Dengarkan Suara Warga, Muhammad  Ramli Janji Perjuangkan Bansos Tepat Sasaran

Kupang, nwartapedia.com – Dalam upaya menyerap aspirasi dan menyentuh langsung denyut persoalan masyarakat, Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muhammad Ramli, menggelar kegiatan reses tahap ketiga di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, pada Kamis (7/8/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi warga untuk menyuarakan keluhan, harapan, dan masukan terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Salah satu isu utama yang mencuat adalah keluhan soal ketimpangan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), yang dinilai masih belum menyentuh seluruh warga yang membutuhkan.

Sejumlah warga mengaku tidak pernah menerima bansos meski hidup dalam kondisi ekonomi sulit. Mereka mempertanyakan kejelasan kriteria dan proses pendataan penerima.

Menjawab kekhawatiran ini, Muhammad Ramli menjelaskan bahwa penyaluran bansos sangat bergantung pada data administrasi kependudukan, khususnya informasi yang tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Banyak warga belum sadar bahwa apa yang tertulis di KTP bisa menentukan apakah mereka layak menerima bantuan atau tidak. Misalnya, jika tercatat sebagai pegawai swasta atau honorer, mereka langsung dianggap memiliki penghasilan tetap dan gugur sebagai penerima,” terang Ramli.

Ia pun mendorong warga untuk memastikan bahwa data pekerjaan dalam KTP sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Kalau pekerjaan sehari-hari adalah buruh bangunan, tukang ojek, petani, atau nelayan, maka itu yang harus ditulis. Hal ini akan sangat membantu dalam proses verifikasi agar bantuan lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Selain soal bansos, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait program pemberdayaan ekonomi, perbaikan infrastruktur lingkungan, hingga peningkatan akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan air bersih.

Menanggapi hal tersebut, Ramli berkomitmen untuk memperjuangkan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam forum DPRD Kota Kupang.

“Semua yang disampaikan hari ini akan saya bawa dan perjuangkan dalam rapat-rapat anggaran serta program kerja pemerintah kota. Reses ini bukan hanya formalitas, tetapi cara saya menjalankan amanah rakyat,” ujarnya.

Reses ini menjadi bukti nyata keterbukaan dan kepedulian anggota legislatif terhadap suara masyarakat. Ramli berharap, ke depan, proses penyaluran bantuan dan pembangunan daerah semakin berpihak kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. ***