NTT Percepat Pembangunan Lapangan Criket, Sambut Pertandingan Persahabatan dengan Tim Australia

 

Kupang,nwartapedia.com  — Rencana kedatangan tim criket Australia untuk pertandingan persahabatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) memacu semangat panitia untuk mempercepat pembangunan lapangan criket bertaraf internasional di Kupang.

Ketua Umum Criket NTT, Ince Sayuna, menyatakan bahwa pertandingan internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan olahraga criket sekaligus menunjukkan kesiapan NTT sebagai tuan rumah.

“Kami sudah menyampaikan secara lisan kepada Gubernur NTT, Bapak Melki Laka Lena, dan juga melalui surat resmi dari pengurus Criket NTT. Kehadiran tim Australia ini memberi motivasi besar bagi kami untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu,” ujar Ince Sayuna usai rapat internal panitia, Senin (7/7).

Ince menegaskan, pihaknya terus berupaya menggalang dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sponsor, dan masyarakat, agar proyek ini berjalan lancar.

Sekretaris Umum Criket NTT, Ambo, menambahkan bahwa komunikasi intensif juga dilakukan dengan pihak konsultan untuk memastikan pembangunan memenuhi standar internasional.

“Pembangunan ini dibiayai dari kas Criket NTT, namun kami terbuka terhadap dukungan pihak mana pun yang peduli terhadap perkembangan olahraga ini di daerah,” jelas Ambo.

Menurutnya, lapangan bertaraf internasional ini tidak hanya untuk menyambut tim Australia, tetapi juga sebagai persiapan NTT menjadi tuan rumah cabang criket pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.

Ambo pun mengajak seluruh panitia pembangunan untuk tetap kompak dan aktif dalam memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

“Kami berharap semangat dan kerja sama semua pihak terus terjaga, sehingga lapangan ini bisa segera selesai dan menjadi kebanggaan bersama,” tambahnya.

Lapangan criket tersebut dibangun di atas lahan milik Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, berlokasi di kawasan Tanah Merah, Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang.

Pembangunan ini diharapkan rampung sebelum kunjungan tim Australia untuk pertandingan persahabatan dengan atlet criket NTT. (goe)




Panitia Criket NTT Matangkan Persiapan Pembangunan Lapangan Bertaraf Internasional

 

Kupang,nwartapedia.com  — Panitia pembangunan lapangan olahraga criket bertaraf internasional bersama jajaran pengurus Criket NTT menggelar rapat internal pada Senin malam (7/7) untuk mematangkan persiapan pembangunan.

Rapat yang berlangsung di Kupang itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum Criket NTT, Ince Sayuna, dan dimoderatori oleh Sekretaris Umum, Ambo, dengan dihadiri pula para pelatih dan atlet yang terlibat dalam kepanitiaan.

Dalam arahannya, Ince Sayuna menyampaikan permohonan maaf atas beberapa kali penundaan agenda peletakan batu pertama pembangunan lapangan.

Penundaan itu, jelasnya, terjadi karena kondisi kesehatan Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang semula dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Penundaan ini bukan tanpa alasan, tetapi karena kondisi kesehatan Bapak Menteri sehingga jadwal beliau perlu disesuaikan kembali. Kami juga telah berkoordinasi dengan Rektor UKAW Kupang terkait hal ini,” ujar Ince.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, atlet, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras serta memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan lapangan tersebut.

Ince menegaskan bahwa pendanaan proyek ini bersumber dari kas Criket NTT, dana APBD Provinsi NTT, serta dukungan sponsor dan pihak ketiga.

“Terima kasih saya sampaikan kepada panitia pembangunan yang diketuai Pak Edu Penuweo, yang selama ini telah mempersiapkan dengan baik kehadiran Bapak Menteri dan seluruh teknis pelaksanaan pembangunan,” tambahnya.

Ketua Panitia Pembangunan, Edu Penuweo, dalam laporannya menyebutkan bahwa persiapan teknis sudah mulai dilakukan, antara lain penentuan titik lokasi utama dan skema penyambutan tamu.

Namun saat ini panitia masih menunggu kedatangan alat berat untuk membersihkan area utama yang akan digunakan saat seremoni peletakan batu pertama.

Menanggapi laporan tersebut, Ince Sayuna memastikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR NTT untuk menyediakan alat berat yang diperlukan. Pihak PUPR juga telah menyatakan siap mendukung, termasuk membiayai operasional alat berat di lokasi.

“Saya minta pembersihan lokasi bisa dimulai Rabu (9/7), dengan mengundang Rektor UKAW Kupang, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan KONI baik dari Kabupaten Kupang maupun Provinsi NTT. Kegiatan akan diawali dengan ritual doa sebelum pengerjaan lapangan dimulai,” tegasnya.

Pembangunan lapangan criket ini merupakan salah satu langkah strategis Pemprov NTT untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah cabang olahraga criket pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.

Adapun lokasi pembangunan berada di lahan milik Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, tepatnya di kawasan Tanah Merah, Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang.

Rencananya, Menteri Pemuda dan Olahraga RI akan hadir secara langsung untuk meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan.(goe)




Empat ASN PSKP Raih Satyalancana Karya Satya, Dedikasi Panjang untuk Pendidikan Bangsa

 

Jakarta,nwartapedia.com  — Negara menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, atas pengabdian dan integritas mereka selama bertahun-tahun sebagai abdi negara.

Penghargaan yang diberikan pada momentum Hari Pendidikan Nasional 2025 ini menjadi bukti bahwa kerja tulus dan konsisten para ASN turut menopang kemajuan pendidikan nasional.

Adapun empat ASN penerima penghargaan periode ini adalah:

  • Hendra Permana, S.Pd., Pengolah Data dan Informasi — Satyalancana Karya Satya XXX Tahun
  • Mukino, S.M., Verifikator Keuangan — Satyalancana Karya Satya XX Tahun
  • Unggul Witjaksono, S.E., Pengadministrasi Perkantoran — Satyalancana Karya Satya X Tahun
  • Linda Efaria, S.Pd., M.A.P., Analis Kebijakan Ahli Pertama — Satyalancana Karya Satya X Tahun

Penghargaan ini didasarkan pada masa kerja dan kontribusi nyata mereka dalam mendukung kebijakan pendidikan melalui berbagai program strategis di PSKP.

Linda Efaria: Mengabdi dengan Hati

Salah satu penerima penghargaan, Linda Efaria, menunjukkan teladan ASN yang bekerja dengan hati dan memaknai tugasnya sebagai bagian dari ibadah.

Lahir di Sibolangit, Deliserdang, pada Desember 1981, ia memulai karier sebagai CPNS di Kabupaten Lembata pada 2010, kemudian bergabung sebagai PNS pusat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2014. Saat ini, ia menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Pertama di PSKP.

Linda dikenal sebagai sosok ramah, responsif, dan penuh integritas. Ia mengaku selalu berpegang pada nilai-nilai spiritual yang diajarkan para mentor dan koleganya.

“Jadikan pekerjaan kita sebagai ibadah,” ungkapnya mengenang pesan almarhum Bapak Hurip Danu Ismadi, mantan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan.

“Pekerjaan adalah ladang amal jariyah,” tambahnya, mengutip nasihat kolega senior, Ibu Ais Irmawati.

Ia juga terinspirasi oleh pesan Romo Windy dari Klaten:
“Apa yang kita lakukan di dunia saat ini adalah untuk mempersiapkan hidup di surga nanti.”

PSKP, Pilar Kebijakan Pendidikan Nasional

Sebagai unit kerja di bawah Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, PSKP memiliki mandat strategis dalam menyusun, mengevaluasi, dan menganalisis kebijakan pendidikan untuk memastikan standar mutu yang berkelanjutan.

Tugas-tugas utamanya meliputi:

  • Penyusunan kebijakan dan standar pendidikan.
  • Analisis dan evaluasi kebijakan pendidikan.
  • Koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan standar.
  • Pemantauan, pelaporan, dan administrasi pusat.

Dedikasi ASN seperti Linda Efaria dan rekan-rekan yang menerima Satyalancana kali ini mencerminkan peran penting para birokrat pendidikan di balik layar, yang bekerja senyap tetapi memberi dampak nyata bagi kualitas pendidikan bangsa.

Informasi lebih lanjut mengenai PSKP dapat diakses melalui laman resmi: pskp.kemendikdasmen.go.id 

 (goe)




Terminal Bello Kembali Beroperasi, Warga Apresiasi Peningkatan Layanan Transportasi Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang kembali mengoperasikan Terminal Bello di Kecamatan Maulafa sebagai pusat layanan transportasi publik yang tertib, aman, dan representatif.

Dengan berfungsinya kembali terminal ini, angkutan kota (angkot) resmi melayani trayek hingga ke kawasan Bello, memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat.

Langkah revitalisasi terminal ini mendapat apresiasi luas dari warga dan pemerintah kelurahan setempat.

Sekretaris Lurah Bello, Denny Patty, menilai pengoperasian Terminal Bello sebagai komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana transportasi publik.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas difungsikannya kembali Terminal Bello sebagai pusat transportasi yang layak, tertib, dan representatif. Ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat akan fasilitas umum yang aman dan nyaman,” ungkap Denny, saat dihubungi pada Senin (7/7).

Selain mempermudah akses perjalanan sehari-hari, Terminal Bello juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Kupang.

“Terminal Bello bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga simbol pembangunan dan harapan baru bagi warga sekitar untuk mobilitas yang lebih efisien, ekonomi yang lebih dinamis, serta konektivitas yang lebih baik,” tambahnya.

Ia berharap terminal ini dikelola dengan baik dan dirawat bersama oleh semua pihak, sehingga dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan optimal bagi publik.

“Harapan kami, terminal ini dapat dikelola secara profesional, dijaga bersama, dan dikembangkan berkelanjutan sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Bello dan sekitarnya,” tutupnya.

Dengan beroperasinya kembali Terminal Bello, Pemerintah Kota Kupang dinilai telah mengambil langkah strategis dalam membenahi sistem transportasi kota yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (goe)