SBMI DPW NTT Gelar Diskusi Desa dan Musyawarah Wilayah, Gaungkan Semangat Perlawanan terhadap TPPO

 

Kupang,nwartapedia.com — Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar dua kegiatan strategis secara bersamaan pada Sabtu (28/6/2025), bertempat di Kelurahan Naikolan, Kota Kupang.

Kegiatan ini mengusung semangat besar dalam mendorong kesadaran kolektif masyarakat mengenai migrasi aman sekaligus mengonsolidasikan arah gerakan organisasi melalui Musyawarah Wilayah.

Agenda pertama bertajuk “Diskusi Desa: Mendorong Migrasi Aman”, dibuka secara resmi oleh Lurah Naikolan.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi dan dialog antara peserta, pemangku kepentingan, dan komunitas buruh migran terkait pentingnya pemahaman mendalam tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta pentingnya perlindungan dari tingkat desa.

Agenda kedua adalah Musyawarah Wilayah SBMI DPW NTT, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting SBMI, di antaranya Dios dari SBMI Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Polseno Niron dari SBMI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Flores Timur, Ketua SBMI DPW NTT, Mery Hingi dan Calon Ketua Tunggal, Yudy Elindo Elik, S.AB

Acara yang turut disaksikan oleh sekitar 30 orang purna buruh migran ini berlangsung dalam suasana penuh semangat, aman, dan tertib.

Dalam sambutan Ketua SBMI DPW NTT, Mery Hingi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya dua kegiatan penting tersebut.

Ia menekankan bahwa kerja kemanusiaan dalam isu buruh migran bukanlah pekerjaan yang mudah, melainkan panggilan nurani yang membutuhkan keberanian dan ketulusan.

“Tidak semua orang mampu atau bersedia menempuh jalan kerja kemanusiaan. Tapi saya percaya, kalau kita bergandengan tangan, kita bisa wujudkan NTT yang bebas dari TPPO. Mari bekerja bersama demi masyarakat kita,” ujarnya.

Ia juga menggaungkan kembali semboyan perjuangan SBMI yang menjadi pengingat atas urgensi aksi kolektif: “Lawan Sekarang atau Tertindas Selamanya.”

Musyawarah Wilayah SBMI DPW NTT ini semula dijadwalkan pada tahun 2023, namun mengalami penundaan akibat keterbatasan anggaran.

Setelah dua tahun tertunda, akhirnya musyawarah berhasil dilaksanakan secara penuh dan demokratis, dengan menghasilkan keputusan penting: terpilihnya Yudy Elindo Elik, S.AB sebagai Ketua SBMI DPW NTT yang baru.

Musyawarah ini diharapkan menjadi momentum baru bagi SBMI di wilayah NTT dalam memperkuat konsolidasi gerakan, memperluas edukasi tentang migrasi aman, serta melindungi para buruh migran dan calon migran dari praktik-praktik perdagangan orang. ***




Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Pembangunan Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata

 

Kupang,nwartapedia.com  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan spiritual masyarakat dengan menyerahkan bantuan senilai Rp50 juta kepada Stasi Katolik St. Fransiskus Xaverius Naimata, Minggu pagi (29/6/2025).

Kehadirannya dalam misa bersama umat sekaligus menjadi bukti nyata kedekatan pemerintah dengan komunitas akar rumput di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Widodo menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari anggaran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Kupang, yang disalurkan kepada rumah-rumah ibadah lintas denominasi di seluruh wilayah kota.

“Terima kasih kepada Ibu Ivan Milameha dan Bapak Joni Bire dari bagian Kesra yang selalu mendampingi saya mengunjungi gereja-gereja. Tahun ini, bantuan kami sebarkan tidak hanya ke gereja Katolik dan Protestan, tetapi juga ke rumah ibadah lain. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa di tengah efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap mengutamakan belanja yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Termasuk dengan memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50% dan membatalkan pengadaan mobil dinas baru senilai Rp1,6 miliar, agar dana tersebut dapat dialihkan untuk sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.

“Membangun kota itu bukan hanya soal infrastruktur dan gedung tinggi, tetapi juga tentang membangun manusia—melalui pendidikan, kesehatan, dan menjamin rasa aman serta kenyamanan dalam beribadah. Karena itu saya dan Kakak Wakil Wali Kota menolak pengadaan mobil dinas baru, lebih baik dananya digunakan untuk rakyat,” tegasnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kelanjutan pembangunan rumah pastoral dan aula kegiatan umat di Stasi Naimata.

Sementara itu, Co Pastor Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata, Romo Frans Atamau, Pr menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan keterlibatan langsung Wali Kota dalam kehidupan umat beriman di pinggiran Kota Kupang.

Dalam sambutannya di hadapan umat, Romo Frans mengungkapkan bahwa sejak menerima kabar kedatangan Wali Kota pada malam sebelumnya, suasana hati umat telah dipenuhi sukacita. Ia menyebut kehadiran pemimpin daerah di tengah umat kecil di Naimata sebagai sesuatu yang sangat membesarkan hati.

“Kehadiran Bapak Wali Kota pagi ini sungguh menggembirakan kami. Meski pemberitahuan datang tadi malam, namun sejak pagi kami menyambut dengan penuh semangat. Ini bukan sekadar kunjungan biasa, tapi kunjungan yang menguatkan jiwa kami,” ujar Romo Frans.

Lebih lanjut, Romo Frans menyatakan bahwa dirinya tidak hendak menyampaikan banyak permintaan atau harapan, melainkan lebih memilih memberikan janji yang tulus yakni doa. Ia meyakini bahwa doa umat merupakan dukungan spiritual yang nyata bagi perjalanan dan tanggung jawab Wali Kota dalam memimpin.

“Saya tidak bisa memberikan banyak hal, tapi saya bisa menjanjikan satu hal: doa kami. Setiap pagi saya selalu mendoakan mereka yang pernah saya janjikan doa, termasuk Bapak Wali Kota. Kami mendoakan agar Bapak dan seluruh jajaran pemerintah senantiasa diberi kekuatan, rendah hati, dan ketekunan dalam pelayanan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Romo Frans berharap agar perhatian terhadap umat di Naimata dan pengembangan gereja tetap berlanjut. Ia juga memohon agar semangat kebersamaan dan kesejahteraan keluarga umat terus menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

“Semoga pertemuan ini menjadi awal yang terus menguatkan hubunganantara pemerintah dan umat. Kami percaya Tuhan akan mempersatukan dan memberkati demi kebaikan bersama,”pungkasnya. (MI)




Umat Naimata Tersentuh, Wali Kota Kupang Kembali Kunjungi dan Serahkan Bantuan Langsung

 

Kupang,nwartapedia.com  — Umat Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata menyambut dengan penuh sukacita kehadiran Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang kembali hadir di tengah-tengah mereka untuk menyerahkan bantuan secara langsung, Minggu (29/6/2025).

Kunjungan ini menjadi yang ketiga kalinya selama masa kepemimpinan Wali Kota Widodo ke stasi tersebut, yang semakin menguatkan kedekatan emosional antara pemimpin daerah dan masyarakat akar rumput.

Dalam suasana misa dan pertemuan yang penuh kekeluargaan, perwakilan umat KUB Maria Ratu Damai Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata,  Isodorus Lilijawa, menyampaikan ungkapan syukur dan rasa bangga atas perhatian berkelanjutan yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Kupang.

“Sebagai umat Stasi Naimata, saya merasa sangat bersyukur dan bahagia. Bapak Wali Kota sudah datang untuk ketiga kalinya, dan itu bukan sekadar kunjungan biasa tapi wujud kepedulian dan iman yang hidup. Beliau hadir bukan hanya untuk memberi bantuan, tetapi juga untuk menyapa, mendengar, dan melihat langsung kondisi kami,” tutur Isodorus.

Ia menilai, kehadiran Wali Kota pada hari Minggu, hari yang umumnya dihabiskan bersama keluarga, merupakan bentuk pelayanan publik yang tulus dan menginspirasi.

“Ini memberi semangat baru bagi kami, umat di sini, untuk terus mendukung program-program pemerintah seperti menjaga kebersihan lingkungan dan keterlibatan sosial lainnya,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar menerima bantuan, umat Naimata mengaku terinspirasi oleh teladan kepemimpinan yang mau turun langsung dan hadir di tengah umat.

Isodorus menegaskan, umat akan terus mendoakan dan mendukung Wali Kota dan Wakil Wali Kota agar senantiasa diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas.

“Kami percaya, esensi dari memimpin adalah melayani. Dan kami di Naimata akan selalu mendukung dan mendoakan Pak Wali agar bisa terus mewujudkan pemerintahan yang berpihak pada rakyat,” tandasnya. (MI)