Wakasek SMKN 2 Kupang Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis dari Pemerintah: Layak Konsumsi dan Tepat Sasaran

 

Kupang,nwartapedia.com  — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan oleh pemerintah pusat melalui SPPG Kota Lama terus menuai apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari SMKN 2 Kupang yang menjadi salah satu sekolah penerima manfaat. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Yohanis Kalvin Lomi, S.Pd., menyatakan dukungannya penuh terhadap program ini.

“Ini adalah hari keempat layanan makan bergizi di sekolah kami. Selama tiga hari sebelumnya, semua berjalan lancar tanpa hambatan. Pendistribusian makanan selalu tepat waktu,” ujar Yohanis saat ditemui di SMKN 2 Kupang pada Jumat (13/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa karena kegiatan belajar mengajar sudah selesai menyusul ujian akhir semester, maka pembagian makanan dilakukan pada pukul 10.00 WITA setiap harinya.

“Kami atur waktu pembagian menyesuaikan kondisi. Karena siswa sudah sarapan dari rumah, dan kami juga ingin memberi ruang bagi kantin sekolah agar tetap dikunjungi di pagi hari. Jadi, anak-anak bisa tetap jajan dan kantin tetap beroperasi,” jelasnya.

Yohanis menyebut selama empat hari pengamatan, makanan yang didistribusikan sangat layak konsumsi dan kandungan gizinya memenuhi standar.

Ia pun telah melakukan sosialisasi langsung ke kelas-kelas mengenai tujuan dan manfaat program ini.

“Ini bukan soal makan kenyang, tapi tentang nilai gizi. Beberapa siswa awalnya berharap porsi nasi lebih besar, tapi setelah saya jelaskan tujuannya, mereka bisa mengerti.”

Menurutnya, saat ini SMKN 2 Kupang memiliki 1.300 siswa dari kelas X dan XI yang tersebar dalam 41 rombongan belajar (21 kelas X dan 20 kelas XI).

Menjelang tahun ajaran baru, pihak sekolah menargetkan penerimaan 794 siswa baru dalam 22 rombel. Jika terpenuhi, total siswa SMKN 2 Kupang bisa mencapai lebih dari 2.000 orang.

“Kami siap berkoordinasi dengan tim SPPG Kota Lama terkait pola distribusi, terutama karena pembelajaran di SMKN 2 dibagi dalam dua shift: pagi dan sore.”

Sebagai penanggung jawab di sekolah, Yohanis memastikan pendistribusian dilakukan tertib, dengan dukungan wali kelas, serta pemberitahuan melalui grup kelas dan apel pagi. Para siswa juga diimbau membawa sendok dan air minum sendiri dari rumah.

“Kami segenap pimpinan, tenaga pendidik, dan seluruh siswa SMKN 2 Kupang menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan komitmennya melalui program makanan bergizi gratis ini,” ungkap Yohanis.

Sementara itu, Kepala SPPG Kota Lama, Respati Samiun, ditempat yang sama mengatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan makanan bergizi kepada 4 lembaga pendidikan, yakni TK St. Maria Goreti (85 siswa), SMP Katolik Geovani (287 siswa), SMA Katolik Geovani (649 siswa), dan SMKN 2 Kupang (1.300 siswa), dengan total penerima manfaat mencapai 2.361 siswa.

“Kami belum menghitung tambahan dari siswa baru yang akan masuk. Namun ke depan, jumlah itu bisa bertambah signifikan setelah penerimaan peserta didik baru di masing-masing sekolah,” ujar Respati.

Ia menegaskan bahwa program MBG ini merupakan inisiatif strategis dari pemerintah pusat yang harus dijalankan dengan serius oleh seluruh pihak.

“Saya berharap pihak sekolah dapat terus bekerja sama secara maksimal. Mari kita syukuri dan jaga amanah ini, karena ini adalah bentuk perhatian negara bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (MI




Ketua OSIS SMKN 2 Kupang Apresiasi Program Makan Siang Bergizi: Dorong Konsentrasi dan Produktivitas Siswa

 

Kupang,nwartapedia.com — SMKN 2 Kupang menjadi salah satu sekolah yang berpartisipasi dalam program makan siang bergizi gratis yang berlangsung pada Jumat, 13 Juni 2025.

Kegiatan ini digelar di lingkungan sekolah dan mendapat sambutan positif dari siswa dan guru.

Ricoh Cristian Liwe, Ketua OSIS SMKN 2 Kupang dari kelas X DPIB 2, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas program ini.

Menurutnya, makanan bergizi yang disediakan sangat membantu siswa dalam menunjang proses belajar mereka di sekolah.

“Program makanan bergizi gratis ini sangat baik, terutama bagi siswa-siswa kami. Makanan ini mampu mendukung kinerja kami dalam belajar karena kandungan gizinya lengkap  mulai dari sayur, buah, hingga daging. Ini sangat bermanfaat, apalagi saat kami sedang menjalani pelajaran yang padat,” ujar Ricoh.

Meski demikian, Ricoh juga menyoroti pentingnya perluasan program agar lebih banyak siswa bisa menerima manfaatnya.

“Saat ini masih ada siswa yang belum kebagian. Kami berharap ke depan jumlah penerima bisa ditambah. Terima kasih kepada SPPG Kota Lama dan tentunya kepada pemerintah, khususnya Bapak Prabowo, karena berkat dukungan beliau program ini dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Muri Deo Soter Bengu, siswa kelas X TKR-2, turut menyampaikan pandangannya.

“Saat belajar, kami butuh asupan makanan yang cukup agar bisa meningkatkan konsentrasi. Terima kasih kepada pemerintah dan tim SPPG Kota Lama atas program ini.”

Tidak hanya dari siswa, apresiasi juga datang dari para guru. Ronald Seseli, Wali Kelas X TKR-2, mengungkapkan bahwa program makan gratis ini memberikan dampak positif terhadap semangat dan kesehatan siswa.

“Kami bersyukur program ini dijalankan dengan baik. Makanan yang disediakan membantu meningkatkan produktivitas dan energi siswa di sekolah. Mereka bisa lebih fokus dalam belajar dan kesehatannya juga lebih terjaga. Harapannya, program ini dapat terus berlanjut dengan kualitas makanan yang tetap terjaga,” jelas Ronald.

Program makan siang bergizi ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan dasar siswa, khususnya asupan gizi yang baik selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. (MI)




Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar ACF dan Screening TB Paru untuk Wujudkan Eliminasi TBC 2030

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pembukaan Active Case Finding (ACF) dan Screening TBC Paru, sebagai bagian dari upaya pengendalian dan eliminasi TBC di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini berlangsung di wilayah Kelurahan Naioni dan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Keperawatan Dr. Florentianus Tat, SKp., M.Kes.

Pembukaan kegiatan diawali sambutan oleh Koordinator ACF Simon Sani Kleden, SKep., Ns., M.Kep, yang menyampaikan pentingnya penemuan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat sebagai strategi mendukung program nasional eliminasi TBC tahun 2030.

Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Ketua Prodi Sarjana Terapan Keperawatan, Yoani M.V.B Aty, SKep., Ns., M.Kep, Perwakilan dari Puskesmas, Babinkamtibmas, Kelurahan Naioni, Ketua RT/RW.

Hadir pula Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang antara lain :Dr. Ina Debora Ratu Ludji, SKp., M.Kes, Dr. Emiliana Erningwati Akoit, SKep., Ns., M.Kep. Yustinus Rindu, SKep., Ns., M.Kep, Aben B.Y. Romana, SKep., Ns., M.Kep, Fransiskus S. Onggang, SKep., Ns., M.Sc, Sabinus Kedang, SKep., Ns., M.Kep, Yulianti K. Banhae, SKep., Ns., M.Kep, Trivonia Sri Nurwela, SKep., Ns., M.Kep, Domianus Namuwali, SKep., Ns., M.Kep, Yane Leo Mangi, SKep., Ns., M.Kep, Fitri Handayani, SKep., Ns., M.Kep, Rini Pujiyanti, SKep., Ns., M.Kep

Kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa Program Sarjana Terapan Keperawatan (S.Tr.Kep) dan masyarakat umum.

Dr. Ina Debora Ratu Ludji, selaku dosen pembimbing dan pendamping mahasiswa, menjelaskan perbedaan mendasar antara Active Case Finding (ACF) dan Screening TBC dalam pengendalian TBC:

ACF (Active Case Finding) adalah strategi proaktif untuk mendeteksi gejala TBC secara langsung di masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti kontak serumah pasien TBC, ODHA, warga binaan, dan masyarakat di daerah padat.

Sementara itu, screening TBC adalah proses penyaringan awal untuk menjaring individu yang berisiko atau menunjukkan gejala awal, sebelum dilakukan pemeriksaan diagnostik lanjutan.

Dalam kegiatan ini, pemeriksaan dilakukan menggunakan alat X-Ray portable milik Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Kupang, dengan dukungan tenaga dokter dan perawat profesional.

Ketua Jurusan Keperawatan, Dr. Florentianus Tat, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya:

“ACF dan screening TB paru ini sangat penting sebagai langkah awal pencegahan. Mari kita bersama-sama wujudkan eliminasi TBC di NTT pada tahun 2030. Ini bukan hanya program institusi, tapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Dr. Floren.

Sementara itu, Koordinator kegiatan, Yustinus Rindu, SKep., Ns., M.Kep, menyampaikan bahwa seluruh tahapan kegiatan telah dipersiapkan dengan matang mulai dari koordinasi dengan stakeholder hingga pelaksanaan teknis di lapangan.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara kolaboratif oleh institusi pendidikan, tenaga medis, dan masyarakat lokal. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak kasus TBC dapat ditemukan dan ditangani sejak dini, sehingga penyebarannya dapat ditekan secara signifikan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, terutama kepada Ka Merry dan tim. Semoga bermanfaat dan membawa perubahan nyata bagi kesehatan masyarakat,” tutup Koordinator ACF Simon Sani Kleden. (MI)




Poktan Wanita “Kamboja” di Bello Terima Bantuan Hand Traktor dari Kementerian Pertanian

 

Kupang,nwartapedia.com  — Kelompok Tani Wanita (Poktan) “Kamboja” yang berlokasi di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, menerima bantuan satu unit hand traktor dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Bantuan ini diharapkan dapat mendorong efektivitas dan efisiensi dalam pengolahan lahan pertanian, sekaligus meningkatkan produktivitas kelompok tani di wilayah tersebut.

Ketua Poktan Kamboja, Yohana Bistolen (50), mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari aspirasi dan perjuangan Anggota DPR RI Usman Husein, yang selama ini aktif memperjuangkan kepentingan para petani di daerah, khususnya Kota Kupang.

“Bantuan ini sangat kami butuhkan untuk mempercepat pengolahan lahan. Selama ini kami mengerjakan secara manual, yang sangat menguras tenaga dan waktu. Berkat dukungan Bapak Usman, akhirnya kami bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian,” ujar Yohana saat ditemui di Bello, Jumat (13/6/2025).

Menurut Yohana, hadirnya alat pertanian modern seperti hand traktor tidak hanya mempercepat proses pengolahan tanah, tetapi juga dapat menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja.

“Dengan alat ini, kami bisa bekerja lebih cepat dan lebih hemat. Ini sangat membantu kami untuk meningkatkan hasil pertanian dan menurunkan beban kerja para ibu-ibu,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Usman Husein, yang secara langsung menyerahkan bantuan tersebut sehari sebelumnya, Kamis (12/6/2025) di Gudang Pertanian Kayu Putih, Kota Kupang, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari peningkatan fasilitas alat dan mesin pertanian (alsintan) yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian RI.

“Kami ingin memastikan bahwa kelompok tani, terutama yang berada di daerah dengan keterbatasan alat, mendapatkan dukungan yang layak. Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengoptimalkan hasil pertanian,” ujarnya.

Bantuan hand traktor ini juga disalurkan kepada sejumlah kelompok tani lain di wilayah Kota Kupang sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap penguatan sektor pertanian lokal.

Program ini menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian dan ketahanan pangan, khususnya di Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam sektor pertanian. (goe)




Direktorat SMP Kemendikdasmen Monitoring Program Pendidikan Kesetaraan di PKBM Bintang Timur Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan kunjungan monitoring ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Timur, yang berlokasi di Jalan Sanjuan 1, Penfui Timur, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kunjungan ini dipimpin oleh Ibu Henny bersama tim dari Direktorat SMP, didampingi oleh Ibu Agustin dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT serta Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, Ibu Henny menyampaikan bahwa tujuan monitoring ini adalah untuk melihat langsung pelaksanaan program pendidikan kesetaraan, khususnya Paket B yang setara jenjang SMP, yang diselenggarakan oleh PKBM Bintang Timur.

“Monitoring ini menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan program. Kami ingin melihat langsung bagaimana proses pembelajaran berjalan dan bagaimana dampaknya bagi warga belajar,” jelas Henny.

Ia juga mengapresiasi komitmen dan pencapaian PKBM Bintang Timur yang dinilai berhasil mendukung program wajib belajar 13 tahun serta percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di daerah.

“Direktorat SMP Kemendikbudristek sangat mengapresiasi dedikasi dan perjuangan PKBM Bintang Timur dalam membuka akses layanan pendidikan kesetaraan bagi anak-anak yang belum terjangkau pendidikan formal,” tambahnya.

Selama kegiatan monitoring, tim Direktorat SMP juga berdialog langsung dengan warga belajar Paket B serta para tutor yang mengajar di PKBM tersebut. Dialog ini menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi dan memahami tantangan yang dihadapi di lapangan.

Dewan Pendiri PKBM Bintang Timur, Polikarpus Do, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kemendikbudristek.

“Kami merasa terhormat dengan kunjungan ini. Semoga menjadi energi baru bagi seluruh keluarga besar PKBM Bintang Timur untuk terus berupaya menjangkau lebih banyak Anak Tidak Sekolah di NTT,” ujar Polikarpus.

Ia menegaskan bahwa PKBM Bintang Timur akan terus berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya dan mendukung program wajib belajar 13 tahun sebagai langkah konkret membangun masa depan generasi muda Nusa Tenggara Timur.

(goe)




Program MBG Kota Kupang Disambut Antusias, Siswa SMA Katolik Geovani Senang Bisa Hemat Uang Jajan

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat kini mulai berjalan di Kota Kupang. Di Kecamatan Kota Lama, sasaran program ini mencakup peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/sederajat.

Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi anak dan mencegah kasus stunting di kalangan pelajar.

Salah satu sekolah yang telah menerima manfaat dari program MBG adalah SMA Katolik Geovani Kupang.

Antusiasme peserta didik terlihat jelas. Banyak dari mereka merasa senang karena selain mendapat makanan sehat, mereka juga bisa menghemat uang jajan harian.

Kepala SMA Katolik Geovani Kupang, Rm. Drs. Stefanus Mau, Pr., menyampaikan bahwa hari ini sekolah kembali menerima menu makanan dari Badan Gizi Nasional.

Dalam pelaksanaannya, sekolah bertugas menyiapkan tempat, mengatur jalannya distribusi makanan, dan memastikan siswa mematuhi aturan.

Termasuk di dalamnya, menyiapkan menu khusus bagi siswa yang memiliki alergi makanan tertentu.

“Makanan yang disajikan sudah sesuai dengan takaran gizi yang ditentukan. Siswa juga diharapkan menghabiskan makanan yang diberikan, karena meskipun menunya sederhana dan berbeda dari yang biasa mereka makan di rumah atau restoran, semua sudah memenuhi standar gizi yang ketat,” jelas Rm. Stefanus.

Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mengenalkan berbagai jenis makanan dan buah-buahan kepada para peserta didik.

Bila terdapat keluhan terkait makanan, pihak sekolah siap menerima laporan dari siswa untuk diteruskan ke penyedia makanan.

“Dari tahap pertama ini, respons siswa sangat positif. Bahkan ada yang bilang porsinya kurang karena rasanya enak dan mereka menghabiskan semuanya,” tambahnya.

Jumlah siswa penerima manfaat MBG di SMA Katolik Geovani Kupang tahap pertama ini mencapai 690 siswa kelas 10 dan 11.

Ucapan terima kasih juga disampaikan pihak sekolah kepada pemerintah, khususnya kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Wakil Presiden, dan Badan Gizi Nasional atas perhatian dan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan gizi anak-anak Indonesia melalui program ini.

Sementara itu, Guru Pendamping MBG, Marini Faujizen Djelil, S.Pd., menjelaskan bahwa proses distribusi makanan di sekolah berjalan dengan rapi dan bersih.

Setiap piring yang telah digunakan diperiksa dan dicuci sebelum digunakan kembali. Menu pada tahap pertama mencakup ayam, tempe, dan sayur—yang mendapatkan sambutan hangat dari para siswa.

Program MBG ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu upaya nyata dalam mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. (MI)




Lepas 563 Siswa PAUD Oebobo, Wali Kota Kupang: Anak Adalah Cahaya Harapan dan Masa Depan

 

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan pesan penuh makna tentang pentingnya pendidikan anak usia dini dalam membangun masa depan Kota Kupang.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara pelepasan 563 anak dari 37 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Oebobo yang berlangsung di Aula El Tari, Jumat (13/6/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa anak-anak merupakan simbol harapan dan penerus pembangunan di masa depan.

“Hari ini bukan sekadar acara pelepasan. Ini adalah tonggak awal dari sebuah perjalanan panjang. Saya ucapkan selamat kepada anak-anak semua. Kalian telah menyelesaikan satu tahap penting dalam hidup dan siap melangkah ke masa depan yang lebih cerah. Kalian adalah harapan, cahaya, dan masa depan Kota Kupang,” ujar Wali Kota Christian.

Wali Kota juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) serta para guru PAUD yang telah dengan sabar membimbing dan membentuk karakter anak-anak sejak usia dini.

“Terimalah rasa hormat saya kepada Himpaudi dan para guru. Teruslah berkarya membangun generasi emas. Saya percaya setiap anak adalah titipan Tuhan yang harus kita rawat, didik, dan lindungi dengan sepenuh hati. Pendidikan usia dini adalah pondasi, bukan hanya untuk kecerdasan, tetapi juga untuk membentuk karakter, nilai, dan akhlak mulia,” tambahnya.

Acara ini turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari para siswa PAUD dan dihadiri oleh para orang tua, tenaga pendidik, serta pejabat dari lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Suasana haru dan bahagia menyelimuti momen pelepasan yang menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang anak-anak sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. (MI)

 




Hari Ini, Jadwal Penerimaan Murid Baru Online Kota Kupang Ditutup

 

Kupang,nwartapedia.com — Proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara online di Kota Kupang untuk tahun ajaran 2025/2026 resmi ditutup hari ini, Jumat (13/6).

Sejak dibuka hingga hari penutupan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang mencatat sedikitnya 130 aduan dari masyarakat, yang sebagian besar terkait penolakan sistem karena pendaftar berada di luar zonasi.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, mengimbau para orang tua agar mentaati Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB, khususnya dalam hal pendaftaran sesuai domisili.

Hal ini penting guna menghindari penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah favorit dan memastikan distribusi yang merata.

“Secara online, hari ini SPMB resmi ditutup. Namun, proses penerimaan secara offline di sekolah-sekolah masih berlangsung. Karena itu, kami mengingatkan kembali kepada orang tua calon murid untuk mengikuti Juknis dan mendaftar sesuai zonasi tempat tinggal,” ujar Okto kepada media.

Ia menegaskan bahwa sistem zonasi merupakan bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan, sekaligus menjamin kuota di setiap sekolah dapat dikelola secara proporsional.

Di Kota Kupang, terdapat 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan 29 Sekolah Dasar (SD) Negeri yang terlibat dalam proses SPMB tahun ini. Terdapat tiga jalur utama dalam penerimaan siswa baru, yaitu:

  1. Jalur Zonasi – berdasarkan jarak tempat tinggal calon siswa ke sekolah tujuan,
  2. Jalur Afirmasi – diperuntukkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu atau penyandang disabilitas,
  3. Jalur Prestasi – ditujukan bagi siswa dengan pencapaian akademik atau non-akademik.

“Dengan sistem yang transparan dan terintegrasi ini, kami berharap semua anak di Kota Kupang mendapat kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan yang berkualitas. Bagi calon siswa yang belum tertampung di sekolah negeri, masih tersedia pilihan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang juga telah dijamin dan diakui oleh negara,” tutup Okto. (goe)

 




Wali Kota Kupang Minta BPC HIPMI Periode 2025–2028 Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

 

Kupang nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan pentingnya peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Kupang Periode 2025–2028 yang digelar di Hotel Harper Kupang, Kamis (12/6).

Pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris BPD HIPMI Provinsi NTT, Wilson Liyanto, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan resmi oleh Ketua BPD HIPMI NTT, Muhamad Iksan Darwis.

Adapun susunan pengurus baru BPC HIPMI Kota Kupang periode 2025–2028 yaitu:

Ketua Umum: Randy Fransisco

Sekretaris Umum: Angga Yuniardi Pratama

Wakil Ketua Umum I: Jason Thumun Pitoby

Wakil Ketua Umum II: Michael Tamara

Bendahara Umum: Aloysius Guan Gewa Seso

Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih Randy Fransisco menekankan pentingnya kolaborasi antar anggota dan dengan pemerintah.

“HIPMI bukan hanya milik saya, tapi untuk kita semua. Kita akan memperkuat HIPMI agar mampu mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh,” ujarnya.

Randy juga menegaskan komitmen BPC HIPMI Kota Kupang untuk melanjutkan berbagai program unggulan sebelumnya, termasuk forum bisnis antarnegara dan program HIPMI Go to Campus.

“Kami siap memperkenalkan produk UMKM lokal hingga ke mancanegara dan mendukung seluruh kebijakan Pemkot Kupang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI NTT, Muhamad Iksan Darwis, menyampaikan apresiasi kepada pengurus lama serta harapan besar terhadap pengurus baru. “

Sudah ada kader HIPMI yang menjadi Wali Kota dan Ketua DPRD. Artinya, HIPMI ini organisasi strategis. Kita butuh lebih banyak pengusaha muda, maka kolaborasi dengan pemerintah adalah kunci,” katanya.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo yang turut hadir mengungkapkan kedekatannya secara pribadi dengan HIPMI.

“HIPMI ini rumah saya juga. Saya tahu betul dinamika di dalamnya. Maka saya minta, rangkul semua, libatkan semua. Jadikan HIPMI sebagai mitra strategis Pemkot Kupang,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa keberadaan HIPMI harus memberikan manfaat nyata.

“Kita berkumpul di HIPMI bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” tutupnya. (MI)