Wali Kota Kupang Gelar Syukuran Usai Dilantik Presiden Prabowo

 

Jakarta,,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menggelar jamuan makan malam sebagai ungkapan syukur atas pelantikan mereka yang berlangsung pagi tadi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta. Acara ini berlangsung pada Kamis (20/2) di Oemah Resto, Jakarta Selatan.

Acara syukuran ini dihadiri oleh keluarga besar kedua pemimpin daerah tersebut, termasuk istri Wali Kota, dr. Widya Cahya, Bapak Fary Djemi Francis, Ibu Yoca Francis Johanes, serta saudara kandung seperti dr. Irene Widodo beserta suami, dr. Frisky Vania Francis, dan Fhytho Benjiro Juando Francis, S.M.

Sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kupang juga turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jeffry E. Pelt, SH., serta Asisten Administrasi Umum, Yanuar Dally, SH., M.Si.

Selain itu, hadir pula Ketua PSI Kabupaten Kupang, David Daud, Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi PSI, Muhammad Ramli, Ketua Fraksi PSI DPRD Provinsi, Junaidin, serta anggota DPRD Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan mereka hingga titik ini.

Ia menegaskan bahwa salah satu arahan Presiden Prabowo adalah efisiensi dalam pemerintahan, yang akan segera diterapkan di lingkungan Pemkot Kupang.

“Efisiensi yang diinginkan Presiden Prabowo harus kita jalankan. Kita akan menggunakan anggaran secara lebih bijak, termasuk mengurangi anggaran perjalanan dinas yang tidak berdampak langsung pada pelayanan publik,” ungkap dr. Christian Widodo.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keselarasan kerja di seluruh jajaran Pemkot Kupang untuk bergerak cepat melayani masyarakat. Ia juga menyoroti program prioritas penanganan sampah sebagai langkah awal mewujudkan Kupang yang lebih bersih dan maju.

“Kami ingin kita semua seirama. Pemerintah tidak lagi memerintah, tapi melayani. To govern is to serve. Ini harus menjadi prinsip kerja kita semua,” tegasnya.

Sebagai penutup, dr. Christian Widodo mengutip filosofi kepemimpinan yang menginspirasi yakni Kapal paling cantik adalah yang berada di dermaga, tetapi kapal dibuat bukan untuk diam di dermaga, melainkan untuk menghajar gelombang di lautan. Begitu pula dengan kita. Percuma tampak baik di luar jika tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat baru ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang berkomitmen membawa perubahan positif bagi Kota Kupang, menciptakan pemerintahan yang efisien, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Saya telah menyusun draf berita online sesuai permintaan. Silakan tinjau dan informasikan jika ada yang perlu disesuaikan.m,”pungkasnya. “””




Peak Solutions Kupang Resmi Dibuka, Hadirkan Berbagai Layanan Bisnis di NTT

 

Kupang,nwartapedia.com  – Chief Executive Officer (CEO) Peak Solutions Group (PSG), Ferdy Serah, secara resmi membuka cabang terbaru, Peak Solutions Kupang, di samping Gereja Gloria, Kelurahan Kayu Putih, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara grand opening ini dihadiri oleh Pendeta Tommy Hanas, warga sekitar, pihak keluarga, kerabat, partner bisnis, serta para karyawan.

Acara dimulai dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol peresmian dan ungkapan rasa syukur.

Bertepatan dengan acara ini, Ferdy Serah juga merayakan ulang tahunnya yang ke-39.

Dalam sambutannya, Ferdy Serah mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan serta karyawan yang telah berkontribusi dalam perjalanan bisnisnya.

Ia mengenang awal mula membangun Peak Solutions sejak tahun 2014, yang saat itu masih dijalankannya sendiri.

Dengan kerja keras dan dedikasi, ia akhirnya berhasil membuka kantor di Bali pada tahun 2019 dengan 22 karyawan.

“Saya berprinsip, jika ada kesempatan, meskipun menghasilkan sedikit atau banyak, saya tetap akan menjalankannya. Saat ini, di kampung halaman saya, Rote Timur, saya juga sedang mengembangkan usaha kopra dan arang batok kelapa untuk pabrik briket di Pulau Jawa dan luar negeri,” ujar Ferdy.

Peak Solutions Kupang menghadirkan beberapa unit bisnis, termasuk Peak Property & Legal, Peak Garasi Klasik Kustom, Meredith Skincare, serta Peak Barbershop & Beauty Salon.

Pemilihan Kota Kupang sebagai lokasi ekspansi didasarkan pada pertumbuhan pesat kota ini serta koneksi pribadi Ferdy dengan tanah kelahirannya di NTT.

Peak Barbershop & Beauty Salon menawarkan konsep pelayanan seperti di Bali, dengan harga terjangkau dan fasilitas yang nyaman.

Beberapa layanan yang tersedia meliputi:

1. Hair Services: Creambath, cuci catok, masker rambut, smoothing, gunting, dan pewarnaan.

2. Nail Services: Manicure, pedicure, nail polish, dan cat eye.

3. Barbershop: Pangkas biasa anak dan dewasa, pangkas lengkap, serta pangkas mewah.

Peak Garasi Klasik Kustom ditujukan bagi pecinta motor klasik dan kustom di Kota Kupang.

Harga motor klasik berkisar antara Rp12 juta hingga Rp15 juta, sedangkan motor kustom mulai dari Rp15 juta.

Selain dijual secara tunai atau kredit, motor-motor ini juga bisa disewa dengan tarif harian, Rp100 ribu untuk motor klasik dan Rp200 ribu untuk motor kustom.

Ferdy juga mengungkapkan rencana ekspansi lebih lanjut dengan membuka cabang baru di wilayah Walikota dan Oesapa.

“Saya berharap usaha ini berkembang dengan baik dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Nantinya, dana CSR dari perusahaan akan digunakan untuk kegiatan sosial,” tambahnya.

Grand opening ini bukan sekadar perluasan bisnis, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kupang.

Ferdy berharap bisa menginspirasi kaum milenial untuk terus berusaha dan bekerja keras dalam mencapai kesuksesan.

Acara diakhiri dengan pembagian nasi kotak kepada pengendara yang melintas sebagai bentuk kepedulian sosial dari Peak Solutions Kupang. (MN)




Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Terpilih Pimpin Rapat Persiapan Pelantikan Serentak Kepala Daerah

 

Jakarta,nwartapedia.com  – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Wakil Gubernur terpilih, Johanis Asadoma, memimpin Rapat Koordinasi Teknis Pelantikan Serentak Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Rapat ini berlangsung di Ballroom Hotel Lume’os, Jakarta, dan dihadiri oleh para Bupati/Walikota terpilih beserta wakilnya serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Turut hadir dalam rapat ini Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas Lana, Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares, serta perwakilan Tim Transisi Frans Sarong dan H. Moh. Ansor.

Dalam arahannya, Gubernur NTT terpilih Melki Laka Lena menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental seluruh kepala daerah menjelang pelantikan serentak yang akan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Saya harapkan seluruh Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota dapat mempersiapkan diri dengan baik. Rangkaian kegiatan akan sangat padat, sehingga diperlukan kesiapan fisik dan teknis agar semuanya berjalan dengan lancar,” tegas Melki.

Setelah pelantikan di Istana Negara pada 20 Februari 2025, sejumlah agenda penting telah disusun untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus.

Pelantikan TP PKK tingkat Provinsi akan dilaksanakan pada sore harinya.
 Serah Terima Jabatan (Sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, yang dilanjutkan dengan syukuran pelantikan di Ballroom Tribrata Hotel and Convention Centre.

Gubernur terpilih juga menegaskan pentingnya kehadiran seluruh kepala daerah dalam acara sertijab dan syukuran ini. Setelah itu, mereka dijadwalkan berangkat ke Magelang untuk mengikuti pembekalan kepemimpinan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT terpilih, Johanis Asadoma, menyampaikan bahwa dirinya akan berkantor sementara di Jakarta setelah pelantikan sebelum berangkat ke Magelang pada 27 Februari 2025.

“Selama saya berkantor di Jakarta, saya akan melakukan pengecekan terhadap aset-aset pemerintah daerah serta melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian terkait. Para Wakil Kepala Daerah dari NTT juga akan mengikuti retreat di dua hari terakhir,” ujar Johanis.

Dalam penutupan rapat, Gubernur terpilih Melki Laka Lena menyampaikan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi pedoman dalam proses transisi kepemimpinan di NTT.

Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati/Walikota se-NTT akan dilaksanakan di Kupang pada 1 Maret 2025, sehari setelah pembekalan di Magelang selesai.

 Pelantikan TP PKK tingkat Kabupaten/Kota akan dilakukan pada hari yang sama setelah Sertijab.

Selama kepala daerah mengikuti pembekalan, tugas pemerintahan akan didelegasikan kepada Sekretaris Daerah di masing-masing wilayah.

“Saya memilih tanggal 1 Maret 2025, yang jatuh pada hari Sabtu, agar pada minggu pertama bulan Maret seluruh Kepala Daerah dan Wakilnya sudah siap berkantor dan langsung bekerja untuk masyarakat,” jelas Melki.

Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, transisi kepemimpinan di NTT diharapkan berjalan lancar. Pelantikan dan pembekalan ini menjadi langkah awal bagi para pemimpin daerah untuk segera bekerja dan mewujudkan program-program prioritas demi kesejahteraan masyarakat NTT.

(Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)




Kuasa Hukum Kepala Desa Napan Bantah Tuduhan Pengeroyokan: Klien Kami Justru Korban

Kefamenanu,nwartapedia.com  – Kepala Desa Napan, Wendelinus Kefi, kini menghadapi tuduhan pengeroyokan setelah Yoseph Restu Siki melaporkannya ke polisi dengan LP/GAR/B/11/2025/SPKT/SEK MIOTIM/POLRES TTU/POLDA NTT pada 12 Februari 2025.

Namun, kuasa hukum Wendelinus, Dominikus G. Boimau, S.H., dan Jeremias F. Bani, S.H., membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa klien mereka tidak bersalah, bahkan menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Tuduhan ini tidak berdasar. Bukti dan keterangan saksi di lokasi kejadian justru menunjukkan bahwa Wendelinus Kefi tidak melakukan pengeroyokan, melainkan berusaha menenangkan situasi,” ujar Dominikus G. Boimau kepada media ini pada Senin (17/02/2025).

Dua saksi yang berada di tempat kejadian perkara (Yohanes A. Snai dan Roberto Kolo) menyatakan bahwa tidak ada pengeroyokan yang dilakukan oleh Wendelinus Kefi.

Mereka justru menyaksikan perkelahian antara Yoseph Restu Siki dan Roni Siki.

“Kami ada di lokasi saat kejadian. Yang berkelahi itu Yoseph dan Roni, bukan kepala desa. Justru Pak Wendelinus yang mencoba melerai,” ungkap Yohanes A. Snai.

Lebih lanjut, laporan polisi lainnya (STTLP/39/II/YAN.2.5/2025/RES TTU) menunjukkan bahwa Wendelinus Kefi justru mengalami luka lebam di leher akibat dicekik oleh Yoseph Restu Siki, yang saat itu diduga dalam keadaan mabuk berat.

Kronologi Kejadian: Dari Evaluasi Kinerja hingga Perkelahian

Insiden ini bermula saat berlangsungnya Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS) yang dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, serta perwakilan kecamatan.

Seusai acara, peserta berkumpul untuk menikmati hidangan makan malam yang disertai musik sebagai bentuk relaksasi.

Di tengah suasana santai, Yoseph Restu Siki, yang menjabat sebagai Kaur Umum, tiba-tiba mengajukan evaluasi kinerja kepala desa dengan nada tinggi. Saat itu, ia diduga berada di bawah pengaruh alkohol.

“Kepala desa mencoba menenangkan Yoseph dan mengajaknya berbicara di dalam ruangan agar situasi tidak semakin memanas. Namun, Yoseph justru merespons dengan agresif dan langsung mencekik leher Wendelinus Kefi hingga menyebabkan luka lebam,” jelas Jeremias F. Bani.

Melihat kejadian itu, beberapa perangkat desa dan pendamping bergegas melerai pertikaian. Yoseph kemudian diarahkan ke luar ruangan untuk menenangkan diri.

Namun, beberapa saat kemudian, ia berlari ke arah Roni Siki, menendangnya hingga jatuh, sehingga perkelahian pun terjadi.

“Saat itu kepala desa berusaha mendamaikan Yoseph dan Roni. Namun, Yoseph masih emosi dan merasa tidak puas, hingga akhirnya menangis dan mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap pukulan Roni,” tambah kuasa hukum.

Setelah insiden tersebut, Wendelinus meminta Yoseph untuk pulang dan beristirahat, serta berjanji akan membahas masalah ini secara baik-baik keesokan harinya.

Kuasa Hukum: Kami Akan Buktikan Bahwa Klien Kami Tidak Bersalah

Menanggapi laporan tersebut, tim kuasa hukum Wendelinus Kefi menegaskan bahwa mereka akan menghormati proses hukum dan bersikap kooperatif, namun juga siap untuk membuktikan bahwa laporan terhadap klien mereka tidak memiliki dasar yang kuat.

“Kami akan menghadirkan saksi dan bukti yang menunjukkan bahwa Wendelinus Kefi tidak terlibat dalam pengeroyokan. Kami juga berharap aparat penegak hukum bertindak secara objektif dan profesional agar tidak ada pihak yang dirugikan,” tegas Dominikus G. Boimau.

Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan di Polsek Miomaffo Timur, Polres TTU, Polda NTT.

Sementara itu, masyarakat Desa Napan berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan tanpa mengganggu stabilitas pemerintahan desa. (MI)




Danrem 161/Wira Sakti Tinjau Patok Batas RI-RDTL di Naktuka, Tegasksn Kedaulatan Wilayah 

Kupang,nwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., bersama Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY Letkol Arh Reindi Tri Setyo Nugroho dan Komandan Pengamanan Perbatasan RDTL Superintendente Policia Letkol Polisi Euclides Belo, meninjau langsung patok batas negara antara Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Naktuka, Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.

Dalam inspeksi tersebut, Danrem 161/Wira Sakti menegaskan komitmen TNI dalam menjaga batas negara dan memastikan keabsahan patok yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua negara.

“Kami mengecek langsung sejumlah patok batas negara di sepanjang wilayah perbatasan Indonesia dengan Oeccusi, termasuk area persawahan yang selama 25 tahun tidak digarap,” ujar Brigjen Joao Xavier dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa di Pos Oepoli Tengah, Jumat (14/02/2025).

Sebagai Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Satgas Pamtas RI-RDTL, Brigjen Joao Xavier menegaskan bahwa patok-patok batas negara tidak bisa diubah atau dipindahkan secara sepihak.

“Secara hukum internasional, setiap patok yang menjadi titik koordinat batas negara sudah dipatenkan dan tidak bisa digeser atau diubah. Ini adalah hasil kesepakatan antara Indonesia dan Timor Leste,” tegasnya.

Dalam menentukan batas negara, digunakan sistem Common Border Datum Reference Frame (CBDRF), yang menjadi patokan utama dalam memastikan keakuratan letak setiap patok.

“TNI AD akan terus menjaga perbatasan Indonesia-Timor Leste, meskipun masih ada beberapa titik yang belum terselesaikan secara resmi. Kami berharap proses penyelesaiannya bisa segera dipercepat,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bapak Raja Tom Kameo, salah satu tokoh adat wilayah Amfoang, menegaskan bahwa Naktuka merupakan bagian dari Kerajaan Amfoang berdasarkan kesepakatan adat.

“Para raja dari Anbenu dan Amfoang sudah sepakat, disaksikan oleh Raja Naekake, bahwa batas wilayah adat menyusuri Sungai Noelbesi hingga muara Kolam Besak. Ini menegaskan bahwa Naktuka adalah bagian dari wilayah adat Amfoang,” jelasnya.

Ia juga menyoroti persoalan lahan di Naktuka, yang sejak Timor Leste merdeka pada tahun 1999 tidak lagi dikelola oleh warga Indonesia karena masih dalam status sengketa.

“Selama 25 tahun terakhir, saudara-saudara kami dari Anbenu telah mengolah lahan persawahan di Naktuka. Kami serahkan kepada Bapak Danrem untuk memperjuangkan penyelesaian batas ini sesuai dengan keputusan adat dan hukum yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut, Raja Tom Kameo mengungkapkan bahwa sebelum pemisahan Timor Leste dari Indonesia, tanah di Naktuka telah dikelola oleh masyarakat setempat yang memiliki lebih dari 200 sertifikat resmi. Namun, hingga saat ini, mereka tidak bisa menggarap lahan tersebut karena khawatir memicu konflik.

“Masyarakat yang memiliki sertifikat sah ingin mengelola tanah mereka kembali, tetapi mereka takut menciptakan ketegangan di perbatasan,” pungkasnya.

Kunjungan Danrem 161/Wira Sakti ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara aparat keamanan Indonesia dan Timor Leste dalam menjaga stabilitas di wilayah perbatasan.

Turut hadir dalam patroli bersama ini, antara lain Dandim 1604/Kupang Kolonel Inf Wiwit Jalu Wibowo, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Letkol Arh Reindi Tri Setyo Nugroho, Wadanramil Naikliu Kapten Inf Said Muhamad,  Perwira Topografi Satgas Pamtas Kapten CPT Edi Handoko, Danunit Intel Kodim 1604/Kupang Kapten Inf Donatus Jelatu, Komandan Pengamanan Perbatasan RDTL Superintendente Policia Euclides Belo beserta jajarannya.  (Penrem)




Christian Widodo Pastikan Pembayaran TPP ASN Rutin dan Tepat Waktu

Kupang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang terpilih, dr. Christian Widodo, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Penjabat (Pj.) Wali Kota Kupang, Linus Lusi, dalam merealisasikan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.

Menurutnya, kebijakan tersebut telah sesuai dengan kesepakatan yang telah disusun sebelumnya untuk memastikan hak ASN tetap terjamin.

“Pak Penjabat telah menjalankan hasil diskusi kami sebelumnya untuk memastikan ASN mendapatkan hak mereka,” ujar Christian Widodo.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan yang akan ia pimpin bersama Serena C. Francis sebagai Wakil Wali Kota Kupang akan menjadikan pembayaran hak-hak ASN sebagai prioritas utama.

“Kedepan, kami pastikan TPP ASN akan dibayarkan secara rutin dan tepat waktu setiap bulan. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berpihak kepada semua elemen masyarakat, termasuk ASN,” tegasnya.

Pasangan dr. Christian Widodo dan Serena C. Francis, yang terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2025-2030, dijadwalkan akan mulai menjalankan pemerintahan secara resmi dalam waktu dekat.

ASN Kota Kupang Sambut Baik Kepastian Pembayaran TPP
Kebijakan ini mendapat respons positif dari para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Sejumlah pegawai menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepastian pembayaran TPP, yang selama ini menjadi hak mereka.

“Kami sangat bersyukur karena akhirnya ada kejelasan mengenai TPP. Ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya.

Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan pembayaran TPP ASN dapat berjalan lancar dan mendukung peningkatan kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Kupang.

Linus Lusi Sahkan Perwali TPP ASN
Sebelumnya, Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi, telah menandatangani Peraturan Wali Kota (Perwali) Tahun 2025 mengenai pembayaran TPP bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin kesejahteraan ASN dan meningkatkan efektivitas birokrasi.

Dengan diterbitkannya Perwali ini, TPP ASN untuk bulan Januari 2025 dapat segera dicairkan. Sementara itu, mulai Februari 2025, pembayaran TPP akan dilakukan secara rutin setiap bulan, sebagaimana ditegaskan oleh dr. Christian Widodo dan Serena C. Francis.

Linus Lusi: TPP ASN Segera Direalisasikan
Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi, menegaskan bahwa pembayaran TPP ASN menjadi salah satu prioritas utamanya. Hal ini ia sampaikan dalam pertemuan dengan Wali Kota Kupang terpilih, dr. Christian Widodo, pada Minggu, 16 Februari 2025.

“Saya telah melaporkan perkembangan realisasi pembayaran TPP bulan Januari 2025 kepada Wali Kota terpilih. Instruksi juga sudah saya berikan kepada Sekda Kota Kupang, Asisten III, Plt Kadis, dan Kepala Bapeda agar segera merealisasikan hak-hak ASN,” ujar Linus Lusi dalam sebuah video yang beredar pada Senin, 17 Februari 2025.

Ia menegaskan bahwa konsistensi dalam pencairan TPP sangat penting agar kesejahteraan ASN tetap terjaga dan pelayanan publik berjalan optimal.

“Semoga pembayaran ini terus berjalan lancar setiap bulan, sehingga ASN menerima haknya tepat waktu,” tambahnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah saat ini dan pemerintahan mendatang, diharapkan kebijakan ini dapat berjalan tanpa kendala dan memberikan manfaat bagi ASN serta masyarakat Kota Kupang. **




Pj. Gubernur NTT Andriko Noto Susanto Akhiri Masa Jabatan dengan Dorongan Swasembada Pangan di Rote Ndao

Rote Ndao,nwartapedia.com  – Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao pada Sabtu (15/2) hingga Minggu (16/2).

Dalam kunjungan ini, ia meninjau sektor pertanian dan perikanan, serta memberikan arahan kepada masyarakat untuk memaksimalkan potensi daerah guna mencapai swasembada pangan.

Didampingi Pj. Bupati Rote Ndao, Order Max Sombu, unsur Forkopimda, Camat Landu Leko Daniel Bola, dan Camat Rote Timur Meliand Elferet Irwan Bulan, Pj. Gubernur memulai kunjungan dengan meninjau lahan persawahan di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko.

Ia mengimbau para petani untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan guna meningkatkan produksi pertanian.

“Ketika saya pertama kali ditugaskan sebagai Pj. Gubernur NTT, tempat pertama yang saya kunjungi adalah Rote. Kini, di akhir masa jabatan saya, saya kembali ke sini. Saya melihat Rote memiliki banyak potensi lahan yang perlu dimanfaatkan secara optimal,” ujar Andriko.

Ia menekankan pentingnya menanam berbagai komoditas seperti padi, jagung, serta tanaman hortikultura seperti bawang dan cabai. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor beras, melainkan mampu mengekspor hasil pertanian ke luar negeri.

Dalam kunjungan ke PT. Cakrawala Lautan Abadi (CLA), perusahaan budidaya lobster di perairan Mulut Seribu, Desa Pukuafu, Kecamatan Landu Leko, Pj. Gubernur menyampaikan apresiasi atas potensi besar sektor perikanan di Rote Ndao.

“Lobster adalah komoditas masa depan pangan internasional. NTT memiliki kekayaan laut yang luar biasa, yang harus kita jaga dan manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pj. Gubernur juga menyoroti tantangan dalam budidaya lobster, seperti biaya operasional tinggi, waktu budidaya yang lama, dan metode perawatan yang harus diperhatikan dengan baik agar dapat bersaing di pasar global.

Sebagai penutup kunjungan, Andriko Noto Susanto melakukan penanaman padi bersama petani di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur. Ia berdiskusi dengan para petani mengenai kendala yang dihadapi dan meminta mereka menyusun proposal terkait kebutuhan seperti benih, pupuk, serta alat pertanian agar pemerintah dapat memberikan dukungan yang tepat.

“Identifikasi kebutuhan dengan baik dan ajukan proposal. Pemerintah siap membantu, mulai dari benih unggul, pupuk, alat pertanian, hingga pengadaan sumur bor,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya rantai pasok lokal untuk mendukung program makan bergizi gratis, sehingga hasil pertanian daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan ini menjadi penutup masa jabatan Pj. Gubernur Andriko Noto Susanto, dengan harapan besar agar sektor pertanian dan perikanan di Rote Ndao semakin berkembang menuju kemandirian pangan. ***




Kepala Desa Wendelinus Kefi Bantah Terlibat Pengeroyokan di Desa Napan: “Ini Fitnah!”

 

Kefamanan,nwartapedia.com  – Kepala Desa Napan, Wendelinus Kefi, dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam kasus pengeroyokan yang terjadi pada 12 Februari 2025 di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah yang mencemarkan nama baiknya dan bertekad untuk menempuh jalur hukum.

“Saya tidak terlibat dalam pengeroyokan. Bahkan saya sendiri sempat dicekik oleh staf Karo Umum Kantor Desa Napan, Yoseph Restu Siki (Yoris). Meski demikian, saya tetap berusaha menenangkan situasi dan mendamaikan Yoris dengan Roni Siki. Ini murni fitnah yang harus diluruskan,” tegas Wendelinus kepada media ini pada Sabtu (15/02/2025).

Sebagai langkah hukum, Wendelinus telah membuat laporan balik terkait penganiayaan yang dialaminya dan menegaskan bahwa kasus ini akan diusut hingga tuntas.

“Saya pastikan akan mengambil langkah hukum dengan pendamping saya. Saya juga meminta pihak kepolisian bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dengan adil dan transparan,” tambahnya.


Kronologi Kejadian: Dari Musyawarah Desa hingga Keributan

Menurut Wendelinus, insiden ini bermula pada 12 Februari 2025 sekitar pukul 19.00 WITA, setelah berlangsungnya Musyawarah Desa (Musdes). Setelah pertemuan, seluruh peserta makan bersama dalam suasana yang akrab, diiringi nyanyian dan cerita santai. Dalam kesempatan tersebut, Yoris menuangkan minuman sopi kepada peserta yang hadir.

Namun, dalam keadaan mabuk, Yoris tiba-tiba mengkritik Wendelinus secara terbuka.

Ia menuduh Wendelinus tidak melibatkan staf desa dalam pengambilan keputusan serta hanya membuat kebijakan yang menguntungkan tim suksesnya.

Mendengar hal tersebut, Wendelinus membantah dan menjelaskan bahwa semua kebijakan desa dibuat untuk kepentingan seluruh masyarakat, bukan kelompok tertentu. Namun, Yoris tetap bersikeras dan mulai berbicara dengan nada tinggi hingga akhirnya terjadi ketegangan.

“Saya berusaha menenangkannya, tetapi dia tiba-tiba berdiri dan mencekik saya. Saat itu, teman-teman segera melerai, dan saudaranya, Roni Siki, marah. Roni berkata lebih baik dia sendiri yang memukul Yoris daripada orang lain. Setelah itu, mereka mulai bertengkar,” ungkap Wendelinus.

Melihat situasi semakin tidak terkendali, Wendelinus membawa Yoris ke ruangan PKK untuk menenangkan dirinya. Namun, Yoris tetap tidak terima dan malah kembali ke kantor desa dalam keadaan emosi.

Ia menendang Roni hingga jatuh di depan pengurus desa, yang memicu perkelahian hebat hingga menyebabkan beberapa perabotan kantor rusak.

Saat kejadian berlangsung, Wendelinus mengaku hanya berdiri di depan pintu dan menyaksikan pertikaian tersebut tanpa ikut campur.


Upaya Damai Gagal, Kasus Berlanjut ke Jalur Hukum

Beberapa saat kemudian, Kapospol setempat menelepon Wendelinus dan melaporkan adanya keributan di kantor desa. Wendelinus pun segera datang ke kantor untuk menenangkan situasi.

Di sana, Yoris yang wajahnya mengalami luka akibat perkelahiannya dengan Roni, tiba-tiba menuduh Wendelinus sebagai pelaku pemukulan.

“Dia bilang, ‘Kenapa Pak Desa pukul saya?’ Saya langsung jawab, ‘Jadi kamu berpikir saya yang pukul kamu?’ Padahal jelas-jelas yang baku pukul adalah dia dan Roni. Ini tuduhan yang tidak berdasar,” tegas Wendelinus.

Kapospol kemudian mencoba menawarkan jalan damai kepada kedua belah pihak. Namun, seorang warga bernama Bene Baluk menolak dan meminta agar kasus ini tetap diproses secara hukum.

Hingga saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Wendelinus berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan agar kebenaran dapat terungkap.

“Saya percaya pada hukum dan siap mengikuti prosesnya. Saya hanya ingin semuanya diselesaikan dengan baik agar tidak ada fitnah yang berlarut-larut,” pungkasnya. (MI)




Pj Wali Kota Kupang Kunjungi SDN Naikoten 2 dan TK Mutiara, Tekankan Pentingnya Bahasa dan Disiplin

 

Kupang,nwartapedia.com — Penjabat (Pj) Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., melakukan kunjungan ke UPTD Sekolah Dasar (SD) Negeri Naikoten 2 dan Taman Kanak-Kanak (TK) Mutiara di Kelurahan Naikoten.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih giat belajar, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris dan bahasa daerah, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kebersihan lingkungan sekolah.

Di SDN Naikoten 2, Linus disambut hangat oleh Kepala Sekolah Danial Amtiran, S.Pd. Saat itu, kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.

Dalam kunjungannya ke kelas 6 yang tengah belajar bahasa Inggris, Linus mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi era globalisasi.

Ia juga menekankan agar siswa tetap menjaga budaya dan bahasa daerah mereka.

“Sebagai generasi penerus, kalian harus mengenal dan memahami budaya sendiri, termasuk bahasa daerah. Jangan lupa, kebersihan lingkungan sekolah juga adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya kepada para siswa.

Linus juga mengunjungi kelas 5, yang sedang mempelajari pelajaran Agama Kristen.

Ia berdiskusi ringan mengenai kisah Adam dan Hawa, sembari mengingatkan siswa untuk memperdalam pemahaman agama melalui membaca Alkitab bersama keluarga.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguasaan dasar matematika untuk mendukung keterampilan siswa di masa depan.

Kunjungan berlanjut ke TK Mutiara, di mana Linus disambut Kepala Sekolah Yosefina Safis.

Ia berinteraksi langsung dengan anak-anak, mendengar cita-cita mereka, dan memberikan motivasi agar mereka tetap semangat belajar.

“Belajar yang rajin dan kejar impian kalian. Semua bisa menjadi apa pun yang kalian inginkan jika bekerja keras,” pesannya.

Linus juga menyampaikan perhatian terhadap fasilitas sekolah, seperti rencana pembangunan pagar untuk keamanan siswa serta penyediaan karpet dan matras guna mendukung kenyamanan aktivitas belajar anak-anak.

Selain memotivasi siswa, Linus berdialog dengan guru-guru dari kedua sekolah. Ia mendengarkan masukan terkait kebutuhan pendidikan di Kupang dan berkomitmen meningkatkan fasilitas sekolah demi menunjang mutu pendidikan.

Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat motivasi belajar generasi muda. (*)




Danrem 161/Wira Sakti Tinjau Bendungan dan Persawahan di Kabupaten Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., melakukan peninjauan langsung ke Bendungan Leter T dan area persawahan milik masyarakat Taklale di Kabupaten Kupang yang direncanakan seluas 600 hektar.

Peninjauan ini merupakan bagian dari program strategis untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian RI. Selain itu,

Danrem juga mengunjungi persawahan di Desa Manusak, Kampung Timorana, Kupang Timur.

Dalam kunjungannya, Danrem didampingi sejumlah pejabat penting, di antaranya Dandim 1604/Kupang Kolonel Inf. Wiwit Jalu Wibowo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Amin Juaria, Kabid PSP Martianus Balan, Camat Kupang Timur Yosafat ABN Dokobani, Pasi Bhakti Korem 161/Wira Sakti Mayor Cpl Yoyok Prasetyo, serta Danramil 1604-02 Camplong Kapten Inf. Lalu Ibnu Fajar.

Lokasi utama yang ditinjau adalah Bendungan Leter T, yang direncanakan sebagai sumber distribusi air bagi persawahan Taklale seluas 600 hektar.

Danrem bersama rombongan memeriksa kondisi bendungan, debit air, jalur irigasi, serta turut menelusuri area persawahan.

Sebagai simbol dimulainya aktivitas pertanian, dilakukan juga penanaman padi di area persawahan masyarakat Taklale.

Selain itu, rombongan juga meninjau persawahan di Desa Manusak yang terletak di sekitar kawasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Timorana, Kupang Timur.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan dan pengelolaannya sesuai rencana program ketahanan pangan.

Dari total 600 hektar lahan pertanian di Taklale, sekitar 350 hektar akan segera digarap dalam waktu dekat.

Dengan memanfaatkan air dari Bendungan Leter T dan sumur bor, lahan tersebut direncanakan dapat mendukung dua kali musim tanam dalam setahun.

Namun, salah satu tantangan utama adalah kondisi tanggul Bendungan Leter T yang mengalami kerusakan, sehingga kemampuan bendungan untuk menampung air belum maksimal.

Brigjen Joao Xavier Barreto Nunes menyampaikan komitmen Korem 161/Wira Sakti untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat melalui optimalisasi sektor pertanian.

“Kami selaku aparat teritorial akan selalu siap membantu perekonomian masyarakat dengan memberdayakan wilayah, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal untuk bercocok tanam. Dengan ini, kami berharap ekonomi kerakyatan dapat terus berkembang,” ungkapnya saat berbincang dengan para petani di area persawahan.

Danrem juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk memaksimalkan potensi wilayah di Kabupaten Kupang.

“Kita akan terus mengoptimalkan lahan-lahan, baik untuk pertanian maupun peternakan, agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tambahnya.

Peninjauan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan infrastruktur pendukung program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kupang.

Dengan dukungan dari Kementerian Pertanian RI, Korem 161/Wira Sakti, dan pemerintah daerah, diharapkan lahan pertanian ini dapat segera memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan produktivitas pangan serta kesejahteraan masyarakat.

(PENREM)