Film “Believe” Tumbuhkan Nasionalisme dan Jiwa Korsa, Pemprov NTT Dorong Generasi Muda Teladani TNI

 

Kupang,nwartapedia.com   — Film Believe dengan tema Takdir, Mimpi, dan Keberanian, yang disebut sebagai film laga perang terbesar tahun ini, sukses menggugah semangat nasionalisme penonton dalam acara nonton bareng (nobar) di Transmart Kupang, Sabtu (5/7/2025).

Hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Linus Lusi, yang mewakili Gubernur NTT, menyampaikan apresiasi atas pesan yang diangkat film ini.

Menurutnya, Believe tidak hanya menampilkan kisah heroik prajurit TNI di medan perang, tetapi juga mengajarkan tentang keberanian, pengorbanan, dan pentingnya jiwa korsa.

“Kami mewakili Gubernur NTT menyampaikan bahwa film ini membangkitkan emosi kebangsaan dan nasionalisme. Kalau negara kita tanpa TNI, tentu akan hancur. Jiwa korsa yang ditunjukkan para prajurit dalam film ini harus kita teladani dalam kerja-kerja sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT,” kata Linus Lusi.

Ia menegaskan bahwa pesan moral dalam film ini sangat relevan untuk disampaikan melalui sektor pendidikan agar generasi muda memahami nilai perjuangan dan menghargai jasa para pahlawan.

“Film ini perlu digelorakan melalui pendidikan. TNI adalah harga mati bagi keutuhan negara. Saya berharap siswa-siswa kita  dari SD, SMP, SMA, hingga SMK  bisa menonton film ini untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan menghormati para pahlawan,” tambahnya.

Linus Lusi juga menyinggung figur inspiratif dalam konteks kekinian yang digambarkan melalui film ini, yaitu Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ia menyebut, Presiden Prabowo adalah simbol keberanian yang pernah berjuang dengan jiwa dan raga di Timor Leste, dan kini menjadi teladan bagi generasi bangsa untuk terus bekerja keras dan mengabdi.

“Mari kita tanamkan jiwa korsa dengan menabur benih-benih nasionalisme sejak usia dini. Itu harapan kami dari pemerintah provinsi, supaya anak-anak bangsa mencintai negeri ini, menghormati jasa para pahlawan, dan siap mengabdi untuk negara,” pungkasnya.

Film Believe berhasil menghadirkan bukan hanya adegan laga yang heroik, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, mimpi, dan pengorbanan para prajurit dan keluarganya.

Pemerintah Provinsi NTT berharap pemutaran film ini dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak sekolah dan daerah sebagai media edukasi nasionalisme bagi masyarakat, terutama generasi muda. (MI)




Kisah Perjuangan Jenderal Agus Subiyanto Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Believe, Danrem: Ini Adalah Kisah Nyata

 

Kupang,nwartapedia.com  — Film laga perang terbesar tahun ini, Believe, yang mengusung tema Takdir, Mimpi, dan Keberanian, kembali diputar dalam acara nonton bareng (nobar) di Transmart Kupang, Sabtu (5/7/2025).

Film ini bukan hanya sebuah karya sinema, melainkan potret nyata perjuangan para prajurit TNI di medan tugas, termasuk perjalanan hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan rekannya, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M   yang turut hadir dalam pemutaran film.

Dalam wawancaranya, Brigjen Joao Xavier menegaskan bahwa kisah yang ditampilkan di film Believe adalah cerminan nyata dari pengalaman mereka di lapangan, mulai dari masa kecil hingga menjadi prajurit TNI yang mengabdi untuk bangsa.

“Saat pasukan Indonesia pertama masuk ke Timor Leste, saya masih berusia 8 tahun. Adegan penerjunan pertama yang disambut tembakan itu nyata. Bahkan orang tua Pak Agus sudah bergabung saat itu, dan sejak momen itu beliau mulai ditempa menjadi prajurit sejati,” ungkapnya.

Brigjen Joao Xavier juga mengenang masa-masa ketika ia dan Jenderal Agus menjadi satu angkatan sebagai Rajawali 1 pada 1995, lalu berangkat bersama untuk operasi di Timor Leste.

“Kami dilantik bersama pada 1995, beliau ditugaskan di Batalyon 323, saya di Batalyon 327. Setelah pulang, beliau melanjutkan karier di Komando, saya tetap di batalyon. Tahun 1998–1999 beliau kembali ke Timor Leste dan saya ke Irian Jaya. Semua yang diceritakan dalam film ini benar-benar kami alami bersama,” tambahnya.

Film Believe tak hanya menyoroti keberanian di medan perang, tetapi juga menampilkan sisi kemanusiaan dan pengorbanan para istri prajurit yang mendampingi suami dalam suka dan duka.

“Adegan Pak Agus melamar istrinya dengan sederhana, hanya dengan sayur-mayur, itu juga nyata. Istri tentara adalah perempuan-perempuan hebat, karena mereka siap menanggung kerasnya hidup saat suaminya menyerahkan jiwa dan raga untuk negara,” jelas Brigjen Joao Xavier.

Kisah hidup Jenderal Agus, yang dimulai dari keluarga sederhana hingga meraih jabatan tertinggi sebagai Panglima TNI, menjadi contoh nyata bahwa mimpi besar bisa diraih dengan kerja keras, keberanian, dan pengabdian tanpa henti.

“Film ini adalah kisah nyata yang patut disaksikan generasi muda. Kita harus belajar menghargai pengorbanan prajurit dan meneladani semangat juang beliau. Kami bangga pada Pak Agus dan bangga bisa bersama dalam perjalanan panjang itu,” pungkas Danrem.

Film Believe dengan apik memadukan heroisme, kemanusiaan, mimpi, dan keberanian menjadi sebuah cerita inspiratif.

Pemerintah dan jajaran TNI berharap film ini bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai tanah air dan menghormati jasa para pahlawan. (MI)




Haru Istri Prajurit Saksikan Believe: Takdir, Mimpi, dan Keberanian di Balik Perjuangan untuk Merah Putih

 

Kupang,nwartapedia.com  — Film Believe, sebuah karya sinematik bertema Takdir, Mimpi, dan Keberanian, resmi tayang di Bioskop Transmart Kupang pada Jumat (4/7).

Digadang sebagai film laga perang terbesar tahun ini, Believe menyajikan kisah nyata perjuangan seorang prajurit Indonesia yang mempertaruhkan segalanya demi rakyat dan Merah Putih.

Film ini tidak hanya memukau penonton dengan adegan pertempuran yang megah dan penuh aksi, tetapi juga menggugah jiwa dengan pesan tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air.

Kisah Agus: Takdir yang Membentuk Seorang Prajurit

Believe mengisahkan perjalanan Agus, anak seorang tentara yang sejak kecil kehilangan ayahnya yang gugur dalam tugas di Timor Timur, sementara ibunya pergi meninggalkan rumah.

Meski hidup penuh kesepian dan kegagalan, Agus berpegang pada mimpinya untuk mengikuti jejak sang ayah.

Setelah beberapa kali gagal, termasuk saat mendaftar menjadi satpam, ia akhirnya lolos Akademi Militer dan ditugaskan di medan perang yang sama seperti ayahnya dahulu.

Dalam sebuah misi penyelamatan rakyat yang disandera musuh, Agus menunjukkan keberanian luar biasa, bahkan saat harus mempertaruhkan nyawa demi rakyat dan Merah Putih.

Adegan dramatis ketika Agus menyelamatkan seorang anak kecil dengan bendera Merah Putih yang terbakar di tangannya menjadi salah satu momen paling mengharukan dan ikonik dalam film ini.

Haru Para Penonton: “Seperti Merasakan Sendiri”

Usai penayangan, sejumlah penonton menyampaikan kesan mereka kepada media.

Putu Suwartini, seorang istri prajurit yang hadir, mengaku film ini membuatnya larut dalam emosi.

“Sebagai istri prajurit, saya sangat terharu. Adegan Agus menyelamatkan anak kecil membuat saya merasa seperti berada di dalam cerita itu sendiri,”ungkapnya.

“Saya jadi teringat saat suami saya bertugas, antara cemas, bangga, dan takut kehilangan,”tambahnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menonton film ini sebagai penghormatan bagi para pejuang bangsa.

“Film ini membuka mata kita tentang betapa beratnya pengorbanan prajurit dan keluarganya. Sangat menginspirasi,” tambahnya.

Hamzar, prajurit Yonzipur 18 Bali, mengatakan Perjuangan Agus menunjukkan bahwa tentara adalah bagian dari rakyat, berjuang demi rakyat.

“Film ini mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah pada takdir dan selalu memperjuangkan mimpi demi bangsa,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sersan Kepala Putu Aryanta dari Kodim 1616 menyampaikan Film ini penuh nilai pengorbanan, keberanian, dan nasionalisme.

“Saya berharap generasi muda bisa belajar dari semangat Agus: berjuang dengan tulus untuk rakyat dan bangsa. NKRI harga mati,” tegasnya.

Sebuah Film Laga Perang Terbesar Tahun Ini

Sebagai film laga perang terbesar tahun ini, Believe berhasil memadukan kisah nyata yang penuh emosi dengan adegan pertempuran yang intens dan sinematografi megah.

Film ini tidak hanya menyajikan aksi, tetapi juga mengajak penonton merenungi arti keberanian dan pengorbanan sejati.

Film ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menghargai para prajurit yang rela mempertaruhkan hidupnya demi rakyat, bangsa, dan negara.

Believe kini tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Masyarakat diajak untuk menyaksikan film ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pengorbanan para patriot sejati yang menjaga Merah Putih tetap berkibar di bumi pertiwi. (MI)