Dana Operasional Cair Lebih Awal, Ketua RT Apresiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan di tingkat lingkungan dengan menyerahkan dana operasional bagi RT, RW, dan lembaga kemasyarakatan se-Kecamatan Maulafa lebih awal dari biasanya.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Kupang, Ignas Lega, di halaman Kantor Camat Maulafa, Selasa (17/6/2025), usai penutupan Pekan Pelayanan Pajak Kecamatan Maulafa.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Ignas Lega menegaskan bahwa dana operasional ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota terhadap peran penting pengurus lingkungan dalam memperkuat pelayanan publik di akar rumput.

“Kami berharap dana ini dapat mendorong semangat pelayanan serta menunjang pelaksanaan tugas-tugas RT, RW, LPM, Dasawisma, Kelurahan Siaga, dan Karang Taruna di masing-masing wilayah,” jelas Ignas.

Tahun ini, besaran dana operasional yang diterima juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rincian sebagai berikut:

Ketua RT: Rp5.750.000

Ketua RW: Rp5.500.000

Ketua LPM: Rp7.500.000

Dasawisma: Rp2.750.000

Kelurahan Siaga: Rp3.500.000

Karang Taruna: Rp4.000.000

Pencairan dana yang dilakukan lebih awal dari biasanya mendapat apresiasi dari para penerima. 

Aleks Kedo, Ketua RT 25 Kelurahan Kolhua, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan daerah.

“Tahun ini pencairan dilakukan lebih awal, yaitu pada bulan Juni dan Juli. Selain lebih cepat, jumlahnya juga meningkat. Ini menunjukkan adanya perhatian dan kinerja yang baik dari Pemerintah Kota Kupang. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Christian Widodo dan Ibu Wakil Wali Kota Serena Francis,” ungkap Aleks.

Senada, Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, menyebut dana tersebut akan sangat bermanfaat bagi berbagai program di lingkungan mereka.

“Kami akan manfaatkan dana ini untuk kegiatan sosial, pengembangan lingkungan, dan kebutuhan administrasi. Bantuan ini sangat mendukung tugas-tugas kami di masyarakat,” ujarnya.

Program penyaluran dana operasional ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan berbasis lingkungan dan pelayanan publik yang inklusif serta merata. (goe)




DPRD Kota Kupang Dukung Tambahan Anggaran untuk Transparansi Informasi Publik

 

Kupang,nwartapedia.com  – Anggota DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, S.Pd, menyatakan dukungannya terhadap usulan penambahan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang demi memperkuat pelayanan keterbukaan informasi publik.

Menurut Dance, keterbukaan informasi sangat krusial di era sekarang untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat sesuai UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Pelaksanaan undang-undang ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan lengkap terkait program pelayanan di setiap SKPD, termasuk Dikbud,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud Kota Kupang melalui Kabid  Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, mengungkapkan rencana pengajuan tambahan anggaran pada perubahan APBD 2025.

Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan akses informasi publik di lingkungan Dinas Pendidikan, guna mendukung transparansi dan akuntabilitas di sektor pendidikan dan kebudayaan.

Dengan dukungan ini, diharapkan pelayanan informasi publik di Kota Kupang semakin optimal dan masyarakat dapat lebih mudah mengakses data yang mereka butuhkan. (goe)




Ketua RT/RW Dan Ketua LPM Menilai Kota Kupang Semakin Bersih

 

Kupamg,nwartapedia.com  – Beberapa warga Kota Kupang menilai kondisi kebersihan kota semakin membaik. Hal ini terlihat dari upaya pemerintah kota dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, Bahkan Sampah plastik yang sering terlihat bertebaran di sejumlah jalan protokol mulai bersih.

Erik Nggili Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Maulafa Kota Kupang kepada media di Kabtor Camat Maulafa Selasa, (17/6-2025) di sela-sela penutupan pekan pelayanan Pajak Kota Kupang mengaku, penanagan sampah setelah serratus (100) hari kerja Walikota Cristian Widodo Dan Wakil Walikota Serena Francis sudah mulai nampak berubah dan bersih terutama Sampah plastik.

Hal menurut Nggili dirinya bisa buktikan karena sering jalan pagi di sejumlah jalan protokol nampak sudah mulai bersih terbebas dari sampah-sampah plastik. termasuk tidak ada lagi penumpukan sampah di tempat tertentu di dalam Kota Kupang, karena penanganan sudah dilakukan di tungkat RT dan Kelurahan.

“saya kira setelah serratus kerja pak Kris dan ibu Serena Kota Kupang sudah semakin bersih terutama sampah plastik tidak lagi berserakan karena penanganannya sudah dilakukan di tungkat RT dan kelurahan termasuk tidak ada lagi penumpukan di tempat penutupan sementara ini sesuatu yang bagus yang perlu terus kita masyarakat dukung agar Kota Kupang tetap bersih,” pinta Erik Nggili.

Hal sama juga diungkapkan Aleks Kedo Ketua RT 25/RW 08 Kelurahan Kolhua Kota Kupang, menurutnya sebagai warga Kota Kupang melihat penanganan sampah kali ini jauh lebih berhasil sebab terbukti sejumlah lorong dan jalan di Kota Kupang sudah mulai bersih dari sampah terutama sampah plastik.
termasuk di area pasar dan pesisir pantai. 

Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam pemilahan sampah di tungkat Kecamatan terkesan lambat, karena pemilahan belum seluruhnya dilakukan Dari rumah tanggal.
karena itu Aleks Kedo menganjurkan untuk terus mendorong masyarakat di rumah tangga agar tertip melakukan pemilahan sebelum dibawa ke tempat pengolahan di tingkat Kelurahan setempat.

“Secara umum kota Kupang sudah semakin bersih terutama tidak lagi terlihat sampah plastik berserakan di jalan-jalan utama, ini sesuatu yang baik perlu didorong terus terutama proses pemilahan sampah mesti dimulai dari rumah tangga sehingga memudahkan pengolahan di tingkat Kelurahan Dan Kecamatan,” ujar Kedoh.

Sementara itu Ketua RW 003 Kelurahan Bello Goris Takene Ketua RW 003 Kelurahan Bello Goris Takene mengharapkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam upaya penanggulangan masalah sampah di Kota Kupang.

“Karena dengan adanya kerjasama semua pihak Dan dengan adanya penanganan dari tingkat rumah tangga maka bisa dipastikan program penanganan sampah sebagaimana diharapkan, masalah sampah di Kota Kupang dapat ditangani secara komprehensif dan berkelanjutan, serta tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Kupang,” ungkap Takene.(goe)