Wakil Wali Kota Kupang Lantik Pengurus Baru PMI Kota Kupang Masa Bakti 2025–2030

 

Kupang,nwartapedia.com — Semangat kemanusiaan mengisi udara Kota Kupang hari ini saat Wakil Wali Kota Kupang secara resmi melantik Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang masa bakti 2025–2030.

Pelantikan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan dedikasi, mencerminkan komitmen kuat PMI sebagai mitra sejati Pemerintah Kota Kupang dalam misi kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang menegaskan pentingnya peran PMI yang tidak hanya hadir saat terjadi bencana atau perang, tetapi juga aktif dalam menyediakan darah, melayani masyarakat, dan membangun kesiapsiagaan bencana melalui pembentukan Sekolah Siaga Bencana.

“Peran PMI sungguh luar biasa. Mereka bukan hanya hadir saat terjadi perang atau bencana alam, tetapi juga secara aktif menyediakan darah dan memberikan pelayanan kemanusiaan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelantikan ini merupakan hasil musyawarah yang mencerminkan sinergi antara pemerintah dan PMI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, yang menekankan pentingnya kerja sama dalam penyelenggaraan tugas-tugas kemanusiaan.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus PMI yang baru dilantik. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Wakil Wali Kota menyampaikan tiga harapan penting kepada pengurus baru PMI Kota Kupang:

1. Pegang Teguh Prinsip Kemanusiaan
Pengurus diimbau untuk menjalankan tugas berdasarkan tujuh prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

2. Jalin Kolaborasi Luas
PMI diharapkan membangun hubungan harmonis dengan pemerintah, DPRD, serta lembaga negara dan non-pemerintah guna memperkuat program kerja.

3. Perluas Jaringan dan Rekrut Relawan Muda
Pengurus diminta memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan, serta aktif merekrut relawan muda sebagai agen perubahan.

Dalam semangat “to govern is to serve”, Wakil Wali Kota mendorong seluruh pengurus untuk melayani masyarakat dengan hati, tanpa pamrih, dan menjadikan pengabdian sebagai kekuatan moral utama.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota menekankan bahwa PMI Kota Kupang memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Kota Kupang sebagai Kota Kasih—rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Kebersamaan dan solidaritas sosial disebutnya sebagai fondasi penting dalam membangun kota yang tangguh dan peduli.

“Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Kebersamaan adalah kunci dalam misi kemanusiaan,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan di internal PMI serta merancang program-program kemanusiaan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Markas PMI Kota Kupang, Melianus Lasi, membacakan susunan Pengurus PMI Kota Kupang Masa Bakti 2025–2030, berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 02/Sk/Org/03.03.01/IV/2025, sebagai berikut:

Ketua: dr. Bill B. R. Mandala

Sekretaris: dr. Virgin Mary Grace Seran

Bendahara: Marce Rusmiyati, SE., MM

Wakil Ketua I Bidang Organisasi, PMR & Relawan: Chatharina Ameli Maley, S.Kom., Lisjatim Monika Sinlae, S.Pd., MM

Wakil Ketua II Bidang Pendidikan dan Pelatihan: Alfred A. Lakabela, S.Pd., M.Pd., Tomas Aquino Huwa, ST

Wakil Ketua III Bidang Pelayanan Sosial & Kesehatan Masyarakat: Fepyani T. Feoh, S.Kep., Ns., M.Kep., Abdullah Amin

Wakil Ketua IV Bidang Penanggulangan Bencana & Logistik: Elsje W. A. Sjioen, S.Sos., M.Si., Satría A. Nenotek, S.Ak

Wakil Ketua V Bidang Kemitraan & Sumber Daya: Nikodemus Kale, S.Sos., Yuninda A. Lulan, S.Pd., M.Pd

Wakil Ketua VI Bidang Promosi, Humas, Publikasi & Umum: Matheos Kuas, S.Sos., Mohammad A. A. Jalil, SH., MM.

Dengan susunan pengurus baru ini, PMI Kota Kupang diharapkan semakin solid, profesional, dan siap menjadi garda terdepan dalam berbagai misi kemanusiaan di Kota Kasih. (MI)




PMI Kota Kupang Siap Lantik Pengurus Baru Masa Bakti 2025–2030

 

Kupang,nwartapedia.com — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang menyatakan kesiapan penuh untuk melaksanakan pelantikan pengurus baru masa bakti 2025–2030.

Pengesahan susunan kepengurusan ini berdasarkan Keputusan Pengurus PMI Kota Kupang Nomor: 02/SK/ORG/03.03.01/IV/2025 tertanggal 22 April 2025.

Dalam struktur kepengurusan yang baru, Wali Kota Kupang ditetapkan sebagai Pelindung PMI Kota Kupang.

Sementara itu, Dewan Kehormatan diisi oleh sejumlah tokoh masyarakat dan profesional ternama, seperti Maria Rosalinda Uta Teku, SE., MM, Dance Bistolen, S.Pd, John Luther Sa’u, SH, Ahmad Thalib, Drs. Adonia Frans Folamauk, M.Pd, Eduard Fredik Mandala, SP, dan Eryc Z. Haba Bunga, S.KM., M.Epid.

dr. Bill B. R. Mandala dipercaya sebagai Ketua PMI Kota Kupang untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Ia akan didampingi oleh dr. Virgin Mary Grace Seran sebagai Sekretaris dan Marce Rusmiyati, SE., MM sebagai Bendahara.

Untuk memperkuat kinerja organisasi, PMI Kota Kupang juga membentuk enam bidang wakil ketua, yakni

Wakil Ketua I (Organisasi, PMR, dan Relawan): Chatharina Amelia Maley, S.Kom dan Lisjatim Monika Sinlae, S.Pd, MM

Wakil Ketua II (Pendidikan dan Pelatihan): Alfred A. Lakabela, S.Pd. MmPd dan Thomas Aquino Huwa,ST

Wakil Ketua III (Pelayanan Sosial dan Kesehatan Masyarakat) Fepyani T. Feoh, S.Kep., Ns., M. Dan Abdul Amin 

Wakil Ketua IV (Penanggulangan Bencana dan Logistik): Elsje W. A. Sjioen, S.Sos, M.SI dan Satria A. Nenotek, S.Ak.

Wakil Ketua V (Kemitraan dan Sumber Daya): Nikodemus Kale, S. Sos dan Yuninda A. Lulan, S.Pd, M. Pd

Wakil Ketua VI (Promosi, Humas, Publikasi, dan Umum): Matheos Kuas, S.Sos, serta Mohammad A. A. Jalil, SH., MM.

Sebagai persiapan pelantikan, gladi bersih telah dilaksanakan di Lantai 1 Balai Kota Kupang pada 28 April 2025. Pelantikan resmi dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2025 dan akan dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis.

Dengan formasi baru ini, PMI Kota Kupang berkomitmen memperkuat kiprah kemanusiaan melalui pelayanan sosial, kesehatan masyarakat, serta kesiapsiagaan penanggulangan bencana di wilayah Kota Kupang. (MI)




Jane Natalia Suryanto Resmi Bergabung dengan PAN, Fokus Bangun NTT Lewat Program Pemberdayaan

Kupang,nwartapedia.com— Jane Natalia Suryanto resmi bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), menandai langkah politik baru yang menarik perhatian publik setelah video “sirih pinang” dirinya sempat viral di media sosial.

Tidak sekadar memperluas ruang gerak politik, Jane menegaskan bahwa keputusannya ini berakar pada komitmen kuat untuk membangun Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program-program pemberdayaan yang nyata.

“Masuk ke PAN ini bukan soal ruang yang lebih besar untuk bertumbuh, tapi soal mengerjakan lebih banyak hal nyata untuk rakyat. Target pemberdayaan yang sedang saya jalankan sekarang, harapannya di 2027 sudah resmi launching dan kita bisa rasakan hasilnya,” kata Jane dalam keterangannya, Jumat (26/4).

Salah satu program andalan Jane adalah pengembangan produk pertanian pisang lokal yang ditargetkan untuk ekspor ke luar negeri.

Selain itu, Jane juga mengelola proyek “Kebun Jane”, sebuah inisiatif pertanian dan peternakan tersebar di berbagai wilayah NTT seperti Belu, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Sumba Timur, hingga Flores Timur.

Menariknya, seluruh proyek ini dijalankan dengan pendanaan pribadi tanpa mengandalkan jabatan politik.

Jane menekankan bahwa motivasinya terletak pada keinginan untuk mendorong kemandirian masyarakat. Baginya, memberikan “kail” jauh lebih penting daripada hanya memberikan “ikan”.

“Saya ingin masyarakat NTT berdiri di atas kakinya sendiri, mandiri secara ekonomi, dan tidak terus bergantung pada bantuan,” tegasnya.

Keputusan Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas parlemen (PT) untuk Pemilu 2029 juga menjadi perhatian Jane.

Meski regulasi resmi masih menunggu ketetapan, ia optimistis dapat berkontribusi lebih besar bersama PAN, mengingat partai ini memiliki jaringan kuat di tingkat nasional, termasuk sembilan menteri yang saat ini duduk di kabinet, salah satunya Menteri Desa.

“Saya merasa terhormat bergabung dengan PAN. Ini bukan soal kepentingan pribadi, tapi bagaimana saya bisa membantu masyarakat NTT lebih luas lagi. Politik bukan hal kotor; politik bisa menjadi jalan untuk mempercepat pemberdayaan rakyat,” tambahnya.

Ke depan, Jane berkomitmen memperjuangkan program-program strategis seperti pemberdayaan ternak, pengadaan laptop untuk sekolah-sekolah, hingga pelatihan keterampilan bagi generasi muda di NTT, guna mewujudkan daerah yang lebih maju dan berdaya saing. ***




Pemkot Kupang Gelar Malam Resepsi HUT ke-29 dan Apresiasi Investasi Award 2025

 

Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Malam Resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Kupang dan Apresiasi Investasi Kota Kupang Tahun 2025 di Hotel Harper Kupang, Jumat (25/4/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., serta unsur Forkopimda Kota Kupang, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, Ketua TP PKK Kota Kupang, Pj. Ketua Dharma Wanita, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, tokoh masyarakat, serta para nominator penerima penghargaan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas semangat seluruh pihak dalam memperingati HUT Kota Kupang yang ke-139 sekaligus 29 tahun sebagai daerah otonom.

“Usia 139 tahun bukanlah perjalanan singkat. Banyak tantangan dan harapan yang menyertai langkah kita membangun Kota Kupang,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa peringatan kali ini bertepatan dengan Hari Otonomi Daerah Nasional, menjadi pengingat pentingnya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, dalam lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang harus bertransformasi dari ‘pemerintah’ menjadi ‘pelayan masyarakat’ yang adaptif dan kolaboratif.

“Kota ini harus kita bangun bersama, bukan hanya sebagai warisan, tetapi sebagai pinjaman dari generasi masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara Pemerintah Kota dan DPRD. Ia mengutip filosofi rantai pada lambang Kota Kupang sebagai simbol kekuatan kolektif.

“Hubungan Pemkot dan DPRD harus kokoh seperti rantai, saling mengunci dan sulit terlepas,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, DPMPTSP juga melaporkan berbagai capaian, termasuk pembangunan Mall Pelayanan Publik yang menaungi 17 instansi dengan 112 jenis layanan. Realisasi investasi Kota Kupang tahun ini tercatat sebesar Rp1,31 triliun atau 125 persen dari target.

Selain itu, kerja sama layanan dengan Polresta, Bappenda NTT, dan Samsat berhasil meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor hingga hampir Rp2 miliar.

Dalam setahun terakhir, Kota Kupang juga memboyong sejumlah penghargaan nasional seperti Model Mall Pelayanan Publik dari Pos Kupang Award, Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Ombudsman dan Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis dari Ditjen Tenaga Kesehatan Kemenkes RI.

Sebagai bentuk apresiasi, DPMPTSP menyerahkan penghargaan Apresiasi Investasi Award 2025 kepada perusahaan, instansi, dan asosiasi yang berkontribusi dalam pembangunan dan investasi di Kota Kupang, meliputi kategori

Ketaatan Laporan Penanaman Modal, Ketaatan Pembayaran PBB, Kontribusi PAD, Pelayanan pada Mall Pelayanan Publik, Penyusunan regulasi investasi, Hingga dukungan terhadap kebersihan dan kenyamanan investasi.

Acara malam resepsi ditutup dengan pemotongan tumpeng, penyerahan penghargaan, gala dinner, ramah tamah, dan sesi foto bersama. ***




Anggota DPRD Kota Kupang Djunaedi Kana Dorong Dukungan Pusat untuk Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

 

Kupang,nwartapedia.com  – Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Demokrat, Djuneidi C. Kana, mengapresiasi pelaksanaan simulasi penanganan bencana yang berlangsung di Kantor Wali Kota Kupang dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

“Kami dari DPRD Komisi IV mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang sudah dilakukan dengan cukup baik. Simulasi seperti ini harus terus dilaksanakan secara rutin, agar saat bencana terjadi, kita semua sudah siap siaga,” ujarnya di sela kegiatan.

Djuneidi juga menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap kesiapsiagaan bencana di Kota Kupang.

Ia menyoroti masih minimnya armada dan fasilitas penunjang penyelamatan yang tersedia saat ini.

“Bapak dari kementerian sudah hadir di sini, sudah melihat langsung kondisi BPBD Kota Kupang. Kami sangat berharap bantuan dari pusat, karena anggaran kami cukup terbatas. Armada dan fasilitas penyelamatan masih belum lengkap,” ungkapnya.

Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan kemitraan yang kuat antara DPRD, BPBD, dan seluruh elemen masyarakat, Djuneidi optimistis kesiapsiagaan bencana di Kota Kupang dapat terus diperkuat.

“Atas nama Ketua DPRD dan seluruh anggota, kami ucapkan terima kasih untuk kegiatan hari ini. Semoga ini menjadi awal dari peningkatan kualitas penanggulangan bencana di kota ini,” pungkasnya. (MI)




Simulasi Penanganan Bencana di Kantor Wali Kota Kupang Dapat Apresiasi dari BNPB

 

Kupang,nwartapedia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktur Peringatan Dini, Afrial Rosya, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan simulasi penanganan bencana yang digelar di Kantor Wali Kota Kupang dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025 yang berlangsung di Kantor Walikota pada Sabtu (26/04/2025). 

Dalam simulasi yang menskenariokan terjadinya gempa bumi yang memicu kebakaran, Afrial menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjalankan dua Standar Operasional Prosedur (SOP) penting.

“Pertama, SOP penyelamatan saat terjadi gempa bumi, dan kedua, SOP penyelamatan saat kebakaran dalam gedung,” jelasnya di hadapan peserta simulasi.

Afrial menekankan pentingnya pelatihan rutin dan sosialisasi SOP kepada seluruh pegawai.

Ia menyarankan agar latihan semacam ini dilakukan minimal dua kali dalam setahun agar seluruh pegawai tidak panik dan dapat merespons bencana secara efektif.

Ia juga menyampaikan perlunya tim reaksi cepat di setiap lantai gedung.

“Idealnya, ada manajer lantai yang bertanggung jawab terhadap keadaan darurat. Jalur komunikasi dan koordinasi harus jelas,” ujarnya.

Tak lupa, Afrial juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) dan jalur evakuasi yang dapat diakses setiap saat.

“Jangan sampai jalur evakuasi terkunci saat kondisi darurat. Itu bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung simulasi ini, termasuk perwakilan DPRD Kota Kupang, OPD terkait, dan komunitas lokal.

“Atas nama pemerintah Kota Kupang, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur dan rombongan dari BNPB yang sudah hadir secara langsung. Ini jadi titik awal untuk terus melakukan simulasi secara reguler,” kata Ernest.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh masukan dari BNPB akan ditindaklanjuti bersama mitra DPRD demi keselamatan bersama.

“Ini bukan hanya untuk BPBD, tapi untuk seluruh warga Kota Kupang,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mempererat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di wilayah perkotaan. (MI)




Peringatan HUT Kota Kupang: Wali Kota Tekankan Pentingnya Semangat Melayani dalam Pemerintahan

 

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menggelar upacara memperingati Hari Ulang Tahun ke-139 Kota Kupang dan Hari Ulang Tahun ke-29 sebagai daerah otonom, Jumat pagi (25/4), di halaman Kantor Wali Kota Kupang.

Upacara yang dipimpin oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., jajaran Forkopimda Kota Kupang bersama istri, Ketua beserta Wakil Ketua dan anggota DPRD Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang periode 2007-2012, Drs. Daniel D. Hurek, M.M., tokoh masyarakat, rohaniawan, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, Para Asisten Sekda Kota Kupang, para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, direktur Perumda, camat, lurah, ASN dan PTT lingkup Pemerintah Kota Kupang,

Upacara ini menjadi momentum penting karena bertepatan pula dengan Hari Otonomi Daerah Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 April.

Turut hadir jajaran Forkopimda Kota Kupang bersama istri, Ketua beserta Wakil Ketua dan anggota DPRD Kota Kupang, tokoh masyarakat, rohaniawan, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, Para Asisten Sekda Kota Kupang, para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, direktur Perumda, camat, lurah, ASN dan PTT lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Upacara ini menjadi momentum penting karena bertepatan pula dengan Hari Otonomi Daerah Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 April.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, menyampaikan refleksi mendalam tentang perjalanan panjang kota ini.

Menurutnya, Usia 139 tahun bukanlah angka yang kecil, melainkan catatan sejarah yang menyimpan beragam kisah, tantangan, dan harapan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Wali Kota menggarisbawahi bahwa otonomi daerah bukan semata-mata tentang kewenangan, tetapi lebih dari itu tentang bagaimana pemerintah daerah menghadirkan kebijakan-kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat.

Ia menyampaikan dengan tegas bahwa visi Pemerintah Kota Kupang lima tahun ke depan adalah menjadikan pemerintahan sebagai instrumen pelayanan.

“To govern is to serve. Memerintah adalah melayani,” ujarnya, seraya mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menjadikan semangat pelayanan sebagai fondasi utama dalam bekerja.

Lebih lanjut, Wali Kota Christian menekankan pentingnya tiga nilai utama dalam menjalankan roda pemerintahan, yaitu sikap kolaboratif, kemampuan adaptif, dan jiwa melayani.

“Kolaborasi adalah kunci untuk berjalan jauh, karena pembangunan yang berkelanjutan hanya mungkin tercapai bila dilakukan bersama,” ungkapnya.

Dalam menghadapi zaman yang berubah cepat, ia menekankan bahwa pemerintah harus adaptif terhadap perubahan dan perkembangan zaman, terutama dalam konteks digitalisasi.

“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah arah layar agar tetap melaju ke tujuan. Semangat melayani harus selalu menyala, menjadi etos kerja dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Wali Kota juga menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih Pemerintah Kota Kupang.

“Saat ini sanitasi rumah tangga telah menjangkau hampir 80% wilayah, dan kondisi jalan telah menunjukkan perbaikan signifikan, mencapai di atas 62%,” jelas Wali Kota.

Kebangkitan ekonomi pasca pandemi juga mulai terlihat, khususnya melalui kegiatan-kegiatan kerakyatan seperti pawai Paskah yang melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM dan menghasilkan perputaran uang mencapai 2 hingga 3 miliar rupiah dalam satu hari.

“Kegiatan seperti ini akan terus dikembangkan dalam bentuk event wisata religi, yang menggabungkan unsur iman, budaya, dan pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif seluruh aparat dan masyarakat dalam menyukseskan program penanganan sampah.

Menurutnya, Roadmap penanganan sampah sudah disusun dan proses pengadaan fasilitas sedang berjalan.

Ia mengimbau camat dan lurah untuk segera mensosialisasikan roadmap ini hingga ke tingkat RT. Kota Kupang harus menjadi kota yang bersih dan nyaman, bukan hanya sebagai warisan dari leluhur, tetapi juga sebagai pinjaman dari anak cucu yang kelak akan mempertanyakan apa yang ditinggalkan untuk mereka.

Di tengah semangat perubahan itu, Wali Kota menyatakan bahwa Membangun kota bukan hanya tentang infrastruktur atau gedung-gedung megah, tetapi juga membangun karakter, budaya, dan lingkungan sosial yang saling menghargai.

“Kota yang baik adalah kota yang memiliki udara pagi yang bersih, taman-taman yang asri, sistem transportasi yang layak, dan masyarakat yang hidup dalam toleransi serta harmoni,” kata dr. Christian

Menutup sambutannya, dr. Christian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu menjaga Kota Kupang sebagai rumah bersama yang penuh kasih dan harapan. Ia mengutip pepatah Latin, “Ubi concordia ibi victoria” “Dalam persatuan, di sanalah kemenangan berada.” Sebagai bentuk penghargaan dan dukungan terhadap pengabdian warga.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota juga menyerahkan sejumlah bantuan dan penghargaan, termasuk santunan bagi PNS yang pensiun, wafat, atau mengalami cacat tetap, bantuan sosial kepada panti asuhan dan rumah ibadah, serta santunan kematian dan beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan untuk ahli waris pegawai yang telah meninggal dunia.

Selain itu, ia juga menyerahkan hadiah lomba dalam rangka HUT Kota Kupang yang digelar oleh Dinas Pariwisata.

“Dirgahayu Kota Kupang ke-139. Dirgahayu Kota Kupang ke-29 sebagai daerah otonom. Selamat Hari Otonomi Daerah. Mari kita jaga Kota Kupang ini, bukan hanya untuk kita, tapi untuk anak-anak kita kelak. Teamwork makes the dream work. Kerja tim membuat mimpi menjadi kenyataan,” tutup Wali Kota. ***




Wali Kota dan Wawali Kota Duduk Lesehan Bersama Petugas Kebersihan, Bahas Solusi Baru Pengelolaan Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com — Dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., duduk lesehan bersama para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Rabu (16/4).

Pertemuan yang berlangsung di Lapangan Kantor Wali Kota Kupang ini menjadi forum diskusi terbuka untuk membahas solusi strategis pengelolaan sampah kota.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH., sejumlah pimpinan perangkat daerah teknis, serta para camat se-Kota Kupang.

Dalam arahannya, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota telah menyusun strategi penanganan sampah jangka pendek dalam kurun waktu 100 hari, yang kini mulai diimplementasikan.

“Strategi ini sudah berjalan, tapi hari ini saya kumpulkan semua petugas kebersihan untuk menyamakan visi, semangat, dan cara kerja. Tidak boleh ada yang bekerja di luar kerangka yang telah ditetapkan,” tegas dr. Christian.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya data akurat terkait timbulan dan titik-titik tumpukan sampah.

Pemerintah saat ini tengah melakukan pemetaan ulang dan optimalisasi penggunaan Intermediate Storage Management di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Langkah awal pengelolaan dimulai dari rumah tangga dengan sistem pemilahan sampah menjadi tiga kategori: hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk sampah berbahaya.

Bagi warga yang belum memiliki tempat sampah khusus, dianjurkan menggunakan kantong plastik sesuai warna kategori.

Untuk mendukung sistem ini, Pemkot Kupang akan menyalurkan 1.300 unit kontainer plastik besar ke tingkat RT, dengan 200 unit di antaranya sudah tersedia dari kolaborasi bersama komunitas dan pelaku usaha.

Kontainer RT ini akan dikumpulkan ke kontainer besi di kelurahan, yang ditempatkan jauh dari permukiman padat.

“Pengangkutan harus terjadwal dan disiplin. Jika tidak, sampah akan meluber dan masyarakat pasti mengeluh,” tambahnya.

Pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan, dilengkapi teknologi modern seperti mesin pencacah plastik, konversi sampah organik menjadi pupuk dan maggot, serta sistem pemilahan berbasis conveyor.

TPST akan menjadi pusat koordinasi bank sampah dengan harga jual yang distandarisasi.

Sarana pendukung lainnya termasuk armada pengangkut (truk armroll, motor listrik), 68 unit kontainer besi, kamera CCTV, papan jadwal pengangkutan, serta sistem pelacakan truk secara digital. Pemerintah juga akan menerapkan sanksi tegas bagi pelanggaran, seperti denda, kerja sosial, hingga publikasi foto pelanggar di media sosial.

Tak hanya soal kebersihan, program ini juga membuka peluang kerja baru, terutama di sektor pemilahan dan pengolahan, serta memberdayakan pemulung dan warga sekitar TPST.

Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis, menambahkan bahwa petugas kebersihan akan memperoleh insentif tambahan di luar upah lembur, dan kesejahteraan mereka akan menjadi prioritas. Pemeriksaan kesehatan rutin juga akan dilakukan mengingat risiko kerja yang tinggi.

Dalam sesi diskusi, seorang petugas kebersihan menyampaikan apresiasi atas perhatian pimpinan dan menyuarakan permintaan pembangunan Kantor UPTD Pertamanan di Taman Nostalgia. Wali Kota menyambut baik usulan tersebut.

Sebagai penutup, dr. Christian memperkenalkan program unggulan “Besti Beruntung” (Bebas Sampah, Pasti Berubah, Untung) yang mengajak masyarakat aktif dalam pengelolaan sampah. Inovasi terbaru lainnya termasuk Call Center pengaduan berbasis AI dan teknologi pengolahan bangkai serta ranting menggunakan maggot sebagai solusi ramah lingkungan.

Diskusi ditutup dengan pernyataan inspiratif dari Wali Kota: “Jika ingin pergi cepat, berjalanlah sendiri. Jika ingin pergi jauh, berjalanlah bersama-sama.” ***




RW 07 Kelurahan Nefonaek Luncurkan Program Darurat Sampah Berbasis Swadaya Warga

 

Kupang,nwartapedia.com. — Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program Pemerintah Kota Kupang dalam rangka penanganan sampah maka RW 07 Kelurahan Nefonaek secara resmi meluncurkan program “Darurat Sampah” yang digagas dan dijalankan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Kegiatan peluncuran ini berlangsung di RT 24/RW 07, Rabu (16/04/2025) sore.

Ketua RW 07, Ir. Theodorus Widodo, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan warga terhadap meningkatnya volume sampah, khususnya dari pihak luar yang membuang sampah sembarangan di lingkungan mereka.

“Darurat Sampah ini merupakan inisiatif mandiri warga sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,”ungkapnya.

Theodorus Widodo yang akrab disapa Theo Widodo menjelaskan bahwa progran darurat sampah ini sudah membangun tiga pos penjagaan di titik-titik strategis dan dijaga secara bergiliran oleh petugas selama 24 jam penuh dan akan diberikan upah.

Tiap pos dijaga 24 jam oleh 2 petugas masing-masing 12 jam, nila ditemukan ada yang buang sampah, petugas akan membunyikan kentongan. Warga akan ikut bunyikan kentongan sambil berusaha menegur sipembuang sampah dan menggiring yang bersangkutan ke pos polisi”ungkapnya.

“Masing-masing pos dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) yang dapat diakses oleh seluruh warga, serta dilengkapi penerangan memadai demi memastikan pengawasan maksimal, terutama pada malam hari,”tambahnya. 

Ia menambahkan, salah satu komponen penting dalam program ini adalah kewajiban pemilahan sampah rumah tangga.

Dijelaskan, sampah yang telah dipilah akan disetorkan ke bank sampah atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hijau, selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota Kupang yang menargetkan penyediaan tong sampah berkapasitas 660 liter di setiap RT.

“Warga RW 07 bertanggung jawab tidak hanya atas kebersihan pekarangan rumah, tetapi juga area dua meter di luar pagar. Ini menjadi komitmen bersama,” tambahnya.

Guna menimbulkan efek jera, Theo Widodo menerangkan, petugas pos memiliki kewenangan untuk memberikan peringatan tegas kepada siapa pun yang tertangkap membuang sampah sembarangan.

“Warga juga diajak turut serta dalam penegakan kedisiplinan ini, dengan penanganan yang tetap dilakukan secara humanis dan sesuai prosedur sebelum dilaporkan ke aparat atau pihak kelurahan,”terangnya.

Theo Widodo menegaskan bahwa seluruh infrastruktur dan operasional program ini didanai sepenuhnya dari kontribusi masyarakat. Tidak ada bantuan dari pihak luar.

“Program ini adalah bukti bahwa warga bisa menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan. Kami berharap langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi RW dan kelurahan lain di Kota Kupang,” pungkasnya.

Hadir dan ikut memberikan dukungan dalam kegiatan louning Darurat Sampah RW 07 yakni Camat Kota lama, Lurah Nefonaek, Babinkantib Nefonaek, Babinsa  Nefonaek, para RT di RW 07, Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Pengurus Bang Sampah dan Tokoh masyarakat RW 07 Kelurahan Nefonaek. (MI)




Camat Kota Lama Apresiasi RW 07 Nefonaek Jadi Contoh Kolaborasi Atasi Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com — Camat Kota Lama, Mohammad Adriyanto Abdul Jalil, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata yang dilakukan RW 07 Kelurahan Nefonaek dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri peluncuran Pos Darurat Sampah di RW 07, yang digagas secara swadaya oleh warga bersama Ketua RW, Ir. Theodorus Widodo.

“Seperti yang diamanatkan oleh Bapak Wali Kota Kupang, jika kita ingin melangkah jauh, kita harus melangkah bersama-sama. RW 07 telah menunjukkan semangat kolaborasi itu,” kata Camat Adriyanto.

Dalam program tersebut, pengelolaan sampah dilakukan secara terstruktur. Sampah dari rumah tangga dipilah terlebih dahulu, kemudian diangkut secara door to door oleh bank sampah unit Kelurahan Nefonaek Asmaraloka yang telah bekerja sama dengan warga kelurahan setempat.

“Saya sangat bersyukur dan bangga. Jika seluruh Kelurahan Nefonaek bisa berkolaborasi seperti ini, maka saya yakin Kota Kupang akan bersih,” ujarnya.

Camat Adriyanto juga menyoroti bahwa Nefonaek selama ini kerap menjadi daerah terdampak dari pembuangan sampah oleh warga luar. Karena itu, upaya swadaya warga RW 07 menjadi contoh yang patut ditiru oleh RW lainnya di Kecamatan Kota Lama.

“Ini bukan hanya program RW, tapi gerakan masyarakat. Kami berharap langkah ini menjadi sangat efektif dan memberi dampak langsung. Dan tentunya, kita juga berharap sudah ada sanksi tegas bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan,” tambahnya.

Dirinya menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Ketua RW 07, Theo Widodo, atas inisiatif dan kepemimpinannya dalam mendorong partisipasi warga.

“Kami berharap titik-titik merah yang selama ini identik dengan sampah bisa berubah menjadi titik hijau yang bersih dan nyaman. Mari kita semua berkolaborasi dan mendukung program Wali Kota Kupang,” tutup Camat Kota Lama. (MI)