Awal Tahun Ajaran Baru di SDN 2 Oeba dan SDN Labat Berjalan Lancar, Kepala Sekolah Apresiasi Monitoring dan Kerja Tim

 

Kupang, nwartapedia.com Awal tahun ajaran 2025/2026 di Kota Kupang diwarnai suasana tertib dan penuh antusias di sejumlah sekolah dasar. Kepala SDN 2 Oeba dan SDN Labat sama-sama menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Dinas Pendidikan Kota Kupang serta kerja sama tim sekolah dalam menyukseskan penerimaan peserta didik baru dan kegiatan awal tahun.

Di SDN 2 Oeba, Kepala Sekolah Yusak Amung mengungkapkan terima kasih atas kunjungan tim monitoring dari Dinas Pendidikan di hari-hari pertama masuk sekolah.

Menurutnya, monitoring yang dilakukan sangat membantu sekolah dalam mengidentifikasi kebutuhan dan memastikan kegiatan berjalan sesuai pedoman.

“Dengan adanya monitoring, dinas bisa lihat langsung kebutuhan kami. Kegiatan MPLS juga terpantau agar sesuai panduan, edukatif dan bebas dari kekerasan,” ujarnya, Senin (14/7).

Tahun ini, SDN 2 Oeba menerima 44 siswa baru kelas I yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk dari luar Kecamatan Oebobo seperti Manutapen dan Bakunase.

Banyak di antara siswa merupakan anak-anak dari keluarga broken home, sehingga para guru dituntut memiliki kepekaan dan kemampuan lebih dalam mendampingi mereka.

Sementara itu, di SDN Labat, suasana tahun ajaran baru juga berjalan lancar. Kepala Sekolah Marselina Selan menyampaikan bahwa penerimaan peserta didik baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari berlangsung aman, tertib, dan tanpa hambatan.

“Seluruh rangkaian kegiatan pendaftaran hingga MPLS berjalan aman dan tertib. Ini berkat kerja sama yang baik antara semua unsur sekolah,” ungkap Marselina di halaman sekolah.

Tahun ini SDN Labat menerima 44 siswa baru untuk kelas I. Dengan tambahan ini, total jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 434 orang, yang dilayani oleh 24 tenaga pendidik dan 5 tenaga kependidikan.

Marselina juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh tim sekolah yang telah bekerja maksimal.

“Semoga semangat ini terus terjaga agar proses pembelajaran sepanjang tahun ajaran ini berjalan maksimal dan penuh semangat,” tutupnya.

Dinas Pendidikan Kota Kupang memastikan monitoring akan terus dilanjutkan ke sekolah-sekolah lain untuk menjamin kesiapan pembelajaran di seluruh satuan pendidikan di wilayah ini. (goe)




Kebersihan Kota Kupang Diuji, Warga Penfui Tunjukkan Perubahan Meski Fasilitas Masih Minim

 

Kupang,nwartapedia.com  – Kesadaran warga Kelurahan Penfui dalam menjaga kebersihan lingkungan mulai terlihat seiring dengan penilaian lomba kebersihan antar-kelurahan Kota Kupang yang dimulai pada Senin (14/7).

Meski dengan keterbatasan fasilitas, warga berupaya menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat..

Lomba ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat menjaga lingkungan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, dan menggali kreativitas warga dalam menciptakan kawasan yang nyaman dan asri.

Ketua tim penilai, Prof. Dr. I. Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si., yang juga Kepala Pusat Studi Lingkungan LP2M Universitas Nusa Cendana (Undana), menjelaskan bahwa lomba diikuti oleh 51 kelurahan se-Kota Kupang. Penilaian dilakukan menyeluruh, meliputi kinerja kantor kelurahan hingga inovasi masyarakat dalam mengelola sampah.

“Setiap kelurahan kami nilai dari kantor lurahnya, bagaimana program pengolahan sampah dijalankan, hingga kreativitas lurah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan,” jelas Prof. Budiana kepada media ini.

Untuk memastikan hasil yang adil dan representatif, tim mengambil sampel 4–6 RT di tiap kelurahan, bergantung pada jumlah RT di wilayah tersebut.

“Kami memperhatikan kondisi lingkungan, pola hidup masyarakat, inovasi warga, dan apakah sudah ada pemilahan sampah di tingkat rumah tangga,” tambahnya.

Prof. Budiana berharap lomba ini dapat menjadi pemicu warga untuk membangun kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.

“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ajakan untuk bersama-sama menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” harapnya.

Warga Penfui sudah mulai merasakan dampak dari sosialisasi pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah kelurahan.

Dara Sia Bennu, warga RT 08/RW 04, menceritakan bahwa sebelumnya sampah plastik biasanya dibakar sendiri, namun kini mulai dikumpulkan dan ditimbang untuk disetor ke bank sampah melalui RW.

“Sampah plastik sekarang dikumpulkan, ditimbang di rumah RW, lalu dijual ke bank sampah. Sampah lain kami buang ke penampungan umum jam enam sore. Kerja bakti juga rutin dua kali sebulan,” ungkapnya.

Namun, ia berharap pemerintah kelurahan melengkapi fasilitas warga, seperti penyediaan tempat sampah rumah tangga, perlengkapan kerja bakti, hingga pelatihan pengolahan daun kering menjadi pupuk.

Warga lain, Dominikus Tjoeonfin bersama istrinya Anastasia Naif RT 30/RW 13 Naisipanaf juga menyoroti keterbatasan fasilitas.

“Masih banyak yang membakar sampah sendiri karena titik kumpul belum jelas. Kadang kalau sibuk, sampah dibuang begitu saja ke jurang,” ujarnya.

Penilaian ini melibatkan tim lintas disiplin yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan jurnalis, yakni:

Prof. Dr. I. Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si. (Kepala Pusat Studi Lingkungan LP2M Undana), Dr. Eufrasia Reneilda Arianti Lengur, S.Si., M.Si. (Dosen Universitas Katolik Widya Mandira Kupang), Dion DB Putra (Pemimpin Redaksi Pos Kupang) dan Fredyanto Hawai, S.Kom. (MI)




Berikan Pembekalan kepada 84 CPNS Wali Kota Tekankan Fokus, Adaptasi, Inovasi, Loyalitas, dan Konsistensi

 

Kupang,nwartapedia.com — Sebanyak 84 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Kupang tahun anggaran 2024 mengikuti orientasi dan pembekalan yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Senin (14/7).

Acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang memberikan motivasi serta arahan kepada para CPNS agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Badan Kepegawaian, para Kepala Perangkat Daerah, serta para pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian menyampaikan lima kunci penting yang harus dipegang oleh para CPNS dalam menjalani karier sebagai abdi negara.

“Pertama, kalian harus fokus. Apa pun tugas yang diberikan, tekuni dan jalani dengan sungguh-sungguh tanpa mudah berpindah-pindah atau goyah. Fokus akan membuat kalian terlihat dan diandalkan,” tegasnya.

Yang kedua, lanjutnya, adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menguasai teknologi dan cara kerja modern.

“Dunia berubah cepat, teknologi terus berkembang. Kita tidak bisa meminta dunia mundur, tapi kita bisa mengubah arah layar untuk tetap melaju,” ujarnya memberi perumpamaan.

Wali Kota juga menekankan pentingnya menjadi pribadi yang berbeda dan inovatif, dengan menciptakan nilai tambah dalam setiap pekerjaan.

“Jangan hanya jadi bagian dari kerumunan. Buat diri kalian menonjol lewat kreativitas dan inovasi,” katanya.

Kunci keempat adalah loyalitas kepada atasan dan lembaga. Ia mengingatkan, sebagai bagian dari birokrasi, para CPNS wajib bekerja dalam satu komando dengan penuh integritas.

“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Hormati pimpinan, jalankan perintah sesuai konstitusi dan aturan yang berlaku,” pesannya.

Terakhir, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam bekerja.

“Komitmen itu penting untuk memulai, tapi konsistensi jauh lebih penting untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Banyak orang semangat di awal tapi menyerah di tengah jalan. Jangan seperti itu,” tuturnya.

Wali Kota berharap para CPNS yang telah terpilih dapat menghayati dan menerapkan lima prinsip ini dalam setiap langkah, baik sebagai ASN maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat mengikuti orientasi ini dengan serius. Jadilah ASN yang membanggakan diri sendiri, keluarga, dan daerah kita,” pungkasnya.

Kegiatan orientasi dan pembekalan ini bertujuan untuk memperkenalkan tugas pokok, fungsi, serta nilai-nilai dasar ASN kepada para CPNS, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati (MI)