SMPN 5 Kota Kupang Rayakan HUT ke-46, Wali Kota Serahkan Dukungan untuk Pendidikan dan Lingkungan

 

Kupang,nwartapedia.com  — UPTD SMP Negeri 5 Kota Kupang menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 yang berlangsung meriah di Gedung SMPN 5, Jalan Frans Seda, Kelurahan Kelapa Lima, Sabtu (12/4).

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang disambut hangat oleh keluarga besar sekolah.

Kehadiran Wali Kota disambut secara adat dengan pengalungan kain tenun khas NTT dan pertunjukan tarian Kataga serta tarian selamat datang.

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat rasa cinta dan kebanggaan terhadap almamater, serta membangun semangat kebersamaan dalam lingkungan pendidikan.

Acara berlangsung semarak dengan berbagai penampilan dari siswa, termasuk puisi, solo vokal, paduan suara, pidato berbahasa Inggris, hingga tarian kreasi. Puncaknya ditandai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan ucapan proficiat kepada seluruh civitas akademika SMPN 5 atas usia ke-46 tahun.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga marwah lembaga pendidikan dan menjadikan momen ulang tahun sebagai titik tolak kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Acara seperti ini bukan untuk gagah-gagahan, tetapi harus memberi manfaat. Ibarat kapal yang indah, ia harus berlayar menembus gelombang samudra,” kata dr. Christian.

Ia juga menekankan pentingnya ruang kreasi budaya dalam membentuk karakter generasi muda serta melestarikan nilai-nilai lokal.

Wali Kota turut memuji kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah, yang dinilainya mencerminkan semangat positif seluruh warga sekolah.

Lebih jauh, dr. Christian menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk menciptakan generasi unggul melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.

“Misi kita adalah menciptakan SDM unggul dan berkarakter. Ini hanya mungkin terwujud bila ditopang oleh fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memadai,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota juga menggarisbawahi pentingnya peran sekolah dalam mendukung program kebersihan kota.

Ia menyebutkan bahwa satgas kebersihan telah terbentuk dan akan didukung dengan pengadaan tempat sampah terpilah di lingkungan sekolah.

“Sekolah harus menyediakan tempat sampah hijau, kuning, dan merah sesuai jenisnya. Untuk masyarakat, kami juga telah menyiapkan kontainer sampah besar di tingkat RT,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota kembali menegaskan bahwa bersama Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, Pemerintah Kota Kupang akan terus hadir sebagai pelayan masyarakat. Sebagai bentuk dukungan,

Wali Kota juga menyampaikan bantuan untuk perbaikan lapangan olahraga SMPN 5.

Sementara itu, Kepala UPTD SMPN 5, Ferderik Miratade, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Wali Kota.

Ia menilai kehadiran orang nomor satu di Kota Kupang menjadi energi baru bagi seluruh elemen sekolah.

“Selama 46 tahun berdiri, kondisi lapangan olahraga kami belum banyak berubah. Bantuan ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan layanan pendidikan, termasuk pengembangan bakat olahraga,” ujarnya.

Terkait program kebersihan, Ferderik menegaskan komitmen sekolah untuk mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota Kupang. Sekolah telah mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah terpilah sebagai bagian dari budaya bersih. ***




Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Sosial untuk Rumah Ibadah GMIT Bet’el Oesapa Tengah

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dengan menyerahkan bantuan sosial bagi rumah ibadah.

Kali ini, bantuan diberikan kepada Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Bet’el Oesapa Tengah dalam sebuah ibadah Minggu Sengsara VII yang berlangsung khidmat pada Minggu pagi (13/4) di gedung gereja, Jalan Damai No. 05, Kampung Nelayan, Oesapa.

Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang turut hadir bersama sejumlah pejabat, antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Jhoni Bire, SH., Analis Kebijakan Ahli Muda Ivan Lenny Mila Meha, S.STP., M.M., dan Lurah Oesapa Tengah, Kiai Kia. Hadir pula para majelis jemaat, presbiter, tim Compassion International dari Prancis, serta seluruh jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengucapkan selamat ulang tahun ke-200 kepada Jemaat Bet’el Oesapa Tengah. Ia menyebut usia dua abad sebagai cerminan kasih Tuhan dan ketekunan iman jemaat dalam membangun pelayanan gereja.

“Dua ratus tahun bukan sekadar warisan iman, tetapi juga cerminan keteguhan dan kedisiplinan umat yang telah menjadi denyut nadi perkembangan gereja di Kota Kupang,” ungkap dr. Christian.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada tim Compassion International yang selama 17 tahun telah menjadi mitra pelayanan dalam mendampingi anak-anak jemaat melalui pendekatan holistik.

“I would like to thank you for walking together with us for the last seventeen years—helping us here, helping our children, working together with the Child Development Centre. Thank you from the bottom of my heart. It’s been an honour to have you here,” ujar Wali Kota dalam bahasa Inggris.

Sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap rumah ibadah, bantuan dana sebesar Rp50 juta diserahkan untuk mendukung aktivitas pelayanan gereja.

Wali Kota menegaskan, pemerintah hadir bukan hanya sebagai penguasa, melainkan pelayan bagi seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini saya datang membawa sedikit bantuan. Kami mohon maaf jika belum bisa memberikan secara maksimal. Tapi kami berharap bantuan ini dapat berkenan dan mendukung pelayanan di gereja ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah, Pdt. Nicodemus O.R. Lepat, menyambut hangat kehadiran Wali Kota dan menyebutnya sebagai bagian dari keluarga besar jemaat.

“Beliau bukan sekadar pemimpin, tetapi bagian dari keluarga besar Jemaat Bet’el Oesapa Tengah,” ujarnya.

Pdt. Nicodemus juga mengungkapkan bahwa dalam rangka perayaan HUT ke-200, pihaknya telah menggelar lomba vokal grup tingkat klasis se-Kota Kupang dan Kupang Timur.

Meski menjadi tuan rumah, jemaat Bet’el berhasil meraih juara kelima dan akan menyerahkan piala tersebut kepada gereja di hadapan Wali Kota.

Acara ditutup dengan pengalungan kain tenun khas NTT dan pemberian cinderamata kepada Wali Kota, dilanjutkan sesi foto bersama dan ramah tamah penuh kehangatan. ***




PAMI NTT Gandeng 18 Organisasi Kepemudaan Gelar Aksi Tanam 1.000 Pohon di Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pergerakan Anggota Muda IAKMI (PAMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menggandeng 18 organisasi kepemudaan untuk melaksanakan Gerakan Peduli Bumi dengan aksi tanam 1.000 pohon di sepanjang jalur Petuk, dari cabang jalur Liliba hingga Jembatan Petuk 1, Sabtu (12/04/2025).

Ketua PAMI Daerah Provinsi NTT periode 2024–2025, Devisari Dedu Ngara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan dan dukungan terhadap Pemerintah Kota Kupang.

“Kegiatan ini dinisiasi oleh PAMI atas motivasi dari Ketua IAKMI NTT dan disambut hangat oleh teman-teman dari berbagai organisasi kepemudaan. Ini adalah bentuk kepedulian kami anak muda terhadap bumi yang kita pijak. Kami akan terus bergerak dan berdampak,” ujar Devi, mahasiswa FKM Undana.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk Lurah Liliba, Persemaian Permanen Fatukoa milik BPDAS Benain Noelmina, serta organisasi-organisasi pemuda yang terlibat.

“Ini juga bentuk dukungan kami kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota. Tanaman ini akan menjadi saksi dukungan kami terhadap pemerintahan ini,” tambahnya.

Jo Klau, perwakilan GMNI Cabang Kupang, turut menyuarakan harapannya agar warga sekitar ikut menjaga keberlanjutan aksi ini.

“Kami mengajak warga sekitar untuk menjaga tanaman-tanaman ini. Minimal, jangan membakar lahan saat musim kemarau. Ini untuk kebaikan bersama,” tegas Jo.

Sementara itu, Tini, Ketua Mapala Undana, menyampaikan bahwa keterlibatan kaum muda merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

“Kami generasi milenial tidak takut turun ke lapangan. Ini bukti bahwa kami ingin melestarikan alam. Ini bagian dari tanggung jawab kami,” ujarnya.

Sekretaris IAKMI NTT, Vinsen Belawa Lemaking, SKM., M.Kes, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi atas semangat para pemuda dalam kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda ini. Ini bentuk dukungan nyata terhadap Pemerintah Kota Kupang. Walau belum bertemu langsung dengan Wali Kota, mereka telah membuktikan komitmennya, termasuk dalam isu penting seperti pengelolaan sampah,” tutur Lemaking, yang juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UCB.

Adapun beberapa organisasi yang terlibat antara lain Mahasiswa Sumba Tengah, KMK FISIP Undana, BLM FKM Undana, HIMATRI Kupang, Politani Sumba-Kupang, Pasola Student Kupang, dan Persatuan Mahasiswa Manggarai Kupang. ***