Kuasa Hukum Korban Desak Polres TTU Usut Tuntas Kasus Wendelinus Kefi

 

Kefamenanu,nwartapedia.com – Kuasa hukum korban Wendelinus Kefi, Dominikus Gervandy Boymau, SH, dan Jerimias F. Bani, SH, resmi mendampingi klien mereka dalam pelaporan kasus ke Polres Timor Tengah Utara (TTU) pada 13 Februari 2025. Laporan tersebut terdaftar dengan Nomor: STTLP/39/II/YAN.2.5/2025/RES TTU/POLDA NTT.

Dalam keterangannya, kuasa hukum korban meminta Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, melalui penyidik Reskrim Polres TTU, untuk memastikan proses penyelidikan dan penyidikan berjalan secara transparan.

Menurut mereka, transparansi sangat penting untuk menjamin keadilan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.

“Kami mengharapkan penyelidikan yang transparan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Transparansi juga mencegah spekulasi dan memastikan semua proses berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Dominikus Gervandy Boymau, SH kepada media ini pada Sabtu (22/02/2025).

Setelah transparansi itu kuasa hukum juga meminta untuk secepatnya gelar dan naikan ke tahap penyidikan guna menetapkan tersangka dan sesegera mungkin melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Yosep Siki..

Lebih lanjut, kuasa hukum korban juga menyatakan akan melaporkan Yosep dan saksi-saksi lain yang diduga memberikan keterangan palsu.

Mereka menegaskan bahwa memberikan kesaksian tidak benar adalah pelanggaran serius yang diatur dalam Pasal 242 KUHP, dengan ancaman pidana hingga 7 tahun penjara.

Jika keterangan palsu tersebut merugikan korban secara signifikan, ancaman hukuman bisa meningkat hingga 9 tahun penjara.

“Kami berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini, menangkap pelaku, dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Ini bukan hanya demi keadilan bagi korban, tetapi juga demi menjaga integritas hukum di tengah masyarakat,” tegas Jerimias F. Bani, SH.

Kuasa hukum menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan bahwa hak-hak korban terlindungi sepenuhnya.

 

(MI)




Wali Kota Kupang Tegaskan Efisiensi Anggaran dan Peningkatan Pelayanan Publik

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang efisien dan berorientasi pada pelayanan publik. Dalam sambutannya pada acara resmi di Balai Kota Kupang, ia menyampaikan bahwa efisiensi menjadi salah satu arahan utama Presiden Prabowo Subianto yang akan diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

“Efisiensi yang diinginkan Presiden Prabowo harus kita jalankan. Anggaran akan digunakan secara bijak, dan perjalanan dinas hanya dilakukan untuk keperluan yang benar-benar penting serta berdampak langsung pada pelayanan masyarakat,” ujar dr. Christian Widodo.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Kupang akan memangkas anggaran perjalanan dinas yang tidak esensial. Dr. Christian menekankan bahwa pendekatan efisiensi ini sudah diterapkan di berbagai kementerian, dan kini menjadi kewajiban di tingkat daerah.

Lebih lanjut, dr. Christian mengajak seluruh jajaran Pemkot Kupang untuk bekerja dalam satu tarikan napas dan frekuensi. Ia ingin memastikan bahwa semua elemen pemerintahan bergerak seirama demi pelayanan yang lebih baik.

“Kami ingin semua seirama. Kami akan memulai dari hal sederhana, seperti kebersihan di kantor pemerintahan. Kantor Wali Kota dan OPD harus menjadi contoh, harus bersih. Lead by example,” tegasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa dirinya dan Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis, akan memprioritaskan penanganan sampah di Kota Kupang. Mereka berkomitmen menjadikan kebersihan sebagai budaya yang diterapkan secara konsisten.

Dalam gaya kepemimpinannya, dr. Christian menekankan prinsip suaviter in modo, fortiter in re – lembut dalam pendekatan, tetapi tegas dalam tujuan.

“Saya akan tetap tersenyum dan lembut dalam menyampaikan sesuatu, tetapi tegas dalam mengambil keputusan. Pemerintah tidak lagi memerintah, tetapi melayani. To govern is to serve. Saya ingin moto ini terpampang di kantor-kantor pelayanan publik sebagai pengingat bahwa masyarakat adalah prioritas kita,” katanya.

Dr. Christian juga menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot Kupang untuk responsif terhadap kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan cepat dan tepat, serta memastikan semua kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Dalam visinya, dr. Christian ingin menjadikan Kota Kupang sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Surabaya dan Bandung. Ia menekankan bahwa kebersihan kota dan pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas.

“Kita ingin Kota Kupang tidak kalah dalam hal sumber daya manusia dan kebersihan. Kebijakan yang kami terapkan akan mendorong masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Semua harus berpartisipasi,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari komitmennya, mulai Jumat (21/2), dr. Christian akan mengikuti retreat di Magelang bersama para kepala daerah selama delapan hari. Sementara itu, Wakil Wali Kota Serena akan tetap menjalankan roda pemerintahan di Kupang sebelum bergabung pada 27 Februari 2025, dengan tetap berkoordinasi dengan Sekda Kota 

Mengakhiri sambutannya, dr. Christian mengutip filosofi kepemimpinan yang menginspirasi: “Kapal paling cantik adalah yang berada di dermaga, tetapi ingat, kapal dibuat bukan untuk diam di dermaga, melainkan untuk menghajar gelombang di lautan. Begitu pula dengan kita. Percuma tampak baik di luar, tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Acara tersebut dihadiri oleh istri Wali Kota, dr. Widya Cahya, keluarga besar dari dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis, termasuk Bapak Fary Djemi Francis dan Ibu Yoca Francis Johanes. Hadir pula Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si., jajaran kepala perangkat daerah Pemkot Kupang, serta perwakilan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), termasuk David Daud, Muhammad Ramli, dan Junaidin, bersama para anggota DPRD Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang.

Dengan semangat baru ini, dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis bertekad membawa Kota Kupang ke arah yang lebih baik, dengan pemerintahan yang bersih, efisien, dan mengutamakan pelayanan masyarakat. **




Dorong Wirausaha Milenial, Wakil Wali Kota Kupang Jalin Kerja Sama Strategis dengan Kementerian UMKM 

Jakarta,nwartapedia.com  – Hari pertama usai dilantik, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, langsung menginisiasi langkah konkret dengan mengadakan pertemuan bersama Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Yuni Moraza, pada Jumat malam (21/2) di Kemang, Jakarta Selatan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan lainnya, termasuk perwakilan sektor perbankan dan lembaga yang bergerak di bidang pengembangan UMKM.

Inisiatif ini menjadi langkah awal Serena dalam menjalin kerja sama strategis untuk memajukan UMKM di Kota Kupang, khususnya dalam mendorong generasi milenial terjun ke dunia wirausaha.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan UMKM di Kota Kupang.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan wirausaha muda. Kami siap mendukung setiap program yang dapat memberdayakan pelaku usaha di daerah,” ujar Helvi.

Sebagai tindak lanjut, telah dijadwalkan pertemuan lanjutan pada Selasa, 25 Februari 2025, di kantor Kementerian UMKM.

Pertemuan tersebut bertujuan merumuskan langkah konkret dan program kerja sama yang akan diimplementasikan guna mendukung pengembangan UMKM di Kota Kupang.

Langkah proaktif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam memberdayakan ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam sektor wirausaha.

Diharapkan, kolaborasi ini dapat membuka peluang baru bagi wirausaha muda Kupang untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. ***