Ferdy Hasiman: 100 Hari Kerja Wali Kota Kupang Tunjukkan Reformasi Birokrasi dan Responsivitas Tinggi

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pengamat Ekonomi dan Politik Nasional, Ferdy Hasiman, memberikan penilaian positif terhadap kinerja 100 hari pertama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Dalam pernyataannya kepada media ini pada Sabtu (31/5), Ferdi menyebut kepemimpinan saat ini lebih progresif dibandingkan periode sebelumnya, terutama dalam hal penanganan sampah, reformasi birokrasi, dan percepatan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Dalam 100 hari pertama, saya melihat langkah-langkah Wali Kota Kupang sangat konkret dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu persoalan krusial yang ditangani dengan serius adalah sampah, yang selama ini menjadi keluhan harian warga. Walaupun belum sepenuhnya tuntas, upaya yang dilakukan sangat nyata dan patut diapresiasi,” ujar Ferdy.

Lebih lanjut, Ferdy menilai langkah Wali Kota dalam mendorong percepatan pengangkatan tenaga P3K sebagai terobosan penting dalam tata kelola pemerintahan.

Kota Kupang, menurutnya, menjadi daerah pertama di Indonesia yang secara resmi mengangkat 1.747 tenaga P3K, melampaui jadwal nasional yang semula direncanakan pada bulan Juni.

“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan lobi dan negosiasi yang luar biasa dengan pemerintah pusat. Di tengah kebutuhan masyarakat akan pekerjaan dan penghasilan, Wali Kota menunjukkan keberpihakan yang nyata dengan mengambil langkah lebih cepat dan tepat,” katanya.

 

Ferdy juga menyoroti pendekatan kepemimpinan yang humanis dan profesional.

Ia menilai penempatan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Kupang dilakukan secara selektif dan berdasarkan kompetensi, bukan atas dasar kepentingan politik.

“Pak Wali Kota berkomitmen menempatkan birokrat yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Ini merupakan fondasi penting dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan responsif,” tambahnya.

Koordinasi lintas lembaga juga menjadi perhatian Ferdy. Ia menilai hubungan antara Wali Kota dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur serta DPRD Kota Kupang terjalin dengan sangat baik dalam 100 hari terakhir, yang menjadi faktor penunjang stabilitas pemerintahan.

“Hubungan yang harmonis ini menciptakan suasana kondusif dalam pelaksanaan program-program pembangunan. Bahkan, DPRD menunjukkan dukungan penuh karena melihat komitmen dan kedekatan Wali Kota dengan masyarakat,” jelasnya.

Ferdy berharap capaian dalam 100 hari ini menjadi awal dari kerja lima tahun yang konsisten dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kota.

“Pemerintah telah membangun sistem, tetapi partisipasi dan kesadaran warga sangat diperlukan, terutama dalam penanganan sampah. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan pemerintah,” pungkasnya. (MI)




Gubernur NTT Lounching Dua Buku Reflektif: “Gerak Langkah Pemimpin” dan “Menjahit Asa Pemimpin Flobamorata”

 

Kupang,nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, secara resmi meluncurkan dua buku penting yang merekam perjalanan awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni, dalam sebuah acara yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Jumat (30/5/2025).

Dua buku yang diluncurkan tersebut masing-masing berjudul “Gerak Langkah Pemimpin di Bumi Flobamorata: 100 Hari Kerja Melki-Johni di Provinsi NTT” dan “Menjahit Asa Pemimpin Flobamorata Menuju NTT Center: Aneka Peristiwa Kunjungan Kerja Melki-Johni di 22 Kabupaten/Kota se-NTT”.

Dalam kata sambutannya, Gubernur Melkiades Laka Lena menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan, masyarakat, dan tim penulis yang terlibat dalam dokumentasi ini.

“Peluncuran dua buku ini bukan semata bentuk laporan kinerja, tetapi lebih sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan narasi optimisme untuk masa depan NTT. Buku ini mencerminkan semangat kerja bersama, transparansi, dan keberanian untuk menjahit harapan di seluruh Flobamorata,” ujar Gubernur Melki.

Buku “Gerak Langkah Pemimpin” merangkum refleksi 100 hari pertama kerja kepemimpinan Melki-Johni yang penuh dinamika, mulai dari penataan birokrasi, penguatan pelayanan publik, hingga program strategis lintas sektor.

Sementara itu, “Menjahit Asa Pemimpin Flobamorata” menghadirkan kisah-kisah inspiratif dari berbagai titik kunjungan kerja di 22 kabupaten/kota yang menunjukkan kedekatan pemimpin dengan rakyat serta arah transformasi menuju NTT sebagai pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia — yang disebut sebagai NTT Center.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan perwakilan pemuda dari berbagai daerah di NTT.

Suasana hangat dan penuh semangat terlihat sepanjang acara yang juga diisi dengan penampilan seni budaya dan testimoni dari sejumlah kepala daerah.

Gubernur Melki berharap, buku ini menjadi inspirasi bagi generasi muda dan dokumen hidup yang terus dikembangkan seiring perjalanan pembangunan NTT ke depan.

“Mari kita terus menulis sejarah baru bagi Flobamorata. NTT bukan daerah yang tertinggal, tapi daerah yang sedang bangkit bersama,” tutup Gubernur Melkiades Laka Lena penuh semangat. (MI)




Offroad Terbesar di NTT Segera Digelar di Kupang, Piala Bupati Kupang Jadi Rebutan

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Event offroad terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertajuk Piala Bupati Kupang akan segera digelar di Sejahtera Land, Oetalu, mulai Jumat, 30 Mei hingga Minggu, 1 Juni 2025.

Acara spektakuler ini diselenggarakan oleh KAT-Sejahtera Offroad Land dan telah membuka pendaftarannya sejak beberapa waktu lalu.

Ketua Panitia, Rusdi Haryanto Sidin, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi hingga hari ini, bahkan peserta dari luar kota dan luar negeri seperti Timor Leste pun turut ambil bagian.

“Sudah beberapa minggu ini sirkuit telah diuji coba oleh peserta dari Timor Leste. Sirkuit ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu SS1, SS2, dan SS3. SS1 memiliki lahan terbuka dengan kubangan air dan belokan tajam. SS2 berada di bawah pepohonan seperti hutan dan memiliki rintangan yang lebih menantang, dan SS3 merupakan kombinasi dari keduanya,” jelas Rusdi.

Sementara itu, Ketua KAT, dr. Ari Wijana, menyebut bahwa event kali ini adalah yang paling fantastis dengan total hadiah mencapai Rp500 juta, ditambah voucher menarik dari para sponsor.

“Kami melihat lonjakan minat yang luar biasa. Ini menunjukkan gairah otomotif, khususnya offroad, makin tinggi di wilayah NTT,” ujar dr. Ari.

Acara ini akan secara resmi dibuka oleh Bupati Kupang pada Jumat, 30 Mei 2025, pukul 13.00 WITA.

Ketua Umum KADIN NTT sekaligus CEO Sejahtera Group, Bobby Lianto, yang juga merupakan pemilik dari Sejahtera Land, menjelaskan bahwa event ini adalah hasil kerja sama antara pihaknya dan komunitas KAT untuk mengembangkan minat otomotif di NTT.

“Setelah sukses menggelar Festival Salib Paskah, kami lanjutkan dengan event offroad ini. Ke depannya, juga akan digelar motor cross. Sirkuit akan terus ditingkatkan agar lebih menarik bagi penonton,” katanya.

Bobby juga menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat. Event ini terbuka untuk umum dan gratis, tanpa biaya tiket masuk maupun parkir.

“Kami mengundang seluruh warga Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan sekitarnya untuk datang dan menyaksikan langsung acara ini secara gratis,” ajaknya.

Selain itu, dalam event ini juga akan diluncurkan produk terbaru dari Sejahtera Group, yakni perumahan Town House dua lantai tipe 50/90.

Rumah komersil modern minimalis ini ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp350 juta hingga Rp385 juta.

Program ini bahkan didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BTN, memungkinkan pekerja swasta dan BUMN yang memiliki kartu BPJS TK untuk memiliki rumah hanya dengan Rp1 juta sebagai uang muka, serta cicilan jangka panjang 20-30 tahun dengan berbagai subsidi dan bebas biaya administrasi.

“Tentu unitnya terbatas. Jadi segera manfaatkan kesempatan ini,” tutup Bobby. ***




Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia Gubernur NTT Himbau Semua Lapisan Terlibat Serentak Pilih Sampah

 

Kualng,nwartapedia.com  –  Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah di wilayah NTT, termasuk Lembaga vertikal, BUMN/BUMD dan OPD di lingkup Propinsi NTT untuk terlibat aktif melakukan kegiatan aksi bersih sampah plastik serentak pada Rabu, (4/6-2026) pukul 07.00 sampai selesai.

Dalam surat edaran Gubernur NTT nomor: BU.1003.4.1/03/BLHK/2025 menegaskan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia pada pada 5/6-2025 agar seluruh lapisan dan jajaran di wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur melakukan aksi nyata serentak melakukan pilih sampah terutama sampah plastik secara bersama-sama.

Menanggapi Surat Edarahan ini, salah seorang warga pemukiman padat di RT24/RW 007 Kelurahan Oetete Kecamatan Oebobo Kota Kupang Yanti Lotte (38) menyatakan, mendukung surat edaran Gubernur NTT.

“Menurut saya ini sangat bagus sebagai warga NTT yang menetap di pusat ibu Kota Kupang mesti mendukung untuk kebaikan kita bersama, selain itu pula dengan ini bisa meningkatkan kesadaran kita sebagai warga,” ucapnya.

Hal sama juga dikatakan Frids Tnunay (44) sesama warga Kota Kupang dengan mengatakan, mementum Peringatan ini sangat bagus karena melibatkan semua elemen, urusan sampah harus semua bergerak, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia secara utuh akan pentingnya masalah lingkungan hidup yang mendorong tindakan nyata untuk tetap menjaga kelestarian alam.

“Sangat bagus karena melibatkan semua semua elemen di NTT secara serentak tetapi jangan hanya di Kota Kupang supaya aksi nyata serentak iniemberi kesadaran semua orang tetap menjaga alam lingkungan,” harapnya.

Dikatakannya Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum penting untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup dan bertindak nyata mulaibsekarang guna menciptakan lingkungan bersih dan sehat.(goe)




Wali Kota Kupang Ajak ASN PPPK Kota Kupang Jadi Duta Sampah di Lingkungan Masing-Masing

 

Kupang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang untuk menjadi duta sampah di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Ajakan ini disampaikan Wali Kota saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 1.747 ASN PPPK di GOR Oepoi Kupang, Senin (26/5/2025). Dalam sambutannya, dr. Cristian menekankan pentingnya peran ASN PPPK sebagai motor penggerak dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah di Kota Kupang.

“Hari ini teman-teman sudah resmi menjadi anggota keluarga besar Pemerintah Kota. Karena itu, kita harapkan teman-teman semua bisa menjadi duta sampah di lingkungan tempat tinggal masing-masing, dengan cara mengumpulkan dan memilah sampah, terutama dari rumah tangga. Ini bagian dari upaya kita mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan mekanisme pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga. Sampah yang telah dipilah dapat diantar ke tempat penitipan sementara di masing-masing kelurahan, lalu dibawa ke lokasi pengolahan di tingkat kecamatan sebelum akhirnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Di waktu luang, teman-teman bisa mulai memilah sampah di rumah. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan Kota Kupang yang rapi, indah, dan bersih,” tambahnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah bagian dari warisan dan titipan bagi generasi mendatang.

Oleh karena itu, ASN PPPK diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan sampah organik menjadi kompos atau produk bermanfaat lainnya.

“Melalui peran ASN, kita ingin mengubah pandangan bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga bisa menjadi berkah,” pungkas dr. Cristian.

Upaya ini menjadi bagian dari gerakan “Kupang Bersih, Sehat, dan Indah” yang terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Kupang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup dan keberlanjutan masa depan kota.

(gOE)




Frans Sales: Digitalisasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Transformasi Sarpras Olahraga NTT Sambut PON 2028

 

Kupang nwartapedia.com –  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) terus melakukan berbagai terobosan dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Barat (NTB).

Plt. Kepala UPTD Sarpras Olahraga Dispora NTT, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM., menyampaikan sejumlah langkah strategis yang sedang ditempuh, mulai dari digitalisasi pengelolaan fasilitas hingga pelibatan komunitas lokal secara aktif.

Saat ditemui media pada Selasa (27/5), Frans menegaskan pentingnya modernisasi dalam pengelolaan sarana olahraga. Salah satu langkah konkret adalah penerapan sistem tiket dan parkir berbasis online.

“Digitalisasi ini penting agar sistem jadi transparan, efisien, dan akuntabel. Tiket bisa dibeli online, parkir bisa tercatat otomatis. Tidak ada lagi kebocoran,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan pengelolaan fasilitas olahraga. UPTD tidak bekerja sendiri, tetapi menggandeng Dinas Perhubungan, komunitas lokal, hingga pelaku UMKM.

“Kami bukan mencari popularitas, tapi menggerakkan potensi yang sudah ada. Kolaborasi itu penting. Komunitas-komunitas yang sudah terbentuk kami libatkan agar semua merasa memiliki,” katanya.

Frans juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan fasilitas olahraga agar dapat menyambut tamu dan atlet dari seluruh Indonesia pada ajang PON 2028.

“NTT akan menjadi tuan rumah pembukaan PON 2028. Ini momentum besar. Kita harus siapkan dengan sungguh-sungguh, dari infrastruktur hingga pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Salah satu sumber pendapatan baru yang sedang dirancang adalah sistem retribusi parkir di area sarana olahraga.

“Sudah disiapkan. Roda dua Rp3.000, roda empat Rp5.000. Ini akan diajukan sebagai bagian dari kebijakan pendapatan daerah,” ujarnya.

Selain aspek teknis, Frans juga menekankan pentingnya peran sosial fasilitas olahraga sebagai ruang publik.

“Kita bukan hanya membangun stadion, tapi ruang interaksi sosial yang sehat. Kita harus ciptakan ekosistem olahraga yang ramah dan menyenangkan bagi masyarakat,” katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran dan sumber daya, pihaknya tetap optimistis dan mengajak semua pihak untuk bekerja sama.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Mari kita gotong royong, pemerintah, masyarakat, media, semua elemen harus punya rasa tanggung jawab yang sama,” ujarnya menutup pernyataan. MI)




Wali Kota Kupang Luncurkan Koperasi Merah Putih Oepura: Simbol Ekonomi Rakyat yang Inklusif dan Berdaya Saing

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sebuah babak baru dalam pemberdayaan ekonomi rakyat resmi dimulai di Kota Kupang. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meresmikan berdirinya Koperasi Merah Putih Oepura pada Selasa (27/5), sebuah inisiatif yang diyakini akan menjadi tonggak sejarah bagi penguatan ekonomi berbasis gotong royong dan digitalisasi usaha masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang menurutnya konsisten mendorong penguatan koperasi sebagai pilar ketahanan pangan dan kesejahteraan nasional.

“Koperasi adalah wujud nyata dari asas kekeluargaan sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945. Ini bukan hanya sejalan dengan arah kebijakan nasional, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari visi kita membangun Kupang yang mandiri dan sejahtera,” ujar dr. Christian.

Lebih dari sekadar seremoni, peresmian ini disebut Wali Kota sebagai langkah awal untuk membangun sistem ekonomi rakyat yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa koperasi adalah simbol kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial.

“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tapi kalau mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama,” ucapnya penuh semangat.

Salah satu keunggulan Koperasi Merah Putih Oepura adalah kesiapannya memasuki era digital.

Dengan peluncuran sistem digital koperasi, warga diajak untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

“Zaman sudah berubah. Dunia usaha sekarang harus berbasis teknologi. Kita tidak bisa lagi bertahan dengan cara lama. Yang bisa kita ubah adalah arah layar, bukan arah angin,” ujarnya, mengajak masyarakat untuk adaptif dan inovatif.

Ketua Koperasi Merah Putih Oepura, Dikson Haba, dalam laporannya menjelaskan bahwa koperasi ini terbentuk pada 19 Mei 2025 melalui Musyawarah Kelurahan Khusus.

Koperasi ini memiliki tujuh unit layanan utama yang menjawab kebutuhan ekonomi warga: unit simpan pinjam, gudang beku, gerai sembako, toko grosir dan eceran, klinik kesehatan/apotek, pengolahan sampah, serta sarana logistik masyarakat.

“Koperasi ini bukan milik pengurus, tapi milik seluruh masyarakat Kelurahan Oepura. Kami ingin koperasi ini menjadi rumah kedua bagi warga tempat tumbuhnya harapan dan kerja sama,” tegas Dikson.

Menutup acara, Wali Kota menyambut baik inisiatif koperasi yang turut membantu program pemerintah melalui unit pengolahan sampah dan menyerahkan 200 pohon Ketapang Kencana untuk penghijauan kota.

Ia menegaskan komitmen Pemkot Kupang untuk terus mendampingi koperasi agar dikelola secara jujur, transparan, dan penuh kasih.

“Koperasi Merah Putih ini adalah mesin kecil yang akan menggerakkan ekonomi rakyat. Mari kita jaga dan besarkan bersama, demi Kupang yang lebih kuat, adil, dan penuh harapan,” pungkas dr. Christian Widodo. (MI)




Wali Kota Kupang Serahkan SK kepada 1.747 PPPK Tahap I: Minta Tingkatkan Kinerja 

 

Kupang,nwartapedia.com – Sebanyak 1.747 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024 tahap l secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo. Penyerahan SK berlangsung di GOR Oepoi, Senin (26/5), sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cristian mengingatkan para PPPK untuk menunjukkan kinerja yang baik melalui disiplin, rajin, dan giat dalam bekerja.

Ia menekankan bahwa para PPPK merupakan wajah pelayanan publik Kota Kupang, sehingga sikap, hati, dan penampilan fisik harus dijaga dengan baik.

“Berpenampilan rapi tidak harus mahal, yang penting adalah memiliki komitmen dan konsistensi dalam diri masing-masing sebagai pelayan publik,” tegasnya.

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa penyerahan SK ini merupakan hasil dari upaya intensif Pemerintah Kota Kupang, termasuk permohonan langsung kepada Dirjen Kemenpan agar proses pengangkatan tahap pertama dipercepat, mengingat para tenaga PPPK sempat tidak menerima gaji selama beberapa bulan terakhir.

“Mulai hari ini, teman-teman PPPK telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Kupang. Karena itu, kami minta agar teman-teman bisa taat kepada pimpinan secara berjenjang dalam melayani masyarakat,” pesannya.

Wali Kota dr. Cristian, didampingi Wakil Wali Kota Serena, juga mengingatkan para PPPK agar mengelola kondisi keuangan secara bijak.

“Dengan diterimanya SK ini, kesejahteraan teman-teman meningkat. Jangan buru-buru menggadaikan SK. Mari kita hindari pola pikir konsumtif dan mulai membangun kebiasaan yang lebih produktif,” tutupnya.

Penyerahan SK ini menjadi langkah awal penguatan pelayanan publik di Kota Kupang melalui sumber daya manusia yang berkualitas, berdedikasi, dan berintegritas tinggi. (Goe)




Kupang Bersinar Jadi Gerakan Massal: Warga Bergerak, Kota Lebih Bersih

 

Kupang, nwartapedia.com — Aksi sosial “Kupang Bersinar” yang digagas oleh Komunitas Beta Bersih mendapat sambutan luar biasa dari warga Kota Kupang.

Gerakan yang digelar pada 23 Mei 2025 ini menjadi momentum penting dalam menggalakkan budaya bersih dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Ketua Aksi Kupang Bersinar, Valentino Bambang Soetjoto, dalam konferensi pers di Kota Kupang, Senin (26/5/2025), menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini melebihi ekspektasi.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami melihat sendiri bagaimana warga dari berbagai kalangan turun tangan langsung yakni pelajar, mahasiswa, guru, dosen, hingga komunitas-komunitas lokal ikut berkontribusi,” ungkap Valentino.

Menurutnya, hasil dari aksi tersebut sudah mulai tampak. Jalanan lebih bersih, volume sampah berkurang, dan yang terpenting adalah munculnya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan.

Valentino juga menyoroti kolaborasi solid antara Komunitas Beta Bersih dan Pemerintah serta masyarakat Kota Kupang turut menyukseskan gerakan ini.

“Banyak bantuan armada pengangkut sampah dari Komunitas Beta Bersih yang berjumlah 27 unit dump truck  dan sebagiannya dari Pemkot, jadi total keseluruhan armada sampah 57 unit kebersihan dikerahkan, Ini bentuk gotong royong nyata,” ujarnya

Gerakan Kupang Bersinar tidak hanya menargetkan kebersihan fisik, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Kami mengajak masyarakat untuk memulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kalau belum ada tempat sampah, simpan dulu. Sederhana, tapi berdampak besar,” tambah Valentino.

Anggota Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, menyampaikan bahwa gerakan ini terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan kota.

“Siapa pun boleh bergabung. Ini gerakan bersama untuk kota yang kita cintai. Ini bukan tentang siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling peduli,” tegas Irsan.

Sebagai lanjutan dari aksi tersebut, pihaknya tengah mempersiapkan lomba kebersihan antar-kelurahan se-Kota Kupang.

“SK kepanitiaan sedang diproses. Haduah yang disiapkan dari Komunitas Beta Bersih mencapai Rp100 juta belum termasuk hadiah dari Pemkot. Ini merupakan apresiasi sekaligus penyemangat,” jelas Irsan.

Kupang Bersinar diharapkan tidak berhenti sebagai gerakan insidental, tetapi tumbuh menjadi budaya kolektif.

“Kami ingin ini menjadi gaya hidup baru masyarakat Kupang  di mana bersih itu tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas,” tutup Valentino. (MI)




Kupang Bersinar Jadi Gerakan Massal: Warga Bergerak, Kota Lebih Bersih

 

 

Kupang, nwartapedia.com — Aksi sosial “Kupang Bersinar” yang digagas oleh Komunitas Beta Bersih mendapat sambutan luar biasa dari warga Kota Kupang.

Gerakan yang digelar pada 23 Mei 2025 ini menjadi momentum penting dalam menggalakkan budaya bersih dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Ketua Aksi Kupang Bersinar, Valentino Bambang Soetjoto, dalam konferensi pers di Kita Kupang, Senin (26/5/2025), menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini melebihi ekspektasi.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami melihat sendiri bagaimana warga dari berbagai kalangan turun tangan langsung pelajar, mahasiswa, guru, dosen, hingga komunitas-komunitas lokal ikut berkontribusi,” ungkap Valentino.

Menurutnya, hasil dari aksi tersebut sudah mulai tampak. Jalanan lebih bersih, volume sampah berkurang, dan yang terpenting adalah munculnya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan.

Valentino juga menyoroti kolaborasi solid antara Komunitas Beta Bersih dan Pemerintah serta masyarakat Kota Kupang turut menyukseskan gerakan ini.

“ Banyak bantuan armada pengangkut sampah dari Komunitas Beta Bersih yang berjumlah 27 unit dump truck  dan sebagiannya dari Pemkot, jadi total keseluruhan armada sampah 57 unit armada armada kebersihan dikerahkan, Ini bentuk gotong royong nyata,” ujarnya

Gerakan Kupang Bersinar tidak hanya menargetkan kebersihan fisik, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Kami mengajak masyarakat untuk memulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kalau belum ada tempat sampah, simpan dulu. Sederhana, tapi berdampak besar,” tambah Valentino.

 

 

Anggota Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, menyampaikan bahwa gerakan ini terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan kota.

“Siapa pun boleh bergabung. Ini gerakan bersama untuk kota yang kita cintai. Ini bukan tentang siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling peduli,” tegas Irsan.

Sebagai lanjutan dari aksi tersebut, pihaknya tengah mempersiapkan lomba kebersihan antar-kelurahan se-Kota Kupang.

“SK kepanitiaan sedang diproses. Haduah yang disiapkan dari Komunitas Beta Bersih mencapai Rp100 juta belum termasuk hadiah dari Pemkot. Ini merupakan apresiasi sekaligus penyemangat,” jelas Irsan.

Kupang Bersinar diharapkan tidak berhenti sebagai gerakan insidental, tetapi tumbuh menjadi budaya kolektif.

“Kami ingin ini menjadi gaya hidup baru masyarakat Kupang — di mana bersih itu tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas,” tutup Valentino. (MI)