Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran di Oesapa, Wali Kota Tawarkan Rumah Jabatan untuk Warga Terdampak

 

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menunjukkan kepedulian dan respons cepat terhadap musibah kebakaran yang melanda kawasan Kampung Nelayan, Kelurahan Oesapa, Rabu siang (23/7) sekitar pukul 13.00 WITA.

Peristiwa itu menghanguskan 15 rumah dan berdampak pada 20 Kepala Keluarga (KK).

Meski dengan agenda yang padat, Wali Kota turun langsung ke lokasi pada malam harinya bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang untuk memastikan kondisi warga terdampak dan menyerahkan bantuan secara langsung. Turut hadir di lokasi, Anggota DPRD Kota Kupang, Ihsan Darwis.

 “Kita bawa sendiri bantuannya dan langsung serahkan kepada warga yang terkena musibah,” ujar dr. Christian Widodo di sela kunjungannya.

Bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan dasar, seperti selimut, beras, minyak goreng, mie instan, peralatan tidur, perlengkapan dapur, serta alat makan dan minum.

Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang harus selalu menjadi pihak pertama yang hadir saat warganya tertimpa musibah.

 “Saya ingin Pemerintah Kota Kupang itu responsif, cepat, tanggap, dan hadir duluan,” tegasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu warga mengalami luka melepuh ringan.

“Tadi saya sudah lihat dan minta langsung dibawa ke Puskesmas. Hanya butuh perawatan ringan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menawarkan Rumah Jabatan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang belum memiliki penampungan.

 “Kalau belum ada tempat tinggal sementara, Rumah Jabatan terbuka untuk digunakan. Di sana ada mess yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko Umar, menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan penanganan kelompok rentan seperti balita, anak-anak, perempuan, dan lansia.

 “Menurut data yang kami terima, hanya ada satu lansia dan sudah dipindahkan ke rumah keluarganya. Selebihnya, balita, anak-anak, dan perempuan sudah diungsikan ke rumah keluarga yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian,” terangnya.

Terkait tawaran pemanfaatan Rumah Jabatan dari Wali Kota, Ricko menambahkan,

“Sesuai arahan Pak Wali Kota tadi, nanti kami koordinasikan kembali. Apabila ada warga yang bersedia dievakuasi ke sana, akan kami bantu.”ungkapnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Informasi awal yang dihimpun menyebutkan bahwa api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah warga.

Pemerintah Kota Kupang memastikan akan terus mendampingi warga hingga situasi kembali kondusif dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. ***




BPBD Kota Kupang Fasilitasi Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana di Bonipoi

 

Kupang,nwartapedia.com  — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang membuka secara resmi kegiatan Penguatan Kapasitas Kawasan melalui fasilitasi pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama, Rabu (23/7).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W.A.Sjioen,S.Sos.,Msi didampingi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API) Kota Kupang.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Perwakilan Lurah Bonipoi, Ketua LPM, Karang Taruna, perwakilan RT/RW, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, perwakilan dari kaum disabilitas, media, serta para peserta lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala BPBD Kota Kupang yang sedang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II di Surabaya dan baru akan kembali pada Oktober mendatang.

“Kami ditugaskan untuk mewakili beliau dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana. Mengapa kita membentuk Kelurahan Tangguh Bencana? Karena Kota Kupang memiliki 10 jenis ancaman bencana, yang kejadiannya meningkat akhir-akhir ini, dengan kerentanan yang juga semakin tinggi akibat pembangunan yang tidak berbasis pengurangan risiko, padatnya penduduk, urbanisasi, dan keterbatasan ruang,” jelasnya.

Elsje Sjioen menegaskan bahwa masyarakat adalah pihak pertama yang berhadapan dengan bencana, namun kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana masih rendah.

“Karena itu, Kelurahan Bonipoi dipilih sebagai salah satu sasaran karena termasuk rawan bencana dan masih memiliki kapasitas yang perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan fasilitasi ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat sehingga ketika bencana terjadi, dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

“Terdapat 20 indikator dalam penilaian Kelurahan Tangguh Bencana, namun untuk tahap awal ini, fasilitasi difokuskan pada indikator-indikator utama sebagai embrio yang akan dikembangkan lebih lanjut,”harapnya.

Proses fasilitasi yang akan berlangsung dalam lima pertemuan ini diawali dengan Penilaian Ketangguhan Desa/Kelurahan (PKD) untuk mengetahui tingkat ketangguhan Bonipoi. Tingkat ketangguhan sendiri terbagi menjadi tiga level: pratama, madya, dan utama.

Lebih lanjut. Elsje Sjioen menjelaskan, masyarakat bersama fasilitator akan membentuk Forum PRB-API tingkat kelurahan, merekrut lima orang relawan inti yang menjadi ujung tombak penanggulangan bencana, serta melakukan kajian risiko bencana partisipatif.

“Kajian ini mencakup analisis ancaman, kerentanan, kapasitas, hingga penyusunan peta risiko bencana,” jelasnya.

Selain itu, warga akan didampingi untuk menyusun Rencana Penanggulangan Bencana Kelurahan, mengikuti pelatihan penanggulangan bencana, serta melakukan simulasi evakuasi mandiri dan pertolongan pertama.

Menurutnya, kegiatan ini juga memperkenalkan Keluarga Tangguh Bencana (Katana) sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan di tingkat keluarga. Sebagai bentuk apresiasi, panitia dan fasilitator menyiapkan empat tas siaga yang akan diberikan kepada peserta forum paling aktif, yang hadir penuh dan berkontribusi selama lima pertemuan.

“Empat peserta terbaik tersebut juga akan didata keluarganya untuk mengikuti program Katana pada tahun berikutnya,”pungkasnya.  (MI)