Lomba Tangkap Lele di TBM Gading Taruna: Rayakan Hari Lingkungan Hidup dan Idul Adha dengan Semangat Kebersamaan

 

Kupang,nwartapedia.com  – Suasana riuh penuh tawa terdengar dari halaman Taman Baca Masyarakat (TBM) Gading Taruna di Kelurahan Bello, Kota Kupang, pada Kamis, 6 Juni 2025.

Anak-anak tampak antusias berlomba menangkap lele dalam kolam terpal kecil yang disiapkan oleh pengelola TBM. Bukan sekadar perlombaan seru,

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Raya Idul Adha 1446 H, dua momentum penting yang dirayakan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Goris Takene, pengelola TBM Gading Taruna sekaligus ASN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan menghibur anak-anak, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang nilai kebersamaan, gotong royong, dan kesadaran lingkungan.

“Pemilihan momen Idul Adha bukan hanya tentang ritual kurban, tapi juga sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Sedangkan Hari Lingkungan Hidup menjadi pengingat bahwa kita semua punya tanggung jawab menjaga alam tempat kita hidup,” ujar Goris.

Lomba tangkap lele ini diikuti oleh anak-anak yang rutin mengunjungi TBM untuk membaca dan belajar. Mereka belajar bekerja sama, saling membantu, dan yang terpenting: bersenang-senang dengan cara yang mendidik.

Kolam-kolam kecil yang disiapkan menjadi ajang melatih ketangkasan, sekaligus ruang edukasi tentang pentingnya mencintai alam, air, dan makhluk hidup.

“Kami ingin anak-anak menyalurkan energi mereka ke hal yang positif, sekaligus menyerap nilai-nilai penting tanpa harus merasa sedang ‘belajar’. Ini adalah pendidikan karakter dalam bentuk yang menyenangkan,” tambah Goris.

Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TBM dan warga sekitar. Banyak orang tua hadir untuk menyemangati anak-anak, sementara para relawan dan pengurus TBM turut membantu jalannya lomba dengan penuh antusias.

Goris berharap, kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk memanfaatkan hari besar keagamaan dan peringatan lingkungan dengan cara kreatif dan bermakna.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Dengan melibatkan mereka dalam kegiatan positif, kita sedang menanamkan semangat kepedulian, kerja sama, dan cinta lingkungan yang akan tumbuh bersama mereka,” tutupnya. (Goe)




Ziarah Iman WKRI Paroki St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua Kupang: Melayani dalam Diam, Mencintai dalam Doa

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Di tengah hembusan angin dan keheningan alam Fulanfehan, langkah-langkah penuh makna dari para anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua menapaki tanah ziarah dengan hati yang menyala oleh cinta.

Ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi sebuah pulang ke dalam batin yang terdalam, tempat Tuhan hadir dalam sunyi dan kasih menemukan bentuknya yang paling murni: pelayanan dalam keheningan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa anggota WKRI bukan hanya hadir dalam kegiatan-kegiatan liturgis gereja, tetapi juga menjelma sebagai cahaya kecil di banyak ruang kehidupan umat.

Mereka hadir dalam dapur pelayanan, ruang-ruang diskusi komunitas, rumah-rumah sakit, hingga lorong-lorong yang jarang tersentuh, menjadi pelita yang tak padam meski dalam gelap.

“Ziarah ini menjadi momentum kontemplasi yang menghidupkan kembali semangat kami untuk terus melayani, bahkan ketika dunia tidak melihat,” ujar salah satu peserta dengan mata yang berkaca-kaca.

Di bukit sunyi dan langit yang luas, para peziarah mendengarkan ulang bisikan kasih dari Sang Pencipta, menyadari kembali bahwa tugas pelayanan bukanlah beban, melainkan rahmat yang dipercayakan kepada hati-hati yang terbuka.

Mereka merenungkan kata-kata Santo Fransiskus dari Assisi, pelindung paroki mereka:

“Mulailah dengan melakukan apa yang perlu, lalu apa yang mungkin; dan kelak engkau akan melakukan yang tidak mungkin.” Kalimat itu menjadi napas bagi langkah mereka yang tak hanya berjalan di bumi, tetapi juga menapak di dalam jiwa, menuju kedalaman iman dan cinta.

Romo Kondradus dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas semangat WKRI yang terus konsisten menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial dan rohani.

“Terima kasih atas pengorbanan dan catatan indah yang ditorehkan bagi WKRI Paroki kita. Pergi dengan sukacita dan pulang dengan tetap membawa sukacita,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Ketua WKRI DPC Assisi, Ketua Panitia, serta seluruh sahabat hati dan tim yang telah menjalin kebersamaan dalam perjalanan rohani ini.

“Semoga sukacita yang kami alami dalam ziarah ini juga mengalir dalam tugas pelayanan kami di tengah keluarga dan masyarakat,” tambah salah satu pengurus.

Ziarah iman ini menegaskan bahwa pelayanan sejati tidak selalu diukur dari besar kecilnya peran, tetapi dari kesetiaan dalam melayani dengan cinta. WKRI Paroki BTN Kolhua telah menorehkan kisah indah.

Kisah tentang kasih yang bekerja dalam diam, tentang tangan seorang ibu yang tak lelah membasuh luka dunia dengan ketulusan.  (RD Dus)