Film “Believe” Tumbuhkan Nasionalisme dan Jiwa Korsa, Pemprov NTT Dorong Generasi Muda Teladani TNI

 

Kupang,nwartapedia.com   — Film Believe dengan tema Takdir, Mimpi, dan Keberanian, yang disebut sebagai film laga perang terbesar tahun ini, sukses menggugah semangat nasionalisme penonton dalam acara nonton bareng (nobar) di Transmart Kupang, Sabtu (5/7/2025).

Hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Linus Lusi, yang mewakili Gubernur NTT, menyampaikan apresiasi atas pesan yang diangkat film ini.

Menurutnya, Believe tidak hanya menampilkan kisah heroik prajurit TNI di medan perang, tetapi juga mengajarkan tentang keberanian, pengorbanan, dan pentingnya jiwa korsa.

“Kami mewakili Gubernur NTT menyampaikan bahwa film ini membangkitkan emosi kebangsaan dan nasionalisme. Kalau negara kita tanpa TNI, tentu akan hancur. Jiwa korsa yang ditunjukkan para prajurit dalam film ini harus kita teladani dalam kerja-kerja sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT,” kata Linus Lusi.

Ia menegaskan bahwa pesan moral dalam film ini sangat relevan untuk disampaikan melalui sektor pendidikan agar generasi muda memahami nilai perjuangan dan menghargai jasa para pahlawan.

“Film ini perlu digelorakan melalui pendidikan. TNI adalah harga mati bagi keutuhan negara. Saya berharap siswa-siswa kita  dari SD, SMP, SMA, hingga SMK  bisa menonton film ini untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan menghormati para pahlawan,” tambahnya.

Linus Lusi juga menyinggung figur inspiratif dalam konteks kekinian yang digambarkan melalui film ini, yaitu Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ia menyebut, Presiden Prabowo adalah simbol keberanian yang pernah berjuang dengan jiwa dan raga di Timor Leste, dan kini menjadi teladan bagi generasi bangsa untuk terus bekerja keras dan mengabdi.

“Mari kita tanamkan jiwa korsa dengan menabur benih-benih nasionalisme sejak usia dini. Itu harapan kami dari pemerintah provinsi, supaya anak-anak bangsa mencintai negeri ini, menghormati jasa para pahlawan, dan siap mengabdi untuk negara,” pungkasnya.

Film Believe berhasil menghadirkan bukan hanya adegan laga yang heroik, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, mimpi, dan pengorbanan para prajurit dan keluarganya.

Pemerintah Provinsi NTT berharap pemutaran film ini dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak sekolah dan daerah sebagai media edukasi nasionalisme bagi masyarakat, terutama generasi muda. (MI)




Kisah Perjuangan Jenderal Agus Subiyanto Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Believe, Danrem: Ini Adalah Kisah Nyata

 

Kupang,nwartapedia.com  — Film laga perang terbesar tahun ini, Believe, yang mengusung tema Takdir, Mimpi, dan Keberanian, kembali diputar dalam acara nonton bareng (nobar) di Transmart Kupang, Sabtu (5/7/2025).

Film ini bukan hanya sebuah karya sinema, melainkan potret nyata perjuangan para prajurit TNI di medan tugas, termasuk perjalanan hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan rekannya, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M   yang turut hadir dalam pemutaran film.

Dalam wawancaranya, Brigjen Joao Xavier menegaskan bahwa kisah yang ditampilkan di film Believe adalah cerminan nyata dari pengalaman mereka di lapangan, mulai dari masa kecil hingga menjadi prajurit TNI yang mengabdi untuk bangsa.

“Saat pasukan Indonesia pertama masuk ke Timor Leste, saya masih berusia 8 tahun. Adegan penerjunan pertama yang disambut tembakan itu nyata. Bahkan orang tua Pak Agus sudah bergabung saat itu, dan sejak momen itu beliau mulai ditempa menjadi prajurit sejati,” ungkapnya.

Brigjen Joao Xavier juga mengenang masa-masa ketika ia dan Jenderal Agus menjadi satu angkatan sebagai Rajawali 1 pada 1995, lalu berangkat bersama untuk operasi di Timor Leste.

“Kami dilantik bersama pada 1995, beliau ditugaskan di Batalyon 323, saya di Batalyon 327. Setelah pulang, beliau melanjutkan karier di Komando, saya tetap di batalyon. Tahun 1998–1999 beliau kembali ke Timor Leste dan saya ke Irian Jaya. Semua yang diceritakan dalam film ini benar-benar kami alami bersama,” tambahnya.

Film Believe tak hanya menyoroti keberanian di medan perang, tetapi juga menampilkan sisi kemanusiaan dan pengorbanan para istri prajurit yang mendampingi suami dalam suka dan duka.

“Adegan Pak Agus melamar istrinya dengan sederhana, hanya dengan sayur-mayur, itu juga nyata. Istri tentara adalah perempuan-perempuan hebat, karena mereka siap menanggung kerasnya hidup saat suaminya menyerahkan jiwa dan raga untuk negara,” jelas Brigjen Joao Xavier.

Kisah hidup Jenderal Agus, yang dimulai dari keluarga sederhana hingga meraih jabatan tertinggi sebagai Panglima TNI, menjadi contoh nyata bahwa mimpi besar bisa diraih dengan kerja keras, keberanian, dan pengabdian tanpa henti.

“Film ini adalah kisah nyata yang patut disaksikan generasi muda. Kita harus belajar menghargai pengorbanan prajurit dan meneladani semangat juang beliau. Kami bangga pada Pak Agus dan bangga bisa bersama dalam perjalanan panjang itu,” pungkas Danrem.

Film Believe dengan apik memadukan heroisme, kemanusiaan, mimpi, dan keberanian menjadi sebuah cerita inspiratif.

Pemerintah dan jajaran TNI berharap film ini bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai tanah air dan menghormati jasa para pahlawan. (MI)




Haru Istri Prajurit Saksikan Believe: Takdir, Mimpi, dan Keberanian di Balik Perjuangan untuk Merah Putih

 

Kupang,nwartapedia.com  — Film Believe, sebuah karya sinematik bertema Takdir, Mimpi, dan Keberanian, resmi tayang di Bioskop Transmart Kupang pada Jumat (4/7).

Digadang sebagai film laga perang terbesar tahun ini, Believe menyajikan kisah nyata perjuangan seorang prajurit Indonesia yang mempertaruhkan segalanya demi rakyat dan Merah Putih.

Film ini tidak hanya memukau penonton dengan adegan pertempuran yang megah dan penuh aksi, tetapi juga menggugah jiwa dengan pesan tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air.

Kisah Agus: Takdir yang Membentuk Seorang Prajurit

Believe mengisahkan perjalanan Agus, anak seorang tentara yang sejak kecil kehilangan ayahnya yang gugur dalam tugas di Timor Timur, sementara ibunya pergi meninggalkan rumah.

Meski hidup penuh kesepian dan kegagalan, Agus berpegang pada mimpinya untuk mengikuti jejak sang ayah.

Setelah beberapa kali gagal, termasuk saat mendaftar menjadi satpam, ia akhirnya lolos Akademi Militer dan ditugaskan di medan perang yang sama seperti ayahnya dahulu.

Dalam sebuah misi penyelamatan rakyat yang disandera musuh, Agus menunjukkan keberanian luar biasa, bahkan saat harus mempertaruhkan nyawa demi rakyat dan Merah Putih.

Adegan dramatis ketika Agus menyelamatkan seorang anak kecil dengan bendera Merah Putih yang terbakar di tangannya menjadi salah satu momen paling mengharukan dan ikonik dalam film ini.

Haru Para Penonton: “Seperti Merasakan Sendiri”

Usai penayangan, sejumlah penonton menyampaikan kesan mereka kepada media.

Putu Suwartini, seorang istri prajurit yang hadir, mengaku film ini membuatnya larut dalam emosi.

“Sebagai istri prajurit, saya sangat terharu. Adegan Agus menyelamatkan anak kecil membuat saya merasa seperti berada di dalam cerita itu sendiri,”ungkapnya.

“Saya jadi teringat saat suami saya bertugas, antara cemas, bangga, dan takut kehilangan,”tambahnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menonton film ini sebagai penghormatan bagi para pejuang bangsa.

“Film ini membuka mata kita tentang betapa beratnya pengorbanan prajurit dan keluarganya. Sangat menginspirasi,” tambahnya.

Hamzar, prajurit Yonzipur 18 Bali, mengatakan Perjuangan Agus menunjukkan bahwa tentara adalah bagian dari rakyat, berjuang demi rakyat.

“Film ini mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah pada takdir dan selalu memperjuangkan mimpi demi bangsa,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sersan Kepala Putu Aryanta dari Kodim 1616 menyampaikan Film ini penuh nilai pengorbanan, keberanian, dan nasionalisme.

“Saya berharap generasi muda bisa belajar dari semangat Agus: berjuang dengan tulus untuk rakyat dan bangsa. NKRI harga mati,” tegasnya.

Sebuah Film Laga Perang Terbesar Tahun Ini

Sebagai film laga perang terbesar tahun ini, Believe berhasil memadukan kisah nyata yang penuh emosi dengan adegan pertempuran yang intens dan sinematografi megah.

Film ini tidak hanya menyajikan aksi, tetapi juga mengajak penonton merenungi arti keberanian dan pengorbanan sejati.

Film ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menghargai para prajurit yang rela mempertaruhkan hidupnya demi rakyat, bangsa, dan negara.

Believe kini tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Masyarakat diajak untuk menyaksikan film ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pengorbanan para patriot sejati yang menjaga Merah Putih tetap berkibar di bumi pertiwi. (MI)




Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang Gaungkan Warisan Nilai Kristiani untuk Generasi Mendatang

 

Kupang,nwartapedia.com   — Sebuah kegiatan penuh makna bertajuk “Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang” resmi digelar di Gedung Pramuka Kupang pada Kamis (3/7/2025).

Acara ini berlangsung selama tiga hari hingga 5 Juli 2025 dengan melibatkan 78 peserta dari 37 jemaat yang ada di Klasis Kota Kupang.

Kegiatan ini mengangkat tema besar “Warisan Nilai-Nilai Kristiani”, dengan sub-tema “Perempuan Mengukir Jejak sebagai Warisan bagi Generasi Mendatang”, yang menjadi cerminan semangat perempuan GMIT dalam menanamkan nilai iman, kasih, dan pelayanan bagi masyarakat dan gereja.

Menghargai Peran Perempuan dalam Gereja dan Masyarakat

Ketua Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perempuan Klasis Kota Kupang, Nurini Tanaem, di sela-sela kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program dari bidang marturia (kesaksian) yang dirancang secara khusus dalam tahun pelayanan 2025.

“Dari 47 jemaat di Klasis Kota Kupang, 37 berpartisipasi dan benar-benar hadir. Kami merasa bangga karena kegiatan ini menjadi ruang belajar dan refleksi tentang pentingnya peran perempuan dalam membentuk peradaban iman di tengah gereja dan masyarakat,” ujar Nurini.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah yang pertama kali digelar dan menjadi langkah awal untuk memperluas jejak-jejak perempuan yang berdampak dalam kehidupan bergereja dan sosial.

Tujuan Mulia untuk Perempuan GMIT

Ketua Tim Pelayanan, Ostin Leo Lede Malogha, S.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter, membekali pengetahuan, serta memperkuat jejaring perempuan dalam pelayanan dan pengabdian.

Terdapat lima tujuan utama yang diusung:

1. Meningkatkan kesadaran perempuan atas hak-haknya dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik.

2. Memperkuat jaringan dan solidaritas antarperempuan melalui diskusi dan kegiatan kolaboratif.

3. Memberikan keterampilan dan pengetahuan dalam berbagai bidang untuk menjawab tantangan zaman.

4. Mendorong keteladanan dari tokoh-tokoh perempuan dalam Alkitab dan Sang Gembala Agung, Tuhan Yesus Kristus.

5. Membentuk pemimpin-pemimpin perempuan yang mampu menyalurkan ilmu dan dampak positif di jemaat dan lingkungan sekitarnya.

Persiapan Matang dan Harapan Besar

Ketua Pengurus Perempuan Klasis Kota Kupang, Sien Taopan-Fointuna, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan selama lebih dari dua bulan.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya membangkitkan kesadaran kolektif perempuan akan pentingnya berbagi, belajar, dan melayani bersama.

“Harapan kami, para peserta yang hadir bisa menjadi penggerak dan membagikan kembali ilmu yang didapat kepada perempuan lain di jemaat masing-masing,” jelas Sien Faintuna.

Walaupun kegiatan ini tidak melibatkan kerja sama langsung dengan instansi luar, pihak penyelenggara mengaku bersyukur atas dukungan moral dan donasi dari Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang dan Ketua DPRD Kota Kupang dan donatur lainnya, yang turut menyemangati keberhasilan kegiatan.

Warisan Bagi Generasi dan Masa Depan

Kegiatan Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang bukan sekadar forum belajar, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk memastikan bahwa nilai-nilai Kristiani tetap hidup melalui peran aktif perempuan.

Para peserta dibekali tidak hanya dengan materi spiritual, tetapi juga penguatan di bidang mental, sosial, dan kepemimpinan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih besar—di mana perempuan GMIT bukan hanya menjadi penerus warisan iman, tetapi juga pengukir sejarah baru dalam pelayanan dan peradaban yang penuh kasih. (MI)




Perempuan GMIT Ukir Jejak Peradaban: Wakil Wali Kota Kupang Ajak Perempuan Berdaya dan Bersinar di Tengah Masyarakat

 

Kupang,nwartapedia.com  — Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, membuka kegiatan “Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT” yang digelar Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perempuan Klasis Kota Kupang.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 3–5 Juli 2025 di Gedung Pramuka ini menghadirkan 78 orang dari 37 jemaat di Klasis Kota Kupang, sebagai bentuk penghargaan dan refleksi atas peran penting perempuan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Serena Francis menyampaikan kebanggaannya bisa hadir di tengah para perempuan hebat yang tidak hanya mengenang warisan iman, kasih, dan pelayanan, tetapi juga memberi teladan dan inspirasi bagi generasi kini dan mendatang.

“Saya merasa sangat terhormat berdiri di hadapan ibu-ibu hebat. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah panggilan untuk melanjutkan karya besar Tuhan melalui tangan-tangan perempuan yang setia,” ungkap Serena.

Ia menyoroti bahwa perempuan-perempuan GMIT telah menunjukkan kontribusi luar biasa dalam pengasuhan, pelayanan, serta kehidupan sosial di Kota Kupang.

Kegiatan ini pun sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang sebagai “Rumah Bersama yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya”.

Serena juga mengapresiasi materi-materi dalam kegiatan ini yang mencakup pelatihan kesehatan mental, pemilihan obat yang tepat, tata busana, hingga perawatan diri.

Menurutnya, ini merupakan bagian penting dari pemberdayaan perempuan, termasuk untuk meningkatkan rasa percaya diri dan citra positif di tengah masyarakat.

“Perempuan harus aktif merawat diri, bukan untuk pamer, tetapi untuk menunjukkan jati diri yang kuat dan penuh kasih. Ketika perempuan maju, Kota Kupang juga ikut maju,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Serena juga menyinggung inovasi Pemkot Kupang seperti peluncuran Kelurahan Ramah Disabilitas serta Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK), yang dirancang untuk memberdayakan UMKM lokal, termasuk yang dijalankan oleh perempuan.

“Di minggu pertama saja perputaran uang mencapai 100 juta rupiah, dan meningkat jadi 150 juta di minggu kedua. Ini bukti bahwa ekonomi kreatif perempuan bisa berkembang pesat jika difasilitasi dengan baik,” jelasnya.

Ia pun mengajak para ibu-ibu untuk mendaftarkan usaha mereka agar bisa terlibat aktif dalam program-program pemberdayaan ekonomi yang sedang digalakkan Pemkot Kupang.

Serena Francis juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus berkomitmen menjaga nilai-nilai toleransi dan kasih dalam masyarakat. Kota Kupang tercatat sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia sejak 2018, dan peran perempuan serta gereja sangat besar dalam mempertahankan reputasi ini.

“Kita butuh lebih banyak perempuan yang berani bersuara, yang bisa merangkul sesama, melindungi korban KDRT, dan memimpin dengan hati. Mari bersama membangun Kota Kupang yang lebih ramah, adil, dan penuh harapan,” tutup Wakil Wali Kota Kupang.

Kegiatan “Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT” merupakan program dari bidang marturia (pelayanan) pelayanan perempuan Klasis Kota Kupang.

Ketua Tim Pelayanan, Ostin Leo Lede Malogha, S.Sos; menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sejak tiga bulan lalu dan bertujuan antara lain:

1. Meningkatkan kesadaran hak perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik.

2. Memperkuat solidaritas perempuan melalui diskusi dan kegiatan kolaboratif.

3. Membekali keterampilan dan pengetahuan agar perempuan tangguh menghadapi zaman.

4. Meneladani perempuan-perempuan hebat dalam Alkitab dan pelayanan Kristus.

5. Mencetak pemimpin perempuan yang mampu membagikan ilmu dan memberdayakan lingkungan sekitar.

Meskipun dari 47 jemaat yang ada di Klasis Kota Kupang hanya 37 yang berpartisipasi, para panitia berharap peserta dapat menjadi agen perubahan di jemaat masing-masing.

Acara ditutup dengan foto bersama serta harapan agar semangat perempuan GMIT terus menyala, bukan hanya dalam pelayanan tetapi juga dalam membangun peradaban kasih yang lebih luas di Kota Kupang. (MI)




Korem 161/Wira Sakti Perkuat Sinergi dengan Keluarga Besar TNI untuk Menjaga Keutuhan NKRI

 

Kupang,nwartapedia.com  — Dalam upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat wawasan kebangsaan, Korem 161/Wira Sakti menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Keluarga Besar TNI (KBT) Tahun Anggaran 2025.

Acara ini berlangsung di Aula Sudirman Makorem 161/Wira Sakti dan dipimpin oleh Kasiter Kasrem, Letkol Inf. Pedro Suares Sarmento, mewakili Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M.

Dalam amanat Danrem yang dibacakan Kasiter, ditekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi visi besar pemerintah: “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, yang dijabarkan melalui Asta Cita.

Visi ini mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk keluarga besar TNI, untuk memperkokoh ideologi Pancasila dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik dari dalam negeri maupun dari dinamika global yang terus berkembang.

“TNI Angkatan Darat secara historis selalu hadir di tengah masyarakat untuk mengatasi berbagai persoalan kebangsaan. Dalam konteks itu, Keluarga Besar TNI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung pembangunan. Karena itu, komunikasi dan hubungan yang harmonis harus terus dibina secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Danrem dalam amanatnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang merupakan fungsi utama TNI AD. Melalui metode Komsos, Korem 161/Wira Sakti membangun pemahaman dan sinergi dengan KBT tentang peran TNI AD, serta menyosialisasikan kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di bidang teritorial tahun 2025.

Tema kegiatan kali ini, “Peran Keluarga Besar TNI dalam Mencegah Timbulnya Disintegrasi Bangsa Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan dalam Rangka Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI”, menegaskan pentingnya peran aktif KBT dalam merawat semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

Selain penyampaian materi pokok, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang membahas isu-isu strategis kebangsaan serta kontribusi nyata KBT dalam kehidupan sosial di wilayah masing-masing.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh semangat nasionalisme dan kekeluargaan. Hal ini mencerminkan komitmen bersama untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini para perwakilan Purnawirawan TNI, Warakawuri, FKPPI, Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Jalasenastri, Pia Ardhya Garini, serta unsur Keluarga Besar TNI lainnya di wilayah Korem 161/Wira Sakti.

(Penrem 161/Wira Sakti)




KADIN NTT Siap Bawa Investor & UMKM Hadiri Trade Expo Timor Leste

 

Kupang,nwartapedia.com  — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapannya untuk membawa investor dan pelaku UMKM NTT berpartisipasi dalam Trade Expo Timor Leste yang akan digelar pada 28 Agustus hingga 1 September 2025 di Kota Dili.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, dalam Forum Bisnis yang digelar di Hotel Harper Kupang, Senin (30/6/2025), sebagai bagian dari rangkaian kunjungan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Timor Leste, Nino Pereira, ke Kota Kupang.

“Kami sangat mengapresiasi undangan dari Menteri Nino. Ini adalah kesempatan emas bagi pelaku usaha dan UMKM NTT untuk memperluas pasar dan membangun jaringan bisnis lintas batas. Ayo kita masuk pasar Timor Leste!” ujar Bobby Lianto dengan optimis.

Forum Bisnis tersebut menghadirkan pengusaha lokal NTT, asosiasi usaha, dinas teknis terkait, hingga mitra strategis dari kedua negara.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat konektivitas ekonomi antara NTT dan Timor Leste, yang selama ini telah terjalin dalam berbagai bentuk kerja sama perdagangan dan investasi.

Menteri Nino Pereira dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KADIN NTT atas inisiatif dan konsistensinya dalam membangun relasi bisnis bilateral.

“Saya berterima kasih karena ini sudah kunjungan ketiga saya melalui forum bisnis. Saya juga mengapresiasi para pengusaha NTT yang telah menjalin kerja sama dan berinvestasi di Timor Leste,” ujar Menteri Nino.

Selain Forum Bisnis, kunjungan Menteri Nino diisi dengan berbagai agenda strategis. Ia bertemu dengan Gubernur NTT dan mengundang secara resmi untuk menjadi pembicara dalam Trade Expo mendatang di Dili.

Kunjungan dilanjutkan ke Pasar Impres bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meninjau Kawasan Industri Bolok, serta berkunjung ke dermaga pelabuhan bersama INSA NTT dan Pelindo, hingga ke pabrik Cendana.

Malam harinya, Menteri Nino juga menggelar pertemuan informal dengan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, serta jajaran pengurus KADIN NTT di La Moringa, guna membangun relasi yang lebih erat dan santai di luar forum formal.

Dalam Forum Bisnis, Bobby Lianto juga menyampaikan bahwa KADIN NTT akan mengundang KADIN Indonesia dan KADIN Jawa Timur untuk memperluas jaringan kerja sama.

Menteri Nino dijadwalkan hadir dalam KADIN Diplomatik pada 11 Juli 2025 di Jakarta.

Kunjungan ini menandai babak baru dalam penguatan hubungan ekonomi antara NTT dan Timor Leste, membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih konkret antara sektor swasta dan pemerintah dari kedua negara. ***




NTP NTT Juni 2025 Turun ke 99,35, Petani Masih Hadapi Tantangan Harga

 

Kupang,nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juni 2025 mencapai 99,35, mengalami penurunan sebesar 0,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dalam siaran resmi BPS NTT pada Selasa tanggal 1 Juli 2025 menjelaskan bahwa penurunan ini menandakan daya beli petani di NTT masih berada di bawah titik impas antara pendapatan dan pengeluaran.

NTP merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan tukar hasil produksi pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk keperluan produksi. Angka NTP di bawah 100 menunjukkan bahwa petani mengalami penurunan kesejahteraan secara ekonomi.

Pada bulan Juni 2025, NTP masing-masing subsektor pertanian di NTT tercatat sebagai berikut Tanaman Padi-Palawija (NTP-P): 97,29, Hortikultura (NTP-H): 96,79, Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-TPR): 102,57, Peternakan (NTP-Pt): 105,65 dan Perikanan (NTP-Pi): 92,97.

Subsektor peternakan mencatat NTP tertinggi, menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif lebih stabil bagi para peternak, sementara subsektor perikanan dan hortikultura mencatat NTP terendah, yang mengindikasikan tekanan ekonomi yang cukup besar terhadap pelaku usaha di sektor tersebut.

Menurut BPS, penurunan NTP secara umum dipicu oleh perlambatan indeks harga yang diterima petani, sementara harga barang dan jasa yang harus dibayar petani mengalami kenaikan, terutama untuk keperluan konsumsi dan produksi.

Selain itu, BPS juga mencatat bahwa pada bulan Juni 2025, wilayah perdesaan di NTT mengalami deflasi sebesar -0,35 persen.

Deflasi ini utamanya terjadi pada subkelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang menjadi komponen dominan dalam pengeluaran rumah tangga petani.

Penurunan NTP dan kondisi deflasi ini memberikan sinyal perlunya perhatian dari pemerintah dan pemangku kebijakan terhadap stabilitas harga dan dukungan terhadap sektor pertanian, terutama pada subsektor yang masih mengalami tekanan berat. (MI)




Wali Kota Kupang Lantik Dua Pejabat Baru, Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melantik dua pejabat baru dalam jajaran Pemerintah Kota Kupang, masing-masing Indah Christin Dethan sebagai Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Hubertus Mani sebagai Kepala Bidang Pajak dan Retribusi Daerah pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Pelantikan berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa siang (1/7/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa rotasi dan promosi ini bukan sekadar pergeseran jabatan, tetapi merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi yang bertujuan menghadirkan pemerintahan yang profesional dan melayani.

Ia menekankan bahwa pelayanan publik adalah inti dari pemerintahan, sesuai dengan moto Pemerintah Kota Kupang: Memerintah adalah Melayani.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan seluruh ASN tentang pentingnya ketepatan waktu dalam pengisian data kinerja seperti e-Kinerja, yang berdampak langsung pada pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Pemkot yang telah memungkinkan pembayaran TPP tepat waktu selama masa kepemimpinannya.

“Saya tidak mau ada lagi toleransi bagi keterlambatan. Kalau sistem ditutup, ya ditutup. Kepala OPD harus proaktif cek dan menyetujui data stafnya. Kita mau birokrasi yang adil, transparan, dan profesional,” tegasnya.

Wali Kota juga menyinggung pencapaian Kota Kupang sebagai yang pertama di NTT dalam penerbitan SK PPPK, serta sejumlah program reformasi birokrasi lainnya seperti penambahan insentif petugas kebersihan dan kader posyandu, serta penandatanganan fakta integritas dengan organisasi kelompok usaha disabilitas (OKU).

Ia menegaskan bahwa pelaporan tugas harus dilakukan secara aktif, bukan hanya setelah ditanya.

“Jangan tunggu saya tanya. Saya mungkin pura-pura lupa, tapi saya ingat semuanya,” katanya, mengingatkan bahwa masa evaluasi kinerja enam bulan akan jatuh pada Agustus mendatang.

Di akhir sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada Indah Christin Dethan dan Hubertus Mani atas pelantikan mereka.

Ia berharap keduanya dapat menunjukkan integritas dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas yang dipercayakan.

“Selamat bertugas. Ingat, jabatan adalah amanah. Profesionalisme dan pelayanan adalah ukuran keberhasilan kita,” pungkas Wali Kota.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, jajaran DPRD Kota Kupang, para staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. (MI)




Kadis Pendidikan Kota Kupang: Sumbangan Kontainer Sampah Bentuk Nyata Dukungan Sekolah terhadap Program Bersih Kota

 

Kupang,nwartapedia.com  — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, menyampaikan sambutan penuh makna dalam acara penyerahan kontainer sampah oleh Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, kepada 10 lurah se-Kota Kupang.

Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang pada Selasa (1/7/2025) dan menjadi momentum penting kolaborasi dunia pendidikan dengan pemerintah dalam mendukung kebersihan lingkungan kota.

Dalam sambutannya, Kadis Dumuliahi menjelaskan bahwa sumbangan 11 unit kontainer tersebut merupakan hasil kontribusi dari 14 sekolah negeri di Kota Kupang, yakni 11 SMP dan 3 SD.

Ia menyebut langkah ini sebagai wujud kepedulian dunia pendidikan terhadap program prioritas Pemerintah Kota Kupang, yaitu mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari sampah.

“Ini bukan hanya soal kontainer, tapi tentang kesadaran kolektif bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya bersih sejak dini. Melalui dukungan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan,” ujar Dumuliahi Djami.

Kontainer yang disumbangkan tersebut, menurutnya, akan ditempatkan di RT-RT yang berdekatan dengan sekolah, guna memudahkan pembuangan sampah dari lingkungan sekolah.

Selanjutnya, pengangkutan sampah akan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Sampah di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi aktif dunia pendidikan dalam mendukung pengelolaan sampah di Kota Kupang.

Ia menyebut bahwa penyerahan ini menjadi simbol kuat bahwa penanganan sampah bukanlah tanggung jawab pemerintah semata.

“Sejak awal saya katakan, masalah sampah harus kita tangani bersama. Hari ini kita melihat buktinya. Terima kasih untuk semua kepala sekolah, orangtua murid, dan masyarakat yang telah terlibat dalam gerakan mulia ini,” ucap Wali Kota.

Ia menambahkan bahwa langkah kecil ini merupakan bagian dari strategi besar Kota Kupang dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang partisipatif.

“Kota ini hanya bisa bersih kalau semua warganya ikut merasa memiliki,” tegasnya.

Penyerahan kontainer ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas, dari satu ide kecil yang dijalankan bersama.

Gotong royong, yang menjadi jati diri bangsa, kembali hidup di tengah masyarakat Kota Kupang — demi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (MI)