Dokter Christian Widodo: Kupang Bersinar adalah Awal Kebangkitan Budaya Hidup Bersih

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Aksi massal “Kupang Bersinar” yang digagas oleh Komunitas Beta Bersih bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang hari ini menjadi momentum penting dalam upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara langsung mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Hari ini kita tidak hanya membersihkan kota, tapi kita sedang membangun harapan dan karakter. Kupang Bersinar adalah simbol kebangkitan budaya hidup bersih di tengah masyarakat,” kata Wali Kota Kupang pada Jumad (23_5/2025).

Menurut dr. Christian, gerakan ini menunjukkan kekuatan kolektif masyarakat Kota Kupang dalam menjaga lingkungan. Ribuan warga dari berbagai kalangan pelajar, mahasiswa, ASN, komunitas, hingga tokoh masyarakat turun tangan bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah, perkantoran, ruang publik, bahkan selokan dan gang-gang sempit.

“Kesadaran ini luar biasa. Inilah Kupang yang kita impikan kota yang bukan hanya indah, tapi juga bersatu dalam aksi nyata,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menjadikan Kupang Bersinar sebagai program berkelanjutan, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Kita ingin ini menjadi kebiasaan. Budaya. Agar kebersihan bukan tanggung jawab petugas saja, tapi menjadi gaya hidup seluruh warga Kupang.”ungkapnya.

Wali Kota juga mengajak masyarakat menjadikan gerakan ini sebagai langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar.

“Mari kita rawat semangat ini. Kupang yang bersih, indah, dan asri adalah tanggung jawab kita bersama. Dan saya yakin, jika kita konsisten, tidak mustahil Piala Adipura akan kembali kita raih.”ajak Wali Kota Kupang.

Aksi Kupang Bersinar tahun ini menandai babak baru kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas dalam menjaga kelestarian dan kenyamanan kota.

Dengan semangat gotong royong, Kupang menapaki jalan menuju kota yang tidak hanya bersinar secara fisik, tetapi juga dalam semangat warganya. (MI)




Komunitas Beta Bersih Beri Apresiasi Kerja Bakti Massal Dalam Aksi Kupang Bersinar

 

Kupang,nwartapedia.com — Ribuan warga Kota Kupang tumpah ruah dalam aksi kerja bakti massal bertajuk “Kupang Bersinar” hari ini, Jumat (23/5/2025).

Kegiatan yang menggugah semangat gotong royong ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Valentino Bambang Soetjoto, anggota Komunitas Beta Bersih.

Kepada media ini, Valentino mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme warga yang begitu tinggi.

“Kegiatan hari ini sangat luar biasa. Saya berkeliling dan melihat langsung bagaimana masyarakat begitu peduli. Semua turun tangan dari pelajar, mahasiswa, warga, hingga pegawai kantor membersihkan lingkungan sekolah, kampus, pekarangan rumah, halaman kantor, bahkan ruang-ruang publik seperti Tamnos dan jalan utama,” tuturnya.

Valentino juga mencatat bahwa gang-gang kecil hingga jalan protokol tampak bersih dan tertata, berkat sinergi antara masyarakat dan armada gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta pihak swasta.

“Semua petugas bekerja dengan semangat luar biasa. Terima kasih untuk para siswa, mahasiswa, warga Kota Kupang, serta dinas-dinas terkait yang telah bahu membahu menjaga kebersihan. Ini adalah bukti bahwa semangat gotong royong masih sangat hidup di kota ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini tak berhenti pada satu momentum saja, tetapi menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat.

“Mari kita budayakan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan sekitar,”anaknya 

Valentino juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang Sudan berkolaborasi dengan Komunitas Beta Bersih dalam upaya menanggulangi sampah di Kota Kupang.

“Terima kasih kepada Pemkot Kupang dan seluruh petugas kebersihan yang telah mewujudkan harapan warga dan Komunitas Beta Bersih melalui gerakan Kupang Bersinar, Kupang yang Bersih, Indah, dan Asri. Mari bersama kita rebut kembali Piala Adipura,” pungkasnya penuh optimisme.

Aksi “Kupang Bersinar” menjadi cermin nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: kepedulian terhadap lingkungan. (MI)




Wakil Wali Kota Lepas Mahasiswa Undana dalam Kerja Bakti Massal Kupang Bersinar

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang terus berkomitmen dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti massal bertajuk Kupang Bersinar (Bersih, Indah, dan Asri) yang digelar serentak hari ini, Jumat (23/5/2025).

Bertempat di halaman Kantor Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., secara resmi melepas ratusan mahasiswa Undana yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti massal.

Turut hadir Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., dan Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Prof. Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., beserta para dekan, dosen, dan pegawai di lingkungan Universitas Nusa Cendana.

Hadir pula para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang serta mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan FKIP Undana.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak Undana atas dukungan dan keterlibatan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.

Ia menyebut partisipasi mahasiswa sebagai bukti nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berpengetahuan, tetapi juga berjiwa sosial dan peduli terhadap lingkungan.

“Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditanamkan dan dihidupi. Kehadiran adik-adik mahasiswa hari ini membawa harapan baru bahwa generasi muda tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa kerja bakti massal ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Satgas Penanganan Sampah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari perguruan tinggi, pelajar SD – SMP, RT/RW, pelaku usaha, masyarakat umum, hingga ASN dan PTT.

Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pagi pukul 07.00 – 09.00 WITA yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa, serta sesi sore pukul 15.00 – 17.00 WITA yang melibatkan masyarakat umum, RT/RW, pelaku usaha, dan ASN – PTT di lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Ia juga menyinggung dan mengapresiasi kebijakan inovatif Rektor Undana yang membuka akses pemanfaatan lapangan sepak bola di kawasan kampus Undana bagi masyarakat sekitar dan para pemuda setempat.

Kebijakan tersebut mensyaratkan agar mereka terlebih dahulu mengumpulkan sampah di lingkungan sekitarnya dan menyerahkannya sebagai bentuk ‘tiket masuk’ untuk menggunakan fasilitas tersebut.

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Kebijakan ini menjadi contoh nyata bahwa edukasi bisa dikemas dalam bentuk yang sederhana namun berdampak besar,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari kegiatan, Wakil Wali Kota turut mengingatkan beberapa hal teknis penting: agar dilakukan pemilahan sampah sejak awal, menghindari pembakaran sampah, berkoordinasi dengan Satgas Kecamatan/Kelurahan untuk penanganan sampah khusus seperti pohon tumbang dan bangkai, serta mendorong sampah ke jalan utama agar lebih mudah diangkut.

Laporan kondisi akhir dari tim pemantau di kelurahan diminta masuk paling lambat pukul 19.00 WITA.

Ia juga menekankan bahwa kerja bakti ini dinilai sebagai bagian dari lomba kebersihan antar kelurahan, sehingga kontribusi mahasiswa akan sangat memengaruhi hasil penilaian kebersihan wilayah masing-masing.

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perguruan tinggi, khususnya Universitas Nusa Cendana.

Ia mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat serta menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. ***




Okto Naitboho: Kota Kupang Menuju Pembentukan Karakter Budaya Hidup Bersih

 

Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus menggencarkan upaya pembentukan karakter generasi muda melalui budaya hidup bersih.

Salah satu langkah nyata yang tengah dijalankan adalah kerja bakti massal yang dilaksanakan serentak di seluruh SD dan SMP negeri, inpres, dan swasta pada Jumat pagi (23/5).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Kupang Bersinar, program kebersihan lingkungan yang dicanangkan oleh Wali Kota Kupang, Cristian Widodo. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Okto Naitboho, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan membentuk karakter.

“Kerja bakti ini tidak hanya dilakukan di dalam sekolah, tetapi juga menjangkau area luar hingga radius 100 meter dari lingkungan sekolah,” kata Okto Naitboho usai mendampingi kegiatan di SMP Negeri 20 Kupang.

Untuk menjamin keberlangsungan dan efektivitas kegiatan, seluruh ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah dibagi sesuai domisili untuk memantau sekolah-sekolah terdekat setiap Jumat pagi, pukul 07.00 hingga 09.00 WITA.

Menurut Okto, gerakan ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kebiasaan hidup bersih.

“Kita ingin menjadikan ini budaya. Jika dilakukan terus-menerus, maka akan tumbuh kesadaran kolektif bukan karena takut dimarahi, tapi karena memang sadar pentingnya menjaga kebersihan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ajaran baru mendatang, pendidikan lingkungan akan menjadi muatan lokal wajib di tingkat SD.

Tema awal yang diangkat adalah soal pengelolaan sampah, sebagai dasar pendidikan karakter anak sejak dini.

“Budaya bersih tidak bisa lahir dari pengawasan saja. Ia tumbuh dari kebiasaan. Dan kebiasaan dimulai dari lingkungan terdekat, yakni sekolah dan rumah,” tandasnya.

Dengan kolaborasi lintas lembaga, keterlibatan ASN, serta partisipasi masyarakat, Kota Kupang optimistis menuju transformasi karakter warganya ke arah yang lebih bersih, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

(Goe)




Bunda PAUD Kota Kupang: Pengasuhan Anak Bukan Hanya Tanggung Jawab Ibu

 

Kupang,nwartapedia.com— Bunda PAUD Kota Kupang, dr. Widya Cahya Widodo, mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam pengasuhan dan pendidikan anak bukan semata-mata berada di pundak seorang ibu, melainkan juga menjadi tugas ayah serta seluruh anggota keluarga dan lingkungan masyarakat.

Hal ini disampaikan dr. Widya saat berbicara di hadapan puluhan orang tua dan wali murid PAUD Sonaf Soet Hinef dalam kegiatan parenting yang berlangsung di Aula Rumah Pintar Naioni, Jumat (23/5).

“Pola pengasuhan anak bukan sebatas tanggung jawab ibu, tetapi juga ayah, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar. Peran ayah dalam memberikan kasih sayang, dukungan, dan bimbingan kepada anak sangat penting,” ujar istri Wali Kota Kupang, Cristian Widodo.

Bunda PAUD mencontohkan kehidupannya sendiri, bahwa meskipun sang suami memiliki jadwal yang padat sebagai wali kota, ia tetap meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak, bahkan jika harus dilakukan saat mereka sudah tertidur.

Menurut dr. Widya, peran aktif ayah dalam pengasuhan dapat meningkatkan ikatan emosional dalam keluarga dan mendukung perkembangan psikologis anak secara menyeluruh.

:Orang tua, sesibuk apapun aktivitasnya, sudah seharusnya meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan anak. Interaksi dalam keluarga sangat menentukan perkembangan emosional anak,” tegasnya.

Sementara itu, Pengelola PAUD Sonaf Soet Hinef sekaligus Plt Kepala Rumah Pintar Naioni, Roos Dethan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kompetensi pendidik PAUD serta upaya meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam proses pembelajaran anak usia dini.

“Kami berharap para orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berbagi pengalaman tentang pola pengasuhan anak bersama Bunda PAUD yang juga seorang dokter. Karena setiap anak memiliki keunikan dan kebutuhan tumbuh kembang yang berbeda,” ujar Roos Dethan.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan anak usia dini di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (Goe)