Wali Kota Kupang Gaungkan Gerakan Hijau dan Edukasi Pemilahan Sampah di Taman Nostalgia

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan bersih. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri kegiatan Penanaman Pohon dan Simulasi Edukasi Memilah Sampah di Taman Nostalgia, Kamis (27/3).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Kupang, pimpinan DPRD Kota Kupang, Ketua TP PKK Kota Kupang, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang.
Acara ini bertujuan untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui aksi nyata dan edukasi.
Dalam sambutannya, Wali Kota dr. Christian Widodo mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat pelantikan dirinya dan Wakil Wali Kota.
“Saat pelantikan, kami meminta masyarakat memberikan bibit pohon sebagai bentuk syukuran. Sebagian telah kami tanam di Kantor Wali Kota, dan sisanya hari ini kita tanam di sini,” ungkapnya.
Menurutnya, pohon-pohon yang ditanam bukan sekadar penghijauan, tetapi simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.
Ia juga menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari program “Kupang Green and Clean”, yang bertujuan menciptakan kota yang lebih bersih, hijau, dan nyaman.
Lebih dari sekadar penanaman pohon, Wali Kota juga membeberkan rencana besar untuk Taman Nostalgia.
Pada tahun 2026, taman ini akan dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih lengkap dengan fasilitas seperti toilet bersih, taman bermain anak, arena skateboard, dan akses Wi-Fi gratis.
Selain gerakan hijau, acara ini juga menjadi momentum edukasi tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Wali Kota menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Kami telah membentuk Satgas Penanganan Sampah dan mulai mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa kecamatan. Langkah ini untuk memastikan bahwa 85% sampah bisa diolah langsung di tingkat kecamatan, sehingga hanya 15% yang berakhir di TPA,” jelasnya.
Untuk mendukung hal ini, Pemkot Kupang telah menyediakan kontainer pemilahan sampah di setiap RT.
Sampah organik akan diolah menjadi pupuk atau maggot, sementara sampah plastik akan didaur ulang menjadi bahan baku biji plastik.
Kegiatan ini ditutup dengan penanaman pohon bersama dan sesi ramah tamah, yang semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. ***