Frans Sales: Digitalisasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Transformasi Sarpras Olahraga NTT Sambut PON 2028

 

Kupang nwartapedia.com –  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) terus melakukan berbagai terobosan dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Barat (NTB).

Plt. Kepala UPTD Sarpras Olahraga Dispora NTT, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM., menyampaikan sejumlah langkah strategis yang sedang ditempuh, mulai dari digitalisasi pengelolaan fasilitas hingga pelibatan komunitas lokal secara aktif.

Saat ditemui media pada Selasa (27/5), Frans menegaskan pentingnya modernisasi dalam pengelolaan sarana olahraga. Salah satu langkah konkret adalah penerapan sistem tiket dan parkir berbasis online.

“Digitalisasi ini penting agar sistem jadi transparan, efisien, dan akuntabel. Tiket bisa dibeli online, parkir bisa tercatat otomatis. Tidak ada lagi kebocoran,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan pengelolaan fasilitas olahraga. UPTD tidak bekerja sendiri, tetapi menggandeng Dinas Perhubungan, komunitas lokal, hingga pelaku UMKM.

“Kami bukan mencari popularitas, tapi menggerakkan potensi yang sudah ada. Kolaborasi itu penting. Komunitas-komunitas yang sudah terbentuk kami libatkan agar semua merasa memiliki,” katanya.

Frans juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan fasilitas olahraga agar dapat menyambut tamu dan atlet dari seluruh Indonesia pada ajang PON 2028.

“NTT akan menjadi tuan rumah pembukaan PON 2028. Ini momentum besar. Kita harus siapkan dengan sungguh-sungguh, dari infrastruktur hingga pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Salah satu sumber pendapatan baru yang sedang dirancang adalah sistem retribusi parkir di area sarana olahraga.

“Sudah disiapkan. Roda dua Rp3.000, roda empat Rp5.000. Ini akan diajukan sebagai bagian dari kebijakan pendapatan daerah,” ujarnya.

Selain aspek teknis, Frans juga menekankan pentingnya peran sosial fasilitas olahraga sebagai ruang publik.

“Kita bukan hanya membangun stadion, tapi ruang interaksi sosial yang sehat. Kita harus ciptakan ekosistem olahraga yang ramah dan menyenangkan bagi masyarakat,” katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran dan sumber daya, pihaknya tetap optimistis dan mengajak semua pihak untuk bekerja sama.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Mari kita gotong royong, pemerintah, masyarakat, media, semua elemen harus punya rasa tanggung jawab yang sama,” ujarnya menutup pernyataan. MI)




Wali Kota Kupang Luncurkan Koperasi Merah Putih Oepura: Simbol Ekonomi Rakyat yang Inklusif dan Berdaya Saing

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sebuah babak baru dalam pemberdayaan ekonomi rakyat resmi dimulai di Kota Kupang. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meresmikan berdirinya Koperasi Merah Putih Oepura pada Selasa (27/5), sebuah inisiatif yang diyakini akan menjadi tonggak sejarah bagi penguatan ekonomi berbasis gotong royong dan digitalisasi usaha masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang menurutnya konsisten mendorong penguatan koperasi sebagai pilar ketahanan pangan dan kesejahteraan nasional.

“Koperasi adalah wujud nyata dari asas kekeluargaan sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945. Ini bukan hanya sejalan dengan arah kebijakan nasional, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari visi kita membangun Kupang yang mandiri dan sejahtera,” ujar dr. Christian.

Lebih dari sekadar seremoni, peresmian ini disebut Wali Kota sebagai langkah awal untuk membangun sistem ekonomi rakyat yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa koperasi adalah simbol kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial.

“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tapi kalau mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama,” ucapnya penuh semangat.

Salah satu keunggulan Koperasi Merah Putih Oepura adalah kesiapannya memasuki era digital.

Dengan peluncuran sistem digital koperasi, warga diajak untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

“Zaman sudah berubah. Dunia usaha sekarang harus berbasis teknologi. Kita tidak bisa lagi bertahan dengan cara lama. Yang bisa kita ubah adalah arah layar, bukan arah angin,” ujarnya, mengajak masyarakat untuk adaptif dan inovatif.

Ketua Koperasi Merah Putih Oepura, Dikson Haba, dalam laporannya menjelaskan bahwa koperasi ini terbentuk pada 19 Mei 2025 melalui Musyawarah Kelurahan Khusus.

Koperasi ini memiliki tujuh unit layanan utama yang menjawab kebutuhan ekonomi warga: unit simpan pinjam, gudang beku, gerai sembako, toko grosir dan eceran, klinik kesehatan/apotek, pengolahan sampah, serta sarana logistik masyarakat.

“Koperasi ini bukan milik pengurus, tapi milik seluruh masyarakat Kelurahan Oepura. Kami ingin koperasi ini menjadi rumah kedua bagi warga tempat tumbuhnya harapan dan kerja sama,” tegas Dikson.

Menutup acara, Wali Kota menyambut baik inisiatif koperasi yang turut membantu program pemerintah melalui unit pengolahan sampah dan menyerahkan 200 pohon Ketapang Kencana untuk penghijauan kota.

Ia menegaskan komitmen Pemkot Kupang untuk terus mendampingi koperasi agar dikelola secara jujur, transparan, dan penuh kasih.

“Koperasi Merah Putih ini adalah mesin kecil yang akan menggerakkan ekonomi rakyat. Mari kita jaga dan besarkan bersama, demi Kupang yang lebih kuat, adil, dan penuh harapan,” pungkas dr. Christian Widodo. (MI)