Wali Kota Kupang Serahkan Dana PEM Tahap VI untuk Warga Nunhila

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui program Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM). Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi menyerahkan Dana PEM Tahap VI Tahun 2025 kepada warga Kelurahan Nunhila dalam sebuah acara yang digelar di Kantor Lurah Nunhila, Jumat (25/7).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang Dapil Alak, Amiruddin La Oda, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Kupang, Camat Alak, para Lurah se-Kecamatan Alak, Ketua LPM Kelurahan Nunhila Matheos A. Lasa, para pengurus LKK, tokoh agama dan masyarakat, serta para penerima manfaat Dana PEM.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menegaskan bahwa Dana PEM bukan hanya bantuan finansial, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan warganya.

Ia mendorong para penerima untuk bertanggung jawab dalam mengelola dana, disiplin, dan fokus dalam menjalankan usaha.

“Saya titip, kelola dana ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan asal ganti usaha. Fokus, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekarang media sosial bisa dimanfaatkan untuk usaha. Kami ingin masyarakat bisa berdaya dan mandiri secara ekonomi, bisa beli beras, bisa sekolahkan anak, dan hidup lebih sejahtera,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Kupang atas sinergi dan dukungan terhadap berbagai program pro-rakyat, yang disebutnya sebagai kunci akselerasi pembangunan Kota Kupang.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Nunhila, Matheos A. Lasa, dalam laporannya menyebutkan bahwa sejak 2013 hingga 2025, total Dana PEM yang telah digulirkan di Kelurahan Nunhila mencapai Rp2.081.400.000 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 286 orang.

Pada tahap VI ini, sebanyak 70 warga menerima bantuan dengan total anggaran Rp310 juta dari total 89 usulan yang telah diverifikasi dan dinyatakan layak.

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada enam penerima, masing-masing mendapatkan dana sebesar Rp10 juta, Rp7 juta, Rp6 juta, Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta.

Per Juli 2025, total dana yang masih dikelola mencapai Rp797.252.471, terdiri dari saldo akhir Rp485.501.471, tunggakan Rp272.172.151, dan pemutihan Rp39.600.000. Dari total pagu awal Rp750 juta, pengelolaan Dana PEM menunjukkan selisih lebih sebesar Rp47.252.471.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Suasana menjadi semakin hangat ketika Wali Kota menyempatkan waktu untuk berfoto dengan warga, menciptakan momen yang penuh keakraban.

Program Dana PEM merupakan salah satu program strategis Pemkot Kupang dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga dari tingkat kelurahan, mendukung usaha mikro, dan menumbuhkan semangat kemandirian di tengah masyarakat. ***




Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja Kapolda NTT Terkait Program MBG

 

Kupang,nwartapedia.com — Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Rudi Darmoko bersama jajaran pejabat utama Polda NTT menerima kunjungan kerja Komisi III DPR RI di Mapolda NTT, Kota Kupang, Jumat (25/7/2025).

Dalam rapat tertutup yang berlangsung hangat dan penuh apresiasi itu, dibahas sejumlah hal strategis, termasuk dukungan terhadap program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang memimpin rombongan, memberikan pujian tinggi atas kinerja Kapolda NTT.

Ia menyebut Irjen Rudi Darmoko sebagai sosok yang “bagaikan mutiara di timur,” seorang peraih Adhi Makayasa yang dikenal cerdas, alim, bersih, karismatik, dan berwibawa.

“Kinerja beliau sangat luar biasa. Polda NTT menunjukkan kepekaan terhadap isu-isu yang berkembang, termasuk isu keracunan pada pelaksanaan program MBG,” ujar Sahroni.

Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPR RI asal NTT, Benny K. Harman, juga menyampaikan apresiasinya atas respons cepat dan sigap Polda NTT dalam menangani isu sensitif tersebut.

Ia menilai, sikap proaktif Polda menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung keberhasilan program pemerintah.

“Adanya isu tersebut, Polda NTT tetap peka dan siap mendalami apakah masalah ini mengandung dugaan pelanggaran hukum atau tidak,” kata Benny.

Lebih lanjut, Benny mendorong keterlibatan aktif jajaran kepolisian dalam mendukung program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat NTT.

“Tujuannya, program bagus ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di NTT, program MBG mulai bergulir sejak Januari 2025,” jelasnya.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menyatakan bahwa masukan dan catatan yang diberikan Komisi III DPR RI menjadi perhatian serius bagi Polda NTT.

“Kita menginginkan program ini sukses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tegas Kombes Henry.

Kunjungan kerja Komisi III DPR RI ini mempertegas sinergi antara lembaga legislatif dan kepolisian dalam mewujudkan program-program strategis nasional yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. (**)




Angka Kemiskinan di NTT Turun, Maret 2025 Capai 18,60 Persen

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan pada Maret 2025.

Persentase penduduk miskin tercatat sebesar 18,60 persen, mengalami penurunan 0,42 persen poin dibandingkan September 2024 dan turun 0,88 persen poin dibandingkan Maret 2024.

Penurunan ini juga tercermin dalam jumlah penduduk miskin yang mencapai 1,09 juta orang pada Maret 2025.

Jumlah ini berkurang 19,16 ribu orang dibandingkan September 2024 dan menurun 38,79 ribu orang dibandingkan Maret 2024.

Persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan NTT juga menunjukkan perbaikan, dari 8,11 persen pada September 2024 menjadi 7,68 persen pada Maret 2025.

Di sisi lain, di wilayah perdesaan, persentase kemiskinan juga menurun dari 23,02 persen menjadi 22,66 persen.

Secara jumlah, penduduk miskin di perkotaan menurun sebanyak 5,06 ribu orang, dari 126,91 ribu orang (September 2024) menjadi 121,85 ribu orang (Maret 2025).

Sementara itu, penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 14,09 ribu orang, dari 981,02 ribu orang menjadi 966,93 ribu orang.

Garis Kemiskinan di NTT pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp549.607,- per kapita per bulan.

Dari jumlah ini, komponen makanan menyumbang sebesar Rp416.301,- (75,75 persen) dan komponen bukan makanan sebesar Rp133.306,- (24,25 persen).

Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin di NTT sebanyak 5,59 orang, maka rata-rata Garis Kemiskinan per rumah tangga mencapai Rp3.072.303,- per bulan.

Penurunan angka kemiskinan ini menjadi indikator positif bagi pembangunan sosial ekonomi di NTT.

Namun, tantangan dalam mengurangi ketimpangan dan memperluas akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan layak tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan pusat. (MI)




Dua Goris Kupang Dorong Transformasi Petani Milenial

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis digital menjadi sorotan dalam diskusi ringan dua tokoh lokal di Kelurahan Bello, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Gagasan itu mengemuka dari dua sosok yang kebetulan memiliki nama depan sama Goris.

Adalah Goris Batafor, dosen Politeknik Pertanian Negeri Kupang, dan Goris Takene, Aparatur Sipil Negara di Pemkot Kupang yang juga sering manfaatkan waktu luang sebagai pelaku pertanian rumah tangga.

Dalam pertemuan yang berlangsung Rabu (24/7), keduanya menyoroti pentingnya adopsi teknologi digital dalam aktivitas pertanian sebagai jawaban atas tantangan zaman.

“Petani kita perlu mulai terbiasa dengan pendekatan teknologi—entah itu melalui aplikasi prakiraan cuaca, pupuk organik yang terukur, hingga pemasaran produk secara digital. Ini bukan hanya soal tren, tapi kebutuhan agar hasil panen lebih maksimal dan pasar makin luas,” kata Goris Batafor.

Sementara itu, Goris Takene Ketua RW 003 Kelurahan Bello yang juga aktif menjual hasil kebun di depan rumahnya, mengaku telah memanfaatkan platform digital sederhana untuk memperluas pasar.

“Biasanya saya manfaatkan waktu luang untuk buka lapak di rumah. Kadang tawarkan lewat grup WhatsApp atau jaringan kerja. Lumayan, selain ada tambahan penghasilan, produk-produk lokal kita makin dikenal,” ujarnya.

Diskusi keduanya menghasilkan sebuah kesepahaman: petani tradisional harus mulai didorong untuk menjadi petani milenial, yang tidak hanya mengandalkan pola lama, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Menurut mereka, dibutuhkan program pelatihan yang konkret, menyentuh kebutuhan petani, dan berkelanjutan, agar proses transformasi ini bisa berjalan efektif.

“Kita butuh pendekatan yang membumi—pelatihan digital, pendampingan usaha, sampai penguatan komunitas tani yang berbasis teknologi. Ini penting demi ketahanan pangan dan masa depan pertanian lokal yang tangguh,” tegas Goris Batafor.

Mereka juga berharap agar Dinas Pertanian Kota Kupang terus hadir melalui program-program pelatihan, penyuluhan, serta dukungan nyata bagi para petani kecil, agar tidak tertinggal di era serba digital ini.(goe)




Rayakan HUT RI ke-80, Warga Bello Siap Gelar Pagelaran Budaya dan Lomba Catur

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, masyarakat Kelurahan Bello, Kota Kupang, akan menggelar berbagai kegiatan yang mengangkat budaya lokal dan semangat kebersamaan warga.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Lurah Bello pada Jumat (25/7), para Ketua RT dan RW bersama pihak kelurahan dan Karang Taruna sepakat menggelar dua kegiatan utama, yakni Pagelaran Budaya Lufut antar lingkungan RW serta Lomba Catur yang melibatkan perwakilan dari setiap RT.

Pagelaran budaya yang akan ditampilkan mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat Bello, termasuk Lufut serta jenis pertunjukan budaya lain yang masih hidup di tengah masyarakat. Acara ini juga akan dipadukan dengan malam hiburan rakyat, yang di dalamnya akan diisi dengan pameran dan penjualan hasil UMKM rumah tangga.

“Ini menjadi ajang promosi budaya lokal dan juga kesempatan bagi masyarakat untuk memamerkan hasil usaha keluarga mereka,” ujar Lurah Bello, Robinson Lona, usai pertemuan.

Untuk mendukung kegiatan ini, panitia telah menyiapkan dana awal sebesar Rp15 juta, yang akan digunakan untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan, termasuk biaya teknis dan kebutuhan operasional lainnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Bello, Yopi Kefi, menegaskan pihaknya siap menjadi pelaksana teknis di lapangan sesuai hasil kesepakatan bersama.

“Kami hanya pelaksana, dan siap mendukung penuh kegiatan yang sudah disepakati,” katanya.

Adapun lomba catur dikhususkan untuk orang dewasa dengan syarat utama peserta adalah warga Bello yang dibuktikan dengan KTP. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari penertiban administrasi kependudukan di wilayah kelurahan.

Lokasi pelaksanaan kegiatan akan ditentukan kemudian oleh panitia, dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan kesiapan lokasi bagi seluruh warga.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, masyarakat Kelurahan Bello siap menyambut HUT RI ke-80 dengan semarak budaya dan kreativitas lokal yang membanggakan.(goe)




Lurah Bello Siapkan Beragam Kegiatan Meriah Sambut HUT RI ke-80

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, Pemerintah Kelurahan Bello, Kota Kupang, tengah menyiapkan serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Lurah Bello, Robinson Lona, saat ditemui di Aula Kantor Lurah Bello pada Jumat (25/7/2025), menjelaskan bahwa berbagai kegiatan akan digelar sebagai wujud semangat kebersamaan dan perayaan kemerdekaan.

“Kegiatan ini akan melibatkan seluruh warga melalui berbagai lomba olahraga di tingkat RT. Selain itu, akan ada malam hiburan rakyat yang juga dirangkai dengan pameran dan penjualan produk UMKM rumah tangga. Tujuannya tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga mendukung geliat ekonomi kecil di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Lurah Lona, berbagai panggung hiburan akan menampilkan pertunjukan seni budaya dari masing-masing etnis yang ada di Kelurahan Bello. Tidak hanya itu, karnaval budaya juga akan digelar dengan melibatkan semua unsur masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.

“Ini menjadi momentum untuk menunjukkan kekayaan budaya lokal serta membangun rasa kebersamaan dalam keberagaman,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Bello, Yopi Kefi, menyatakan bahwa pihaknya bersama kelurahan telah merancang agenda kegiatan sejak jauh hari.

“Ada lomba catur antar-RT dan lomba lari balap karung yang sudah kami siapkan. Semua kegiatan ini akan diberi penghargaan bagi peserta terbaik. Kegiatan ini juga sudah kami koordinasikan dengan Ibu Wakil Wali Kota dan beliau menyatakan kesiapannya untuk hadir dan membuka kegiatan kami di Kelurahan Bello,” ungkap Yopi.

Puncak perayaan HUT RI ke-80 di Kelurahan Bello dijadwalkan berlangsung pada 16 Agustus 2025, dengan berbagai atraksi budaya, hiburan rakyat, dan partisipasi UMKM lokal.(goe)




BPBD Kota Kupang dan Forum PRB-MAPI  Gelar Aksi Komunitas dan Tingkatkan Kapasitas Relawan

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim PRB-MAPI menggelar aksi komunitas dan sosialisasi peningkatan kapasitas relawan di bantaran kali di Kelurahan Nunleu, Jumat pagi (25/7).

Kegiatan ini merupakan aksi pertama yang digelar FPRB-MAPI berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang telah disusun beberapa waktu lalu.

Salah satu hasil dari kajian tersebut adalah identifikasi risiko banjir dan longsor di beberapa titik rawan, khususnya di sepanjang aliran sungai yang dipenuhi sampah dan batuan besar yang menghambat aliran air.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W.A.Sjioen,S.Sos.,Msi menyampaikan bahwa kehadiran relawan sangat penting dalam upaya penanggulangan bencana, namun diperlukan peningkatan kapasitas secara bertahap.

“Untuk teman-teman relawan, tingkatkan terus kapasitas. Yang pertama adalah bagaimana menolong diri sendiri agar punya peluang untuk menolong orang lain. Nah, untuk bisa menolong orang lain, dibutuhkan kapasitas tambahan. Setelah ini, para relawan akan dipanggil kembali untuk menerima pelatihan lanjutan secara bertingkat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam aksi komunitas pagi tadi, para relawan melakukan pembersihan sampah di sungai sebagai langkah awal normalisasi aliran air.

Selain itu, dilakukan juga identifikasi terhadap batu-batu besar yang berada di tengah sungai yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air.

 “Tadi kita lihat bersama, sampah menumpuk di sungai. Ini salah satu unsur penyebab banjir. Maka dari itu, kita lakukan intervensi untuk menormalisasi aliran sungai. Sampah dibersihkan dan nanti batu-batu yang menghalangi aliran air akan dipindahkan ke tepi sungai agar air bisa mengalir dengan lancar,” lanjutnya.

Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaboratif antara pemerintah daerah dan komunitas relawan dalam memperkuat ketangguhan Kota Kupang menghadapi ancaman bencana akibat perubahan iklim. (MI)




KADIN NTT Dorong Ekspor Produk Lokal Tampil di Forum Bisnis Jatim dan Dili Trade Expo 2025

 

Kupang,nwartapedia.com  — Bertempat di Kantor KADIN Nusa Tenggara Timur (NTT), telah dilangsungkan rapat koordinasi strategis antara Forum Komunikasi Asosiasi dan seluruh Ketua KADIN Daerah se-NTT.

Pertemuan ini difokuskan pada dua agenda penting: Forum Bisnis NTT–Jatim yang akan digelar pada 28–29 Juli 2025 di Surabaya, serta partisipasi NTT dalam Dili International Trade Expo 2025 yang akan berlangsung pada 28 Agustus hingga 2 September 2025 di Timor Leste.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, menjelaskan bahwa Forum Bisnis NTT dan Jatim yang akan berlangsung di Graha KADIN Jawa Timur merupakan peluang emas bagi para pengusaha NTT untuk memperluas jaringan bisnisnya.

“Ini kesempatan penting untuk membangun relasi langsung antara pengusaha NTT dan Jawa Timur. Sesuai arahan Gubernur NTT, kita dorong peningkatan ekspor dan substitusi produk industri dengan memperkuat koneksi antar daerah,” ujar Bobby.

Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara KADIN NTT dan KADIN Jawa Timur, dengan dukungan dari Bank Indonesia.

Dalam forum tersebut, para pengusaha dari kedua provinsi akan mempresentasikan produk unggulan daerah, mengikuti sesi business matching, serta menjajaki peluang investasi di berbagai sektor, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga industri manufaktur.

“Ratusan pengusaha akan hadir. Kami harapkan pengusaha NTT tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini,” tambah Bobby.

Selain membahas agenda bisnis di Jawa Timur, rapat juga menyoroti kesiapan NTT dalam mengikuti Dili International Trade Expo 2025 yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Timor Leste.

Dalam kesempatan ini, KADIN NTT akan membawa puluhan produk UMKM unggulan untuk dipamerkan.

Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi KADIN NTT, Christopher Samara, yang memimpin jalannya rapat, juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Free Trade Zone (FTZ).

Ia menyampaikan bahwa expo ini menjadi peluang strategis dalam mendorong ekspor NTT ke pasar internasional melalui Timor Leste.

“Ini akan menjadi pintu masuk penting bagi produk-produk NTT ke pasar luar negeri, baik untuk ekspor maupun kerjasama bisnis lintas negara,” ujar Christopher.

Hingga saat ini, tercatat puluhan UMKM dan produk lokal siap diberangkatkan ke Dili, mencakup berbagai sektor seperti kuliner, kerajinan tangan, tekstil, dan produk olahan pertanian.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:

Bobby Lianto, Ketua Umum KADIN NTT, Christopher Samara, Ketua Tim Percepatan FTZ, Yusak Benu, Ketua INSA NTT, Alain N Susanto, Ketua Organda NTT & Hiswanamigas, David Ongkosaputra, Ketua Aptrindo NTT, Don Ara Kian, IAI NTT, Michael Tamara, PHRI NTT, Donny Winarso, Denny Salean, JAPNAS NTT, Perwakilan dari Dinas Perindag NTT dan Bank Indonesia Perwakilan NTT.

KADIN NTT berharap dua agenda besar ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat daya saing pengusaha lokal di level nasional maupun internasional. ***