SMAK Giovanni Kupang Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Alana Kaye College Australia

 

Kupang, nwartapedia.com – SMA Katolik Giovanni Kupang kembali mencatat langkah maju dengan menjajaki kerja sama internasional bersama Alana Kaye College, Australia.

Dalam kunjungan ke SMAK Giovanni Kupang pada Rabu (16/7), CEO Alana Kaye College, Alana Anderson, menyambut baik rencana kemitraan yang digagas sekolah tersebut.

Maria Hebi, staf bidang perguruan tinggi SMAK Giovanni Kupang, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin membuka peluang bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan melalui program ekstrakurikuler yang relevan dengan kompetensi utama Alana Kaye College.

“Bidang-bidang seperti bangunan dan konstruksi, listrik, kesehatan, dan lainnya yang menjadi keunggulan Alana Kaye College memang belum masuk dalam kurikulum SMA, tetapi sangat mungkin dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler,” jelas Maria.

Ia menambahkan bahwa sekolah akan merancang jenis kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang ada, serta mengembangkan teknis pelaksanaannya secara bertahap.

Lebih lanjut, Maria menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat menghasilkan lulusan dengan keterampilan bersertifikat standar Alana Kaye College.

“Sertifikat tersebut akan sangat bermanfaat karena diakui di 56 negara anggota Commonwealth, seperti Inggris, Kanada, Australia, Singapura, dan lainnya,” katanya, mengutip penjelasan Alana Anderson.

Di tempat terpisah, Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Drs. Stefanus Mau, Pr., menyampaikan apresiasi atas kunjungan CEO Alana Kaye College bersama Manager International Operations, David Thomson. Romo Stef menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti kerja sama ini secara formal melalui penandatanganan perjanjian.

Dalam kunjungannya ke lingkungan sekolah, Alana Anderson juga menyempatkan diri meninjau kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di aula.

Ia terkesan dengan visi besar para siswa terhadap masa depan serta kemampuan berbahasa Inggris yang mereka tunjukkan dalam sesi tanya jawab.

Di akhir kunjungannya, Alana Anderson berpesan kepada para siswa untuk rajin belajar, disiplin, dan tidak takut menghadapi tantangan demi meraih masa depan yang lebih baik. ***




Pintu Sekolah Disegel Pemilik Lahan, Guru Khawatir Dampak Psikologis ke Siswa

 

Kupang,nwartapedia.com  – Aksi penyegelan pintu gerbang dan ruang kantor SD Negeri Tenau, yang terletak di RT 22/RW 5, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, kembali terjadi pada awal tahun ajaran 2025/2026, Senin (14/7).

Tindakan yang dilakukan oleh pihak pemilik lahan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik, terutama terhadap dampak psikologis yang dirasakan oleh para siswa.

Arnoldus Buan, salah satu guru di SD Negeri Tenau, mengungkapkan keprihatinannya saat menyaksikan langsung reaksi emosional anak-anak ketika mendapati gerbang sekolah mereka disegel.

“Secara pribadi saya dan rekan-rekan guru bisa menerima. Tapi yang saya khawatirkan adalah dampaknya bagi anak-anak. Mereka menangis dan histeris ketika melihat pintu sekolah mereka disegel. Itu yang membuat kami sangat prihatin,” ujar Buan, Selasa (16/7).

Buan juga menambahkan bahwa kejadian serupa telah terjadi dua tahun berturut-turut dan selalu bertepatan dengan awal tahun ajaran baru.

Ia berharap ada kejelasan hukum dari pihak berwenang agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut dan menimbulkan keresahan di kalangan warga sekolah dan masyarakat umum.

“Sebagai guru, saya berharap ada keputusan resmi dari pengadilan. Dengan adanya keputusan hukum yang sah, sekolah bisa menjalankan fungsinya dengan tenang tanpa ada tekanan dari luar,” tegasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa situasi ini bisa memengaruhi kepercayaan orang tua terhadap lembaga pendidikan, khususnya SD Negeri Tenau.

“Kami khawatir kepercayaan masyarakat, terutama orang tua siswa, terhadap sekolah akan menurun jika masalah seperti ini terus terjadi,” tambahnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, langsung turun ke lokasi pada hari yang sama. Ia bahkan membuka sendiri palang segel yang terpasang di pintu gerbang sekolah.

Dumuliahi meminta agar pemilik lahan segera menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas.

“Kami harapkan pihak pemilik tanah segera membawa persoalan ini ke instansi berwenang, agar ada kejelasan soal status lahan. Sebab lokasi tersebut sudah sejak lama digunakan sebagai fasilitas umum dan dikuasai oleh pemerintah Kota Kupang karena di atasnya berdiri bangunan sekolah,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sekolah adalah ruang publik yang harus dijaga bersama, bukan dijadikan objek tekanan atau konflik yang berlarut-larut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah dan masyarakat sekitar masih menanti penyelesaian resmi agar aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Tenau bisa kembali berjalan normal tanpa gangguan.(goe)




Warga Kolhua Apresiasi Pemerintah Kota Kupang, Jalan Lapen Sepanjang 300 Meter Mulai Dikerjakan

 

Kupang,nwartapedia.com  – Warga RT 27/RW 08 Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah merespons harapan masyarakat dengan membangun jalan lapen di wilayah mereka.

Johni Edwar Rihi, salah satu warga RT 28, mengatakan bahwa pembangunan jalan tersebut sudah lama dinantikan warga setempat, khususnya mereka yang tinggal di kawasan perbukitan dan sulit diakses saat musim hujan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah kota, khususnya pihak kelurahan Kolhua yang sudah memperjuangkan pembangunan jalan ini. Bertahun-tahun kami menunggu, akhirnya sekarang bisa direalisasikan,” ujar Rihi kepada media ini, Selasa (15/7/2025).

Jalan lapen tersebut membentang sepanjang hampir 300 meter dengan lebar sekitar 4 meter, dan pengerjaannya telah dimulai sejak Senin (14/7). Saat ini, proyek masih dalam tahap penyelesaian.

Menurut Rihi, kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan. Selain berbatu dan berlubang, jalan tersebut sangat sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama saat musim hujan.

“Dulu kalau hujan, jalan ini seperti sungai kecil. Orang yang lewat pasti tergelincir atau harus putar jauh. Sekarang kami sangat bersyukur karena bisa punya akses jalan yang lebih layak,” tambahnya.

Ia juga berharap agar pembangunan jalan ini bisa dilanjutkan hingga menjangkau wilayah RT lain yang masih belum tersentuh pembangunan infrastruktur dasar.

“Kami harap ini tidak berhenti sampai di sini. Masih banyak titik di Kolhua yang butuh perhatian, apalagi jalan-jalan penghubung antarkampung yang juga menjadi akses warga ke sekolah, gereja, dan pasar,” tutupnya.

Hal sama juga diungkapkan warga yang sama Ande Ku’e yang mengatakan terimakasihnya kepada pemerintah Kota Kupang.

“terimakasih pak Cristian Widodo karena janji untuk perhatikan Kolhua ada titik terang dengan dimulainya pembangunan jalan lingkungan kami,” ungkap Ku’e.
Sementara itu, pihak Kelurahan Kolhua saat dikonfirmasi menyebut bahwa pembangunan jalan ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur lingkungan yang dananya bersumber dari APBD Kota Kupang tahun 2025.

Pemerintah Kelurahan juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas umum yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.(goe)