DPRD Kota Kupang Dukung Tambahan Anggaran untuk Transparansi Informasi Publik

 

Kupang,nwartapedia.com  – Anggota DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, S.Pd, menyatakan dukungannya terhadap usulan penambahan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang demi memperkuat pelayanan keterbukaan informasi publik.

Menurut Dance, keterbukaan informasi sangat krusial di era sekarang untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat sesuai UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Pelaksanaan undang-undang ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan lengkap terkait program pelayanan di setiap SKPD, termasuk Dikbud,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud Kota Kupang melalui Kabid  Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, mengungkapkan rencana pengajuan tambahan anggaran pada perubahan APBD 2025.

Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan akses informasi publik di lingkungan Dinas Pendidikan, guna mendukung transparansi dan akuntabilitas di sektor pendidikan dan kebudayaan.

Dengan dukungan ini, diharapkan pelayanan informasi publik di Kota Kupang semakin optimal dan masyarakat dapat lebih mudah mengakses data yang mereka butuhkan. (goe)




Ketua RT/RW Dan Ketua LPM Menilai Kota Kupang Semakin Bersih

 

Kupamg,nwartapedia.com  – Beberapa warga Kota Kupang menilai kondisi kebersihan kota semakin membaik. Hal ini terlihat dari upaya pemerintah kota dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, Bahkan Sampah plastik yang sering terlihat bertebaran di sejumlah jalan protokol mulai bersih.

Erik Nggili Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Maulafa Kota Kupang kepada media di Kabtor Camat Maulafa Selasa, (17/6-2025) di sela-sela penutupan pekan pelayanan Pajak Kota Kupang mengaku, penanagan sampah setelah serratus (100) hari kerja Walikota Cristian Widodo Dan Wakil Walikota Serena Francis sudah mulai nampak berubah dan bersih terutama Sampah plastik.

Hal menurut Nggili dirinya bisa buktikan karena sering jalan pagi di sejumlah jalan protokol nampak sudah mulai bersih terbebas dari sampah-sampah plastik. termasuk tidak ada lagi penumpukan sampah di tempat tertentu di dalam Kota Kupang, karena penanganan sudah dilakukan di tungkat RT dan Kelurahan.

“saya kira setelah serratus kerja pak Kris dan ibu Serena Kota Kupang sudah semakin bersih terutama sampah plastik tidak lagi berserakan karena penanganannya sudah dilakukan di tungkat RT dan kelurahan termasuk tidak ada lagi penumpukan di tempat penutupan sementara ini sesuatu yang bagus yang perlu terus kita masyarakat dukung agar Kota Kupang tetap bersih,” pinta Erik Nggili.

Hal sama juga diungkapkan Aleks Kedo Ketua RT 25/RW 08 Kelurahan Kolhua Kota Kupang, menurutnya sebagai warga Kota Kupang melihat penanganan sampah kali ini jauh lebih berhasil sebab terbukti sejumlah lorong dan jalan di Kota Kupang sudah mulai bersih dari sampah terutama sampah plastik.
termasuk di area pasar dan pesisir pantai. 

Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam pemilahan sampah di tungkat Kecamatan terkesan lambat, karena pemilahan belum seluruhnya dilakukan Dari rumah tanggal.
karena itu Aleks Kedo menganjurkan untuk terus mendorong masyarakat di rumah tangga agar tertip melakukan pemilahan sebelum dibawa ke tempat pengolahan di tingkat Kelurahan setempat.

“Secara umum kota Kupang sudah semakin bersih terutama tidak lagi terlihat sampah plastik berserakan di jalan-jalan utama, ini sesuatu yang baik perlu didorong terus terutama proses pemilahan sampah mesti dimulai dari rumah tangga sehingga memudahkan pengolahan di tingkat Kelurahan Dan Kecamatan,” ujar Kedoh.

Sementara itu Ketua RW 003 Kelurahan Bello Goris Takene Ketua RW 003 Kelurahan Bello Goris Takene mengharapkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam upaya penanggulangan masalah sampah di Kota Kupang.

“Karena dengan adanya kerjasama semua pihak Dan dengan adanya penanganan dari tingkat rumah tangga maka bisa dipastikan program penanganan sampah sebagaimana diharapkan, masalah sampah di Kota Kupang dapat ditangani secara komprehensif dan berkelanjutan, serta tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Kupang,” ungkap Takene.(goe)




Disdikbud Kota Kupang Usulkan Anggaran untuk Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

 

Kota Kupang,nwartapedia.com  — Dalam upaya memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengusulkan anggaran dalam perubahan APBD Tahun 2025 guna mendukung keterbukaan informasi publik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, M.Si., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (16/6/2025).

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Benar bahwa dalam rangka mendukung keterbukaan informasi publik demi pencapaian pemerintahan yang baik (good governance), maka perlu ada dukungan anggaran. Dalam perubahan ini nanti kami akan usulkan ke DPRD,” jelas Okto.

Ia menegaskan, keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban hukum, melainkan juga bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.

Lembaga publik, khususnya di sektor pendidikan, harus menjamin akses informasi yang mudah, jelas, dan akurat bagi seluruh masyarakat.

Terkait besaran anggaran yang akan diajukan, Okto menyebutkan bahwa saat ini masih dalam tahap penyusunan oleh Bagian Perencanaan.

Meski demikian, ia optimis, tambahan anggaran tersebut akan memperkuat sistem informasi dan komunikasi Disdikbud, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

“Harapan kami, dengan dukungan anggaran yang memadai, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai informasi terkait program, kebijakan, dan pelayanan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” pungkasnya.

Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen Pemkot Kupang untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, partisipatif, dan bertanggung jawab. (goe)




Komitmen Bagi Rumah Tuhan, Pemkot Kupang Serahkan Bantuan Rp200 Juta untuk GMIT Silo Naikoten 1

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bantuan sosial senilai Rp200 juta kepada Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Silo Naikoten 1 sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sebuah ibadah bersama Jemaat GMIT Silo Naikoten 1 yang berlangsung penuh sukacita dan kekhidmatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang,  Christian Widodo menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah kota dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembangunan spiritual masyarakat.

Ia menekankan bahwa pemerintah bukan hanya hadir untuk memerintah, tetapi untuk melayani.

“Ketika kita memulai segala sesuatu, tempatkanlah Tuhan paling atas. Mau lurah, camat, wali kota tidak ada yang hebat di hadapan Tuhan. Kita semua sama, dan harus memulai dari kehendak-Nya,” ujarnya pada Minggu (15/6/2025)

Ia juga menyinggung efisiensi anggaran yang dilakukan Pemkot Kupang, termasuk pemotongan perjalanan dinas dan tidak adanya pembelian mobil dinas baru, sehingga dana publik dapat dialihkan untuk mendukung rumah ibadah, termasuk GMIT Silo Naikoten 1 yang menjadi penerima bantuan terbesar tahun ini.

“Bantuan ini bukan karena kehebatan saya. Ini karena semangat gotong royong, efisiensi, dan dukungan DPRD Kota Kupang. Kalau gereja ini rumah Tuhan, maka rumah ini juga adalah rumah saya,” tambahnya.

Wali kota juga memuji kerja sama dengan DPRD Kota Kupang yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Richard Odja yang juga hadir dalam acara tersebut.

Ia menyampaikan bahwa berbagai perubahan positif yang kini terlihat di Kota Kupang, seperti kebersihan dan keteraturan kota, adalah hasil kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, dr. Christian juga mengajak jemaat untuk terus mendukung pembangunan Kota Kupang, tidak hanya secara fisik tetapi juga melalui pembangunan karakter masyarakat.

“Membangun kota bukan hanya membangun gedung tinggi, tapi juga membangun manusia. Menghadirkan udara yang sejuk, taman yang bersih, warga yang saling menghargai dan tahu budaya bersih. Itulah pembangunan kota yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Silo Naikoten 1, Pdt. Ronny S. Runtu, M.Th, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah kota terhadap rumah ibadah.

“Saya percaya Tuhan Yesus selalu datang tepat waktu. Bantuan ini adalah jawaban atas pergumulan panjang kami dalam menyelesaikan pembangunan rumah Tuhan,” ungkap Pdt. Ronny.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan pemimpin daerah yang peduli pada pembangunan rumah ibadah merupakan bagian dari cara Tuhan bekerja melalui para pemimpin pilihan-Nya.

“Ketika Tuhan menempatkan seseorang dalam pemerintahan, salah satu tanggung jawabnya adalah memperhatikan rumah Tuhan. Dan hari ini, kami merasakannya,” ujarnya.

Pdt. Ronny menutup sambutannya dengan kutipan dari Kitab Yeremia 29:7, “Doakanlah kota ke mana kamu Aku buang, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu juga,” seraya mengajak seluruh jemaat untuk terus mendoakan para pemimpin dan program-program pembangunan yang sedang dijalankan. (MI)




Bupati Kupang Ajak KADIN Bangun Ibukota Baru Kabupaten Kupang

 

Jakarta,nwartapedia.com  —  Dalam forum bergengsi KADIN Diplomatik Breakfast Meeting yang digelar di Jakarta, Bupati Kabupaten Kupang, Yosef Lede, S.H., mengajak para pengusaha dan investor yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia untuk turut berkontribusi membangun ibukota baru Kabupaten Kupang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh KADIN Indonesia di bawah koordinasi Wakil Ketua Umum Bidang Luar Negeri, Dr. (H.C.) James Riyadi, ini merupakan rapat rutin bulanan yang menjadi ajang diskusi strategis antara pengusaha, pemangku kebijakan, dan tokoh nasional.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Luar Negeri, John Marta; Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid; Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan; para Ketua Umum KADIN se-Indonesia; serta sejumlah investor, pengusaha nasional dan internasional.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede memperkenalkan potensi Kabupaten Kupang sebagai daerah strategis yang layak dijadikan tujuan investasi.

Ia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam memberikan kemudahan dan kepastian hukum kepada para investor.

“Kami siap mendukung penuh setiap bentuk investasi. Untuk semua urusan administrasi dan kewenangan, saya jamin akan tuntas dalam waktu satu minggu,” tegas Bupati Yosef.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kehadiran Dr. James Riyadi, Bupati Yosef memakaikan jas tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenakan oleh tokoh nasional itu sepanjang acara. Aksi simbolis ini sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal Kabupaten Kupang.

Menanggapi ajakan tersebut, Dr. James Riyadi menyatakan ketertarikannya dan menegaskan bahwa hubungannya dengan NTT sudah lama terjalin, termasuk melalui berbagai investasi Lippo Group di bidang pusat perbelanjaan, pendidikan, dan layanan kesehatan di beberapa wilayah NTT, termasuk Kupang.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN NTT, Dr. (Cand.) Bobby Lianto, M.M., MBA., turut memberikan catatan penting dalam forum tersebut. Ia menyoroti hambatan perdagangan lintas batas dengan Timor Leste akibat regulasi baru yang membatasi kapasitas angkut kendaraan darat.

“Aturan baru di Timor Leste yang membatasi kapasitas truk maksimal 14 ton, sementara beban 18 ton dikenakan tarif tambahan sebesar $5 per kilogram, telah mengganggu aktivitas perdagangan darat,” ujar Bobby.

Sebagai solusi, Bobby mengusulkan alternatif penggunaan kapal ferry RoRo sebagai jalur logistik baru yang lebih efisien.

Lebih lanjut, Bobby Lianto juga menanggapi positif inisiatif Bupati Kupang terkait pembangunan kawasan ibukota baru, khususnya dalam penyediaan perumahan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini masih tinggal di Kota Kupang.

“KADIN siap mendukung pembangunan perumahan dan fasilitas publik di Kabupaten Kupang. Saat ini, 90% ASN masih tinggal di Kota Kupang dan harus bolak-balik setiap hari. Ini pemborosan besar. Dengan fasilitas yang layak, ASN bisa lebih nyaman dan produktif tinggal di kabupaten,” tegas Bobby.

Pertemuan ini menandai langkah strategis sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha nasional untuk mendorong pembangunan wilayah dan menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Kupang. (MI)




Kolaborasi UPTD Sarpras Dispora NTT, IGORNAS dan Perguruan Tinggi Gelar Launching Senam Bersama di Sport Center Oepoi Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – UPTD Sarana dan Prasarana (Sarpras) Olahraga Dispora Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi meluncurkan kegiatan Senam Bersama yang akan menjadi agenda rutin mingguan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara IGORNAS Provinsi NTT, Dispora NTT, Program Studi Penjaskesrek Undana, PJKR UKSW Kupang, dan para guru PJOK se-Kota Kupang.

Acara launching yang berlangsung di Sport Center Oepoi Kupang pada Sabtu tanggal 14 Juni 2025 ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dunia olahraga pendidikan di NTT, di antaranya Pelaku Olahraga dan senior olahraga NTT, Henock Bire ,S.Pd, Ketua IGORNAS NTT Markus Masneno, S.Pd, M.Fis., Aifo, Sekretaris IGOR NTT yang juga sebagai Ketua Panitia Peluncuran senam, Isya Kause, S.Pd, Bendahara Monika, S.Pd, Gr bersama anggota dan Dr. Jhoni Lumba, Dosen FKIP Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang yang juga dikenal sebagai pemerhati dan aktivis sepak bola di NTT.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala UPTD Sarpras Dispora NTT,  Dr. Frans SalesS. Pd, MM, menekankan pentingnya kolaborasi untuk membudayakan olahraga di tengah masyarakat.

“Hari ini kita mulai sebuah inovasi besar. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dalam mencapai visi olahraga sebagai budaya hidup, kuncinya adalah kolaborasi dan gotong royong,” tegas Frans Sales.

Ia juga menyoroti dua persoalan besar dunia olahraga saat ini yakni rendahnya budaya olahraga di masyarakat dan sulitnya pencapaian prestasi tingkat dunia.

“Melalui senam bersama ini, kita ingin menjadikan olahraga sebagai habit, sebagai gaya hidup,” tambahnya.

Lebih lanjut, Frans Sales menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung setiap Sabtu pagi di Sport Center Oepoi, yang kini diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga di Kota Kupang, menggantikan konsep Car Free Day di Jalan El Tari yang berubah fungsi menjadi pasar.

“Ini bukan hanya tempat senam. Dari sini bisa muncul atlet potensial. Kebugaran masyarakat harus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Jhoni Lumba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini sebagai peluang berharga bagi mahasiswa dan guru olahraga.

“Kegiatan ini adalah bekal emas bagi adik-adik mahasiswa yang sedang dan akan terjun ke sekolah. Senam harus menjadi budaya di sekolah. Tidak mungkin belajar dengan baik kalau kebugaran jasmani rendah,” kata Dr. Jhoni.

Ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi PON 2028 di mana NTT akan menjadi tuan rumah.

“Kalianlah yang akan berdiri di garis depan. Kalau kamu kerja baik hari ini, kamu panen masa depanmu nanti,” pesan Jhoni kepada para mahasiswa dan peserta.

Acara launching ditutup dengan tepuk tangan meriah dan senam bersama yang diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari Guru- guru Olahraga dati tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan Mahasiswa PJKR UKAW Kupang, Penjaskesrek Undana hingga anak-anak calon instruktur senam dan diakhiri dengan kerja bakti di pelataranGOR Oepoi. 

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi pembudayaan olahraga di NTT demi mencetak generasi sehat dan berprestasi. (MI)




Wakasek SMKN 2 Kupang Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis dari Pemerintah: Layak Konsumsi dan Tepat Sasaran

 

Kupang,nwartapedia.com  — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan oleh pemerintah pusat melalui SPPG Kota Lama terus menuai apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari SMKN 2 Kupang yang menjadi salah satu sekolah penerima manfaat. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Yohanis Kalvin Lomi, S.Pd., menyatakan dukungannya penuh terhadap program ini.

“Ini adalah hari keempat layanan makan bergizi di sekolah kami. Selama tiga hari sebelumnya, semua berjalan lancar tanpa hambatan. Pendistribusian makanan selalu tepat waktu,” ujar Yohanis saat ditemui di SMKN 2 Kupang pada Jumat (13/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa karena kegiatan belajar mengajar sudah selesai menyusul ujian akhir semester, maka pembagian makanan dilakukan pada pukul 10.00 WITA setiap harinya.

“Kami atur waktu pembagian menyesuaikan kondisi. Karena siswa sudah sarapan dari rumah, dan kami juga ingin memberi ruang bagi kantin sekolah agar tetap dikunjungi di pagi hari. Jadi, anak-anak bisa tetap jajan dan kantin tetap beroperasi,” jelasnya.

Yohanis menyebut selama empat hari pengamatan, makanan yang didistribusikan sangat layak konsumsi dan kandungan gizinya memenuhi standar.

Ia pun telah melakukan sosialisasi langsung ke kelas-kelas mengenai tujuan dan manfaat program ini.

“Ini bukan soal makan kenyang, tapi tentang nilai gizi. Beberapa siswa awalnya berharap porsi nasi lebih besar, tapi setelah saya jelaskan tujuannya, mereka bisa mengerti.”

Menurutnya, saat ini SMKN 2 Kupang memiliki 1.300 siswa dari kelas X dan XI yang tersebar dalam 41 rombongan belajar (21 kelas X dan 20 kelas XI).

Menjelang tahun ajaran baru, pihak sekolah menargetkan penerimaan 794 siswa baru dalam 22 rombel. Jika terpenuhi, total siswa SMKN 2 Kupang bisa mencapai lebih dari 2.000 orang.

“Kami siap berkoordinasi dengan tim SPPG Kota Lama terkait pola distribusi, terutama karena pembelajaran di SMKN 2 dibagi dalam dua shift: pagi dan sore.”

Sebagai penanggung jawab di sekolah, Yohanis memastikan pendistribusian dilakukan tertib, dengan dukungan wali kelas, serta pemberitahuan melalui grup kelas dan apel pagi. Para siswa juga diimbau membawa sendok dan air minum sendiri dari rumah.

“Kami segenap pimpinan, tenaga pendidik, dan seluruh siswa SMKN 2 Kupang menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan komitmennya melalui program makanan bergizi gratis ini,” ungkap Yohanis.

Sementara itu, Kepala SPPG Kota Lama, Respati Samiun, ditempat yang sama mengatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan makanan bergizi kepada 4 lembaga pendidikan, yakni TK St. Maria Goreti (85 siswa), SMP Katolik Geovani (287 siswa), SMA Katolik Geovani (649 siswa), dan SMKN 2 Kupang (1.300 siswa), dengan total penerima manfaat mencapai 2.361 siswa.

“Kami belum menghitung tambahan dari siswa baru yang akan masuk. Namun ke depan, jumlah itu bisa bertambah signifikan setelah penerimaan peserta didik baru di masing-masing sekolah,” ujar Respati.

Ia menegaskan bahwa program MBG ini merupakan inisiatif strategis dari pemerintah pusat yang harus dijalankan dengan serius oleh seluruh pihak.

“Saya berharap pihak sekolah dapat terus bekerja sama secara maksimal. Mari kita syukuri dan jaga amanah ini, karena ini adalah bentuk perhatian negara bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (MI




Ketua OSIS SMKN 2 Kupang Apresiasi Program Makan Siang Bergizi: Dorong Konsentrasi dan Produktivitas Siswa

 

Kupang,nwartapedia.com — SMKN 2 Kupang menjadi salah satu sekolah yang berpartisipasi dalam program makan siang bergizi gratis yang berlangsung pada Jumat, 13 Juni 2025.

Kegiatan ini digelar di lingkungan sekolah dan mendapat sambutan positif dari siswa dan guru.

Ricoh Cristian Liwe, Ketua OSIS SMKN 2 Kupang dari kelas X DPIB 2, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas program ini.

Menurutnya, makanan bergizi yang disediakan sangat membantu siswa dalam menunjang proses belajar mereka di sekolah.

“Program makanan bergizi gratis ini sangat baik, terutama bagi siswa-siswa kami. Makanan ini mampu mendukung kinerja kami dalam belajar karena kandungan gizinya lengkap  mulai dari sayur, buah, hingga daging. Ini sangat bermanfaat, apalagi saat kami sedang menjalani pelajaran yang padat,” ujar Ricoh.

Meski demikian, Ricoh juga menyoroti pentingnya perluasan program agar lebih banyak siswa bisa menerima manfaatnya.

“Saat ini masih ada siswa yang belum kebagian. Kami berharap ke depan jumlah penerima bisa ditambah. Terima kasih kepada SPPG Kota Lama dan tentunya kepada pemerintah, khususnya Bapak Prabowo, karena berkat dukungan beliau program ini dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Muri Deo Soter Bengu, siswa kelas X TKR-2, turut menyampaikan pandangannya.

“Saat belajar, kami butuh asupan makanan yang cukup agar bisa meningkatkan konsentrasi. Terima kasih kepada pemerintah dan tim SPPG Kota Lama atas program ini.”

Tidak hanya dari siswa, apresiasi juga datang dari para guru. Ronald Seseli, Wali Kelas X TKR-2, mengungkapkan bahwa program makan gratis ini memberikan dampak positif terhadap semangat dan kesehatan siswa.

“Kami bersyukur program ini dijalankan dengan baik. Makanan yang disediakan membantu meningkatkan produktivitas dan energi siswa di sekolah. Mereka bisa lebih fokus dalam belajar dan kesehatannya juga lebih terjaga. Harapannya, program ini dapat terus berlanjut dengan kualitas makanan yang tetap terjaga,” jelas Ronald.

Program makan siang bergizi ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan dasar siswa, khususnya asupan gizi yang baik selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. (MI)




Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar ACF dan Screening TB Paru untuk Wujudkan Eliminasi TBC 2030

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pembukaan Active Case Finding (ACF) dan Screening TBC Paru, sebagai bagian dari upaya pengendalian dan eliminasi TBC di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini berlangsung di wilayah Kelurahan Naioni dan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Keperawatan Dr. Florentianus Tat, SKp., M.Kes.

Pembukaan kegiatan diawali sambutan oleh Koordinator ACF Simon Sani Kleden, SKep., Ns., M.Kep, yang menyampaikan pentingnya penemuan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat sebagai strategi mendukung program nasional eliminasi TBC tahun 2030.

Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Ketua Prodi Sarjana Terapan Keperawatan, Yoani M.V.B Aty, SKep., Ns., M.Kep, Perwakilan dari Puskesmas, Babinkamtibmas, Kelurahan Naioni, Ketua RT/RW.

Hadir pula Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang antara lain :Dr. Ina Debora Ratu Ludji, SKp., M.Kes, Dr. Emiliana Erningwati Akoit, SKep., Ns., M.Kep. Yustinus Rindu, SKep., Ns., M.Kep, Aben B.Y. Romana, SKep., Ns., M.Kep, Fransiskus S. Onggang, SKep., Ns., M.Sc, Sabinus Kedang, SKep., Ns., M.Kep, Yulianti K. Banhae, SKep., Ns., M.Kep, Trivonia Sri Nurwela, SKep., Ns., M.Kep, Domianus Namuwali, SKep., Ns., M.Kep, Yane Leo Mangi, SKep., Ns., M.Kep, Fitri Handayani, SKep., Ns., M.Kep, Rini Pujiyanti, SKep., Ns., M.Kep

Kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa Program Sarjana Terapan Keperawatan (S.Tr.Kep) dan masyarakat umum.

Dr. Ina Debora Ratu Ludji, selaku dosen pembimbing dan pendamping mahasiswa, menjelaskan perbedaan mendasar antara Active Case Finding (ACF) dan Screening TBC dalam pengendalian TBC:

ACF (Active Case Finding) adalah strategi proaktif untuk mendeteksi gejala TBC secara langsung di masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti kontak serumah pasien TBC, ODHA, warga binaan, dan masyarakat di daerah padat.

Sementara itu, screening TBC adalah proses penyaringan awal untuk menjaring individu yang berisiko atau menunjukkan gejala awal, sebelum dilakukan pemeriksaan diagnostik lanjutan.

Dalam kegiatan ini, pemeriksaan dilakukan menggunakan alat X-Ray portable milik Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Kupang, dengan dukungan tenaga dokter dan perawat profesional.

Ketua Jurusan Keperawatan, Dr. Florentianus Tat, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya:

“ACF dan screening TB paru ini sangat penting sebagai langkah awal pencegahan. Mari kita bersama-sama wujudkan eliminasi TBC di NTT pada tahun 2030. Ini bukan hanya program institusi, tapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Dr. Floren.

Sementara itu, Koordinator kegiatan, Yustinus Rindu, SKep., Ns., M.Kep, menyampaikan bahwa seluruh tahapan kegiatan telah dipersiapkan dengan matang mulai dari koordinasi dengan stakeholder hingga pelaksanaan teknis di lapangan.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara kolaboratif oleh institusi pendidikan, tenaga medis, dan masyarakat lokal. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak kasus TBC dapat ditemukan dan ditangani sejak dini, sehingga penyebarannya dapat ditekan secara signifikan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, terutama kepada Ka Merry dan tim. Semoga bermanfaat dan membawa perubahan nyata bagi kesehatan masyarakat,” tutup Koordinator ACF Simon Sani Kleden. (MI)




Poktan Wanita “Kamboja” di Bello Terima Bantuan Hand Traktor dari Kementerian Pertanian

 

Kupang,nwartapedia.com  — Kelompok Tani Wanita (Poktan) “Kamboja” yang berlokasi di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, menerima bantuan satu unit hand traktor dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Bantuan ini diharapkan dapat mendorong efektivitas dan efisiensi dalam pengolahan lahan pertanian, sekaligus meningkatkan produktivitas kelompok tani di wilayah tersebut.

Ketua Poktan Kamboja, Yohana Bistolen (50), mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari aspirasi dan perjuangan Anggota DPR RI Usman Husein, yang selama ini aktif memperjuangkan kepentingan para petani di daerah, khususnya Kota Kupang.

“Bantuan ini sangat kami butuhkan untuk mempercepat pengolahan lahan. Selama ini kami mengerjakan secara manual, yang sangat menguras tenaga dan waktu. Berkat dukungan Bapak Usman, akhirnya kami bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian,” ujar Yohana saat ditemui di Bello, Jumat (13/6/2025).

Menurut Yohana, hadirnya alat pertanian modern seperti hand traktor tidak hanya mempercepat proses pengolahan tanah, tetapi juga dapat menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja.

“Dengan alat ini, kami bisa bekerja lebih cepat dan lebih hemat. Ini sangat membantu kami untuk meningkatkan hasil pertanian dan menurunkan beban kerja para ibu-ibu,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Usman Husein, yang secara langsung menyerahkan bantuan tersebut sehari sebelumnya, Kamis (12/6/2025) di Gudang Pertanian Kayu Putih, Kota Kupang, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari peningkatan fasilitas alat dan mesin pertanian (alsintan) yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian RI.

“Kami ingin memastikan bahwa kelompok tani, terutama yang berada di daerah dengan keterbatasan alat, mendapatkan dukungan yang layak. Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengoptimalkan hasil pertanian,” ujarnya.

Bantuan hand traktor ini juga disalurkan kepada sejumlah kelompok tani lain di wilayah Kota Kupang sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap penguatan sektor pertanian lokal.

Program ini menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian dan ketahanan pangan, khususnya di Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam sektor pertanian. (goe)