Mengabdi dengan Hati: Perjalanan Hidup Asnat Pindu Jawa, dari Peternakan hingga Menjadi Guru Berdedikasi

 

Kupang,nwartapedia.com  – Di balik dinding-dinding ruang kelas UPTD SD Inpres RSS Oesapa, terdapat kisah inspiratif tentang pengabdian dan semangat juang seorang guru bernama Asnat Pindu Jawa, S.Pd., Gr. Lahir di Sumba Timur pada 13 Agustus 1981, Asnat bukan hanya seorang pendidik biasa.

Ia adalah sosok yang membuktikan bahwa panggilan hati bisa mengubah arah hidup dan menjadi dasar bagi pengabdian yang tulus.

Perjalanan hidup Asnat tidak langsung berlabuh di dunia pendidikan. Tahun 1999, ia menempuh pendidikan di Politani Kupang jurusan Peternakan dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 2002.

Namun, takdir membawanya ke jalur yang berbeda. Tiga tahun setelah lulus, pada April 2005, ia memulai pengabdian sebagai tenaga honor di SD Inpres RSS Oesapa, Kota Kupang.

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan padaku,” demikian motto hidup yang terus menguatkan langkahnya.

Meski berlatar belakang peternakan, semangatnya dalam mendidik anak-anak tak pernah surut. Ia pun memutuskan melanjutkan studi di bidang pendidikan melalui Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka. Dengan dukungan beasiswa dari Kementerian, ia berhasil meraih gelar S1 Pendidikan pada tahun 2017.

Tahun 2014 menjadi tonggak penting dalam kariernya. Setelah hampir satu dekade mengabdi sebagai tenaga honor, Asnat resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan NIP 19810813 201408 2004.

Saat ini, ia dipercaya sebagai Guru Kelas VI di UPTD SD Inpres RSS Oesapa, tempat yang sama di mana ia pertama kali menapaki dunia pendidikan.

Lebih dari sekadar mengajar, Asnat adalah figur inspiratif yang menunjukkan makna sejati dari dedikasi. Ia memilih jalan yang mungkin tak direncanakan sejak awal, namun dijalani dengan sepenuh hati demi masa depan generasi muda.(goe)




Wali Kota Kupang Resmikan D’Art Cafe & Galeri, Ruang Kreatif untuk Generasi Muda

 

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meresmikan D’Art Cafe & Galeri, sebuah ruang seni, kreasi, dan inspirasi yang berlokasi di Jalan Lingkar Luar Jalur 40, Sikumana, Kecamatan Maulafa, Jumat (11/7).

Acara peluncuran ini dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Wakapolres Kota Kupang, jajaran pemerintah Kecamatan Maulafa, para pelaku seni, komunitas kreatif, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menyambut baik kehadiran D’Art Cafe & Galeri sebagai wadah positif bagi masyarakat, khususnya kaum muda, untuk menyalurkan kreativitas.

Menurutnya, keberadaan ruang publik seperti ini adalah bagian penting dari pembangunan kota.

“Membangun kota bukan hanya soal gedung tinggi atau jalan bagus, tetapi juga menyediakan ruang-ruang untuk warganya berkarya, saling menghargai, dan hidup sehat serta bahagia. D’Art Cafe & Galeri ini adalah salah satu contoh nyata ruang itu,” ujarnya.

Wali Kota  menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus mendukung berbagai inisiatif kreatif, di antaranya melalui program SABOAK (Sunday Market) , yang sudah berjalan setiap Sabtu-Minggu, dengan panggung terbuka bagi siapa saja untuk menampilkan karya seni.

Panggung itu dari kita, oleh kita, untuk kita. Siapa pun boleh tampil, apakah itu stand-up comedy, menyanyi, bermain musik. Kita siapkan alatnya, tetapi senimannya datang dari masyarakat sendiri. Silakan saja, tinggal angkat tangan, panggung selalu terbuka,” katanya.

 

Lebih jauh, dr. Christian Widodo menekankan bahwa membangun kota tidak hanya soal infrastruktur fisik, seperti gedung-gedung tinggi atau jalan yang bagus.

“Membangun kota juga berarti menciptakan udara yang teduh, warganya saling menghargai, pendidikannya baik, kesehatannya baik, dan yang tidak kalah penting, menyediakan ruang-ruang untuk berkreasi seperti ini,” ujarnya.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat dan memanfaatkan ruang-ruang kreatif yang ada, karena inilah esensi dari pembangunan kota yang sesungguhnya: menghadirkan kebahagiaan, inspirasi, dan semangat bagi warganya.

Sementara itu, pemilik D’Art Cafe & Galeri, Dr. dr. Dewa Putu Sahadewa, mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang mendukung kehadiran tempat ini. Ia berharap D’Art Cafe & Galeri menjadi ruang yang memotivasi generasi muda untuk berkreasi dan berkontribusi positif.

“Kami ingin tempat ini bukan sekadar kafe, tetapi juga rumah bagi ide-ide kreatif, healing, dan inspirasi. Dari barista hingga manajemen, semua dikelola anak muda Kupang yang kreatif. Kami membuka panggung untuk komunitas seni, musik, stand-up comedy, hingga kegiatan prewedding atau pameran seni,” jelasnya.

Peresmian D’Art Cafe & Galeri ditandai dengan goresan warna di kanvas oleh Wali Kota sebagai simbol dimulainya perjalanan ruang kreatif ini.

Kehadiran D’Art Cafe & Galeri diharapkan dapat menghidupkan kawasan Jalur 40 Sikumana dan menjadi salah satu ikon baru bagi geliat seni dan kreativitas di Kota Kupang. (MI)