Wakil Wali Kota Kupang Siap Luncurkan Program Self Defense untuk Pelajar

Kupang,nwartapedia.com  –  Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan meluncurkan program Self Defense atau bela diri dasar bagi para pelajar di Kota Kupang.

Program ini akan resmi dilaunching pada Senin, 4 Agustus 2025, dan direncanakan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis.

Kegiatan launching akan dilaksanakan di sekolah SD Inpres Naimata sebagai salah satu mitra program dan akan melibatkan siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan.

Program ini dirancang sebagai bentuk penguatan karakter, peningkatan rasa percaya diri, serta edukasi perlindungan diri bagi anak-anak usia sekolah SD dan SMP di Kota Kupang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, melalui Sekretaris Dinas, Drs. Ambo, saat dihubungi media ini, Minggu malam (3/8), membenarkan adanya rencana peluncuran program tersebut.

“Benar, besok Senin Wakil Wali Kota akan membuka secara resmi program Self Defense. Ini merupakan inovasi dari Pemerintah Kota Kupang melalui Ibu Wakil Walikota sendiri dan Dinas Pendidikan hanya merancang teknis pelaksanaanbya. program ini suda dilakukan sejak beberapa bulan lalu untuk memberikan bekal keterampilan dasar perlindungan diri bagi pelajar,” ujar Ambo.

Menurut Ambo, program ini juga bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan ramah anak, sekaligus sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran orangtua terhadap isu kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.

“Kami ingin anak-anak memiliki keberanian, kedisiplinan, dan kesadaran menjaga diri. Program ini tidak hanya melatih fisik, tapi juga membentuk mental dan sikap positif,” tambahnya.

Program Self Defense ini akan diawali dengan pelatihan dasar oleh instruktur profesional yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota. Selanjutnya, program akan masuk dalam agenda ekstrakurikuler yang didampingi oleh guru-guru terlatih.

Pemerintah Kota Kupang berharap program ini mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk orangtua dan satuan pendidikan, demi menciptakan generasi muda yang tangguh dan mandiri.(humas Disdikbud)




PSMTI NTT dan Polda NTT Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah Sambut HUT RI ke-80

Kupang, nwartapedia.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) NTT menggelar aksi sosial berupa bakti sosial dan donor darah. Kegiatan ini akan berlangsung pada Selasa, 5 Agustus 2025 di Atrium Lippo Plaza Kupang.

Wakil Ketua Umum Bidang Usaha dan Ekonomi Kreatif PSMTI NTT, Bobby Lianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, sekaligus kontribusi nyata dalam menyambut momen kemerdekaan.

“Salah satu kegiatan utama adalah bakti sosial berupa pemberian bantuan kepada para petugas kebersihan di Kota Kupang. Mereka adalah pahlawan kebersihan yang telah membuat wajah kota kita semakin bersih dan tertata,” ujarnya kepada media in8 pada Minggu (3/8/2025).

Selain bakti sosial, akan digelar juga aksi donor darah yang terbuka untuk umum. Para peserta tidak hanya berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa lewat donor darah, tetapi juga berkesempatan memenangkan berbagai doorprize menarik seperti handphone, sepeda (3 unit), rice cooker, dan hadiah hiburan lainnya.

Menariknya, kegiatan ini juga menyediakan voucher perumahan senilai Rp5 juta yang dapat dipindahtangankan.

Dukungan tambahan datang dari komunitas otomotif seperti HDCI yang akan memamerkan motor-motor gede Harley Davidson dan kendaraan modifikasi lainnya dalam gelaran pameran “Muji-Mugi Otomotif Show”.

“Ini bukan sekadar acara sosial, tetapi juga bentuk solidaritas, hiburan, dan apresiasi bagi masyarakat Kupang. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi,” tutup Bobby Lianto. (MI)




Refleksi Komunikasi, Ketersinggungan, dan Kematangan Sosial

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi adalah jembatan utama yang menghubungkan satu individu dengan yang lain. Melalui komunikasi, kita menyampaikan pikiran, perasaan, harapan, bahkan kekecewaan.

Namun, tak bisa dimungkiri, dalam proses ini seringkali terjadi gesekan saling salah paham, tersinggung, atau bahkan merasa disakiti.

Ini bukan hal yang luar biasa, justru sangat lumrah, karena setiap orang membawa latar belakang, nilai, dan cara pandang yang berbeda.

Ketersinggungan yang muncul dalam komunikasi sebenarnya adalah cerminan bahwa kita masih hidup dalam ruang sosial yang dinamis dan penuh makna.

Yang menjadi penting bukanlah menghindari konflik sepenuhnya, melainkan bagaimana kita menyikapinya dengan kedewasaan.

Mampu mendengar secara aktif, memberi ruang klarifikasi, dan memilih kata dengan bijak adalah bagian dari tanggung jawab moral kita sebagai anggota masyarakat.

Hidup bermasyarakat menuntut kita belajar memahami, bukan hanya ingin dipahami.

Maka, saat terjadi ketersinggungan, marilah kita belajar menahan diri sejenak, membuka hati, dan berusaha menenun kembali relasi yang sempat merenggang.

Justru dari konflik kecil itulah sering tumbuh pemahaman yang lebih dalam, jika kita menghadapinya dengan sikap saling menghormati.

Pada akhirnya, komunikasi yang sehat bukanlah komunikasi yang selalu mulus, tapi komunikasi yang tetap bisa menjalin keakraban di tengah perbedaan dan ketidaksempurnaan.

(Goris Takene)