Bupati Kupang Resmi Tutup Ajang Offroad KAT-Sejahtera Land 2025

 

Kupang, nwartapedia.com — Ajang offroad bergengsi “KAT-Sejahtera Land Offroad Competition 2025” resmi ditutup pada Minggu (25/1/2025) oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, yang hadir langsung untuk menyerahkan Piala Bupati Kupang kepada para pemenang.

Penutupan ini menjadi puncak dari tiga hari kompetisi penuh tantangan, semangat, dan antusiasme masyarakat yang luar biasa.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan yang berlangsung aman dan lancar.

“Tiga hari ini, puji Tuhan, saya dengar tidak ada kecelakaan atau tawuran. Semua berjalan dengan baik semata-mata karena kemurahan Tuhan,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dari peserta dan masyarakat yang memadati arena offroad.

Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada panitia penyelenggara, termasuk Bobby Lianto yang berperan besar sebagai tokoh penggerak kegiatan ini.

Menurutnya, ajang seperti ini bukan hanya sebatas olahraga, melainkan juga hiburan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

“Di Kabupaten Kupang, hiburan sangat ditunggu. Saya lihat dengan kejuaraan ini, UMKM hidup, ekonomi bergerak, dan masyarakat bersukacita. Ini hiburan luar biasa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Yosef menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung kegiatan serupa di masa depan.

Ia bahkan menyebut agenda olahraga lainnya seperti road race dan grasstrack yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Kalau ditanya apakah saya, Bupati Kupang, mendukung kegiatan seperti ini? Saya jawab: mau bikin berapa kali pun, kita siap,” tegasnya.

Penutupan ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa Kabupaten Kupang siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala besar.

Menurut Bupati, keberhasilan kompetisi ini bisa menjadi tolok ukur penyelenggaraan event otomotif lainnya.

“Ini bisa jadi barometer. Hadiahnya besar, penyelenggaraannya sukses, dan pesertanya pecahkan rekor,” ujarnya.

Kegiatan yang mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian ini juga turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, perwakilan dari Timor Leste, dan komunitas offroader dari berbagai daerah.

Bupati menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk kemungkinan kerja sama internasional ke depannya.

“Saya yakin ini bukan yang terakhir. Semoga ke depan kita bisa lebih besar, lebih ramai, dan lebih berdampak,” tutupnya sembari meresmikan penutupan Kejuaraan Offroad KAT-Sejahtera Land 2025.

Sementara itu, tokoh otomotif NTT sekaligus Dewan Pembina Offroad KAT-Sejahtera Land, Bobby Lianto, juga menyampaikan rasa bangganya atas kelancaran dan kesuksesan acara ini.

“Hari ini merupakan kehormatan bagi kita semua karena Piala Bupati Kupang bisa diserahkan langsung oleh Bapak Bupati sendiri. Ini dukungan luar biasa dari pemerintah daerah,” ujar Bobby.

Ia juga menyoroti antusiasme generasi muda dalam dunia offroad. Salah satunya adalah Rivan, offroader muda yang tampil menonjol dalam kompetisi ini.

“Saya senang melihat anak-anak muda mulai terlibat. Kami dari pembina siap mendukung penuh. Mau buat sirkuit baru? Alat berat kami siapkan, tanpa biaya. Event rutin? Kami siap bantu pembiayaan,” ungkap Bobby dengan penuh semangat.

“Tidak ada insiden besar. Mobil terbalik adalah bagian dari serunya offroad. Tapi semua tetap aman, semua luar biasa. Terima kasih kepada semua panitia dan offroader atas sportivitas dan semangat tinggi,” pungkas Bobby Lianto. (MI)




Ribuan Umat Paroki Kolhua Kota Kupang Menutup Bulan Maria Dengan Perarakan dan Misa.

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Ribuan umat Katolik Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Keuskupan Agung Kupang berjubel penuh khidmat dan sukacita, menutup Bulan Maria melalui prosesi mengarak Arca Bunda Maria menuju tempat perayaan misa penutupan Bulan Maria Sabtu sore, 31 Mei 2025.

Prosesi diawali dengan arak-arakan kendaraan roda dua dan empat diikuti mobil yang membawa Patung Bunda Maria yang telah dihiasi kain tenunan adat dari Kapela Santo Agustinus Bello menuju gua Maria di Kapela Santo Paulus Bello dengan menempuh jarak sekitar tiga (3) km.

Beberapa ratus meter sebelum tiba di tempat ditahtahkan, ribuan umat sudah menunggu dalam khusuk berdoa.

Di sana Arca Bunda Maria diturunkan dari mobil pick up kemudian diusung oleh tidak lebih dari sepuluh orang bapak berbusana adat, mengusung Arca Bunda Maria diiringi lantuman lagu Maria dan doa khusuk menuju Kapela Santu Paulus untuk dilakukan Misa penutupan Bulan Rosario.

Dalam barisan perarakan itu, selain umat amam juga turut berbaur bersama umat para Suster, frater dan Pastor Paroki santo Fransiskus Assisi Kolhua RD Dus Bone dan Pastor rekan RD Toni Kobesi bersama Ketua DPP Adrianus Ceme juga Ketua Stasi Bello Don Manehat yang dikawal ketat Anggota Babinkamtibmas Kelurahan Bello dari Polsek Maulafa Kota Kupang 

RD Dus Bone diawal perayaan misa menyatakan devosi terhadap Bunda Maria boleh dibilang penuh sukacita berawal dari melantumkan doa bersama di Gua Maria Oebello di awal Bulan Mei 2025 hingga menutup peryaan bersama di gua Maria Bello. 

“Dari Oebelo menuju Bello menimba air kehidupan iman bersama Bunda Maria paling tidak itulah perjalan iman bersama Bunda Maria umat Separoki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dalam memaknai bulan Maria 2025 selain saling mengunjungi berdoa dari rumah ke rumah,” ucap Romo Dus 

Sementara itu Romo Toni Kobesi pastor rekan Paroki Fransiskus Assisi Kolhua dalam kotbahnya juga menyinggung soal peran besar Bunda Maria dalam kehidupan iman Katolik.

Bunda Maria sejak awal menanggapi tawaran Allah dengan kesetian, ketaatan, ketekunan serta kerendahan hati untuk menerima kehendak Allah mengandung dan melahirkan Sang Penebus Yesus Kristus, 

“Ada ungkapan bahwa, surga ada di telapak kaki ibu, bila demikian bagaimana dengan doannya, sehingga, penghormatan terhadap Bunda Maria bagi Iman Katolik tidak terlepas dari penghormatan kepada Yesus Kristus. Per Mariam Ad Jesum Kepada Yesus dengan Perantaraan Maria, kita menuju Yesus melalui Bunda Maria,” ujar RD Toni.

Ketua Stasi Santo Agustinus Bello Donatus Manehat mengatakan, Umat Katolik menghormati Bunda Maria dan melakukan devosi dengan berdoa kepada-Nya, seperti berdoa Rosario, ziarah ke tempat suci Maria, dan meneladani hidup Bunda Maria, semua ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Yesus melalui Bunda Maria.

“Ad Jesum per Mariam merupakan ungkapan Latin yang berarti “Melalui Maria, kita sampai pada Yesus, ungkapan ini menekankan peran Bunda Maria sebagai jalan atau media yang digunakan untuk mencapai Yesus,” ungkap Manehat. Usai perayaan misa, unat bersama mendaraskan doa Novena Roh Kudus..(goe)




100 Hari Kepemimpinan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Dinilai Sukses Bangun Kepercayaan Publik

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pakar politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, menilai bahwa dalam 100 hari masa kerja pertama, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis telah menunjukkan konsolidasi kepemimpinan yang baik dan diterima secara positif oleh publik.

Dalam keterangannya kepada media ini, Minggu (1/6), Dr. Ahmad Atang menyebut bahwa langkah awal kedua pemimpin muda ini merupakan starting point yang penting dalam membangun kepercayaan publik.

“Dua figur anak muda ini sempat diragukan kapasitasnya dalam memimpin kota multikultur seperti Kupang. Namun, geliat 100 hari kerja mereka justru menunjukkan komitmen kuat untuk perubahan,” ujarnya.

Beberapa program prioritas seperti penanganan sampah, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, hingga penataan birokrasi menjadi indikator awal keseriusan dan arah kebijakan mereka ke depan.

Lebih lanjut, Dr. Atang menyoroti enam karakteristik kepemimpinan yang menonjol dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang:

1. Kemampuan Komunikasi Publik yang Baik. Keduanya mampu membangun komunikasi yang efektif dengan publik, terlihat dari gerakan masif seperti “Kupang Bersih” yang melibatkan banyak elemen masyarakat.

2. Kemampuan Relasi Sosial yang Kuat.
Gaya kepemimpinan mereka bersifat merakyat dan inklusif. “Mereka tidak membangun sekat, justru turun langsung dan berbaur dengan semua kalangan,” kata Dr. Atang.

3. Kesantunan dalam Interaksi Sosial
Meski menjabat sebagai pimpinan daerah, Christian dan Serena tetap menunjukkan keadaban publik, menghormati yang tua, dan menyayangi yang muda, tanpa sikap arogan atau elitis.

4. Kepekaan Sosial yang Tinggi
Respons cepat terhadap masalah sosial menjadi ciri khas keduanya. Mereka aktif hadir dalam berbagai situasi, dari kedukaan hingga kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

5. Ketegasan dan Kewibawaan
Dalam hal prinsip, keduanya dikenal tegas, namun tetap terbuka untuk berdialog dalam persoalan teknis. Hal ini menunjukkan kematangan dalam mengelola roda pemerintahan.

6. Penampilan yang Rapi dan Adaptif
Di ruang-ruang formal, keduanya tampil elegan dan profesional. Namun, dalam kegiatan informal, mereka tidak ragu tampil sederhana dan membaur, bahkan dengan kaus oblong dan sandal jepit.

Menurut Dr. Ahmad Atang, kombinasi gaya kepemimpinan seperti ini menjadi modal penting bagi Christian Widodo dan Serena Francis untuk melanjutkan kepemimpinan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Jika pola ini konsisten dijaga, maka dalam lima tahun ke depan, Kupang akan mengalami transformasi signifikan baik dalam tata kelola pemerintahan maupun pembangunan sosial,” pungkasnya. (MI).