Rayakan Hari Valentine dengan In Love at Harper Kupang

Kupang,nwartapedia.com  – Menyambut Hari Valentine, Harper Kupang menghadirkan pengalaman makan malam spesial bertajuk In Love at Harper Kupang.

Promo ini menawarkan Intimate Set Menu Dinner dengan harga IDR 680.000 net per pasangan, memberikan kesempatan bagi pasangan untuk merayakan cinta dalam suasana romantis yang tak terlupakan.

Setiap pasangan akan menikmati sajian hidangan eksklusif yang dirancang khusus oleh tim kuliner Harper Kupang.

Suasana makan malam semakin sempurna dengan dekorasi tematik, atmosfer elegan, serta pelayanan hangat yang menjadikan momen ini semakin istimewa.

General Manager Harper Kupang, Amiruddin Thamrin, menyampaikan harapannya agar promo ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi para tamu.

“Kami ingin menciptakan momen spesial bagi pasangan yang ingin merayakan cinta mereka dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Dengan menu pilihan dan suasana romantis yang kami sediakan, kami berharap tamu kami dapat menikmati malam yang tak terlupakan di Harper Kupang,” ujarnya.

Selain menikmati hidangan lezat, para tamu juga akan disambut dengan minuman spesial dan berbagai kejutan menarik yang telah dipersiapkan oleh tim Harper Kupang.

Promo Valentine ini dirancang eksklusif untuk menjadi pilihan utama pasangan di Kota Kupang yang ingin menghabiskan malam istimewa penuh cinta.

Reservasi untuk Intimate Set Menu Dinner ini telah dibuka dengan jumlah tempat yang terbatas. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, pelanggan dapat menghubungi Harper Kupang melalui WhatsApp di +62 811 3831 1115 atau email di kupanginfo@harperhotels.com.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menciptakan kenangan romantis bersama pasangan tercinta hanya di Harper Kupang. (***)




Pers dan Ketahanan Pangan: Kolaborasi Strategis Menuju Kedaulatan Nasional

 

Banjarmasin,nwartapedia.com – Ketahanan pangan menjadi prioritas utama dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam upaya merealisasikan program strategis ini, diperlukan kolaborasi dengan pendekatan hexa helix, yaitu sinergi antara pemerintah, institusi keuangan, komunitas, akademisi, pengusaha, dan media.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Redaksi Duta TV, Fathurrahman, dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan Nusantara yang digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (7/2/2025).

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr Abdul Roni Angkat, S.TP, M.Si; Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Imam Subarkah; Kepala Pusat Kajian Ketahanan Pangan Universitas Lambung Mangkurat, Dr Ir. H Muhammad Fauzi Makki, MP; serta Fathurrahman sebagai perwakilan media.

Fathurrahman menekankan pentingnya peran media dalam mendukung program ketahanan pangan. “Media adalah garda terdepan dalam mengedukasi dan menyosialisasikan program ketahanan pangan kepada masyarakat. Program ini membutuhkan kolaborasi semua pihak dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa keterlibatan pengusaha dalam sektor pertanian masih terbatas, umumnya hanya di sektor penyediaan pupuk. Selain itu, media belum sepenuhnya menjadikan ketahanan pangan sebagai isu utama dalam pemberitaan.

“Namun, PWI telah mulai berperan dalam isu ini, meskipun masih banyak ruang untuk meningkatkan perhatian media terhadap ketahanan pangan,” tambahnya.

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, dalam sambutannya menjelaskan tema seminar, “Pers Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nusantara: Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan”, sebagai refleksi atas tugas historis pers untuk menjaga kedaulatan bangsa.

“Ketahanan pangan adalah program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pers memiliki tugas penting untuk membantu masyarakat memahami dan mendukung program ini,” ungkap Hendry.

Seminar ini juga dihadiri oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Kalimantan Selatan, penyuluh pertanian, akademisi, mahasiswa, serta 300 peserta dari berbagai daerah, termasuk wartawan dari Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Melalui forum ini, diharapkan pers semakin aktif dalam mengawal program ketahanan pangan demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang menjadi fondasi bagi pembangunan berkelanjutan. (***)




Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi Nota Kesepahaman Dorong Sinergi Kemenkeu, TNI-AD, dan Dirjen Pajak

Kupang,nwartapedia.com  – Dalam upaya mendukung pembangunan nasional, Korem 161/Wira Sakti menggelar sosialisasi Nota Kesepahaman antara Kementerian Keuangan, TNI-AD, dan Direktorat Jenderal Pajak pada Kamis (07/02/2025) di Aula Sonbai 2, Makorem 161/Wira Sakti, Kupang.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Panglima TNI di Mabes TNI, Jakarta Timur, pada 16 Januari 2025.

Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barteto Nunes, dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf. Riko Harianto, S.I.P., menegaskan pentingnya sinergi antara TNI-AD dan Dirjen Pajak untuk mendukung optimalisasi penerimaan negara.

“Panglima TNI menekankan kepada seluruh peserta untuk segera mengimplementasikan nota kesepahaman ini dalam bentuk perjanjian teknis yang tersusun secara cermat dan sesuai ketentuan. Koordinasi dan komunikasi yang baik adalah kunci keberhasilan kerja sama ini,” ujar Kolonel Inf. Riko Harianto.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang, Rimedi Tarigan, dalam sambutannya, menjelaskan tujuan utama sosialisasi ini adalah membangun basis data ekonomi yang lebih baik di NTT sebagai salah satu upaya memaksimalkan penerimaan negara.

“Penerimaan negara terbesar berasal dari pajak. Dukungan dari semua pihak, termasuk Korem 161/Wira Sakti, sangat penting dalam pengumpulan data ekonomi. Dengan adanya Babinsa yang menjangkau pelosok wilayah, kita dapat memperoleh informasi penting terkait kegiatan ekonomi di daerah, seperti vila, usaha, hingga tokoh masyarakat dengan potensi ekonomi yang besar,” jelas Rimedi.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini akan memberikan kontribusi besar terhadap optimalisasi sumber daya lokal dan memperkuat penerimaan negara.

“Kami berharap, dengan sinergi yang terjalin, kita dapat membangun Indonesia yang lebih baik dan sejahtera.”ungkapnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kasrem 161/Wira Sakti, para pejabat Korem, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang beserta staf, para Dandim jajaran Korem 161/Wira Sakti, serta sejumlah perwira lainnya.

Kegiatan sosialisasi ini menegaskan komitmen TNI dan Dirjen Pajak dalam mendukung tugas-tugas negara melalui kerja sama yang strategis.

Nota kesepahaman ini menjadi langkah penting untuk menciptakan kolaborasi yang lebih efektif antara instansi pemerintah dan militer, khususnya di wilayah NTT, demi tercapainya pembangunan nasional yang berkelanjutan.

(PENREM)




Menteri Pertanian RI Gelar Pertemuan Strategis dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT

 

Jakarta,nwartapedia.com  – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, mengadakan pertemuan penting dengan Pj. Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, Gubernur NTT Terpilih, Apt. Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si, Forkopimda Provinsi NTT, serta Pj. Bupati/Walikota dan para Bupati/Walikota terpilih se-NTT.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) ini bertujuan untuk membahas strategi akselerasi pembangunan sektor pertanian di NTT sebagai penggerak utama penurunan tingkat kemiskinan.

Mentan Amran menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan dari TNI/Polri dalam mengoptimalkan potensi agraris NTT.

“NTT memiliki potensi pertanian yang sangat besar, dan saya melihat harapan besar dari wilayah ini. Dengan pertanian yang bergerak, sektor lainnya akan ikut bergetar. Kita bersama dapat menekan angka kemiskinan hingga di bawah 10 persen, bahkan maksimal 5 persen dalam lima tahun mendatang,” jelas Mentan Amran dengan optimisme.

Dalam pertemuan ini, Mentan memaparkan program prioritas untuk 2025, termasuk perbaikan 188 ribu hektare lahan pertanian di NTT yang didukung dengan pembangunan saluran irigasi, pompanisasi, hingga penyiapan sarana-prasarana produksi.

Selain itu, pembangunan pertanian di NTT diharapkan mampu berkontribusi signifikan pada swasembada pangan nasional.

Pj. Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, menyampaikan paparan terkait kontribusi NTT dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui pengelolaan lahan basah, lahan kering, peternakan modern, dan tambak garam.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan swasembada padi, jagung, daging, dan garam.

“Diskusi hari ini menghasilkan instruksi yang jelas dari Pak Mentan. Kita segera matangkan dan eksekusi program ini secara kolaboratif demi mengatasi kemiskinan dan stunting di NTT,” tegas Andriko.

Sementara itu, Gubernur NTT terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan Kementan terhadap sektor pertanian di NTT.

Ia berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat dan dukungan teknologi dari Kementan, kita optimis sektor pertanian dapat menjadi penggerak utama perubahan ekonomi di NTT,” ujar Melki.

Pertemuan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan percepatan pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan di NTT, dengan harapan besar untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (***)




Ekonomi NTT 2024 Tumbuh 3,73 Persen, PDRB Capai Rp137,28 Triliun

 

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si., resmi merilis kinerja perekonomian NTT pada tahun 2024.

Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi NTT menunjukkan capaian signifikan dengan total PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp137,28 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp78,04 triliun.

“Pertumbuhan ini menunjukkan arah perkembangan positif di berbagai sektor, khususnya sektor-sektor strategis yang berperan besar dalam pemulihan ekonomi pasca-pandemi,”jelas Matamira dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor BPS NTT pada Rabu (05/01/2025).

Disampaikan bahwa, sepanjang tahun 2024, perekonomian NTT tumbuh sebesar 3,73 persen (c-to-c). Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 11,95 persen.

“Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terbesar terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang meningkat sebesar 11,29 persen,”ungkapnya.

Matamira menyampaikan, pada triwulan IV-2024, ekonomi NTT mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,03 persen dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).

“Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum kembali menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,28 persen. Dari sisi pengeluaran, PK-LNPRT tumbuh signifikan sebesar 6,25 persen,”ujarnya..

Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi NTT pada triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 4,04 persen.

“Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yang melesat hingga 15,40 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mencatatkan pertumbuhan luar biasa sebesar 36,63 persen,”ujarnya..

Menurutnya, pada tahun 2024, struktur perekonomian NTT masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi mencapai 28,87 persen.

“Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tetap menjadi penyumbang utama sebesar 66,70 persen,”ujar Matamira.

Matamira menambahkan, sektor pertanian tetap menjadi fondasi ekonomi NTT. Namun, pertumbuhan signifikan di sektor akomodasi dan makan minum mencerminkan potensi besar pariwisata dan industri pendukungnya.

“Ini momentum penting bagi NTT untuk mendorong diversifikasi ekonomi dan memperkuat daya saing sektor unggulan lainnya,” ungkapnya.

Dengan capaian ini, BPS optimis pertumbuhan ekonomi NTT akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, didukung sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk memaksimalkan potensi lokal. (MI)




Korem 161/Wira Sakti Peringati Isra Mi’raj Bersama Prajurit, PNS, dan Persit KCK

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Korem 161/Wira Sakti menggelar acara bersama prajurit, PNS, dan Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana di Masjid Nurul Whathan Kuanino, Kota Kupang. Acara ini mengusung tema “Membangun Mentalitas Tangguh Menghadapi Percepatan Zaman”, yang bertujuan untuk memperkuat keimanan serta mentalitas prajurit dan keluarga besar Korem 161/WS di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasrem 161/WS Kolonel Inf Riko Haryanto, S.I.P menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan hanya seremonial semata, tetapi momentum refleksi diri untuk meningkatkan kualitas keimanan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.

“Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang mengajarkan keteguhan hati dalam menghadapi ujian. Kita harus merenungi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk memperbaiki sikap, perilaku, dan pengabdian kita, baik dalam tugas sebagai prajurit maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Danrem dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini, Ustad Sofyan Abdurrahman, S.Ag. memberikan tausiah mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara keimanan dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

“Isra Mi’raj adalah simbol ketangguhan spiritual dan mental. Nabi Muhammad SAW menghadapi berbagai cobaan, tetapi tetap teguh dalam keimanannya. Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa dalam menghadapi percepatan zaman, iman dan ketakwaan harus menjadi pegangan utama,” jelas Ustad Sofyan.

Ia juga mengingatkan agar prajurit dan keluarga besar Korem 161/Wira Sakti tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif teknologi, seperti berita hoaks, informasi menyesatkan, dan pergaulan yang menyimpang.

“Gunakan teknologi sebagai alat untuk memperkuat diri, menambah ilmu, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama,” tambahnya.

Acara peringatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Korem 161/Wira Sakti, di antaranya Kasrem 161/Wira Sakti,  Kasi Pers Kasrem 161/Wira Sakti,  Kabalak Aju Kodam IX/Udayana, Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana,  Para perwira, bintara, tamtama, serta PNS Korem 161/Wira Sakti.

Selain di Korem 161/Wira Sakti, peringatan Isra Mi’raj juga diselenggarakan oleh satuan jajaran Korem 161/Wira Sakti di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.

Dengan semangat Isra Mi’raj, diharapkan seluruh prajurit, PNS, dan keluarga besar Korem 161/Wira Sakti dapat semakin kuat secara mental, disiplin dalam tugas, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keimanan dan kebangsaan.

(Penrem 161/Wira Sakti)




NTT Alami Deflasi 0,06 Persen pada Januari 2025, Waingapu Catat Inflasi Tertinggi

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan bahwa pada Januari 2025, wilayah NTT mengalami deflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 0,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,11.

Penurunan harga ini terutama disebabkan oleh turunnya tarif pada kelompok perumahan serta informasi dan komunikasi.

Meski secara keseluruhan terjadi deflasi, perbedaan tren inflasi di beberapa daerah cukup mencolok. Waingapu mencatat inflasi tertinggi sebesar 1,35 persen dengan IHK mencapai 106,44, sementara deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebesar 0,84 persen dengan IHK 107,91.

Menurut Kepala BPS NTT, Mataram M. Kale, deflasi pada Januari 2025 disebabkan oleh penurunan harga pada dua kelompok pengeluaran utama, yaitu Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, turun 9,16 persen.

“Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, turun 0,49 persen,”ungkapnya dalam siaran resmi BPS NTT pada Senin (03/01/2025).

Namun, beberapa kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, di antaranya Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 2,45 persen, Kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,66 persen, Kelompok transportasi naik 1,19 persen, Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,53 persen, Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 5,95 persen.

Meskipun inflasi terjadi di beberapa sektor, menurut Maramira, penurunan harga pada kelompok perumahan dan komunikasi cukup besar sehingga secara keseluruhan NTT mengalami deflasi.

Matamira menjelaskan, selain deflasi tahunan (y-on-y), NTT juga mengalami deflasi month-to-month (m-to-m) dan year-to-date (y-to-d) sebesar 0,27 persen dibandingkan Desember 2024.

Ini menandakan bahwa harga barang dan jasa pada Januari 2025 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut BPS, angka ini menunjukkan adanya penyesuaian harga di berbagai sektor, yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor musiman serta kebijakan harga energi dan bahan pokok di tingkat nasional dan daerah.

Dengan kondisi ini, BPS akan terus memantau dinamika inflasi dan deflasi di NTT untuk memastikan keseimbangan harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (MI)




NTP NTT Januari 2025 Naik 0,63 Persen, Inflasi Perdesaan Tercatat 0,01 Persen

Kupang,nwartapedia.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mataram B. Kale,S.Si.,M.Si menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) NTT pada Januari 2025 mengalami kenaikan sebesar 0,63 persen dibandingkan dengan Desember 2024.

Menurut Matamira, NTP Januari 2025 dihitung berdasarkan tahun dasar 2018 (2018=100) dan mencakup lima subsektor utama, yaitu tanaman padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, serta perikanan.

Secara keseluruhan, NTP NTT pada Januari 2025 tercatat sebesar 101,60, dengan rincian sebagai berikut Tanaman padi-palawija (NTP-P): 99,81, Hortikultura (NTP-H): 98,55, Tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR): 104,54, Peternakan (NTP-Pt): 107,89 dan Perikanan (NTP-Pi): 93,44.

“Kenaikan NTP ini disebabkan oleh perkembangan indeks harga terima yang lebih cepat dibandingkan harga bayar. Hampir semua subsektor mengalami peningkatan, kecuali subsektor peternakan,” “ujar Matamira dalam siaran resmi BPS NTT pada Senin (03/01/2025)).

Selain itu, BPS juga mencatat bahwa pada Januari 2025 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,01 persen.

Inflasi ini terutama dipicu oleh kenaikan harga pada subkelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Dengan kenaikan NTP ini, diharapkan daya beli dan kesejahteraan petani di NTT dapat terus meningkat, meskipun masih ada tantangan dalam subsektor tertentu seperti perikanan dan hortikultura yang mencatat angka di bawah 100, menandakan bahwa biaya produksi masih lebih tinggi dibandingkan harga jual.

BPS akan terus memantau perkembangan ekonomi perdesaan dan sektor pertanian di NTT untuk memberikan data yang akurat dalam pengambilan kebijakan yang berpihak pada petani. (MI)