Lurah Nefonaek: RW 07 Jadi Pilot Project Penanganan Sampah di Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  — Lurah Nefonaek, Josephina N. Ungirwalu, mengapresiasi langkah RW 07 sebagai pilot projeck dalam mencanangkan Posko Darurat Sampah sebagai bentuk nyata penanganan persoalan sampah di Kota Kupang.

Ia menyebut bahwa gagasan ini telah melalui proses panjang dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kelurahan dan kecamatan.

“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Theo Widodo, isu sampah ini sudah kami suarakan sejak tahun 2024. Kemudian, pada Januari 2025, kami menggelar rapat bersama Camat dan RW 07 untuk membentuk Posko Darurat Sampah,” ujar Josephina saat peluncuran posko yag berlangsung di RT 24/RW 07, Kelurahan Neffonaek pada Rabu (16/04/2024) sore.

Program ini secara resmi diluncurkan hari ini dan melibatkan partisipasi aktif warga yang menjaga dan memantau keberadaan pos jaga di titik-titik rawan pembuangan sampah sembarangan.

Josephina juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua RW 07, Theo Widodo, yang menjadi inisiator utama dari gerakan ini.

“Terima kasih kepada Bapak Theo Widodo yang telah mencanangkan program ini. Kita telah melakukan diskusi panjang dengan berbagai unsur dan stakeholder sehingga RW 07 kami tetapkan sebagai pilot project di Kelurahan Nefonaek,” tambahnya.

Ia berharap program ini bisa memberi dampak luas, tidak hanya bagi warga RW 07, tetapi juga menjadi contoh positif bagi kelurahan tetangga dan masyarakat Kota Kupang secara keseluruhan.

“Harapan kami, kelurahan ini bisa tetap terjaga bersih dan nyaman. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Kupang untuk bersama-sama mengelola sampah secara bijak dan berkelanjutan,” tutup Lurah Josephina. (MI)




Dukungan Nyata Ketua RT 26 PNS Daud Anakay Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan 

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Ketua RT. 26, Pns. Daud Anakay menyerahkan secara langsung dukungan 5 sepatu bot kepada para Petugas angkut sampah didepan bak sampah Asrama TNI AD Kuanino.

Ini bukti nyata dukungan dan sinergitas masyarakat kepada pemerintah Kota Kupang untuk menjaga kebersihan lingkungan pada Sabtu (12/04/2025).

Usai penyerahan sepatu boot, Ketua RT 26 Pns. Daud Anakay menuturkan, para petugas atau pekerja pengambil (pengumpul) sampah merupakan salah satu pekerja disektor informal.

Daud Anakay juga berharap dengan pemberian sepatu boot ini dapat mengurangi resiko kecelakaan saat bekerja dan menjaga keselamatan dengan alat pelindung diri ini mengingat banyak ragam jenis sampah yang terbuat dari bahan material yang padat dan tajam.

“Para petugas pengambil (pengumpul) sampah dari rumah tangga menuju penampungan sampah sementara banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, hal ini dikarenakan tidak semua orang mau dan mampu bekerja dalam kondisi yang sangat tidak memungkinkan”,Ucap Daud.

Lebih lanjut Daud mengungkapkan melalui media ini, kami dari Satuan TNI AD Korem 161/Wira Sakti sangat peduli tentang kebersihan sesuai perintah Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M, semoga dapat bermanfaat dan dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja dilapangan para Patriot Kebersihan/petugas angkut sampah kota Kupang.

Daud Anakay (Rote blasteran Maluku/pulau Tepa), anggota PNS Staf Khusus Penerangan Korem 161/Wira Sakti adalah figur Ketua RT.26 di wilayah RW/06 Asrama TNI AD Kelurahan Kuanino. yang peduli menjaga kebersihan lingkungan RTnya.

Sebagai wujud Kepeduliannya. Bung Daud yang selalu tampil Fress dan bersemangat ini dengan dukungan antusias warganya senantiasa berdaya upaya hampir setiap bulannya membagikan ember dan kantong sampah kepada warga lingkungan RT 26 dan memberikan dukungan 5 buah Sepatu Bot kepada para petugas angkut sampah.

Daud menuturkan, sepatu bot ini, dikumpulkan dari sumbangan sukarela warga RT.26, sebagai ungkapan hormat dan terima kasih kepada para Patriot Kebersihan Kota Kupang.

Tanggapan beberapa warga yang tidak berkenan disebut namanya, mengatakan bahwa hal positif yang di lakukan walaupun sederhana ini, memiliki nilai motivasi yang besar.

“Katong balom pernah dengar ada pejabat Ketua RT yang biking bagini mungkin ini bisa jadi contoh untuk Ketua RT yang laen,”ujarnya. (Penrem)




Hadiri Rakor Pembangunan Kawasan Pulau Timor, Wali Kota Dorong Investasi Pertanian dan Inovasi Pengelolaan Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, hadir dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah se-Pulau Timor yang dipimpin oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Lakalena, S.Si., Apt., bertempat di Gedung VIP Pemda, Bandara El Tari Kupang, Senin (15/4).

Forum strategis ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Irjen Pol (Purn) Johanis Asadoma, para kepala daerah se-Pulau Timor, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, serta jajaran OPD dan stakeholder terkait.

Dalam arahannya, Gubernur Lakalena menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah sebagai pendekatan baru dalam pembangunan.

“Kita harus bangkit dari bawah dan membangun kawasan secara terpadu. Setiap daerah memiliki keunggulan yang harus dioptimalkan secara sinergis,” tegasnya.

Rakor ini juga membahas isu ketenagakerjaan, khususnya peluang pengiriman tenaga kerja ke luar negeri secara resmi dan terlatih.

Gubernur menyampaikan rencana penguatan pelatihan bahasa dan keterampilan bagi calon pekerja migran, mengadopsi pendekatan seperti yang dilakukan Filipina.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang menyampaikan kesiapan Kota Kupang untuk mendukung kemandirian pangan dengan membuka ruang investasi di sektor pertanian.

“Kami memiliki potensi lahan sawah seluas 419 hektare dan non-sawah 6.700 hektare. Pemerintah Kota siap menyediakan modal, kami hanya butuh mitra dari pelaku usaha atau pengelola MDG,” jelas dr. Christian.

Ia juga memaparkan program percepatan atau quick win yang telah disiapkan Pemkot Kupang dalam waktu 100 hari hingga 1 tahun ke depan.

Salah satunya adalah pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui pendistribusian 1.300 kontainer sampah di seluruh RT dan pembangunan TPST di enam kecamatan.

“Target kami, hanya 15 persen residu sampah yang berakhir di TPA Alak. Sisanya akan diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti bata dan bahan baku lainnya,” tegasnya.

Dalam sektor industri, Wali Kota menyoroti pabrik garam iodisasi di Penkase Oeleta yang mengalami kekurangan pasokan bahan mentah.

“Produksi kami 1,5 ton per hari, namun terkendala bahan baku. Kami sangat membuka peluang kerjasama dengan kabupaten atau pihak swasta,” tambahnya.

Kupang juga dinyatakan siap mendukung program pengiriman tenaga kesehatan ke luar negeri.

“Stok perawat kami cukup, dan kami siap berkolaborasi untuk penempatan tenaga ke Jepang dan Australia,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Christian memaparkan rencana revitalisasi taman kota, termasuk Taman Nostalgia, sebagai ruang ekonomi kreatif melalui program Sunday Market.

“Kami ingin taman hidup dengan aktivitas UMKM dan komunitas, bukan hanya taman pasif,” jelasnya.

Menutup pemaparannya, Wali Kota menekankan pentingnya percepatan birokrasi melalui kehadiran head desk di tingkat provinsi sebagai jembatan koordinasi dengan pusat.

Ia juga menyampaikan bahwa Kota Kupang sedang menjajaki peluang kerjasama dengan Kota Darwin, Australia, dalam bidang pendidikan dan tenaga kerja.

Rakor ini menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen rencana pembangunan kawasan Pulau Timor yang akan diajukan kepada Presiden RI sebagai peta jalan pembangunan lima tahun ke depan. ***




Rektor UPG David Selan: Ir. Teo Widodo, Sosok Panutan di Balik Upaya Penanganan Sampah Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com — Di tengah tantangan pelik penanganan sampah di Kota Kupang, sosok Ir. Teo Widodo hadir sebagai figur yang membawa angin segar dalam gerakan peduli lingkungan.

Dikenal luas sebagai pemerhati lingkungan yang aktif dan konsisten, Ir. Teo Widodo menjadi tokoh sentral dalam upaya mengubah pola pikir masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kiprahnya yang tak hanya berhenti pada tataran gagasan, namun diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, menjadikan Ir. Teo sebagai panutan lintas generasi.

Salah satu bentuk kontribusinya terlihat dalam kegiatan kolaboratif lintas sektor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.

Rektor Universitas PGRI (UPG) NTT, David Selan, M.Si., turut menyampaikan apresiasinya terhadap peran Ir. Teo Widodo.

“Beliau adalah inspirasi nyata dalam gerakan peduli lingkungan. Sosok seperti Ir. Teo mengajarkan kita bahwa perubahan dimulai dari keteladanan dan aksi nyata. Mahasiswa kami melihat beliau sebagai role model yang menginspirasi,” ujar Rektor UPG kepada media ini pada Selasa (15/04/2025).

Tak sedikit masyarakat yang merasakan langsung dampak dari kepemimpinan Ir. Teo dalam memobilisasi kesadaran kolektif.

“Bapa Theo adalah panutan. Kepeduliannya pada lingkungan dan masyarakat kecil bukan hanya wacana, tapi betul-betul nyata. Kami yang mengenal beliau pasti satu suara,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Kota Kupang.

Semangat kolaboratif dan pendekatan yang inklusif menjadikan Ir. Teo Widodo sebagai figur yang mampu menjembatani berbagai lapisan masyarakat dalam satu tujuan bersama: menciptakan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan lestari. Dedikasi serta konsistensinya menjadi dorongan penting bagi gerakan lingkungan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. ***




Pemkot Kupang Gelar Aksi Berbagi Kasih Sambut Paskah 2025: Wujud Nyata Kepedulian dan Inklusi Sosial

 

Kupang,nwartapedia.com — Dalam rangka menyambut Hari Raya Paskah 2025, Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah kembali menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial melalui kegiatan “Berbagi Kasih”.

Aksi sosial ini dilaksanakan pada Senin (14/4), dengan menyasar tiga panti asuhan di Kota Kupang, yakni Panti Asuhan Attin Namosain, Panti Asuhan Kasih Kupang, dan Panti Asuhan Bakti Luhur di Kelurahan Tuak Daun Merah.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Si., yang secara pribadi turut berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan. Selain menyerahkan bantuan konsumsi, Wakil Wali Kota juga mengajak anak-anak untuk menonton film di bioskop, yang seluruh biayanya ditanggung secara pribadi.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Djoni D. Bire, SH., Analis Kebijakan Ivan L. Mila Meha, S.STP., MM., serta para lurah dari Kelurahan Kelapa Lima dan Tuak Daun Merah.

Di setiap lokasi, Wakil Wali Kota disambut dengan hangat oleh para pengelola panti, termasuk Ketua Panti Asuhan Attin Namosain, Mansyur Keneng, dan Kepala Sekolah Plus Attin, Syarif Mamang, S.Pd.I.; Ketua Yayasan Panti Asuhan Kasih Kupang, Alexander de Fretes; serta Suster Agustina Alma selaku penanggung jawab Panti Bakti Luhur.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan salam dan pesan dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, serta mengajak anak-anak untuk terus bermimpi besar, disiplin, dan bertanggung jawab.

Ia turut membagikan kisah perjuangannya menjadi Wakil Wali Kota termuda dan perempuan pertama di Kota Kupang.

“Kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang, tetapi oleh ketekunan dan tanggung jawab,” ungkapnya memotivasi para santri di Panti Asuhan Attin.

Di Panti Asuhan Kasih Kupang, yang menampung 30 anak penyandang disabilitas, Serena memberikan pesan inspiratif tentang pentingnya percaya diri.

“Berbuat baiklah terus-menerus, karena kebaikan akan datang di waktu yang tepat. Do good and good will come to you,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Panti Bakti Luhur yang diasuh oleh para suster Kongregasi Alma.

Di sini, Wakil Wali Kota mentraktir 30 anak panti menonton film animasi Indonesia berjudul Jumbo. Film tersebut dipilih karena mengandung pesan kuat tentang keberanian menghadapi perundungan, pentingnya percaya diri, serta nilai persahabatan dan cinta keluarga.

“Film ini saya pilih karena saya ingin anak-anak belajar bahwa perbedaan bukan kekurangan. Kita semua punya keistimewaan masing-masing. Jika kita berani mencoba dan terus berbuat baik, kita bisa menjadi pahlawan dalam kehidupan kita sendiri,” kata Serena.

Suster Agustina Alma dari Panti Bakti Luhur mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dari Pemerintah Kota Kupang.

“Anak-anak sangat senang dan merasakan sukacita yang luar biasa. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ucapnya.

Senada dengan itu, Alexander de Fretes menilai kegiatan ini sangat membantu dalam membangkitkan semangat dan kepercayaan diri anak-anak penyandang disabilitas.

Melalui aksi ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan kembali bahwa Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momen untuk mewujudkan kasih, berbagi sukacita, dan merangkul sesama yang membutuhkan.

Kegiatan Berbagi Kasih menjadi simbol nyata komitmen Pemkot Kupang dalam membangun masyarakat yang inklusif dan penuh kepedulian. ***




Wali Kota Kupang Apresiasi Inisiatif FPK NTT dalam Aksi Peduli Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan dukungan dan apresiasi tinggi terhadap kegiatan peduli sampah yang diselenggarakan oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 13 April 2025.

Kegiatan ini dinilai sebagai wujud konkret kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan serta bentuk sinergi lintas sektor dalam menciptakan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang dan turut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius R. Lega, S.H., Ketua FPK NTT Theo Widodo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi kemasyarakatan seperti Kontak Kerukunan Sosial (K2S) dan Ikatan Keluarga Manggarai Raya, perwakilan sponsor, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang, serta puluhan relawan yang tergabung dalam gerakan peduli lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Kota Kupang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kebersihan. Saya yakin, dengan kolaborasi yang solid, persoalan sampah di kota ini dapat kita tangani secara tuntas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota memaparkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah menyusun peta jalan (roadmap) penanganan sampah yang komprehensif, dimulai dari tingkat rumah tangga. Setiap Rukun Tetangga (RT) akan difasilitasi dengan minimal satu unit tempat sampah berukuran besar yang akan diangkut secara rutin.

Sampah kemudian akan diproses di tempat penampungan sementara (TPS) tingkat kelurahan untuk dipilah berdasarkan jenisnya.

“Dengan sistem ini, hanya sekitar 15 persen dari total sampah yang akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selebihnya akan dikelola secara produktif di tingkat kelurahan dan kecamatan,” jelas dr. Widodo.

Rangkaian kegiatan peduli sampah yang digelar mencakup edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, pembagian tempat sampah kepada warga, serta kerja bakti massal di sejumlah titik, termasuk di sepanjang jalan dan pesisir Pantai Pasir Panjang hingga area depan Hotel Aston Kupang.

Ketua FPK NTT, Ir. Theo Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi nyata pihaknya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat semangat pembauran kebangsaan.

“Sebagai bentuk dukungan, FPK NTT menyerahkan 150 unit bak sampah kepada Pemerintah Kota Kupang. Ini merupakan langkah awal kami dalam mendukung penguatan sistem pengelolaan sampah di wilayah ini,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para sponsor dan pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap suksesnya pelaksanaan aksi peduli sampah tersebut. ***




SMPN 5 Kota Kupang Rayakan HUT ke-46, Wali Kota Serahkan Dukungan untuk Pendidikan dan Lingkungan

 

Kupang,nwartapedia.com  — UPTD SMP Negeri 5 Kota Kupang menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 yang berlangsung meriah di Gedung SMPN 5, Jalan Frans Seda, Kelurahan Kelapa Lima, Sabtu (12/4).

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang disambut hangat oleh keluarga besar sekolah.

Kehadiran Wali Kota disambut secara adat dengan pengalungan kain tenun khas NTT dan pertunjukan tarian Kataga serta tarian selamat datang.

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat rasa cinta dan kebanggaan terhadap almamater, serta membangun semangat kebersamaan dalam lingkungan pendidikan.

Acara berlangsung semarak dengan berbagai penampilan dari siswa, termasuk puisi, solo vokal, paduan suara, pidato berbahasa Inggris, hingga tarian kreasi. Puncaknya ditandai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan ucapan proficiat kepada seluruh civitas akademika SMPN 5 atas usia ke-46 tahun.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga marwah lembaga pendidikan dan menjadikan momen ulang tahun sebagai titik tolak kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Acara seperti ini bukan untuk gagah-gagahan, tetapi harus memberi manfaat. Ibarat kapal yang indah, ia harus berlayar menembus gelombang samudra,” kata dr. Christian.

Ia juga menekankan pentingnya ruang kreasi budaya dalam membentuk karakter generasi muda serta melestarikan nilai-nilai lokal.

Wali Kota turut memuji kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah, yang dinilainya mencerminkan semangat positif seluruh warga sekolah.

Lebih jauh, dr. Christian menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk menciptakan generasi unggul melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.

“Misi kita adalah menciptakan SDM unggul dan berkarakter. Ini hanya mungkin terwujud bila ditopang oleh fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memadai,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota juga menggarisbawahi pentingnya peran sekolah dalam mendukung program kebersihan kota.

Ia menyebutkan bahwa satgas kebersihan telah terbentuk dan akan didukung dengan pengadaan tempat sampah terpilah di lingkungan sekolah.

“Sekolah harus menyediakan tempat sampah hijau, kuning, dan merah sesuai jenisnya. Untuk masyarakat, kami juga telah menyiapkan kontainer sampah besar di tingkat RT,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota kembali menegaskan bahwa bersama Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, Pemerintah Kota Kupang akan terus hadir sebagai pelayan masyarakat. Sebagai bentuk dukungan,

Wali Kota juga menyampaikan bantuan untuk perbaikan lapangan olahraga SMPN 5.

Sementara itu, Kepala UPTD SMPN 5, Ferderik Miratade, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Wali Kota.

Ia menilai kehadiran orang nomor satu di Kota Kupang menjadi energi baru bagi seluruh elemen sekolah.

“Selama 46 tahun berdiri, kondisi lapangan olahraga kami belum banyak berubah. Bantuan ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan layanan pendidikan, termasuk pengembangan bakat olahraga,” ujarnya.

Terkait program kebersihan, Ferderik menegaskan komitmen sekolah untuk mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota Kupang. Sekolah telah mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah terpilah sebagai bagian dari budaya bersih. ***




Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Sosial untuk Rumah Ibadah GMIT Bet’el Oesapa Tengah

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dengan menyerahkan bantuan sosial bagi rumah ibadah.

Kali ini, bantuan diberikan kepada Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Bet’el Oesapa Tengah dalam sebuah ibadah Minggu Sengsara VII yang berlangsung khidmat pada Minggu pagi (13/4) di gedung gereja, Jalan Damai No. 05, Kampung Nelayan, Oesapa.

Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang turut hadir bersama sejumlah pejabat, antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Jhoni Bire, SH., Analis Kebijakan Ahli Muda Ivan Lenny Mila Meha, S.STP., M.M., dan Lurah Oesapa Tengah, Kiai Kia. Hadir pula para majelis jemaat, presbiter, tim Compassion International dari Prancis, serta seluruh jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengucapkan selamat ulang tahun ke-200 kepada Jemaat Bet’el Oesapa Tengah. Ia menyebut usia dua abad sebagai cerminan kasih Tuhan dan ketekunan iman jemaat dalam membangun pelayanan gereja.

“Dua ratus tahun bukan sekadar warisan iman, tetapi juga cerminan keteguhan dan kedisiplinan umat yang telah menjadi denyut nadi perkembangan gereja di Kota Kupang,” ungkap dr. Christian.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada tim Compassion International yang selama 17 tahun telah menjadi mitra pelayanan dalam mendampingi anak-anak jemaat melalui pendekatan holistik.

“I would like to thank you for walking together with us for the last seventeen years—helping us here, helping our children, working together with the Child Development Centre. Thank you from the bottom of my heart. It’s been an honour to have you here,” ujar Wali Kota dalam bahasa Inggris.

Sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap rumah ibadah, bantuan dana sebesar Rp50 juta diserahkan untuk mendukung aktivitas pelayanan gereja.

Wali Kota menegaskan, pemerintah hadir bukan hanya sebagai penguasa, melainkan pelayan bagi seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini saya datang membawa sedikit bantuan. Kami mohon maaf jika belum bisa memberikan secara maksimal. Tapi kami berharap bantuan ini dapat berkenan dan mendukung pelayanan di gereja ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah, Pdt. Nicodemus O.R. Lepat, menyambut hangat kehadiran Wali Kota dan menyebutnya sebagai bagian dari keluarga besar jemaat.

“Beliau bukan sekadar pemimpin, tetapi bagian dari keluarga besar Jemaat Bet’el Oesapa Tengah,” ujarnya.

Pdt. Nicodemus juga mengungkapkan bahwa dalam rangka perayaan HUT ke-200, pihaknya telah menggelar lomba vokal grup tingkat klasis se-Kota Kupang dan Kupang Timur.

Meski menjadi tuan rumah, jemaat Bet’el berhasil meraih juara kelima dan akan menyerahkan piala tersebut kepada gereja di hadapan Wali Kota.

Acara ditutup dengan pengalungan kain tenun khas NTT dan pemberian cinderamata kepada Wali Kota, dilanjutkan sesi foto bersama dan ramah tamah penuh kehangatan. ***




PAMI NTT Gandeng 18 Organisasi Kepemudaan Gelar Aksi Tanam 1.000 Pohon di Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pergerakan Anggota Muda IAKMI (PAMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menggandeng 18 organisasi kepemudaan untuk melaksanakan Gerakan Peduli Bumi dengan aksi tanam 1.000 pohon di sepanjang jalur Petuk, dari cabang jalur Liliba hingga Jembatan Petuk 1, Sabtu (12/04/2025).

Ketua PAMI Daerah Provinsi NTT periode 2024–2025, Devisari Dedu Ngara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan dan dukungan terhadap Pemerintah Kota Kupang.

“Kegiatan ini dinisiasi oleh PAMI atas motivasi dari Ketua IAKMI NTT dan disambut hangat oleh teman-teman dari berbagai organisasi kepemudaan. Ini adalah bentuk kepedulian kami anak muda terhadap bumi yang kita pijak. Kami akan terus bergerak dan berdampak,” ujar Devi, mahasiswa FKM Undana.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk Lurah Liliba, Persemaian Permanen Fatukoa milik BPDAS Benain Noelmina, serta organisasi-organisasi pemuda yang terlibat.

“Ini juga bentuk dukungan kami kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota. Tanaman ini akan menjadi saksi dukungan kami terhadap pemerintahan ini,” tambahnya.

Jo Klau, perwakilan GMNI Cabang Kupang, turut menyuarakan harapannya agar warga sekitar ikut menjaga keberlanjutan aksi ini.

“Kami mengajak warga sekitar untuk menjaga tanaman-tanaman ini. Minimal, jangan membakar lahan saat musim kemarau. Ini untuk kebaikan bersama,” tegas Jo.

Sementara itu, Tini, Ketua Mapala Undana, menyampaikan bahwa keterlibatan kaum muda merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

“Kami generasi milenial tidak takut turun ke lapangan. Ini bukti bahwa kami ingin melestarikan alam. Ini bagian dari tanggung jawab kami,” ujarnya.

Sekretaris IAKMI NTT, Vinsen Belawa Lemaking, SKM., M.Kes, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi atas semangat para pemuda dalam kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda ini. Ini bentuk dukungan nyata terhadap Pemerintah Kota Kupang. Walau belum bertemu langsung dengan Wali Kota, mereka telah membuktikan komitmennya, termasuk dalam isu penting seperti pengelolaan sampah,” tutur Lemaking, yang juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UCB.

Adapun beberapa organisasi yang terlibat antara lain Mahasiswa Sumba Tengah, KMK FISIP Undana, BLM FKM Undana, HIMATRI Kupang, Politani Sumba-Kupang, Pasola Student Kupang, dan Persatuan Mahasiswa Manggarai Kupang. ***