEO PT Arland Civa Property, Cornelis Frans Agripa atau yang akrab disapa Arland, berinisiatif membangun tempat sampah permanen dari batako di Kelurahan Belo, Kecamatan Kota Kupang.

Arland menuturkan, ide ini muncul setelah melihat kondisi sampah di Belo yang sering berserakan di jalanan. Banyak warga juga mengeluhkan jauhnya lokasi tempat pembuangan sampah.

“Saya ingin membantu agar masyarakat Belo memiliki tempat sampah permanen yang bisa digunakan bersama, sehingga lingkungan tetap bersih,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).

Langkah nyata telah dimulai. Arland sudah menemui Lurah Belo untuk menawarkan bantuan, dan pemerintah kelurahan pun langsung menunjukkan lokasi pembangunan.

“Besok material sudah saya turunkan, supaya pekerjaan bisa segera dimulai,” tambahnya.

Selain itu, Arland menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program Pemerintah Kota Kupang, khususnya visi Wali Kota dalam penanganan sampah.

“Saya percaya, kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Swasta dan pemerintah harus berkolaborasi untuk mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih dan nyaman,” ujarnya.

Inisiatif dari PT Arland Civa Property ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata partisipasi dunia usaha dalam mendukung program pemerintah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan. (MI)