SMA Katolik Giovanni Kupang Harumkan Nama NTT di Ajang Nasional, Sabet Penghargaan Best Presentation

 

Kupang,nwartapedia.com Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Nusa Tenggara Timur. Tim SMA Katolik Giovanni Kupang berhasil meraih penghargaan Best Presentation dalam Lomba Business Plan Tingkat Nasional 2025 yang digelar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (12/7).

Ajang bergengsi ini diikuti oleh 50 tim dari berbagai SMA/SMK dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Setelah melewati proses seleksi ketat, hanya 10 tim terbaik yang melaju ke babak final, terdiri dari 6 tim perguruan tinggi dan 4 tim SMA/SMK.

Daftar Pemenang Lomba Business Plan Nasional 2025

Kategori Perguruan Tinggi:

  • Juara 1: Universitas Brawijaya – Malang
  • Juara 2: Universitas Negeri Surabaya (UNESA) – Surabaya
  • Juara 3: Universitas Siliwangi – Tasikmalaya

Kategori Sekolah Menengah (SMA/SMK):

  • Best Presentation: SMA Katolik Giovanni – Kupang, NTT
  • Best Paper: SMA Mutiara Bangsa – Jakarta
  • Best Idea: SMA Negeri 3 – Yogyakarta
  • Best Poster: Universitas Pendidikan Indonesia – Tasikmalaya

Dari Timur, Menjadi Teladan

SMA Katolik Giovanni Kupang diwakili oleh dua siswa berbakat, Aldrick Raphael Luly dan Bernadinus Maryo Aloyciano Assan, dengan bimbingan guru pendamping Romo Tomy.

Dengan konsep bisnis yang matang, presentasi yang memukau, serta kemampuan menjawab pertanyaan juri secara sistematis dan meyakinkan, mereka berhasil menyisihkan puluhan peserta dan memikat hati dewan juri untuk meraih penghargaan Best Presentation.

Kemenangan ini membuktikan bahwa pelajar dari Timur Indonesia memiliki potensi dan daya saing tinggi di tingkat nasional.

Tak hanya unggul secara akademis, mereka juga menunjukkan kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.

Kepala sekolah serta keluarga besar SMA Katolik Giovanni Kupang menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan tim.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras dan doa kita semua. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh pelajar di NTT untuk terus percaya diri dan berani bersaing di panggung nasional,” ujar salah satu guru pendamping.

Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda NTT untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.

“Dari Timur, Kami Buktikan: NTT Bisa Berprestasi!” ***




Kupang Menuju Kota Bersih: Pemkot dan Komunitas Beta Bersih Gelar Lomba Antar-Kelurahan Berhadiah Fantastis 

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Pemerintah Kota Kupang berkolaborasi dengan komunitas Beta Bersih menggelar Lomba Kebersihan Tingkat Kota Kupang 2025. Ajang yang diikuti 51 kelurahan ini diharapkan tidak hanya memupuk semangat kompetisi, tetapi juga menumbuhkan budaya bersih dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan kota.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kota Kupang, Hijayas Uthan Mode dalam konferensi pers di Kupang pada Sabtu tanggal 12 Juli 2925, mengatakan lomba ini merupakan kelanjutan program “Kupang Bersinar” yang sukses digelar Mei lalu bersama Pemerintah Kota Kuoang dengan melibatkan ribuan warga, ASN, pelajar, dan relawan dalam aksi bersih-bersih massal.

“Harapannya kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi menjadi kebiasaan baru, budaya baru, bagi masyarakat untuk mencintai dan menjaga lingkungan yang bersih,” ujarnya.

“Kami juga sangat mengapresiasi dukungan komunitas Beta Bersih yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini.”tambahnya.

Lomba ini resmi diluncurkan pada 22 Mei 2025, dan sejak itu tim penilai sudah turun ke lapangan untuk memantau kondisi kebersihan kelurahan-kelurahan peserta.

Penilaian berlangsung hingga 14  Agustus dan pemenang akan diumumkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Guna memacu motivasi peserta, panitia menyiapkan total hadiah  uang tunaisebesar Rp220 juta.

Pemerintah Kota Kupang menyediakan hadiah utama sebesar Rp120 juta, dengan pembagian sebagai berikut: Juara 1: Rp35 juta, Juara 2: Rp30 juta, Juara 3: Rp25 juta, Harapan 1: Rp15 juta, Harapan 2: Rp10 juta dan Harapan 3: Rp5 juta.

Selain itu, komunitas Beta Bersih menambahkan bonus senilai Rp100 juta, yang akan diberikan kepada enam pemenang, dengan rincian Juara 1: Rp30 juta, Juara 2: Rp25 juta, Juara 3: Rp20 juta, Harapan 1: Rp10 juta, Harapan 2: Rp8,5 juta, Harapan 3: Rp6,5 juta

Tak hanya hadiah tunai, Pemerintah Kota juga menjanjikan pagu indikatif sebesar Rp1 miliar, yang dialokasikan melalui APBD untuk mendukung program pembangunan kelurahan terbaik, seperti peningkatan infrastruktur dan fasilitas publik.

Hinayas Uthan Mode berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju perubahan perilaku masyarakat, dari yang sebelumnya pasif menjadi proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami ingin Kupang dikenal sebagai kota yang bersih, nyaman, dan membanggakan. Itu hanya bisa tercapai kalau semua pihak bergerak bersama, dari warga, RT, RW, sampai kelurahan,” tuturnya.

Perwakilan komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana  yang didampingi oleh Sekretaris komunitas, Fransiscus X.E. Lie menekankan bahwa menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab seluruh warga.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kebersihan dimulai dari rumah masing-masing. Siapa pun yang menghasilkan sampah, dia juga yang bertanggung jawab untuk mengelolanya, dan lomba ini hanya pemicu. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih adalah milik bbersama,”jelasnya.

Paulus juga menyampaikan bahwa bonus Rp100 juta yang disediakan komunitas berasal dari donasi para anggota yang peduli pada kebersihan kota.

“Ini cara kami ikut ambil bagian, memberi semangat, dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencintai kota ini,” tambahnya

Ia juga berharap bahwa kesadaran menjaga lingkungan tidak boleh berhenti hanya saat lomba berlangsung, tetapi harus terus berlanjut sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Kami berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh bukan karena lomba, tetapi merasa bertanggung jawab untuk mewujudkan Kota Kupang yang bersih dan membanggakan,”pungkasnya.  (MI)




SMAK Giovanni Kupang Teken MoU dengan UGM, Buka Peluang Dual Degree hingga Taiwan

 

Yogyakarta,nwartapedia.com   — SMA Katolik Giovanni Kupang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penandatanganan berlangsung di Auditorium FMIPA UGM dalam rangkaian kegiatan International Workshop for Educators: Deep Learning Workshop, Creating Mindful, Meaningful, and Joyful Learning.

Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Drs. Stefanus Mau, Pr, hadir langsung untuk menandatangani MoU tersebut bersama Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si, serta dua kepala sekolah lainnya yang mewakili 69 sekolah mitra terpilih dari seluruh Indonesia.

Acara ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Biologi, Dekan Fakultas Geografi, sejumlah petinggi UGM, perwakilan lembaga mitra, dan lebih dari 300 guru dari sekolah mitra UGM.

Dalam sambutannya, Romo Stefanus menyampaikan rasa syukur dan bangga karena SMAK Giovanni menjadi satu-satunya sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mendapat kesempatan emas ini

. “Kerja sama ini merupakan pintu gerbang untuk peningkatan mutu lembaga secara universal, sekaligus mempersiapkan lulusan SMAK Giovanni untuk berkolaborasi dengan UGM dan universitas mitra di Taiwan,” ujarnya.

Kerja sama ini memungkinkan para lulusan SMAK Giovanni yang melanjutkan studi di UGM melalui International Undergraduate Program (IUP) untuk mengikuti program dual degree.

Melalui program ini, mahasiswa menempuh dua tahun kuliah di UGM dan dua tahun di universitas mitra di Taiwan, dan akan mendapatkan dua ijazah dari kedua universitas.

Bahkan, bagi yang melanjutkan studi hingga lima tahun, terbuka peluang untuk langsung menempuh program doktoral dengan dukungan beasiswa.

Selain penandatanganan MoU, workshop internasional ini juga menghadirkan pembicara ternama, seperti Direktur IUP FMIPA UGM Arif Misbabul, MBM, Prof. Kuwat Triyana, dan Prof. Yu Wen Chen dari Da Yeh University, Taiwan.

Romo Stefanus menegaskan bahwa pihak sekolah akan segera menindaklanjuti MoU ini dengan sosialisasi kepada siswa dan orang tua, serta mempersiapkan seluruh sumber daya yang dibutuhkan.

“Dari Kupang untuk Indonesia. Giovanni Maju, MIPA Unggul, Indonesia Hebat,” pungkas Romo Stefanus penuh semangat. ***




Pemkot Kupang Dorong Edukasi, Vaksinasi, dan Skrining untuk Tekan Kasus Kanker Serviks

 

Kupang, nwartapedia.com Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat komitmen dalam pencegahan kanker serviks melalui edukasi, vaksinasi HPV, dan deteksi dini.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat membuka kegiatan Road to Zero HPV: Langkah Berkelanjutan dalam Pencegahan Kanker Leher Rahim untuk Perempuan Indonesia di Hotel Harper Kupang, Sabtu (12/7/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota mengungkapkan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit mematikan bagi perempuan di Indonesia. Berdasarkan laporan terakhir, terdapat sekitar 36.000 kasus baru setiap tahun dengan lebih dari 21.000 kematian.

“Ironisnya, sekitar 70% kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut karena tidak dilakukan deteksi dini,” ujarnya.

Ia menekankan tiga langkah penting untuk menekan angka kejadian kanker serviks, yaitu edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, pemberian vaksin HPV, serta pemeriksaan skrining secara berkala.

“Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Mari kita ajak masyarakat peduli pada deteksi dini,” imbaunya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe 16 dan 18. Data Global Cancer Observatory tahun 2020 menunjukkan, Indonesia mencatat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks dengan tingkat kematian sekitar 58% atau lebih dari 21.000 kasus per tahun.

“Pada tahun 2024, Kota Kupang ditetapkan sebagai lokasi pilot project pemeriksaan deteksi dini dengan metode tes IVA. Sebanyak 585 perempuan usia 30–69 tahun telah mengikuti pemeriksaan ini,” papar Retnowati.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi tentang pentingnya pencegahan kanker serviks kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Retnowati menambahkan, pencegahan primer paling efektif adalah vaksinasi HPV yang diberikan pada anak perempuan usia 9–14 tahun sebelum aktif secara seksual, disertai edukasi kesehatan reproduksi, perilaku seksual yang aman, serta promosi kesehatan di sekolah dan masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Pemkot Kupang berharap angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang. (MI)




Wali Kota Kupang Teken SK Pedoman Kegawatdaruratan: Nyawa Warga Lebih Penting dari Administrasi

 

Kupang,nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) tentang Pedoman Teknis Penanganan Kegawatdaruratan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, Jumat (12/7).

SK ini menjadi tonggak penting dalam upaya Pemerintah Kota Kupang melindungi nyawa warganya dengan memastikan pasien dalam kondisi gawat darurat mendapat pelayanan medis tanpa hambatan administrasi.

“Hari ini saya menandatangani SK pedoman teknis kegawatdaruratan di RSUD SK Lerik. Jadi, untuk keluarga yang sakit dalam keadaan gawat darurat  bukan sekadar batuk pilek, tapi benar-benar berpacu dengan waktu, seperti stroke perdarahan, anak dehidrasi berat, atau kondisi lain yang mengancam nyawa  silakan langsung ke UGD,” tegas Wali Kota dalam sambutannya.

dr. Christian menekankan bahwa pasien tetap akan dilayani meski tidak membawa KTP, Kartu Keluarga, BPJS, atau bahkan jika kepesertaan BPJS-nya sudah tidak aktif karena menunggak.

“Walaupun tidak punya kartu BPJS, atau BPJS-nya menunggak, tidak punya KK, atau KTP dan semua dokumen hilang, kami tetap bantu dulu. Ada anggaran yang sudah saya siapkan untuk itu. Jangan sampai lagi ada nyawa yang hilang hanya karena urusan administrasi,” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan, Pemerintah Kota Kupang telah menyediakan dana pengaman sebesar Rp3 miliar yang ditempatkan di RSUD S.K. Lerik. Dana ini disiapkan khusus untuk membiayai penanganan pasien gawat darurat yang tidak bisa memenuhi syarat administrasi.

“Saya sudah tempatkan dana pengaman Rp3 miliar yang mengendap di rumah sakit. Tahun depan, jika terpakai, saya isi lagi supaya saldo tetap Rp3 miliar. Ini sistem saldo. Dengan begitu, pasien tetap bisa tertolong tanpa harus repot dulu urus dokumen sementara waktu sangat berharga,” jelasnya.

 

Menurut Wali Kota, kebijakan ini lahir dari kegelisahannya sebagai dokter yang kerap melihat nyawa melayang hanya karena proses administrasi yang berbelit.

“Banyak sekali orang yang meninggal hanya karena diminta urus kartu dulu, KTP dulu. Padahal ini berpacu dengan waktu. Saya merenung, bagaimana caranya supaya ini tidak terulang. Mungkin di daerah lain belum ada, tapi di Kupang harus ada,” tambahnya.

Langkah progresif ini disambut antusias oleh masyarakat Kota Kupang. Banyak yang memuji kebijakan ini sebagai wujud nyata pemerintah yang hadir untuk melayani, bukan sekadar memerintah.

“Ini juga bentuk pelayanan sosial. Pemerintah kota bukan lagi orang yang memerintah, tapi orang yang melayani,” tutup Wali Kota.

Kebijakan ini diharapkan mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa warga, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperjuangkan hak kesehatan warganya. (MI)