Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemkot Kupang Gelar Kerja Bakti Massal

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, Wali Kota Kupang dr. Cristian Widodo menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintah Kota Kupang untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti massal pada Kamis pagi (5/6), mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WITA.

Instruksi tersebut disampaikan melalui rilis resmi di grup WhatsApp Pemerintah Kota Kupang, yang mengatur pelaksanaan kerja bakti di sejumlah titik jalan utama sesuai dengan pembagian lokasi yang telah ditentukan.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan perangkat daerah, tetapi juga seluruh camat dan lurah se-Kota Kupang, Direktur RSUD S.K. Lerik, Kepala UPT SD dan SMP, serta Direktur Perusahaan Umum Daerah Kota Kupang. Seluruh ASN, PTT, pelajar, mahasiswa, dan warga juga diwajibkan untuk turut serta dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Menindaklanjuti instruksi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, menyatakan pihaknya telah mengarahkan seluruh kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMP, baik negeri maupun swasta, untuk menggelar kerja bakti di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

“Kami sudah menghimbau semua kepala sekolah, baik negeri maupun swasta dari TK sampai SMP, untuk mulai besok melaksanakan kerja bakti massal di area sekolah masing-masing, dengan radius 100 meter, guna memungut dan memilah sampah sesuai jenisnya,” jelas Okto.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung perlindungan lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan indah, terutama di lingkungan sekolah.

Diharapkan, kerja bakti ini dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama menjaga bumi, dimulai dari lingkungan sekitar.

(goe)




Program Bangun Karya Resmi Ditutup: Kolaborasi BPOM, Pemprov NTT, dan Bentoel Group Perkuat UMKM Daerah

 

Kupang nwartapedia.com  –  Program Bangun Karya, hasil kolaborasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bentoel Group, resmi ditutup dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang.

Program yang merupakan bagian dari kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa ini telah berjalan sejak Mei 2024 dan berhasil memberikan pendampingan intensif kepada 10 pelaku UMKM di sektor pangan olahan, kosmetik, dan obat tradisional.

UMKM binaan tersebar di empat kabupaten/kota prioritas: Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, dan Alor.

Salah satu capaian utama dari program ini adalah pembangunan rumah produksi sesuai standar Good Manufacturing Practices (GMP), yang mempercepat proses perizinan dari BPOM RI. Selain itu, lebih dari 300 warga dan pelaku usaha mikro telah mendapatkan edukasi tentang penerapan praktik produksi yang baik.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi sektor swasta dan regulator nasional dalam penguatan ekonomi lokal.

“Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat mampu menjawab tantangan konkret di lapangan. Kita mulai dari desa, dari pelaku UMKM kecil, untuk membangun NTT yang berdaya saing dan siap menghadapi pasar global,” ujar Gubernur Melki.

“Semangat ini sejalan dengan program One Village, One Product (OVOP) yang baru kami luncurkan sebagai bagian dari transformasi ekonomi desa.”

Plh. Kepala BPOM RI, Irjen Pol. Dr. Jayadi, menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen mendorong pelaku usaha kecil untuk patuh terhadap regulasi, sekaligus tumbuh secara berkelanjutan.

“Legalitas bukan hanya soal izin, tapi juga jaminan mutu bagi masyarakat. BPOM sangat mendukung inisiatif seperti Bangun Karya yang mampu meningkatkan kapasitas UMKM secara nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, Dian Widyanarti, menyampaikan bahwa keterlibatan sektor industri dalam pembangunan UMKM adalah bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.

 “Melalui Bangun Karya, kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang. Program ini kami rancang tidak hanya untuk mendidik, tetapi juga membekali secara praktis, termasuk pendampingan fasilitas produksi sesuai standar BPOM,” tutur Dian.

Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah terus mendukung keberlanjutan industri tembakau yang menurutnya memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi nasional, penyerapan tenaga kerja, serta pengembangan ekonomi kerakyatan.

Acara penutupan diwarnai dengan penayangan dokumentasi perjalanan program, pemberian apresiasi kepada 10 UMKM terbaik, serta sesi ramah tamah antara para pemangku kepentingan. Program Bangun Karya diharapkan dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan UMKM berbasis inovasi dan regulasi di berbagai daerah Indonesia. (MI)




Gubernur NTT: Bangun Karya Jadi Contoh Kolaborasi UMkM, Saatnya NTT Produksi dan Konsumsi Sendiri

 

Kupang,nwartapedia.com  – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan UMKM lokal, dalam sambutannya pada acara penutupan Program Bangun Karya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Plh. Kepala BPOM RI Irjen Pol. Dr. Jayadi, jajaran Pemprov NTT, Bupati Alor, TTS, TTU, Kabupaten Kupang, Sekda Kota Kupang, serta berbagai pemangku kepentingan daerah dan nasional.

Gubernur Melki menyampaikan bahwa ide awal program ini sudah ia dorong sejak masih menjadi anggota DPR RI. Kini sebagai gubernur, ia merasa bersyukur karena sinergi antara BPOM RI, Pemprov NTT, dan Bentoel Group berhasil diwujudkan dan memberikan dampak konkret bagi penguatan UMKM di daerah.

“60% dari PDB nasional berasal dari UMKM, dan mereka menyerap 97% tenaga kerja Indonesia. Ini luar biasa. UMKM tetap jalan, meski terkendala infrastruktur, regulasi, akses permodalan, dan SDM,” ungkap Gubernur Melki.

Ia menyebut bahwa program ini hanyalah awal. Dengan dukungan pemerintah pusat dan kepala daerah, ia optimis bahwa inisiatif serupa akan diperluas, termasuk dalam sektor air minum dalam kemasan, produk lokal, dan pangan olahan.

 “Kami ingin setiap kabupaten punya produk air minum sendiri. Daripada beli dari luar, lebih baik produksi sendiri, pakai sendiri. Kalau perlu, kita dirikan pabrik plastik di sini,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Gubernur juga mengungkap fakta menarik dari data Bank Indonesia bahwa NTT mengalami defisit perdagangan hingga Rp51 triliun karena konsumsi barang dari luar. Namun, menurutnya, angka ini justru membuka peluang substitusi produk dari dalam NTT sendiri.

 “Air mineral, makanan, kosmetik, obat tradisional—semua bisa kita produksi di sini. Kita bisa ambil 10% saja dari nilai impor barang itu, putar Rp5 triliun ke ekonomi lokal. Itu sudah sangat berdampak,” jelasnya.

Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan pertama 2025 justru meningkat meski ada efisiensi belanja publik, berkat pertumbuhan sektor pertanian dan usaha lokal. Ia menyebutnya sebagai bukti bahwa ekonomi rakyat bisa tumbuh tanpa hanya bergantung pada belanja pemerintah.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Bank NTT akan menyalurkan tambahan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1 triliun yang akan disalurkan ke UMKM daerah untuk mendukung program One Village, One Product (OVOP) yang baru saja diluncurkan. Pendampingan akan terus dilakukan untuk menghindari kredit macet.

“Kita pastikan semua desa dan kelurahan punya produk unggulan. Jangan lagi kita tergantung dari luar. Kita produksi sendiri, beli sendiri, dan pakai sendiri. Itu ekonomi berdaulat,” tegas Gubernur.

Program Bangun Karya sendiri telah mendampingi 10 UMKM terpilih di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, dan Alor, dan membangun rumah produksi berstandar BPOM. Selain itu, lebih dari 300 warga telah mendapatkan edukasi soal keamanan produk dan regulasi usaha.

Acara penutupan turut dimeriahkan dengan pameran produk, penyerahan penghargaan kepada UMKM, serta diskusi ringan antara peserta dan tokoh lintas sektor. (MI)




BPJS Kesehatan Kupang Sosialisasikan Program JKN Berkualitas demi Indonesia Sehat

 

Kupang,nwartapedia.com  — BPJS Kesehatan Cabang Kupang menggelar kegiatan Media Gathering dengan tema “JKN untuk Semua: BPJS Kesehatan Berkualitas Wujudkan Indonesia Semakin Sehat” yang berlangsung di Aula Kantor BPJS Kesehatan Kupang, Rabu (4/6/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Ario Trisaksono, dan dihadiri oleh perwakilan media massa lokal.

Dalam paparannya, Ario menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Program JKN adalah bentuk gotong royong sesama peserta. Ketika satu orang sakit, maka biaya perawatannya dibantu oleh ribuan peserta aktif lainnya. Itulah esensi solidaritas sosial yang menjadi dasar program ini,” jelas Ario.

Ario juga menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, termasuk Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, pemberi kerja memiliki kewajiban mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam program JKN dan membayar iuran sesuai ketentuan.

“Kami mengingatkan kepada pemberi kerja untuk tidak hanya memotong gaji karyawan, tetapi juga menyalurkan iurannya ke BPJS Kesehatan. Hal ini penting agar peserta bisa tetap mendapatkan layanan kesehatan saat dibutuhkan,” tambahnya.

Selain menjelaskan struktur pembiayaan, Ario juga memaparkan berbagai kemudahan yang kini tersedia bagi peserta, seperti fitur pindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) secara daring melalui aplikasi Mobile JKN, serta program cicilan tunggakan iuran bagi peserta mandiri.

BPJS Kesehatan juga menyediakan bantuan berupa penggantian alat bantu kesehatan seperti kacamata, alat bantu dengar, dan gigi tiruan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam sesi tanya jawab, Ario menegaskan bahwa BPJS Kesehatan terus memperbaiki kanal pengaduan dan respons terhadap keluhan peserta.

Ia meminta masyarakat untuk segera melaporkan setiap kendala layanan agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami tidak bisa bertindak jika laporan tidak masuk ke sistem kami. Maka kami minta bantuan masyarakat agar proaktif,” tegasnya.

Melalui Media Gathering ini, BPJS Kesehatan juga berharap bisa menjalin sinergi dengan insan pers dalam menyebarluaskan informasi yang benar tentang program JKN kepada masyarakat.

“Kami berharap teman-teman media dapat menjadi mitra strategis dalam mendidik masyarakat agar memahami hak dan kewajiban mereka sebagai peserta JKN,” tutup Ario.