Bakti Nusa Tenggara Distribusikan 46 Sapi dan 151 Kambing Kurban di NTT Tahun 2025

 

 

Kupang,nwartapedia.com  — Koordinator Bakti Nusa Tenggara (BNT), Joko A. Susilo, menyampaikan bahwa kegiatan kurban tahunan yang dilaksanakan oleh lembaga tersebut kembali digelar secara masif di berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikannya kepada media ini di Pondok Pesantren Batakte pada Kamis (6/6/2025).

Menurut Joko, sejak tahun 2012 hingga 2025, BNT secara konsisten menggelar kurban setiap tahun, dengan dukungan donatur perorangan maupun lembaga nasional.

Untuk tahun ini, BNT berhasil menghimpun dan mendistribusikan 46 ekor sapi dan 151 ekor kambing ke delapan kabupaten/kota, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Malaka, Belu, Flores Timur, Lembata, dan Ende.

“Untuk Kota Kupang sendiri, kami targetkan penyembelihan sebanyak 12 ekor sapi dan sekitar 130 ekor kambing. Hewan kurban ini akan didistribusikan ke seluruh kelurahan di Kota Kupang, masing-masing kelurahan menerima sekitar 20 paket daging, dengan jumlah per paket antara 60 hingga 100 sesuai data kebutuhan yang kami terima,” jelas Joko.

Ia juga menambahkan bahwa semua hewan kurban diproses dan dikemas dalam bentuk paket daging siap distribusi.

Untuk efisiensi dan koordinasi, pelaksanaan penyembelihan hewan di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang digabung di satu lokasi.

“Distribusi dilakukan terpusat di sini, agar lebih mudah dikoordinasikan. Data-data dari masing-masing wilayah kami kumpulkan dan kami informasikan kepada perwakilan untuk mengambil jatah masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan,” katanya.

Joko menjelaskan, pelaksanaan kurban oleh BNT biasanya berlangsung selama empat hari.

Hari Kamis (6/6) menjadi hari pertama penyembelihan, dan akan berlanjut hingga hari Senin.

“Hari ini kami targetkan 12 sapi dan seluruh kambing yang sudah terdata rampung dipotong. Tapi biasanya masih ada tambahan hewan hingga hari terakhir, jadi kami standby untuk penyesuaian dan penambahan kuota,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa penggalangan dana untuk kurban dilakukan melalui donasi terbuka oleh yayasan, serta dukungan dari berbagai lembaga mitra seperti Human Initiative (pusat Jakarta), Easy One Indonesia, dan beberapa lembaga sosial lainnya.

Terkait jumlah hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya, Joko menyatakan masih dinamis.

“Tahun lalu total sapi yang terkumpul 54 ekor, sedangkan tahun ini baru 46. Untuk kambing, tahun lalu mencapai 200 ekor, saat ini baru 151. Namun angka ini bisa terus bertambah hingga hari terakhir,” ujarnya.

Penyaluran daging kurban oleh BNT juga dilakukan secara merata, bukan hanya melalui masjid, tetapi juga langsung ke kantor kelurahan dan desa berdasarkan permintaan dan data pengajuan dari masyarakat.

Kegiatan tahunan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dari Bakti Nusa Tenggara dan para donatur, dengan harapan memperkuat solidaritas dan semangat berbagi di tengah masyarakat NTT.




Mahasiswa UCB Kupang Gelar Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Bagi Siswa SD

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Sebanyak 900 mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Nusa Tenggara Timur, memulai kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang.

Kegiatan ini berlangsung sejak 5 Juni hingga 5 Agustus 2025 dan merupakan bagian dari program praktik kerja lapangan (PKL) yang terintegrasi dalam mata kuliah Promosi Kesehatan.

Kampanye tersebut secara resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dalam sebuah upacara seremonial di halaman belakang kantor dinas, Kamis pagi (5/6/2025).

Turut hadir dalam acara itu, Pj Sekda Kota Kupang Ignas Lega, Asisten III Setda Kota Kupang Januar Edi Dally, Kabid Pendidikan Dasar Okto Naitboho, Ketua Prodi Kesehatan UCB, serta Kepala LP3M UCB Kupang.

Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UCB Kupang, Vinsen Making, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa mahasiswa akan menyasar siswa kelas III hingga kelas V dari 149 SD di Kota Kupang.

Mereka tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga berperan sebagai mentor dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.

“Program ini berbasis hasil riset yang menunjukkan tren peningkatan penyakit tidak menular, sehingga kami mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang membina siswa, guru, serta komunitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara mandiri,” ujar Vinsen Making.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Kota Kupang Ignas Lega menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam menjalankan tugas tersebut. Ia berharap para mahasiswa bisa menjadi inspirasi dan agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kerjakanlah setiap tugas dengan hati dan tetap jalin kolaborasi dengan semua pihak,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang melalui Kabid Dikdas, Okto Naitboho, menjelaskan bahwa seluruh sekolah di Kota Kupang telah melaksanakan instruksi Walikota Kupang terkait pengelolaan sampah dan pendidikan lingkungan.

Salah satu contohnya adalah penyediaan tempat sampah terpilah untuk mendidik siswa sejak dini mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya.

“Seluruh satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan telah secara aktif menggelar edukasi dan kampanye PHBS sebagai dukungan terhadap program Pemerintah Kota,” pungkas Okto.

Dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen promosi kesehatan, diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat dapat ditanamkan sejak dini kepada siswa sekolah dasar, guna membentuk generasi muda yang sehat dan peduli lingkungan. (Goe)