Pemerintah Kota Kupang Resmi Luncurkan Implementasi Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK

 

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang resmi meluncurkan implementasi Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK dan Employer Branding “Bangga Melayani Bangsa” dalam lingkungan Pemkot Kupang.

Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian Apel Kesadaran Korpri yang digelar di halaman kantor Wali Kota Kupang pada Senin (17/3).

Acara peluncuran ditandai dengan pembunyian sirene oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, didampingi Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, serta Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si. Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, kepala perangkat daerah, pimpinan perusahaan umum daerah, camat, lurah, serta seluruh ASN dan PTT di lingkungan Pemkot Kupang.

Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK dan Employer Branding “Bangga Melayani Bangsa” pertama kali dicanangkan oleh pemerintah pusat pada 27 Juli 2021.

Hari ini, Pemkot Kupang kembali menegaskan komitmennya untuk menerapkan nilai-nilai tersebut guna mewujudkan birokrasi yang profesional dan berintegritas.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menekankan bahwa implementasi nilai-nilai ini bukan sekadar wacana, tetapi harus menjadi prinsip dalam setiap aspek pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau kita bicara berorientasi pelayanan, ini sejalan dengan moto kami: Memerintah adalah melayani, To govern is to serve. Inilah yang harus menjadi pedoman kita dalam bekerja,” tegasnya.

Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK mencakup tujuh prinsip utama yakni
Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

Untuk memastikan penerapan nilai-nilai ini berjalan efektif, Wali Kota Kupang bersama Wakil Wali Kota akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Bagi yang bekerja dengan baik, tidak perlu khawatir. Sidak ini untuk memastikan bahwa semua ASN benar-benar menjalankan tugasnya dengan profesionalisme dan dedikasi,” ujarnya.

Selain menekankan profesionalisme, Wali Kota juga mengingatkan ASN agar memiliki loyalitas penuh terhadap pemerintah pusat dan daerah serta menghindari mentalitas “raja kecil” dalam birokrasi.

“Loyalitas kepada Presiden, Gubernur, dan Pemerintah Kota adalah harga mati. Tidak boleh ada ego sektoral di setiap OPD,” tegasnya.

ASN juga diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi transformasi digital.

“Dunia sudah berubah, semua sudah berbasis digital. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Yang harus kita lakukan adalah menyesuaikan diri dan bergerak maju bersama perubahan,” imbuhnya.

Kolaborasi antarinstansi pun menjadi sorotan dalam upaya meningkatkan efektivitas layanan publik.

“Jika ingin berjalan cepat, pergilah sendiri. Tetapi jika ingin pergi jauh, pergilah bersama-sama. Dalam persatuan, kita menemukan kemenangan,” katanya.

Wali Kota mengungkapkan bahwa indeks implementasi BerAKHLAK di Kota Kupang mengalami peningkatan signifikan, dari 59,7% pada 2023 menjadi 69,5% di 2024.

Meski demikian, ia menekankan bahwa angka tersebut harus terus ditingkatkan agar pelayanan publik semakin optimal.

Di penghujung acara, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, yang akan memasuki masa purna tugas pada akhir bulan ini.

“Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama ini. Pikiran dan gagasan Pak Sekda akan tetap kami butuhkan dalam membangun Kota Kupang,” tuturnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam implementasi nilai-nilai ini, Sekretaris Daerah Kota Kupang memimpin pembacaan Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK, yang diikuti oleh seluruh peserta apel.

Inspektur pada Inspektorat Daerah Kota Kupang juga membacakan komitmen penerapan Core Values ASN BerAKHLAK.

Acara ditutup dengan penandatanganan simbolis Komitmen Penerapan Core Values ASN BerAKHLAK oleh perwakilan kepala perangkat daerah, disaksikan langsung oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah Kota Kupang. ***




Wali Kota Kupang Terima Audiensi Panitia Takbiran Laut SNNU NTT 2025

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi dari panitia Takbiran Laut Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) di ruang kerjanya, Kamis (13/3).

Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Takbiran Laut yang akan digelar pada malam menjelang Idulfitri 1446 Hijriah.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Kupang menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang terhadap kegiatan Takbiran Laut yang digagas oleh SNNU NTT.

Wali Kota berharap kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat persatuan masyarakat, khususnya di Kota Kupang.

“Pemerintah Kota Kupang mendukung penuh pelaksanaan Takbiran Laut yang diinisiasi oleh SNNU NTT. Saya percaya kegiatan ini merupakan wujud syukur umat Islam dalam menyambut Idulfitri sekaligus menjadi sarana untuk menebarkan semangat persaudaraan dan toleransi,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga menambahkan bahwa Takbiran Laut merupakan tradisi religius yang unik dan positif serta sarat nilai budaya.

Oleh karena itu, ia mendorong panitia untuk melibatkan sebanyak mungkin peserta dari berbagai unsur, termasuk pemerintah, guna memastikan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses.

Sementara itu, Ketua SNNU NTT, Angki Laane, menjelaskan bahwa Takbiran Laut telah menjadi tradisi tahunan yang rutin diselenggarakan selama lima tahun terakhir dan mendapat sambutan baik dari masyarakat.

“Tahun ini, Takbiran Laut direncanakan berlangsung pada 30 Maret 2025, dimulai dari Pelabuhan Nunbaun Sabu dan berakhir di depan Hotel Aston. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 30 hingga 50 perahu nelayan yang dihias secara khusus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Angki menyebutkan bahwa selain nelayan, peserta juga akan melibatkan sejumlah instansi pemerintah seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan PT Pelni. Ia berharap kegiatan ini menjadi momen yang meriah sekaligus bermakna bagi masyarakat Kota Kupang.

Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Djoni Domisius Bire, SH., Ketua SNNU NTT, Angki Laane, Ketua Panitia Takbiran Laut, Kasim Koli, serta sejumlah anggota panitia lainnya. **




Wali Kota Kupang Resmi Buka Pasar Murah Bersubsidi, Jaga Stabilitas Harga Jelang Hari Besar Keagamaan

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Bersubsidi di halaman Masjid Nurul Iman, Kelurahan Oebobo, pada Kamis (13/03).

Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, Nyepi Tahun Baru Saka 1947, dan Paskah.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pasar murah ini bukan hanya langkah untuk mengendalikan harga, tetapi juga bentuk kepedulian nyata dari pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Menjelang hari-hari besar keagamaan, harga kebutuhan pokok sering mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan. Kondisi ini tentu berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya yang kurang mampu. Karena itu, pemerintah hadir melalui program pasar murah ini untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok,” ujarnya.

Ketua Yayasan Masjid Nurul Iman, Drs. H. Ismail Kasim, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas inisiatif ini.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk nyata dukungan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Alfred A. Lakabela, menjelaskan bahwa pasar murah bersubsidi akan diselenggarakan di enam kecamatan dan 51 kelurahan se-Kota Kupang.

Sejumlah komoditas mendapat subsidi, antara lain beras, cabai kecil dan besar (Rp15.000 per kilogram), minyak goreng dan gula pasir (Rp5.000 per kilogram), serta telur, bawang merah, bawang putih, daging sapi, dan ayam potong (Rp10.000 per kilogram).

“Pasar murah ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh sembako berkualitas dengan harga terjangkau,” tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kupang bersama Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., dan jajaran Forkopimda telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar dan gudang distributor.

Dari hasil pemantauan, stok bahan pokok dinyatakan aman dan harga relatif stabil.

“Saya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying yang justru dapat memicu lonjakan harga,” pesan Wali Kota.

Sebagai bagian dari kegiatan, Wali Kota menyerahkan secara simbolis kupon pasar murah kepada lima warga Kecamatan Oebobo.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mulai membiasakan memilah sampah.

“Kolaborasi antara pemerintah, rumah ibadah, masyarakat, dan LSM sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan kota secara bersama-sama,” pungkasnya.

Pasar Murah Bersubsidi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Kupang, khususnya menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Masjid Nurul Iman Oebobo, Drs. H. Ismail Kasim, M.Pd., para imam Masjid Nurul Iman, serta sejumlah anggota DPRD Kota Kupang, antara lain Johni Luther Sa’u, Ahmad Thalib, dan Muhammad Ramli dari Daerah Pemilihan Kecamatan Oebobo. Wali Kota didampingi oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Magdalena M. Detaq, S.IP., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Alfred A. Lakabela, S.Pd., M.Pd., serta pejabat lainnya. *




Pemkot Kupang dan BPR Modern Express Perkuat Sinergi untuk Dukung UMKM

 

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menggandeng sektor perbankan.

Dalam upaya ini, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiensi dari jajaran pimpinan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Modern Express Cabang Kupang di ruang kerjanya, Rabu (12/03).

Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama antara Pemkot Kupang dan BPR Modern Express dalam memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas komitmen BPR Modern Express dalam mendukung sektor ekonomi mikro di Kota Kupang.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan lembaga keuangan menjadi faktor kunci dalam memperluas akses pembiayaan, terutama bagi UMKM yang sering mengalami keterbatasan modal.

“Saya sudah berdiskusi dengan pimpinan pusat BPR Modern Express, dan mereka menunjukkan komitmen yang kuat untuk bersinergi dalam pengembangan ekonomi daerah. Ini adalah langkah positif untuk mendorong UMKM agar semakin berkembang,” ungkap Wakil Wali Kota.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Kupang akan meninjau kembali berbagai bentuk kerja sama yang telah terjalin sebelumnya agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan terkini.

Plt. Pimpinan BPR Modern Express Cabang Kupang, Ahmad Riadi, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan.

Ia menyampaikan bahwa BPR Modern Express berencana memperluas jangkauan layanan dan produk perbankan agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.

“Dengan adanya rencana pembangunan Kantor Wilayah BPR Modern Express di Kota Kupang, kami optimis sinergi ini akan semakin kuat dan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah,” ujar Riadi.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang lebih erat antara Pemkot Kupang dan sektor perbankan guna menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Turut hadir Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Kupang, Muhammad Khairil, S.STP., M.Si., Kasubag Kerja Sama Dalam Negeri Ema Ledoh, Plt. Pimpinan BPR Modern Express Cabang Kupang Ahmad Riadi, serta Kepala Seksi Bisnis BPR Modern Express Cabang Kupang, Fitrah. ***




Wali Kota Kupang Dukung Finalis Putri Indonesia NTT untuk Bersinar di Ajang Nasional

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiensi dari Yayasan Putri Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) di ruang kerja Wali Kota, Rabu (12/3).

Kunjungan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan Finalis Putri Indonesia asal NTT yang akan berlaga di ajang Pemilihan Putri Indonesia 2025.

Turut hadir dalam audiensi tersebut, Finalis Putri Indonesia Perwakilan NTT, Elisea Benedicta Katharina Mada, didampingi ayahnya serta perwakilan Team Up Kupang dari Yayasan Putri Indonesia, yaitu Bob Lay Rade, Rizzam Habibie, Jefertson Llolang, Tanti BL DeRosari, dan Sanggar Seni Nuansa Flobamora.

Dalam pertemuan ini, Rizzam Habibie selaku perwakilan Yayasan Putri Indonesia menyampaikan harapan besar agar pemerintah dan masyarakat Kupang dapat memberikan dukungan penuh bagi perwakilan NTT di ajang nasional.

Wali Kota menekankan bahwa partisipasi dalam kontes kecantikan bukan sekadar ajang unjuk pesona, tetapi juga menjadi wadah untuk mengangkat kebudayaan dan potensi daerah di tingkat nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa Putri Indonesia dari Kota Kupang bisa menjadi kebanggaan NTT. Dukungan dari berbagai pihak sangat penting agar finalis kita dapat tampil maksimal dan menginspirasi banyak orang,” ungkap Rizzam.

Bob Lay Rade menambahkan bahwa kehadiran kepala daerah dalam ajang pemilihan nantinya akan menjadi bukti dukungan nyata yang sangat berarti bagi finalis.

Ia juga berharap Pemerintah Kota Kupang dapat membantu dalam hal promosi dan mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan penuh bagi perwakilan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Putri Indonesia Perwakilan NTT dalam mendorong generasi muda untuk berprestasi.

Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang akan memberikan dukungan penuh dan berharap Elisea dapat membawa nama baik NTT ke tingkat nasional.

“Pemerintah Kota Kupang mendukung penuh perjalanan Putri Indonesia Perwakilan NTT. Ini bukan hanya ajang kecantikan, tetapi juga kesempatan untuk menginspirasi generasi muda dan mempromosikan keunikan budaya kita. Kami percaya dengan kerja keras dan doa, prestasi besar bisa diraih,” ujar Wali Kota.

Dirinya juga berharap agar partisipasi dalam ajang ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda di Kota Kupang untuk terus mengembangkan bakat, berani bersaing di tingkat nasional, dan membawa perubahan positif bagi daerah.

Dengan semangat dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Finalis Putri Indonesia asal NTT dapat bersinar di panggung nasional dan semakin mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur. ***




Pemerintah Kota Kupang Dukung Penuh Perayaan Misa Penerimaan Pallium Uskup Agung Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Perayaan Misa Penerimaan Pallium Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, yang akan digelar pada Rabu, 19 Maret 2025.

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi Panitia Pelaksana Perayaan di ruang kerjanya, Rabu (12/03).

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., Camat Kota Lama, Mohamad Adriyanto Abdul Jalil, S.H., M.M., serta Lurah Bonipoi, Warisno Daeng Matutu, S.Pt.

Sementara itu, dari pihak panitia hadir Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD. Eric Fkun, Pr., Romo Paroki Katedral, RD. Dus Duka, Pr., Ketua Panitia, Frans Kia Duan, dan Sekretaris Panitia, Dhesy Kase.

RD. Eric Fkun menjelaskan bahwa kunjungan mereka bertujuan untuk bersilaturahmi serta menyampaikan informasi terkait rangkaian acara perayaan.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengundang Wali Kota untuk menghadiri berbagai kegiatan yang akan berlangsung, termasuk penyambutan Duta Besar Vatikan untuk Republik Indonesia, Mgr. Piero Pioppo, di Bandara El Tari Kupang, perayaan Misa Penerimaan Pallium di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang, serta jamuan makan malam di Keuskupan Agung Kupang.

Selain itu, panitia juga mengajukan permohonan dukungan logistik, khususnya penyediaan kendaraan operasional guna kelancaran seluruh rangkaian acara.

“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah demi kelancaran seluruh rangkaian acara,” ujar RD. Eric Fkun.

Menanggapi permohonan tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyambut baik rencana kegiatan ini yang dinilainya sebagai momen penting bagi umat Katolik di Kota Kupang dan sekitarnya.

Wali Kota menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Kupang untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan acara tersebut.

“Di mana ada keselarasan, di situ ada kemenangan. Ubi Concordia, ibi Victoria,” ujar Wali Kota. Ia juga memastikan kehadirannya dalam seluruh rangkaian acara dan akan memberikan sambutan dalam perayaan misa.

Terkait permintaan dukungan transportasi, Wali Kota menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu, termasuk penyediaan perlengkapan lainnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan dana akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran pemerintah.

Namun, jika belum tersedia alokasi khusus, dirinya siap memberikan bantuan secara pribadi demi kelancaran kegiatan tersebut.

“Ini adalah kegiatan iman yang besar, dan Pemerintah Kota Kupang tentu memberikan dukungan sepenuhnya,” tandas Wali Kota.

Perayaan Misa Penerimaan Pallium ini diharapkan menjadi momen bersejarah dan penuh makna bagi umat Katolik di wilayah Kupang dan sekitarnya. ***




Gunakan Dana Pribadi, Wali Kota Kupang Dukung PWI NTT Gelar Diskusi Publik dan UKW

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Wido, memberikan bantuan dana pribadi untuk mendukung pembiayaan terhadap rencana Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menggelar diskusi publik dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025.

Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi Ketua PWI NTT, Hilarius F. Jahang, beserta jajaran pengurus dan panitia HPN di Ruang Kerja Wali Kota, Senin (10/3).

Dalam pertemuan tersebut, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap memfasilitasi agar penyelenggaraan diskusi publik yang digagas PWI dapat berjalan dengan baik.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menerima tawaran panitia untuk menjadi narasumber dalam diskusi publik bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena.

Menurutnya, sektor ekonomi perlu mendapatkan perhatian serius dari para kepala daerah guna mendorong pembangunan yang lebih baik di NTT.

Selain itu, dr. Christian Widodo juga menyampaikan dukungannya terhadap rencana PWI NTT dalam mengadakan uji kompetensi wartawan.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang jurnalistik sangat penting agar media di Kota Kupang semakin profesional dan menjadi mitra strategis pemerintah.

Oleh karena itu, ia berkomitmen meminta dinas terkait untuk mengalokasikan anggaran guna mendukung pelaksanaan uji kompetensi tersebut pada tahun anggaran mendatang.

Ketua PWI NTT, Hilarius F. Jahang, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Wali Kota Kupang.

Ia menjelaskan bahwa diskusi publik yang akan digelar bertujuan membedah visi ekonomi dua kepala daerah, yakni Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang.

Menurutnya, program-program kepala daerah selama ini dinilai kurang efektif dalam meningkatkan perekonomian dan pembangunan karena sering kali lebih bernuansa politis.

Oleh karena itu, melalui diskusi ini, PWI NTT ingin mengupas lebih dalam strategi ekonomi yang akan diterapkan oleh para pemimpin daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Hilarius juga menyoroti kualitas SDM wartawan di Kota Kupang yang masih perlu ditingkatkan.

Ia berharap dukungan dari Pemkot Kupang dapat membantu terlaksananya uji kompetensi bagi wartawan, terutama karena proses ini memerlukan kehadiran penguji dari luar daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN PWI NTT, Erasmus Nagi Noi, menambahkan bahwa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2025, pihaknya telah mengagendakan dua kegiatan utama.

Aksi pertama adalah kegiatan bersih pantai yang telah berlangsung pada Sabtu, 15 Februari 2025, dengan melibatkan perangkat daerah Pemkot Kupang serta para mitra.

Kegiatan kedua adalah diskusi publik yang saat ini masih dalam tahap penyesuaian jadwal.

Erasmus berharap, dengan adanya dukungan penuh dari Wali Kota dan jajaran Pemkot Kupang, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia pers di NTT. ***




Wakil Wali Kota Kupang Buka Perayaan HUT ke-28 Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa

 

Kupang,nwartapedia.com  – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri dan secara resmi membuka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa (SKKTB) Kupang.

Acara yang berlangsung di kompleks sekolah, Kelurahan Oesapa Barat, ini dihadiri oleh berbagai tokoh pendidikan dan yayasan, termasuk Pembina Yayasan Harapan Bangsa, Pdt. Jhon P. Fanggidae, Penasehat Yayasan, Melsiana Pelokila, Ketua Yayasan Harapan Bangsa, Sthephany Fanggidae, Ketua Komite Sekolah, Emy Bire, serta para kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua murid.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas dedikasi SKK Tunas Bangsa yang selama 28 tahun terus berkomitmen membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter.

“Semoga SKK Tunas Bangsa terus menjadi pilar pendidikan berkualitas di Kota Kupang. 28 tahun bukan waktu yang singkat, tetapi bukti nyata dedikasi, konsistensi, dan cinta para pendidik, orang tua, dan anak-anak untuk terus belajar dan bertumbuh,” ujarnya.

Serena menekankan pentingnya pendidikan holistik di era modern, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan mental, karakter, keterampilan komunikasi, serta kreativitas siswa.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas agar mereka mendapatkan akses pendidikan yang setara di sekolah umum dengan fasilitas yang mendukung.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Kupang menjelaskan bahwa dalam visi pembangunan Kota Kupang 2025–2030, pemerintah berkomitmen menjadikan Kota Kupang sebagai Rumah Bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Salah satu misi utama dalam visi tersebut adalah membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan inklusif melalui sistem pendidikan yang berkeadilan.

Serena juga menekankan bahwa hal ini sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan, kesehatan, sains, teknologi, kesetaraan, serta pengembangan bakat dan budaya.

Sebagai Wakil Wali Kota perempuan pertama dan termuda di Kota Kupang, Serena memberikan motivasi kepada para siswa agar terus bermimpi dan berkarya.

“Saya percaya usia dan gender bukanlah batasan untuk meraih mimpi. Saya sendiri memulai dengan kerja keras karena saya yakin, jika kita setia pada hal-hal kecil, kita akan dipercayakan untuk hal-hal yang lebih besar. Teruslah belajar, jangan takut salah, dan beranilah bertanya. Itu yang akan membentuk karakter pemberani,”pesannya.

Ia juga mengingatkan pihak sekolah agar tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membantu siswa menemukan bakat mereka di berbagai bidang seperti seni, olahraga, maupun teknologi.

“Bisa saja kelak ada alumni Tunas Bangsa yang menjadi penyanyi internasional atau atlet peraih medali emas. Semua dimulai dari lingkungan belajar yang mendukung dan penuh kasih,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Serena menegaskan prinsip kepemimpinannya bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yakni to govern is to serve—memerintah adalah melayani. Prinsip ini, menurutnya, juga relevan dalam dunia pendidikan.

“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga memimpin dengan teladan, menuntun dengan kesabaran, dan melayani demi masa depan anak-anak,” tutupnya.

Acara perayaan HUT ke-28 SKK Tunas Bangsa berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, termasuk pentas seni, pameran karya siswa, serta sesi refleksi perjalanan sekolah dalam mendidik generasi muda selama hampir tiga dekade. ***




Wali Kota Kupang Temui Tenaga Honorer TMS Seleksi P3K, Janji Perjuangkan Solusi Terbaik

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menemui perwakilan tenaga honorer yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam seleksi administrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tenaga teknis tahap II.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M.Si, serta Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, A.D.E. Manafe, S.IP., M.Si beserta jajaran. Para tenaga honorer juga didampingi oleh perwakilan Konfederasi Buruh Sejahtera Provinsi NTT, David Mbuik.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menghindari permasalahan, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan tenaga honorer.

“Kalau ada masalah jangan lari, jangan antipati kalau ada yang protes. Mereka hanya butuh penjelasan, sebaiknya diterima, dirangkul, dan dijelaskan dengan baik,” ujar dr. Christian Widodo pada Senin (10/03/2025).

Ia juga menginstruksikan Sekda dan BKPPD agar informasi penting terkait rekrutmen P3K disosialisasikan secara luas melalui berbagai platform, termasuk WhatsApp, media cetak, radio, dan media sosial.

Terkait peluang bagi 330 tenaga honorer yang tidak lolos seleksi tahap II, Wali Kota Kupang menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan anggaran daerah guna mencari solusi terbaik.

“Kalau saya tidak perlu pengadaan mobil dinas, kita pakai saja semua untuk teman-teman. Saya akan berdiri paling depan, supaya teman-teman tidak dikorbankan. Kita usahakan yang terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPPD Kota Kupang, A.D.E. Manafe, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), tenaga honorer yang sudah terdaftar di pangkalan data BKN masih memiliki peluang untuk mengikuti seleksi Calon ASN P3K melalui formasi tampungan yang saat ini menunggu regulasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tenaga honorer yang lolos dari formasi tampungan akan diangkat sebagai P3K paruh waktu, dengan pengangkatan yang bergantung pada kebijakan kepala daerah serta kemampuan keuangan daerah.

Perwakilan Konfederasi Buruh Sejahtera Provinsi NTT, David Mbuik, mengapresiasi sikap Wali Kota Kupang yang mau berdialog langsung dengan tenaga honorer.

“Kami berterima kasih kepada Pak Wali Kota yang sudah bersedia menerima dan memberikan penjelasan terkait rekrutmen P3K ini. Kami berharap Pemkot Kupang bisa menemukan jalan terbaik sebagai solusi dari persoalan ini,”ujar David. ***




Wali Kota Kupang Ajak Generasi Muda Angkat Musik Tradisional NTT ke Panggung Dunia

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengingatkan agar generasi muda tidak melupakan musik tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, di era globalisasi ini, perpaduan antara musik tradisional dan modern bisa menjadi kekuatan besar yang mampu mengangkat budaya NTT ke panggung dunia.

“Musik tradisional kita begitu kaya dan unik. Kita harus berani mengembangkannya, menggabungkannya dengan unsur modern agar bisa bersaing di tingkat internasional. Jika dilakukan dengan baik, musik NTT bisa menjadi kebanggaan dunia,” ujar Wali Kota dalam perayaan Hari Musik Nasional yang berlangsung meriah di pelataran Lippo Plaza Kupang, Minggu (9/3).

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua DPRD Kota Kupang Richard Elvis Odja, Ketua DPD PAPPRI NTT Adriana B. Kalla, Rohaniwan Katolik Pater Cons, OCD., perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT, serta para seniman dan tokoh masyarakat.

Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat NTT.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa musik telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

Ia mengingatkan bahwa lagu-lagu perjuangan seperti Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, dan Halo-Halo Bandung bukan hanya sekadar untaian lirik, tetapi juga simbol perlawanan, semangat, dan persatuan bangsa.

“Musik adalah nafas dari kebudayaan kita. Ia mengingatkan kita pada sejarah, membangkitkan semangat nasionalisme, dan menjadi suara bagi mereka yang ingin menyampaikan pesan perubahan. Lebih dari itu, musik adalah warisan yang harus kita jaga dan kembangkan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar hiburan, musik juga berperan dalam meningkatkan kebahagiaan masyarakat.

Menurut Wali Kota, kota dengan kehidupan seni yang berkembang cenderung memiliki warga yang lebih sejahtera dan harmonis.

Untuk itu, ia bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, telah menyiapkan berbagai program untuk menghidupkan seni dan musik di Kota Kupang.

“Kami ingin menghadirkan pentas seni, pesta rakyat, dan pasar seni mingguan yang menampilkan pagelaran musik serta karya seni lokal. Ini bukan hanya soal hiburan, tetapi juga ruang bagi seniman dan masyarakat untuk berekspresi serta merayakan budaya mereka sendiri,” ujarnya.

Ketua DPD PAPPRI NTT, Adriana B. Kalla atau yang akrab disapa Aki Kala, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang terhadap dunia seni.

Namun, ia juga menegaskan bahwa seniman lokal membutuhkan lebih banyak dukungan untuk bisa berkembang.

“Kami bertahan bukan karena banyaknya dana, tetapi karena semangat, doa, dan tekad untuk terus berkarya. Namun, kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari pemerintah sangat kami butuhkan agar seniman NTT bisa mendapatkan panggung yang lebih luas,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa musisi daerah harus diberi ruang yang lebih besar, bukan sekadar menjadi pengisi acara pembuka dalam berbagai ajang nasional.

Selain itu, Aki Kala juga mengumumkan bahwa pada 13 Oktober 2025, DPD PAPPRI NTT akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih kepengurusan baru.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh agar organisasi ini semakin kuat dan mampu membawa nama NTT bersinar lebih terang.

Selain perayaan musik, acara ini juga menjadi momen bagi BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT untuk menyerahkan santunan kematian, santunan hari tua, dan santunan pensiun kepada ahli waris dari berbagai profesi di Kota Kupang.

Santunan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa-jasa para pekerja, baik dari sektor informal maupun formal, yang telah mengabdikan diri dalam berbagai bidang pekerjaan.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama dalam memajukan seni dan budaya di NTT.

“Jika ingin bergerak cepat, kita bisa bergerak sendiri. Tetapi jika ingin bergerak jauh, kita harus bergerak bersama. Musik adalah bagian dari jati diri kita. Mari kita rawat, kembangkan, dan bawa musik NTT ke tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat, Kota Kupang diharapkan bisa menjadi pusat kreativitas yang membanggakan tempat di mana musik dan budaya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga masa depan yang gemilang. ***