BPBD Kota Kupang Lanjutkan Proses Pemutakhiran Peta Risiko Bencana di Kelurahan Nunleu

 

Kupang,nwartapedia.com  — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang terus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana dengan melakukan serangkaian kegiatan kajian risiko dan perencanaan berbasis komunitas di Kelurahan Nunleu. Kegiatan ini memasuki pertemuan ketiga yang digelar di Kantor Lurah Nunleu, Kamis (24/7/2025).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W.A. Sjioen, S.Sos., Ms, menjelaskan kepada media bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (KELTANA), yang diawali sejak beberapa waktu lalu.

“Pada pertemuan pertama, kami membentuk forum relawan dan menghasilkan nilai awal ketangguhan dari Kelurahan Nunleu. Selanjutnya di pertemuan kedua, kami melakukan kajian ancaman dan kapasitas sumber daya,” ujar Elsje.

Pada pertemuan ketiga yang berlangsung hari ini, tim BPBD bersama masyarakat dan forum relawan menyusun tiga peta penting, yakni peta ancaman, peta kerentanan, dan peta kapasitas.

Masing-masing peta ini disusun berdasarkan pengamatan dan pengalaman lokal serta hasil diskusi kelompok.

“Setelah peta-peta itu jadi, kami mengkaji dan mengklasifikasikan setiap wilayah apakah berada dalam zona risiko tinggi, sedang, atau rendah. Ini penting agar masyarakat tahu di bagian mana wilayah mereka rawan bencana seperti banjir, longsor, atau angin kencang,” jelasnya.

Lebih lanjut Elsje, usai istirahat siang, kegiatan akan dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) khusus untuk Kelurahan Nunleu, yang bersifat spesifik terhadap ancaman bencana dominan di wilayah tersebut.

“Misalnya, jika ancamannya longsor atau banjir, maka masyarakat bersama forum akan menyusun langkah-langkah mitigasi: apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. Dengan begitu, masyarakat tidak panik dan tahu tindakan apa yang tepat,” tegas Elsje.

Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BPBD Kota Kupang dalam membangun ketangguhan berbasis komunitas, dengan menjadikan masyarakat sebagai subjek utama dalam upaya pengurangan risiko bencana. (Mai)




Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran di Oesapa, Wali Kota Tawarkan Rumah Jabatan untuk Warga Terdampak

 

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menunjukkan kepedulian dan respons cepat terhadap musibah kebakaran yang melanda kawasan Kampung Nelayan, Kelurahan Oesapa, Rabu siang (23/7) sekitar pukul 13.00 WITA.

Peristiwa itu menghanguskan 15 rumah dan berdampak pada 20 Kepala Keluarga (KK).

Meski dengan agenda yang padat, Wali Kota turun langsung ke lokasi pada malam harinya bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang untuk memastikan kondisi warga terdampak dan menyerahkan bantuan secara langsung. Turut hadir di lokasi, Anggota DPRD Kota Kupang, Ihsan Darwis.

 “Kita bawa sendiri bantuannya dan langsung serahkan kepada warga yang terkena musibah,” ujar dr. Christian Widodo di sela kunjungannya.

Bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan dasar, seperti selimut, beras, minyak goreng, mie instan, peralatan tidur, perlengkapan dapur, serta alat makan dan minum.

Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang harus selalu menjadi pihak pertama yang hadir saat warganya tertimpa musibah.

 “Saya ingin Pemerintah Kota Kupang itu responsif, cepat, tanggap, dan hadir duluan,” tegasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu warga mengalami luka melepuh ringan.

“Tadi saya sudah lihat dan minta langsung dibawa ke Puskesmas. Hanya butuh perawatan ringan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menawarkan Rumah Jabatan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang belum memiliki penampungan.

 “Kalau belum ada tempat tinggal sementara, Rumah Jabatan terbuka untuk digunakan. Di sana ada mess yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko Umar, menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan penanganan kelompok rentan seperti balita, anak-anak, perempuan, dan lansia.

 “Menurut data yang kami terima, hanya ada satu lansia dan sudah dipindahkan ke rumah keluarganya. Selebihnya, balita, anak-anak, dan perempuan sudah diungsikan ke rumah keluarga yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian,” terangnya.

Terkait tawaran pemanfaatan Rumah Jabatan dari Wali Kota, Ricko menambahkan,

“Sesuai arahan Pak Wali Kota tadi, nanti kami koordinasikan kembali. Apabila ada warga yang bersedia dievakuasi ke sana, akan kami bantu.”ungkapnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Informasi awal yang dihimpun menyebutkan bahwa api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah warga.

Pemerintah Kota Kupang memastikan akan terus mendampingi warga hingga situasi kembali kondusif dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. ***




BPBD Kota Kupang Fasilitasi Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana di Bonipoi

 

Kupang,nwartapedia.com  — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang membuka secara resmi kegiatan Penguatan Kapasitas Kawasan melalui fasilitasi pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama, Rabu (23/7).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W.A.Sjioen,S.Sos.,Msi didampingi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API) Kota Kupang.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Perwakilan Lurah Bonipoi, Ketua LPM, Karang Taruna, perwakilan RT/RW, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, perwakilan dari kaum disabilitas, media, serta para peserta lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala BPBD Kota Kupang yang sedang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II di Surabaya dan baru akan kembali pada Oktober mendatang.

“Kami ditugaskan untuk mewakili beliau dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana. Mengapa kita membentuk Kelurahan Tangguh Bencana? Karena Kota Kupang memiliki 10 jenis ancaman bencana, yang kejadiannya meningkat akhir-akhir ini, dengan kerentanan yang juga semakin tinggi akibat pembangunan yang tidak berbasis pengurangan risiko, padatnya penduduk, urbanisasi, dan keterbatasan ruang,” jelasnya.

Elsje Sjioen menegaskan bahwa masyarakat adalah pihak pertama yang berhadapan dengan bencana, namun kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana masih rendah.

“Karena itu, Kelurahan Bonipoi dipilih sebagai salah satu sasaran karena termasuk rawan bencana dan masih memiliki kapasitas yang perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan fasilitasi ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat sehingga ketika bencana terjadi, dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

“Terdapat 20 indikator dalam penilaian Kelurahan Tangguh Bencana, namun untuk tahap awal ini, fasilitasi difokuskan pada indikator-indikator utama sebagai embrio yang akan dikembangkan lebih lanjut,”harapnya.

Proses fasilitasi yang akan berlangsung dalam lima pertemuan ini diawali dengan Penilaian Ketangguhan Desa/Kelurahan (PKD) untuk mengetahui tingkat ketangguhan Bonipoi. Tingkat ketangguhan sendiri terbagi menjadi tiga level: pratama, madya, dan utama.

Lebih lanjut. Elsje Sjioen menjelaskan, masyarakat bersama fasilitator akan membentuk Forum PRB-API tingkat kelurahan, merekrut lima orang relawan inti yang menjadi ujung tombak penanggulangan bencana, serta melakukan kajian risiko bencana partisipatif.

“Kajian ini mencakup analisis ancaman, kerentanan, kapasitas, hingga penyusunan peta risiko bencana,” jelasnya.

Selain itu, warga akan didampingi untuk menyusun Rencana Penanggulangan Bencana Kelurahan, mengikuti pelatihan penanggulangan bencana, serta melakukan simulasi evakuasi mandiri dan pertolongan pertama.

Menurutnya, kegiatan ini juga memperkenalkan Keluarga Tangguh Bencana (Katana) sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan di tingkat keluarga. Sebagai bentuk apresiasi, panitia dan fasilitator menyiapkan empat tas siaga yang akan diberikan kepada peserta forum paling aktif, yang hadir penuh dan berkontribusi selama lima pertemuan.

“Empat peserta terbaik tersebut juga akan didata keluarganya untuk mengikuti program Katana pada tahun berikutnya,”pungkasnya.  (MI)




Efisiensi dan Eksistensi Guru Dalam Pembelajaran Mendalam 

Oleh: E. Nong Jonson sebagai Praktisi & Konsultan Pendidikan

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam dinamika pendidikan saat ini, guru tidak boleh sekadar “ada” tetapi harus “hadir”. Perbedaannya, “ada” merujuk pada keberadaan tubuh, sementara pikirannya tidak.

Sedangkan, “hadir” menurut Carl Rogers, seorang tokoh psikolog humanistik adalah keberadaan secara psikologis dan emosional pada momen dan tempat itu. guru tidak boleh menjalankan pembelajaran sebagai rutinitas belaka.    

Apalagi, peran guru telah berevolusi lebih dari sekadar penyampai informasi. Guru bukan hanya pengajar, tetapi fasilitator, pembimbing, dan sosok yang membentuk ekosistem pembelajaran yang mantap secara kognitif dan matang secara emosional-spiritual.

Sayangnya, dalam praktiknya, masih banyak ruang kelas yang hanya berfungsi sebagai tempat penyampaian pengetahuan semata. Suasana batin murid, dinamika psikologis, serta kebutuhan emosionalnya sering tak tersentuh.

Padahal, proses belajar bukan hanya soal apa yang diajarkan, tetapi bagaimana dan mengapa itu perlu diajarkan.

Murid datang ke kelas dengan latar belakang berbeda. Emosi yang beragam dan komptensi yang tidak serasi. Kehadiran guru sepenuhnya bukan hanya memahami materi yang akan diajarkan, tetapi juga mendalami bahwa setiap anak adalah dunia yang patut dihargai. Kelas bukan hanya tempat kognisi bekerja, melainkan tempat afeksi bertumbuh.

Dengan demikian, guru mutlak menciptakan ruang belajar yang aman, ramah, dan kontektula-esensial.

Langkah awal yang paling mendasar dalam mengajar adalah memahami dan menguasai materi. Namun lebih dari itu, guru harus memastikan bahwa materi yang disampaikan kontekstual dan esensial.

Artinya, materi harus dikaitkan dengan kehidupan nyata murid dan memiliki urgensi dalam kehidupan mereka. Materi yang terlalu abstrak atau jauh dari keseharian murid akan membuat pembelajaran kehilangan makna dan relevansi.

Tahapan awal kegiatan pembelajaran juga kerap kali disepelekan. Padahal, inilah pintu masuk utama yang menentukan kualitas interaksi pembelajarn selanjutnya.

Guru harus mampu membedakan antara apersepsi, pertanyaan pemantik, motivasi, dan penyampaian tujuan pembelajaran. Masing-masing memiliki fungsi psikologis yang berbeda dalam membangun kesiapan dan rasa ingin tahu murid.

Lebih jauh, guru juga harus menjelaskan mengapa topik itu penting untuk dipelajari. Hal ini akan menumbuhkan kesadaran murid atas makna belajar dan meingkatkan keterlibatan optimal bukan hanya karena tuntutan nilai.

Langkah inti pembelajaran tidak bisa disamakan untuk semua topik. Guru wajib menyesuaikan model dengan metode pembelajaran yang tepat. Tidak semua materi cocok dengan ceramah, dan tidak semua topik efektif diajarkan dengan diskusi.

Model pembelajaran seperti problem-based learning, project-based learning, atau inquiry learning bisa menjadi pilihan yang memberi ruang partisipasi aktif murid dan mengaktifkan keterampilan berpikir kritis mereka.

Pada bagian akhir pembelajaran, guru sebaiknya tidak terburu-buru menutup kelas. Kegiatan penutup yang baik mencakup simpulan dari murid, bukan semata-mata dari guru.

Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk merangkum kembali apa yang mereka dapatkan, berbagi kesan, dan melakukan refleksi.

Kemudian, guru dapat memberikan penegasan ulang dan menjelaskan korelasi antara materi hari ini dengan pembelajaran berikutnya. 

Aktivitas ini akan membantu murid memahami kesinambungan ilmu. Aspek bahasa dalam pembelajaran kerap diabaikan. Padahal sangat krusial dalam membentuk suasana kelas.

Intonasi, artikulasi, jeda, dan nada suara harus disesuaikan dengan tingkat daya tangkap anak. Bahasa yang digunakan guru dapat membangun atau meruntuhkan semangat belajar murid.

Tidak boleh ada kekerasan verbal, seperti membandingkan satu anak dengan yang lain, memberi label negatif, atau menggunakan sindiran. Nama anak pun hanya boleh disebut dalam konteks positif.

Penggunaan contoh dalam pembelajaran perlu diperhatikan dengan cermat. Jika hendak memberikan ilustrasi dari perilaku yang negatif, guru tidak perlu menyebutkan nama anak.

Cukup gambarkan kasusnya secara umum. Sebaliknya, ketika memberikan apresiasi atau menyoroti hal positif, sebutlah nama anak sebagai bentuk penguatan identitas. Ini akan meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri murid.

Penampilan guru juga merupakan aspek penting. Penampilan di sini bukan hanya soal pakaian, tetapi mengarah pada penguasaan kelas, penguasaan materi, serta kemampuan merespon sikap-sikap tak terduga dari suanana belajar murid. Guru yang tenang, tanggap, dan sabar akan menciptakan rasa aman dan nyaman.

Penguasaan emosi sangat penting dalam menghadapi dinamika ruang kelas yang tak jarang penuh kejutan.

Guru tidak boleh bersikap reaktif melainkan responsif terhadap perilaku anak. Anak yang tampak mengganggu atau tidak fokus seringkali bukan karena ingin melawan, tetapi karena ada kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi.

Maka, guru perlu mempraktikkan empati dalam berinteraksi. Bertanya dengan lembut, menatap mata anak, atau sekadar memberi senyuman dapat menjadi jembatan yang menyelamatkan suasana kelas.

Mengajar adalah seni yang memadukan ilmu, intuisi, dan cinta. Guru yang baik tidak hanya fokus pada target kurikulum, tetapi juga pada pertumbuhan murid sebagai individu yang utuh.

Ia mengukur keberhasilannya bukan hanya dari nilai ujian, tetapi dari perubahan sikap, kebiasaan belajar, dan semangat murid. Pada hakikatnya, seorang guru memang harus mantap dalam tiga aspek.

Apalagi dalam konteks pembelajaran mendalam. Ketiga aspek itu adalah memahami murid (komptensi, afeksi, dan psikomotorik), menguasahai materi ajar, dan menciptakan cara mengajar di dalam ruang kelas. 

Sebab, pendidikan sejatinya adalah proses humanisasi. Ruang kelas harus menjadi tempat yang memanusiakan, bukan menumbuhkan stres akademik dan tekanan psikologis.

Setiap anak punya cara belajar dan daya serap yang unik. Guru yang menyadari hal ini tidak akan memaksakan satu pendekatan untuk semua, tetapi akan mencari cara yang paling bermakna bagi setiap individu. Menjadi guru sejati bukan hanya tentang menguasai metode, tetapi tentang hadir sepenuh hati. 

Guru perlu terus belajar, merenung, dan mengembangkan diri agar dapat menciptakan ruang kelas yang tidak hanya cerdas, tetapi juga hangat dan bermakna.

Mari membangun kelas sebagai tempat di mana anak-anak merasa dihargai, dicintai, dan didorong untuk menjadi versi terbaik dari dirinya.

Bagi para pendidik, pahami enam aspek krusial dalam pembelajaran, yaitu kuasai materi, perhatikan langkah awal, langkah inti, langkah akhir, bahasa, dan penampilan.

Jadikan ini sebagai pijakan refleksi dan perbaikan berkelanjutan. Sebab di tangan guru yang penuh kesadaran, ruang kelas akan menjadi tempat tumbuhnya peradaban. (MI)




Guru Bela Diri Latih Siswi Kota Kupang, Pemkot Siapkan Program Self Defence

 

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Drs. Ambo, seorang guru bela diri dari salah satu perguruan ternama di Kota Kupang, tampak serius melatih dasar-dasar pertahanan diri kepada sejumlah siswi sekolah dasar dan menengah pertama.

Di balik langkahnya ini, Ambo juga dikenal sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Kegiatan tersebut disebut-sebut sebagai bentuk pengabdian terakhirnya menjelang purnabakti kepada dunia pendidikan di Kota Kupang.

Pelatihan yang dilakukan Ambo menjadi bagian dari persiapan peluncuran program bela diri atau self-defence bagi siswa, khususnya perempuan. Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan segera meluncurkan program tersebut dalam waktu dekat.

Program ini merupakan implementasi dari gagasan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, yang mendorong penguatan perlindungan bagi anak dan perempuan dari berbagai bentuk kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Kita ingin anak-anak perempuan kita tidak hanya cerdas, tapi juga tangguh. Mereka harus memiliki kemampuan dasar untuk melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan,” ujar Drs Ambo dalam keterangannya pada Selasa (22/7).

Program ini akan menyasar sekolah dasar dan menengah pertama, dengan pelatihan yang dilakukan secara bertahap oleh para pelatih bersertifikat dari berbagai perguruan bela diri di Kota Kupang.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang memastikan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan secara terukur, dengan memperhatikan aspek keamanan, psikologis, serta nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam seni bela diri.

“Ini bukan soal menjadikan mereka petarung, tapi tentang membangun kepercayaan diri, keberanian, dan kesadaran akan keselamatan diri,” ujar Drs. Ambo di sela-sela sesi pelatihan Selasa sore 

Peluncuran program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar dan mampu menjaga keselamatan dirinya dalam kehidupan sehari-hari.(goe)




Pemkot Kupang Akan Luncurkan Program Self-Defence bagi Siswi, Upaya Lindungi Anak dari Kekerasan

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan segera meluncurkan program self-defence atau bela diri bagi siswa, khususnya siswi usia sekolah dasar dan menengah pertama.

Program ini merupakan implementasi dari program kerja Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis dalam menjaga anak dan perempuan dari ancaman kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, mengonfirmasi rencana peluncuran program ini yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi para peserta didik.

“Program self-defence ini menjadi langkah nyata Pemkot Kupang untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak, terutama siswi, dari berbagai bentuk kekerasan fisik maupun psikis. Ini sejalan dengan arahan Ibu Wakil Wali Kota agar kita lebih serius dalam membangun sistem perlindungan anak dan perempuan,” ujar Dumuliahi Djami, Selasa (22/7/2025).

Menurut Dumuliahi, pelatihan bela diri yang akan diberikan bukan semata fokus pada teknik fisik, tetapi juga mencakup pembekalan psikoedukatif, seperti penguatan mental, kecerdasan emosional, dan keterampilan untuk mengenali serta menghindari situasi berbahaya.

Program ini akan digelar secara bertahap di sejumlah sekolah, dimulai dari sekolah-sekolah yang memiliki jumlah peserta didik perempuan cukup besar.

Ia menambahkan bahwa konsep self-defence dalam program ini merujuk pada pengertian umum yaitu hak setiap individu untuk membela diri dari ancaman kekerasan atau serangan yang membahayakan.

Dalam implementasinya, program ini akan menggandeng pihak-pihak profesional termasuk pelatih bela diri, psikolog anak, dan lembaga perlindungan perempuan dan anak.

“Anak-anak perlu dibekali bukan hanya kemampuan fisik, tetapi juga pemahaman untuk menjaga diri secara psikis. Mereka harus tahu kapan harus berkata tidak, kapan harus melapor, dan bagaimana menghadapi tekanan yang bisa berdampak pada perkembangan mereka,” tegas Dumuliahi.

Program ini diharapkan dapat menjadi model pencegahan kekerasan berbasis pendidikan yang berkelanjutan.

Selain mendorong keberanian dan kemandirian siswa dalam menghadapi situasi sulit, self-defence juga menjadi upaya membangun budaya sadar perlindungan anak sejak usia dini.

Peluncuran resmi program ini akan diumumkan dalam waktu dekat dan direncanakan turut dihadiri oleh pejabat pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta komunitas perlindungan anak di Kota Kupang.(Disdikbud)




Ini Penjelasan Kepala Sekolah SMPN 8 Kupang Tentang Kronologi KLB Usai Program Makan Bergizi Gratis

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Kota Kupang, Maria Roslin Lana, mengungkap kronologi kejadian luar biasa (KLB) yang menimpa ratusan siswanya pada Selasa, 22 Juli 2025, yang mengalami gejala mual dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ditemui di ruang kerjanya, Roslin mengatakan bahwa sejak 17 Februari 2025, sekolahnya menjadi sekolah percontohan untuk program MBG yang disalurkan melalui SPPG Kelapa Lima. 

“Setiap hari kami menerima 1.050 porsi makanan, dibagikan kepada siswa pada pukul 10.00 Wita saat jam istirahat,” ujarnya, Senin, 22 Juli 2025.

Masalah bermula ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung seperti biasa sejak pukul 07.30 Wita. Namun, sejumlah siswa mulai bolak-balik ke kamar mandi. 

“Ada yang sampai empat hingga lima kali. Guru akhirnya mengarahkan mereka ke UKS,” kata Roslin.

Awalnya hanya 18 siswa yang ditangani di Unit Kesehatan Sekolah. Mereka diberi air hangat dan minyak kayu putih. Namun hanya dalam waktu lima menit, jumlah siswa yang mengeluh sakit perut melonjak drastis.

Situasi yang memburuk itu memaksa pihak sekolah menghubungi Dinas Pendidikan dan Puskesmas Oesapa. Tak lama, Dinas Kesehatan dan BPBD Kota Kupang mengirimkan ambulans untuk mengevakuasi lebih dari 100 siswa ke tiga rumah sakit berbeda di Kota Kupang.

“Kami hanya menyalurkan makanan sesuai koordinasi dengan penyedia. Sekolah hanya bertugas menanggulangi dan berkoordinasi jika ada kendala,” ujar Roslin.

Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki sumber penyebab kejadian tersebut. Sampel makanan disebut telah diambil untuk diuji lebih lanjut.

Siswa Dipulangkan Lebih Awal

 Akibat kejadian luar biasa (KLB) dugaan keracunan makanan tambahan gratis, pihak SMP Negeri 8 Kota Kupang memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih awal pada Selasa, 22 Juli 2025. Setelah Ratusan siswa dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah usai mengonsumsi makanan tambahan yang dibagikan dalam program sekolah sehari sebelumnya.

Hingga berita ini ditulis, penyelidikan terhadap sumber makanan dan penyebab pasti keracunan masih dilakukan oleh pihak berwenang. Sekolah untuk sementara diliburkan sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.(goe)




Kejati NTT Tahan Tiga Tersangka Korupsi Proyek Sekolah di Kupang, Kerugian Negara Capai Rp5,8 Miliar

 

Kupang,nwartapedia.com  Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menahan tiga orang tersangka dalam dua kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek rehabilitasi dan renovasi prasarana sekolah di Kota dan Kabupaten Kupang.

Kedua proyek tersebut dibiayai melalui anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun anggaran 2021 dan 2022.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati NTT, A. A. Raka Putra Dharmana, menyampaikan bahwa penetapan para tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup, sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014.

“Penyidik menetapkan tiga tersangka dalam dua perkara berbeda, dan seluruhnya telah ditahan untuk kepentingan penyidikan,” ujar Raka kepada wartawan di Kupang, Senin (21/7).

Dua Perkara, Dua Proyek Bermasalah

Pada perkara pertama, yang berkaitan dengan proyek rehabilitasi prasarana sekolah di Kota dan Kabupaten Kupang tahun anggaran 2021, penyidik menetapkan dua tersangka.

Mereka adalah HS, yang diduga mengatur pelaksanaan proyek melalui PT Jasa Mandiri Nusantara, serta HN, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR, kerugian negara akibat proyek ini diperkirakan mencapai Rp2,08 miliar.

Sementara pada perkara kedua, yang menyangkut proyek rehabilitasi pascabencana di Kota Kupang tahun anggaran 2022, penyidik kembali menetapkan HN sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai PPK, bersama DHB, Direktur PT Brand Mandiri Jaya Sentosa.

“Dalam proyek pascabencana ini, nilai kerugian negara mencapai Rp3,72 miliar,” ungkap Raka.

Ancaman Hukuman

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kejati NTT menyatakan bahwa penyidikan akan terus berlanjut untuk mengungkap peran para tersangka lebih lanjut dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

(Tim)




Atlet Cricket NTT Mendunia, Turut Warnai Prestasi Global Indonesia

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga nasional. Cricket Indonesia meraih gelar Juara Global dalam Pengembangan Cricket Dunia, dan atlet-atlet asal Nusa Tenggara Timur (NTT) turut menjadi bagian penting dalam pencapaian tersebut.

Ketua Umum Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTT, Dr. Ince Sayuna, di Kupang, Senin (21/7/2025), menyatakan kebanggaannya atas capaian ini. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa cricket Indonesia terus menunjukkan progres di kancah internasional.

“Cricket adalah salah satu cabang olahraga Indonesia yang prestasinya mendunia. Selalu ada progres di setiap event. Sesuai dengan taglinenya, Cricket Indonesia Menembus Dunia,” ujarnya.

Menurut Dr. Ince, capaian ini menjadi sumber motivasi baru bagi pengurus, pelatih, dan atlet cricket di seluruh Indonesia, termasuk NTT, untuk terus bekerja keras mengembangkan potensi dan meningkatkan prestasi.

“Prestasi tim nasional akan menularkan energi positif kepada para atlet cricket di seluruh Indonesia. Semoga dari hari ke hari kita bisa melihat progres yang semakin membanggakan,” katanya.

NTT sendiri, lanjutnya, memiliki kebanggaan tersendiri. “Ada sekitar empat orang atlet cricket asal NTT yang lolos seleksi dan bergabung memperkuat tim nasional dalam berbagai ajang internasional dan Asia,” ungkapnya.

Dr. Ince menambahkan, khusus untuk kategori U-19, para atlet asal NTT yang sempat bergabung dalam skuad tim nasional telah kembali ke daerah setelah menyelesaikan tugas mereka.

“Khusus tim U-19 asal NTT, mereka sudah kembali kemarin. Kami sangat bangga atas keterlibatan mereka dan ini akan menjadi penyemangat bagi pembinaan atlet muda lainnya di NTT,” ujarnya.

Dengan prestasi ini, cricket di NTT diharapkan terus tumbuh dan berkembang, serta melahirkan lebih banyak atlet yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah maupun bangsa di level dunia.(goe)




Balai Lelang Flobamora Luncurkan Layanan Baru: Agen Properti dan Promosi Barang Antik

 

Kupang,nwartapedia.com  — Balai Lelang Flobamora dibawah pimpinan Ir. Theodorus Widodo terus berbenah dan memperluas cakupan layanan.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor Balai Lelang Flobamora, Ruko Tarzan, Jalan Timor Raya KM 6, Oesapa Barat, Kota Kupang, pada Senin (21/7/2025), Direktur Operasional Mulyadi Karolinus, didampingi Admin Henci Ndolu, memaparkan sejumlah inovasi dan pengembangan usaha yang kini telah resmi berjalan.

Menurut Mulyadi, Balai Lelang Flobamora yang selama ini dikenal sebagai penyelenggara lelang eksekusi, lelang hak tanggungan, dan lelang barang masyarakat, kini telah mendapat izin usaha baru sebagai agen properti serta penyedia layanan promosi barang antik dan karya seni.

“Kami tidak menghilangkan tugas pokok sebagai balai lelang, tetap menjalankan lelang-lelang eksekusi dan sukarela sesuai izin Kementerian. Namun kini kami juga resmi membuka layanan agen properti. Jadi masyarakat Kupang dan NTT yang ingin menjual rumah atau tanah bisa bekerja sama dengan kami untuk pemasarannya,” jelas Mulyadi.

Ia menegaskan, pihaknya telah memiliki akun di sejumlah platform properti digital seperti Lamudi, OLX, dan media sosial untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli.

“Sistem terbukti efektif, bahkan salah satu transaksi properti terbesar yang mereka bantu telah menghasilkan nilai hingga Rp 15 miliar,”tegasnya.

Tak hanya properti, Balai Lelang Flobamora juga membuka layanan promosi barang antik dan seni, bekerja sama dengan para kolektor dan galeri.

Salah satu rencana terdekat adalah memajang barang-barang antik di galeri dan pusat keramaian setiap akhir pekan untuk memperluas jangkauan pembeli.

“Banyak kolektor kesulitan memasarkan koleksi mereka karena keterbatasan jaringan promosi. Dengan pengalaman kami di bidang pemasaran digital, kami bantu pasarkan barang-barang itu dengan lebih efektif. Pemilik tidak dikenakan biaya di awal, baru bayar komisi setelah terjual, sekitar 2,5% dari nilai penjualan,” tambahnya.

Mulyadi juga menekankan pentingnya legalitas dalam setiap transaksi. Sebelum properti dipasarkan, pihak Balai akan melakukan pengecekan sertifikat, PBB, dan surat-surat lain yang diperlukan. Bila aset belum bersertifikat, pihaknya tetap bisa membantu dengan mekanisme khusus seperti surat persetujuan suami-istri dan pernyataan pemilik.

“Yang pertama ditanyakan pembeli biasanya soal surat-suratnya. Jadi kami pastikan legalitasnya jelas sebelum barang tayang,” ujarnya.

Untuk barang antik, harga awal biasanya ditentukan oleh pemilik, lalu dinilai kembali oleh kurator yang memahami sejarah, keaslian, dan nilai barang. Deskripsi lengkap barang, asal-usul, hingga foto detail juga disiapkan untuk menarik minat pembeli.

Sebagai penutup, Mulyadi mengajak masyarakat memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan hasil maksimal dari aset mereka.

“Daripada rumah, tanah, atau barang antik hanya tersimpan tanpa hasil, lebih baik kami bantu pasarkan. Dengan sistem promosi berbasis keberhasilan, kami pastikan lebih aman, efektif, dan cepat sampai ke pembeli yang tepat,” tutupnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut atau bekerja sama, Balai Lelang Flobamora dapat dihubungi di kantor mereka di Ruko Tarzan, Jalan Timor Raya KM 6, atau melalui kontak admin yang aktif setiap hari kerja pukul 08.00–16.00 WITA. (MI)