Jane Natalia Suryanto Resmi Bergabung dengan PAN, Fokus Bangun NTT Lewat Program Pemberdayaan

Kupang,nwartapedia.com— Jane Natalia Suryanto resmi bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), menandai langkah politik baru yang menarik perhatian publik setelah video “sirih pinang” dirinya sempat viral di media sosial.

Tidak sekadar memperluas ruang gerak politik, Jane menegaskan bahwa keputusannya ini berakar pada komitmen kuat untuk membangun Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program-program pemberdayaan yang nyata.

“Masuk ke PAN ini bukan soal ruang yang lebih besar untuk bertumbuh, tapi soal mengerjakan lebih banyak hal nyata untuk rakyat. Target pemberdayaan yang sedang saya jalankan sekarang, harapannya di 2027 sudah resmi launching dan kita bisa rasakan hasilnya,” kata Jane dalam keterangannya, Jumat (26/4).

Salah satu program andalan Jane adalah pengembangan produk pertanian pisang lokal yang ditargetkan untuk ekspor ke luar negeri.

Selain itu, Jane juga mengelola proyek “Kebun Jane”, sebuah inisiatif pertanian dan peternakan tersebar di berbagai wilayah NTT seperti Belu, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Sumba Timur, hingga Flores Timur.

Menariknya, seluruh proyek ini dijalankan dengan pendanaan pribadi tanpa mengandalkan jabatan politik.

Jane menekankan bahwa motivasinya terletak pada keinginan untuk mendorong kemandirian masyarakat. Baginya, memberikan “kail” jauh lebih penting daripada hanya memberikan “ikan”.

“Saya ingin masyarakat NTT berdiri di atas kakinya sendiri, mandiri secara ekonomi, dan tidak terus bergantung pada bantuan,” tegasnya.

Keputusan Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas parlemen (PT) untuk Pemilu 2029 juga menjadi perhatian Jane.

Meski regulasi resmi masih menunggu ketetapan, ia optimistis dapat berkontribusi lebih besar bersama PAN, mengingat partai ini memiliki jaringan kuat di tingkat nasional, termasuk sembilan menteri yang saat ini duduk di kabinet, salah satunya Menteri Desa.

“Saya merasa terhormat bergabung dengan PAN. Ini bukan soal kepentingan pribadi, tapi bagaimana saya bisa membantu masyarakat NTT lebih luas lagi. Politik bukan hal kotor; politik bisa menjadi jalan untuk mempercepat pemberdayaan rakyat,” tambahnya.

Ke depan, Jane berkomitmen memperjuangkan program-program strategis seperti pemberdayaan ternak, pengadaan laptop untuk sekolah-sekolah, hingga pelatihan keterampilan bagi generasi muda di NTT, guna mewujudkan daerah yang lebih maju dan berdaya saing. ***




Pemkot Kupang Gelar Malam Resepsi HUT ke-29 dan Apresiasi Investasi Award 2025

 

Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Malam Resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Kupang dan Apresiasi Investasi Kota Kupang Tahun 2025 di Hotel Harper Kupang, Jumat (25/4/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., serta unsur Forkopimda Kota Kupang, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, Ketua TP PKK Kota Kupang, Pj. Ketua Dharma Wanita, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, tokoh masyarakat, serta para nominator penerima penghargaan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas semangat seluruh pihak dalam memperingati HUT Kota Kupang yang ke-139 sekaligus 29 tahun sebagai daerah otonom.

“Usia 139 tahun bukanlah perjalanan singkat. Banyak tantangan dan harapan yang menyertai langkah kita membangun Kota Kupang,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa peringatan kali ini bertepatan dengan Hari Otonomi Daerah Nasional, menjadi pengingat pentingnya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, dalam lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang harus bertransformasi dari ‘pemerintah’ menjadi ‘pelayan masyarakat’ yang adaptif dan kolaboratif.

“Kota ini harus kita bangun bersama, bukan hanya sebagai warisan, tetapi sebagai pinjaman dari generasi masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara Pemerintah Kota dan DPRD. Ia mengutip filosofi rantai pada lambang Kota Kupang sebagai simbol kekuatan kolektif.

“Hubungan Pemkot dan DPRD harus kokoh seperti rantai, saling mengunci dan sulit terlepas,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, DPMPTSP juga melaporkan berbagai capaian, termasuk pembangunan Mall Pelayanan Publik yang menaungi 17 instansi dengan 112 jenis layanan. Realisasi investasi Kota Kupang tahun ini tercatat sebesar Rp1,31 triliun atau 125 persen dari target.

Selain itu, kerja sama layanan dengan Polresta, Bappenda NTT, dan Samsat berhasil meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor hingga hampir Rp2 miliar.

Dalam setahun terakhir, Kota Kupang juga memboyong sejumlah penghargaan nasional seperti Model Mall Pelayanan Publik dari Pos Kupang Award, Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Ombudsman dan Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis dari Ditjen Tenaga Kesehatan Kemenkes RI.

Sebagai bentuk apresiasi, DPMPTSP menyerahkan penghargaan Apresiasi Investasi Award 2025 kepada perusahaan, instansi, dan asosiasi yang berkontribusi dalam pembangunan dan investasi di Kota Kupang, meliputi kategori

Ketaatan Laporan Penanaman Modal, Ketaatan Pembayaran PBB, Kontribusi PAD, Pelayanan pada Mall Pelayanan Publik, Penyusunan regulasi investasi, Hingga dukungan terhadap kebersihan dan kenyamanan investasi.

Acara malam resepsi ditutup dengan pemotongan tumpeng, penyerahan penghargaan, gala dinner, ramah tamah, dan sesi foto bersama. ***




Anggota DPRD Kota Kupang Djunaedi Kana Dorong Dukungan Pusat untuk Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

 

Kupang,nwartapedia.com  – Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Demokrat, Djuneidi C. Kana, mengapresiasi pelaksanaan simulasi penanganan bencana yang berlangsung di Kantor Wali Kota Kupang dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

“Kami dari DPRD Komisi IV mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang sudah dilakukan dengan cukup baik. Simulasi seperti ini harus terus dilaksanakan secara rutin, agar saat bencana terjadi, kita semua sudah siap siaga,” ujarnya di sela kegiatan.

Djuneidi juga menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap kesiapsiagaan bencana di Kota Kupang.

Ia menyoroti masih minimnya armada dan fasilitas penunjang penyelamatan yang tersedia saat ini.

“Bapak dari kementerian sudah hadir di sini, sudah melihat langsung kondisi BPBD Kota Kupang. Kami sangat berharap bantuan dari pusat, karena anggaran kami cukup terbatas. Armada dan fasilitas penyelamatan masih belum lengkap,” ungkapnya.

Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan kemitraan yang kuat antara DPRD, BPBD, dan seluruh elemen masyarakat, Djuneidi optimistis kesiapsiagaan bencana di Kota Kupang dapat terus diperkuat.

“Atas nama Ketua DPRD dan seluruh anggota, kami ucapkan terima kasih untuk kegiatan hari ini. Semoga ini menjadi awal dari peningkatan kualitas penanggulangan bencana di kota ini,” pungkasnya. (MI)




Simulasi Penanganan Bencana di Kantor Wali Kota Kupang Dapat Apresiasi dari BNPB

 

Kupang,nwartapedia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktur Peringatan Dini, Afrial Rosya, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan simulasi penanganan bencana yang digelar di Kantor Wali Kota Kupang dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025 yang berlangsung di Kantor Walikota pada Sabtu (26/04/2025). 

Dalam simulasi yang menskenariokan terjadinya gempa bumi yang memicu kebakaran, Afrial menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjalankan dua Standar Operasional Prosedur (SOP) penting.

“Pertama, SOP penyelamatan saat terjadi gempa bumi, dan kedua, SOP penyelamatan saat kebakaran dalam gedung,” jelasnya di hadapan peserta simulasi.

Afrial menekankan pentingnya pelatihan rutin dan sosialisasi SOP kepada seluruh pegawai.

Ia menyarankan agar latihan semacam ini dilakukan minimal dua kali dalam setahun agar seluruh pegawai tidak panik dan dapat merespons bencana secara efektif.

Ia juga menyampaikan perlunya tim reaksi cepat di setiap lantai gedung.

“Idealnya, ada manajer lantai yang bertanggung jawab terhadap keadaan darurat. Jalur komunikasi dan koordinasi harus jelas,” ujarnya.

Tak lupa, Afrial juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) dan jalur evakuasi yang dapat diakses setiap saat.

“Jangan sampai jalur evakuasi terkunci saat kondisi darurat. Itu bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung simulasi ini, termasuk perwakilan DPRD Kota Kupang, OPD terkait, dan komunitas lokal.

“Atas nama pemerintah Kota Kupang, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur dan rombongan dari BNPB yang sudah hadir secara langsung. Ini jadi titik awal untuk terus melakukan simulasi secara reguler,” kata Ernest.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh masukan dari BNPB akan ditindaklanjuti bersama mitra DPRD demi keselamatan bersama.

“Ini bukan hanya untuk BPBD, tapi untuk seluruh warga Kota Kupang,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mempererat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di wilayah perkotaan. (MI)