Wakil Wali Kota Kupang Buka Perayaan HUT ke-28 Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa

 

Kupang,nwartapedia.com  – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri dan secara resmi membuka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa (SKKTB) Kupang.

Acara yang berlangsung di kompleks sekolah, Kelurahan Oesapa Barat, ini dihadiri oleh berbagai tokoh pendidikan dan yayasan, termasuk Pembina Yayasan Harapan Bangsa, Pdt. Jhon P. Fanggidae, Penasehat Yayasan, Melsiana Pelokila, Ketua Yayasan Harapan Bangsa, Sthephany Fanggidae, Ketua Komite Sekolah, Emy Bire, serta para kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua murid.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas dedikasi SKK Tunas Bangsa yang selama 28 tahun terus berkomitmen membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter.

“Semoga SKK Tunas Bangsa terus menjadi pilar pendidikan berkualitas di Kota Kupang. 28 tahun bukan waktu yang singkat, tetapi bukti nyata dedikasi, konsistensi, dan cinta para pendidik, orang tua, dan anak-anak untuk terus belajar dan bertumbuh,” ujarnya.

Serena menekankan pentingnya pendidikan holistik di era modern, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan mental, karakter, keterampilan komunikasi, serta kreativitas siswa.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas agar mereka mendapatkan akses pendidikan yang setara di sekolah umum dengan fasilitas yang mendukung.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Kupang menjelaskan bahwa dalam visi pembangunan Kota Kupang 2025–2030, pemerintah berkomitmen menjadikan Kota Kupang sebagai Rumah Bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Salah satu misi utama dalam visi tersebut adalah membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan inklusif melalui sistem pendidikan yang berkeadilan.

Serena juga menekankan bahwa hal ini sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan, kesehatan, sains, teknologi, kesetaraan, serta pengembangan bakat dan budaya.

Sebagai Wakil Wali Kota perempuan pertama dan termuda di Kota Kupang, Serena memberikan motivasi kepada para siswa agar terus bermimpi dan berkarya.

“Saya percaya usia dan gender bukanlah batasan untuk meraih mimpi. Saya sendiri memulai dengan kerja keras karena saya yakin, jika kita setia pada hal-hal kecil, kita akan dipercayakan untuk hal-hal yang lebih besar. Teruslah belajar, jangan takut salah, dan beranilah bertanya. Itu yang akan membentuk karakter pemberani,”pesannya.

Ia juga mengingatkan pihak sekolah agar tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membantu siswa menemukan bakat mereka di berbagai bidang seperti seni, olahraga, maupun teknologi.

“Bisa saja kelak ada alumni Tunas Bangsa yang menjadi penyanyi internasional atau atlet peraih medali emas. Semua dimulai dari lingkungan belajar yang mendukung dan penuh kasih,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Serena menegaskan prinsip kepemimpinannya bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yakni to govern is to serve—memerintah adalah melayani. Prinsip ini, menurutnya, juga relevan dalam dunia pendidikan.

“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga memimpin dengan teladan, menuntun dengan kesabaran, dan melayani demi masa depan anak-anak,” tutupnya.

Acara perayaan HUT ke-28 SKK Tunas Bangsa berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, termasuk pentas seni, pameran karya siswa, serta sesi refleksi perjalanan sekolah dalam mendidik generasi muda selama hampir tiga dekade. ***




Wali Kota Kupang Temui Tenaga Honorer TMS Seleksi P3K, Janji Perjuangkan Solusi Terbaik

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menemui perwakilan tenaga honorer yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam seleksi administrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tenaga teknis tahap II.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M.Si, serta Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, A.D.E. Manafe, S.IP., M.Si beserta jajaran. Para tenaga honorer juga didampingi oleh perwakilan Konfederasi Buruh Sejahtera Provinsi NTT, David Mbuik.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menghindari permasalahan, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan tenaga honorer.

“Kalau ada masalah jangan lari, jangan antipati kalau ada yang protes. Mereka hanya butuh penjelasan, sebaiknya diterima, dirangkul, dan dijelaskan dengan baik,” ujar dr. Christian Widodo pada Senin (10/03/2025).

Ia juga menginstruksikan Sekda dan BKPPD agar informasi penting terkait rekrutmen P3K disosialisasikan secara luas melalui berbagai platform, termasuk WhatsApp, media cetak, radio, dan media sosial.

Terkait peluang bagi 330 tenaga honorer yang tidak lolos seleksi tahap II, Wali Kota Kupang menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan anggaran daerah guna mencari solusi terbaik.

“Kalau saya tidak perlu pengadaan mobil dinas, kita pakai saja semua untuk teman-teman. Saya akan berdiri paling depan, supaya teman-teman tidak dikorbankan. Kita usahakan yang terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPPD Kota Kupang, A.D.E. Manafe, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), tenaga honorer yang sudah terdaftar di pangkalan data BKN masih memiliki peluang untuk mengikuti seleksi Calon ASN P3K melalui formasi tampungan yang saat ini menunggu regulasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tenaga honorer yang lolos dari formasi tampungan akan diangkat sebagai P3K paruh waktu, dengan pengangkatan yang bergantung pada kebijakan kepala daerah serta kemampuan keuangan daerah.

Perwakilan Konfederasi Buruh Sejahtera Provinsi NTT, David Mbuik, mengapresiasi sikap Wali Kota Kupang yang mau berdialog langsung dengan tenaga honorer.

“Kami berterima kasih kepada Pak Wali Kota yang sudah bersedia menerima dan memberikan penjelasan terkait rekrutmen P3K ini. Kami berharap Pemkot Kupang bisa menemukan jalan terbaik sebagai solusi dari persoalan ini,”ujar David. ***




Wali Kota Kupang Ajak Generasi Muda Angkat Musik Tradisional NTT ke Panggung Dunia

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengingatkan agar generasi muda tidak melupakan musik tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, di era globalisasi ini, perpaduan antara musik tradisional dan modern bisa menjadi kekuatan besar yang mampu mengangkat budaya NTT ke panggung dunia.

“Musik tradisional kita begitu kaya dan unik. Kita harus berani mengembangkannya, menggabungkannya dengan unsur modern agar bisa bersaing di tingkat internasional. Jika dilakukan dengan baik, musik NTT bisa menjadi kebanggaan dunia,” ujar Wali Kota dalam perayaan Hari Musik Nasional yang berlangsung meriah di pelataran Lippo Plaza Kupang, Minggu (9/3).

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua DPRD Kota Kupang Richard Elvis Odja, Ketua DPD PAPPRI NTT Adriana B. Kalla, Rohaniwan Katolik Pater Cons, OCD., perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT, serta para seniman dan tokoh masyarakat.

Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat NTT.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa musik telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

Ia mengingatkan bahwa lagu-lagu perjuangan seperti Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, dan Halo-Halo Bandung bukan hanya sekadar untaian lirik, tetapi juga simbol perlawanan, semangat, dan persatuan bangsa.

“Musik adalah nafas dari kebudayaan kita. Ia mengingatkan kita pada sejarah, membangkitkan semangat nasionalisme, dan menjadi suara bagi mereka yang ingin menyampaikan pesan perubahan. Lebih dari itu, musik adalah warisan yang harus kita jaga dan kembangkan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar hiburan, musik juga berperan dalam meningkatkan kebahagiaan masyarakat.

Menurut Wali Kota, kota dengan kehidupan seni yang berkembang cenderung memiliki warga yang lebih sejahtera dan harmonis.

Untuk itu, ia bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, telah menyiapkan berbagai program untuk menghidupkan seni dan musik di Kota Kupang.

“Kami ingin menghadirkan pentas seni, pesta rakyat, dan pasar seni mingguan yang menampilkan pagelaran musik serta karya seni lokal. Ini bukan hanya soal hiburan, tetapi juga ruang bagi seniman dan masyarakat untuk berekspresi serta merayakan budaya mereka sendiri,” ujarnya.

Ketua DPD PAPPRI NTT, Adriana B. Kalla atau yang akrab disapa Aki Kala, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang terhadap dunia seni.

Namun, ia juga menegaskan bahwa seniman lokal membutuhkan lebih banyak dukungan untuk bisa berkembang.

“Kami bertahan bukan karena banyaknya dana, tetapi karena semangat, doa, dan tekad untuk terus berkarya. Namun, kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari pemerintah sangat kami butuhkan agar seniman NTT bisa mendapatkan panggung yang lebih luas,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa musisi daerah harus diberi ruang yang lebih besar, bukan sekadar menjadi pengisi acara pembuka dalam berbagai ajang nasional.

Selain itu, Aki Kala juga mengumumkan bahwa pada 13 Oktober 2025, DPD PAPPRI NTT akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih kepengurusan baru.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh agar organisasi ini semakin kuat dan mampu membawa nama NTT bersinar lebih terang.

Selain perayaan musik, acara ini juga menjadi momen bagi BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT untuk menyerahkan santunan kematian, santunan hari tua, dan santunan pensiun kepada ahli waris dari berbagai profesi di Kota Kupang.

Santunan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa-jasa para pekerja, baik dari sektor informal maupun formal, yang telah mengabdikan diri dalam berbagai bidang pekerjaan.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama dalam memajukan seni dan budaya di NTT.

“Jika ingin bergerak cepat, kita bisa bergerak sendiri. Tetapi jika ingin bergerak jauh, kita harus bergerak bersama. Musik adalah bagian dari jati diri kita. Mari kita rawat, kembangkan, dan bawa musik NTT ke tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat, Kota Kupang diharapkan bisa menjadi pusat kreativitas yang membanggakan tempat di mana musik dan budaya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga masa depan yang gemilang. ***