Ansy Lema Tetapkan Pilar Utama Perjuangannya Lewat Program Nyata untuk Nelayan, Tani dan Ternak

                   

Kupang,mwartapedia.com  – Yohanis Fransiskus Lema, yang akrab disapa Kaka Ansy, telah menetapkan “Nelayan, Tani, dan Ternak” sebagai pilar utama dalam perjuangannya membangun Nusa Tenggara Timur (NTT).


Sebagai calon Gubernur NTT untuk periode 2024, Ansy menegaskan bahwa sektor-sektor fundamental ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata selama masa jabatannya sebagai wakil rakyat di Senayan.


Menurut Ansy, pembangunan NTT harus dimulai dari sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.


“Nelayan” merepresentasikan sektor kelautan dan perikanan, yang sangat penting bagi NTT sebagai provinsi kepulauan dengan potensi laut yang kaya.



“Tani” mencerminkan sektor pertanian dan perkebunan, yang menjadi mata pencaharian mayoritas masyarakat. 


Sedangkan “Ternak” menggambarkan sektor peternakan, yang juga menjadi salah satu sumber penghidupan utama di NTT.


“Pertanian di NTT memang rentan gagal panen, sehingga perlu diperhatikan agar dapat mendorong kemajuan NTT. Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan adalah identitas kita sebagai orang NTT,” ujar Ansy dalam unggahan Instagram pribadinya @ansi.lema. 


Selama menjadi anggota DPR RI, Ansy telah bekerja sama dengan mitra seperti Badan Ketahanan Pangan (BKP) dan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga petani melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).


Program ini meliputi bantuan uang tunai dan alat pertanian, yang menurut Ansy, sudah terbukti manfaatnya.


“Sudah terbukti, Saya Belum Janji,” ungkapnya.


Dengan semangat perubahan yang diusungnya, Ansy Lema, menjadi sosok yang energik dan tahu cara bekerja untuk mencapai lompatan kemajuan menuju visi Indonesia Emas 2045. (***)




PON XXI Aceh-Sumut Resmi Berakhir, NTT dan NTB Siap Jadi Tuan Rumah 2028

Aceh,mwartapedia.com – Penjabat Gubernur NTT Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P menghadiri penutupan PON XXI Aceh-Sumatra Utara 2024 yang dilaksanakan di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang pada Jumat 20 September 2024. 


Dalam Upacara penutupan tersebut juga dilaksanakan Prosesi Lepas Sambut Bendera KONI dari Provinsi Aceh-Sumut kepada Provinsi NTT dan NTB sebagai Provinsi Penyelenggara PON XXII Tahun 2028. 

  

Hadir dalam kegiatan tersebut Presiden Joko Widodo yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, Menteri Dalam Negeri RI M. Tito Karnavian, Menteri PUPR RI, Dr. Ir. Basuki Mulyono, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Dito Ariotedjo, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjenpol Agus Andrianto, Pimpinan Lembaga Negara, Ketua Komisi X DPR RI, Duta Besar dan Konsulat Jenderal Negara Sahabat, Ketua Umum KONI Pusat dan Provinsi, Gubernur/Pj Gubernur, Bupati/Pj Bupati, Walikota/Pj Walikota se-Indonesia.


Presiden Joko Widodo yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan PON ke-XXI Aceh-Sumut khususnya para atlet yang telah berlaga dengan daya juang yang tinggi.


“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mengantarkan PON ke XXI ke pintu gerbang keberhasilan. Selamat kepada para Atlet dari berbagai kontingen yang telah meraih juara dan prestasi sedangkan yang belum berhasil mari tetap berjuang untuk meraih prestasi gemilang di masa yang akan datang. Saya mewakili Pemerintah RI dengan ini menyatakan PON Ke-XXI tahun 2024 ditutup, sampai bertemu di PON ke XXII di NTB-NTT 2028,” ujar Muhadjir.


Pj. Gubernur Sumatera Utara, Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si didamping Penjabat Gubernur Aceh,  Dr. Drs. Safrizal ZA, M.Si juga dalam Laporan Panitia menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dalam penyelenggaraan PON XXI.


“Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi dan sukses ekonomi. Kami harap PON XXI menjadi pengalaman yang indah. Terimakasih untuk pahlawan olahraga, selamat kepada juara semuanya, Juara untuk semua, Juara untuk kita, Juara untuk Indonesia. Salam olahraga, pungkas Safrizal.


Sementara itu Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Letnan Jenderal TNI (purn) Marsiano Norman menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan PON ke-XXI serta harapan untuk penyelenggaraan PON ke-XII NTB dan NTT Tahun 2028 dapat dipersiapkan dengan lebih baik lagi.


“Dengan selesainya pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini maka kami jajaran KONI pusat akan melaksanakan evaluasi yang akan digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan PON ke-XXII NTB dan NTT pada Tahun 2028 sesuai Keputusan Musernas KONI Tahun 2022. Terima kasih untuk dukungan yang luar biasa dari semua pihak sehingga PON dapat berjalan sesuai agenda yang ditentukan, sampai jumpa dipenyelenggaraan PON ke-XXII NTB-NTT,” kata Marsiano.


Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Aryotedjo, menyampaikan harapan untuk penyelenggaraan PON kedepannya. 


“Penyelenggaraan PON adalah pencapaian besar yang melibatkan banyak pihak dan dalam setiap proses tentu ada tantangan yang perlu dijadikan evaluasi  untuk menyelenggarakan PON yang lebih baik dimasa mendatang. Mari kita jaga semangat ini dan melangkah menuju prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.


NTT dan NTB Siap Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028


Dalam acara tersebut dilaksanakan Penyerahan kembali Bendera PON oleh Pj. Gubernur Aceh didampingi ketua KONI Aceh dan Pj. Gubernur Sumut didampingi ketua KONI Sumut kepada Ketua Umum KONI Pusat yang selanjutnya diserahkan kepada panitia besar PON ke XXII Tahun 2028 yakni Pj. Gubernur NTB didampingi oleh ketua KONI NTB dan Pj. Gubernur NTT didampingi oleh ketua KONI NTT.


Adapun Pj. Gubernur NTT Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P yang ditemui sebelum pelaksanaan acara Penutupan PON XXI di Stadion Utama Sport Center menyampaikan apresiasi untuk para atlet serta KONI Provinsi NTT.


“Saya menyampaikan apresiasi untuk para atlet yang sudah berjuang untuk mengharumkan nama NTT sehingga kita mendapatkan peringkat 19 dan mendapat medali yang lebih banyak dari PON sebelumnya. Hal ini menjadi peningkatan dari PON sebelumnya dan diharapkan kedepannya kita dapat mencapai prestasi yang lebih baik lagi. Terima kasih juga kepada semua pihak yang terlibat yakni KONI Provinsi NTT yang telah bekerja keras dari persiapan hingga pelaksanaan,” ucap Andriko.


Ia juga mengutarakan harapannya sebagai panitia besar PON XXII untuk segera melakukan persiapan dalam penyelenggaraan PON tahun 2028.


“Bendera PON ke-XXII NTT dan NTB 2028 yang diterima diharapkan dapat memberikan motivasi dalam menyelenggarakan PON XXII yang lebih baik karena PON sendiri merupakan ajang kita berkompetisi dalam rangka olahraga nasional agar prestasi anak bangsa dapat kita wadahi dan fasilitasi dengan baik. Kita akan melakukan persiapkan yang akan dimulai dari Panitia Persiapan untuk PON ke-XXII Tahun 2028,” jelas beliau.


Untuk diketahui Atlet-atlet NTT berhasil mendulang rangkaian medali dalam pagelaran PON XXI Aceh Sumatra utara 2024. Hingga penutupan PON XXI klasemen NTT berada diurutan 19 dan tercatat 36 medali berhasil diraih diantaranya 7 medali emas, 13 medali perak dan 16 medali perunggu.  Capaian ini melampaui raihan medali pada PON XX Papua tahun 2021 lalu dengan total 24 medali.


Sementara itu Kontingen Jawa Barat berhasil menjadi juara umum dengan total raihan 539 medali dengan rincian 195 medali emas, 163 medali perak, dan 182 perunggu.


Berikut Perolehan Medali NTT :


Emas

1. SILAT Andini Aklis A Putri

2. SILAT Antonius Tuke A Putra

3. SILAT Zaki Prasong B Putra

4. KEMPO Siska 65 Kg ke Atas

5. KEMPO Embu Pasangan Putra II/III Dan

6. KEMPO Embu Pasangan Mix  II/III Dan

7. TINJU Dio Koebanu 45-48 Kg


Perak 

1. CRIKET Tim Putra T20

2. TRIATHLON Dama Laksmytha Sukaton

3. GATEBALL Regu Putra

4. KEMPO Hilda Ratu 45-50 Kg

5. KEMPO Aurelia Belmo 50-55 Kg

6. KEMPO Walfridus Kapitan 50-55 Kg

7. KEMPO Embu Pasangan Putra Yudhansya

8. KEMPO Embu Beregu Putra

9. TINJU Erni Ngongo 54-57 Kg

10. TINJU Asnat Bayo 60-63 Kg

11. TINJU Eman Mau HereHere 57-60 Kg

12. TINJU Libertus Gua 63,5-67 Kg

13. KICK BOXING Susanty Ndapataka 60 Kg 



Perunggu

1. CRIKET Tim Putri T20

2. TAKRAW  Double Event Putri 

3. CRICKET Tim Putra Super 8

4. CRICKET Tim Putri Super 8

5. WUSHU Marvend Alianto

6. SILAT Jenny Kause C Putri

7. SILAT Ronaldo Neno I Putra

8. TINJU Jerikho Daud 51-54 Kg

9. TINJU Mardianus Bullu 54-57 Kg

10. TINJU Yudith Maunino 50-52 Kg

11. GATEBALL Triple Putra

12. KEMPO Yulia Safitri Badar 55-60 Kg

13. KEMPO Toba Rajagukguk 65-70 Kg

14. KEMPO Irwanto Suwanto 70 Kg ke atas

15. KEMPO Embu Pasangan Putra Kyukenshi

16. KEMPO Embu Pasangan Putri Kyukenshi

(Biro AP)




Malam Anugerah Duta Anti Narkoba Provinsi NTT, Apriani Virginia Kulla Dangga Resmi Menjadi Pemenang

                      

Kupang.mwartapedia.com – Setelah melalui berbagai rangkaian acara, mala puncak pemilihan Duta Anti Narkoba Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2024 akhirnya dilaksanakan. Acara malam anugerah tersebut digelar di Auditorium Universitas Katolik Widya Mandira pada Jumad (20/09/2024). Pemenang pada ajang Duta Anti Narkoba tersebut adalah Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga, mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Undana.


Kepala BNN Provinsi NTT, Brigjen. Pol.Totok Lisdiarto,S.S.IK., S.H., M.H dalam sambutannya mengatakan BNN Provinsi NTT sebagai lembaga dalam penanganan masalah narkoba di NTT berubapa menjalankan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan model yang kreatif dan inovatif agar menarik dan mudah diterima oleh masyarakat khususnya generasi muda salah satunya kegiatan kampanye anti narkoba melalui penyelenggaraan kegiatan pemilihan duta anti narkoba.


“Melalui pemilihan duta anti narkoba BNNP NTT memberikan wadah bagi generasi untuk mengekpresikan dan mengembangkan kapasitasnya sebagai peer educator sebaya yang menjadi perpanjangan tangan BNN sebagai penggiat P4GN aktif yang memberikan kontribusi dalam penyebarluasan informasi dan edukasi kepada generasi muda dan masyarakat lebih efektif dan komprehensif,”ungkapnya.


Kombes Totok Lisdiarto berpesan, jangan jadikan pemilihan duta anti narkoba sebagai sebuah kompetisi melainkan sebuah kesempatan dalam pengembangan potensi diri dan kreatifitas sebagai remaja yang berkualitas dan bermakna bagi lingkungan sekitar dan masyarakat khususnya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.


“Adik-adik 20 orang finalis ini merupakan ikon dan representasi generasi muda anti narkoba yang luar biasa dan semuanya sudah menjadi bagian dari BNN Provinsi NTTsebagai penggiat anti narkoba yang merupakan ujung tombak dalam penyebarluasan informasi dan edukasi P4GN di kalangan remaja”pesannya.


KombesTotok Lisdiarto berharap dengan diselenggarakan pemilihan duta anti narkoba untuk pertaa kalinya di Provinsi NTT maka BNNP NTT dapat menjaring kader-kader muda anti narkoba yang berperan aktif dalam gerakan anti narkoba melalui pengembangan kegiatan-kegiatan pencegahan penyalahgunaannarkoba di lingkungan masyarakat khususnya remaja teman sebaya.


“Saya juga mengajak semua pihak dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama menjaga komitmen dalam kebersamaan mencintai Indonesia dengan bersedia menjadi aktor gerakan perlawanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan menjadi relawan atau penggiat P4GN di lingkungan masing-masing,”pungkasnya. (MI) 




Safari Politik ke Sumba, Jane Natalia Suryanto Bertekat Angkat Kekayaan Budaya dan Alam NTT

Waikabubak,mwartapedia.com  – Safari politik ke Pulau Sumba, Jane Natalia Suryanto, calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkapkan rasa cintanya yang mendalam terhadap Sumba.


Hal ini diungkapkan Jane, saat mengunjungi wilayah Sumba Barat pada Jumat, 20 September 2024.


Dalam kesempatan tersebut, Jane berbagi tentang hubungan emosionalnya dengan pulau yang indah ini.


“Sumba adalah rumahku, sebuah pulau yang kaya akan keindahan alam dan budaya. Di sini, langit biru dan padang savana membentang luas, menciptakan suasana damai yang menenangkan,” tulis Jane dalam unggahan Instagram pribadinya, @janenataliasuryanto_.


Unggahan ini mengundang banyak tanggapan positif dari para pengikutnya.


Jane menjelaskan bahwa Sumba bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga bagian dari jiwanya.


Menurutnya, setiap sudut pulau tersebut menyimpan kenangan berharga dari kebersamaan dengan keluarga hingga tradisi adat yang diwariskan turun-temurun.


“Ritual dan perayaan adat mengikatku dengan tanah ini, membuatku merasa bagian dari sesuatu yang lebih besar. Sumba adalah sumber inspirasi dan rasa syukur, tempat di mana aku menemukan makna dan identitasku,” lanjutnya.


Sebagai calon Wakil Gubernur NTT yang berpasangan dengan Ansy Lema, Jane Natalia berkomitmen untuk mengangkat kekayaan budaya dan keindahan alam NTT, termasuk Sumba, ke tingkat yang lebih tinggi. 


Kunjungannya ke Sumba Barat semakin memperkuat ikatan emosionalnya dengan masyarakat dan tanah Sumba, yang menurutnya memiliki potensi besar untuk berkembang.


Dengan latar belakang budaya yang kuat dan kecintaannya pada Sumba, Jane Natalia siap membawa semangat perubahan bagi NTT, sambil tetap menjaga tradisi dan nilai-nilai yang telah diwariskan di tanah kelahirannya.***




Ansy Lema Unggul Hasil Survei Pilgub NTT Versi Indikator Politik Indonesia


Kupang,mwartapedia.com  – Dalam dinamika terbaru menjelang Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024, hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam peta elektabilitas para kandidat. 


Meskipun sebelumnya Emanuel Melkiades Laka Lena selalu menempati posisi teratas dalam berbagai survei, kali ini Ansy Lema berhasil memimpin dengan elektabilitas tertinggi.


Survei yang dilaksanakan pada 9-14 Juli 2024 tersebut menunjukkan bahwa Ansy Lema, yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), mendapatkan elektabilitas sebesar 6,9 persen.


Emanuel Melkiades Laka Lena harus puas berada di posisi kedua dengan perolehan 6,8 persen, terpaut sangat tipis dari Ansy. 


Sementara itu, Benny Kabur Harman berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 6,3 persen.


Hasil ini cukup mengejutkan mengingat dalam survei yang dilakukan oleh IndekStat sebelumnya, Melki Laka Lena memimpin dengan perolehan elektabilitas sebesar 38,3 persen dari tujuh kandidat yang disimulasikan. 


Dominasi Melki dalam survei-survei sebelumnya membuat banyak pihak memprediksi bahwa ia akan dengan mudah memimpin dalam kontestasi politik ini.


Namun, hasil survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan fakta berbeda. Kendati Ansy Lema memimpin dalam hal elektabilitas, mayoritas responden, yaitu sebesar 57,5 persen, masih belum menentukan pilihan. 


Dalam hal popularitas, Ansy Lema dikenal oleh 38,8 persen responden. Meskipun angka ini masih di bawah tokoh-tokoh besar seperti Gubernur petahana Victor Laiskodat, Ansy tetap menunjukkan peningkatan yang signifikan.


Pasangan Simon Petrus dan Adrianu Gahru berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 13,7 persen dalam survei ini, yang menunjukkan bahwa mereka juga memiliki basis dukungan yang cukup kuat.


Dukungan resmi PDI-P kepada Ansy Lema sebagai calon gubernur NTT dan Partai Hanura kepada Jane Natalia Suryanto sebagai wakilnya juga sangat mempengaruhi peta politik ke depan. 


Survei ini dilakukan dengan melibatkan 1.000 responden dan memiliki margin of error sekitar 3 persen. (*)




Menyala Kaka, Ribuan Relawan Ansy-Jane Padati GOR Atambua

Atambua,mwartapedia.com  – Gedung Olahraga Atambua tampak semarak. Ribuan orang berkumpul, memenuhi setiap ruangan olahraga di daerah perbatasan itu . Di antara riuh rendah suara dukungan dan senyum lebar yang menghiasi wajah para relawan, terlihat baju-baju relawan dengan nama “Ansy-Jane”Menyala Kaka” berkibar pada Rabu (18/09/2024).


Mereka datang dari berbagai penjuru Kabupaten Belu, tanpa paksaan, tanpa imbalan, hanya satu tujuan: mendukung pasangan Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto untuk Nusa Tenggara Timur yang lebih baik.


Jane Natalia Suryanto, dengan kesederhanaannya, tampak terharu melihat lautan manusia yang hadir cuma-cuma untuk memberikan dukungan kepada paket Ansy-Jane.


“Terima kasih kepada para relawan dari berbagai penjuru yang telah hadir dan mendengarkan arah kami. Ini sungguh luar biasa. Mereka datang tanpa paksaan, tanpa fasilitas, ini benar-benar dukungan murni dari hati,” terang Jane.


Ketika Jane naik ke panggung, tepuk tangan dan sorakan meriah menggema memenuhi gedung. Di hadapan ribuan pendukungnya, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas, yang telah terbukti bekerja untuk kemajuan NTT. 


“Harapannya, kita menjaga perdamaian dan persatuan. Pilih pemimpin yang berkualitas dan sudah bekerja,” tegasnya, disambut anggukan setuju dari para hadirin.


Jane juga menyinggung tentang isu identitas yang kerap digunakan dalam perpolitikan. Baginya, isu semacam itu sudah tidak laku dijual di masyarakat NTT. 


“Orang yang memainkan isu identitas itu tidak berkualitas. Masyarakat kita sudah cerdas, mereka tidak butuh drama, tapi aksi nyata,” katanya.


Meski acara baru dimulai pukul 16.00 WITA, relawan sudah berdatangan sejak siang hari. Ada yang datang berombongan dari desa-desa terpencil, ada pula yang menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi. Mereka membawa harapan dan tekad untuk perubahan yang lebih baik.


Kisah mereka beragam. Seperti Maria, seorang ibu rumah tangga dari Desa Halilulik, yang menempuh perjalanan hampir dua jam untuk tiba di Atambua.


 “Saya datang karena percaya pada Bu Jane. Kami datang tanpa difasilitasi. Dia satu-satunya perempuan yang berani maju sebagai calon wakil gubernur. Itu bukan hal yang mudah,” katanya, sambil menunggu giliran untuk bersalaman dengan Jane. Bagi Maria dan banyak relawan lainnya, kehadiran Jane adalah simbol keberanian dan harapan.


Tidak hanya Maria, ada juga Edmundus Moruk, seorang petani dari desa tetangga. Ia datang bersama belasan rekannya. “Kami ingin pemimpin yang mengerti kebutuhan petani. Bu Jane pernah datang ke desa kami, mendengar keluhan kami. Itu sebabnya saya dukung dia,” ujarnya.


Kehadiran ribuan relawan ini bukan sekadar angka, tetapi adalah wujud nyata dari harapan dan semangat perubahan yang mereka dambakan. Tanpa pamrih, tanpa embel-embel fasilitas, mereka rela meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir di sana. Mereka adalah wajah-wajah yang meyakini bahwa Ansy-Jane mampu membawa NTT ke arah yang lebih baik.


Acara berakhir pada pukul 18.00 WITA, para relawan perlahan meninggalkan gedung itu. Mereka membawa pulang keyakinan bahwa dengan dukungan tulus dari hati, perubahan bisa dimulai.


Jane Natalia Suryanto pun meninggalkan panggung itu. Ia tahu, perjuangan ini belum berakhir, tapi melihat semangat dan ketulusan para relawan, ia yakin bahwa perjuangan ini adalah jalan yang benar.


“Perubahan butuh waktu, tapi dengan dukungan seperti ini, saya optimis kita bisa mewujudkannya,” tutupnya. (*)




Tukang Tambal Ban: Pengobatan Gratis Wujud Kecintaan Dokter Christian Widodo Untuk Masyarakat


Kupang,mwartapedia.com – Mengadakan bakti sosial pelayanan pengobatan gratis di GMIT Jemaat Kemah Ibadat Airnona bagi Daud Nara Kaha yang setiap harinya bekerja sebagai tukang tambal ban merupakan wujud nyata kecintaan Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo kepada masyarakat.


Daud Nara Kaha salah seorang warga RT 23/RW 07 Kelurahan Airnona mengaku sejak enam bulan terakhir sering merasa kesemutan mengatakan kehadiran layanan pengobatan gratis yang diadakan oleh Dokter Christian Widodo bersama tim sangat membantu untuk melayani masyarakat yang kurang mampu.


“Sudah tiga kali saya ikuti pengobatan gratis dari Pak Dokter Christian dan saya melihat keseriusan dan ketulusan Pak Dokter untuk memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada warga Kota Kupang dengan penuh kasih,”tuturnya pada Kamis (19/09/2024).


Menurut Daud, lokasi pengobatan yang tidak jauh dari tempatnya bekerja membuatnya langsung bergegas memeriksakan kesehatannya yang sedang menurun.


“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Dokter Christian sudah sangat membantu karena tidak harus mengeluarkan ongkos untuk berobat ke puskesmas jika ke puskesmas berarti saya harus tutup dan itu akan mengurangi pendapatan,”ucapnya.


Ia mengaku sudah lama mengenal Dokter Christian Widodo, baginya merupakan suatu anugerah untuk Kota Kupang.


“Saya mengenal Pak Dokter Christian adalah seorang yang sangat tulus, murah senyum dan anak Tuhan yang baik, sudah ada orang baik untuk apa pilih yang lain,”kata Daud putra kelahiran Kabupaten Sabu Raijua.


Daud berharap, kegiatan pengobatan gratis ini terus berlanjut untuk  meringankan masyarakat yang kurang beruntung agar mendapatkan kesehatan merupakan wujud cinta kasih yang mulia. 


“Semoga cinta kasih dari Pak Dokter Christian yang tulus ini terus mengalir dan bisa bermuara pada masyarakat Kota Kupang sehingga mereka mendapatkan kesejahteraan dan kesehatan,”harapnya. 


Bagi Daud, calon pemimpin yang datang melayani dan memberikan perhatian kepada masyarakat seperti Dokter Christian Widodo harus mendapat dukungan dari warga Kota Kupang.


“Saya mengajak warga Kota Kupang untuk memberikan dukungan dan memenangkan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis pada November mendatang,”pungkasnya. (MI)




Mitigasi Perubahan Iklim, Pemkot Kupang Gelar Sosialisasi Proklim

Kupang,mwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kota Kupang menyelenggarakan sosialisasi pelaksanaan kelurahan Program Kampung Iklim (Proklim) di Kota Kupang, Rabu (18/9) bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang. 


Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Perekonominan dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, S.H., dan dihadiri oleh Plt. Kepala Bagian SDA Setda Kota Kupang, Rahmat Mukolang, S.H., para Narasumber yang merupakan Akademisi pada Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian Undana Kupang dan pejabat fungsional pada Dinas LHK Kota Kupang, para Lurah, Sekretaris Lurah dan ketua LPM dari kelurahan terkait serta para peserta sosialisasi yang merupakan mahasiswa, akademisi dan tokoh masyarakat.


Mengawali sambutannya Asisten Perekonominan dan Pembangunan Setda Kota Kupang menyampaikan bahwa Proklim adalah salah satu strategi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam upaya pengendalian perubahan iklim dengan mendorong kerja sama multi pihak untuk memperkuat kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas.


Lebih lanjut Ignas menjelaskan program ini dilaksanakan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.


“Di Kota Kupang program ini sudah mulai dilakukan oleh Bagian SDA Setda Kota Kupang pada tahun 2021 dan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan yang adalah dinas teknis dalam pelaksanaan program ini. Oleh karena itu pemerintah menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan berharap masyarakat dapat terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan proklim,” ungkapnya.


Mengakhiri sambutannya ia berharap sosialisasi ini dapat mendorong masyarakat agar melakukan adaptasi dan mengambil langkah mitigas terhadap berbagai dampak perubahan iklim yang dimulai di lingkungan tempat tinggal, seperti pengendalian kekeringan, peningkatan ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait iklim dan sebagainya.


Sementara itu Plt. Kepala Bagian SDA Setda Kota Kupang dalam laporan panitia menyampaikan sesuai hasil rekomendasi FGD pada tahun 2021, maka pada tahun 2022 telah dilakukan Tahapan Persiapan dengan Penyusunan Database Kelurahan Proklim di 7 (tujuh) kelurahan yaitu: Kelurahan Fatukoa, Batuplat, Naikoten I, Maulafa, Liliba, Oesapa, Fatubesi. 


Kemudian pada Tahun 2023 telah dilakukan Tahapan Perencanaan dengan melakukan Penyusunan Rencana Aksi untuk 8 Kelurahan dalam Wilayah Kota Kupang, yakni: Kelurahan Naioni, Fatukoa, Batuplat, Naikoten I, Maulafa, Liliba, Oesapa, dan Fatubesi. 


Pada Tahun 2024 ini dimulai Tahapan Pelaksanaan dengan melakukan Kegiatan Sosialisasi dan Penyusunan Database untuk 6 Kelurahan, yaitu: Kelurahan Belo, Oepura, Airnona, Oetete, Bonipoi dan Merdeka. 


Selanjutnya Kegiatan lain dalam rangka pelaksanaan Proklim di Kota Kupang akan dilakukan tahun 2025, sehingga harapannya 51 Kelurahan di wilayah Kota Kupang dapat dijadikan sebagai Kelurahan Proklim yang tercatat dalam Sistem Registrasi Nasional dan Spektrum.  


Adapun maksud pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk mengimplementasikan Pengendalian Perubahan Iklim dan prosedurnya, kebutuhan data dan ketersediaan informasi serta prosedur pengisian data menuju hasil akhir penilaian database Proklim di Kota Kupang. 


Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat agar melakukan aksi adaptasi dan mengambil langkah mitigasi terhadap berbagai dampak perubahan iklim yang dimulai dari lingkungan tempat tinggal, seperti pengendalian kekeringan, peningkatan ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait iklim, dan lain sebagainya. (***)




Ikuti Rakor Bersama Bawaslu, Pj Gubernur NTT Tegaskan Netralitas ASN pada Pilkada Serentak 2024

Kupang,mwartapedia.com – Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P menyampaikan hal tersebut saat membacakan Deklarasi Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 pada Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Kepala Daerah Menjaga Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Ecovention Ancol Jakarta Utara, Selasa (17/9/2024).


Deklarasi ini turut ditandai penandatanganan Kesepakatan Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 sebagai komitmen bersama seluruh Kepala Daerah, oleh Pj. Gubernur Andriko Susanto sebagai perwakilan Gubernur seluruh Indonesia kemudian Perwakilan Bupati oleh Pj. Bupati Biak Numfor Sofia Bonspia, S.H., M.Hum, Perwakilan Walikota oleh Pj. Walikota Palembang Dr. A. Damenta, Mag.rer.Pulp. CGCAE, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, SH. LL. M, Tenaga Ahli Menteri Dalam Negeri, Dr. Suhajar Diantoro, M.Si, Plt. Deputi SDM Aparatus Kemenpan-RB, Aba Subagja, S.Sos, MAD dan Plt. Ketua BKN, Drs. Haryomo Dwi Putranto, M. Hum.


“Hari ini Saya beserta Para Penjabat Bupati, Penjabat Walikota Kupang dan Bawaslu Provinsi NTT menghadiri Rakor Kesiapan Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024. Melalui kegiatan ini, Kepala Daerah dihimbau untuk menjaga netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024. Ada tiga titik kritis yang kita jaga, yaitu tahapan pendaftaran, kampanye, pemungutan dan perhitungan suara oleh karena itu, Saya terus berkomunikasi dengan Para Pj Bupati, Pj Walikota Kupang untuk mendukung pelaksanaan Pilkada dengan baik sehingga pemerintahan dapat berjalan efektif dan efisien,” ungkap Pj. Gubernur Andriko usai kegiatan tersebut.


Sebelumnya, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengungkapkan Rakor yang diikuti oleh seluruh Kepala Daerah Kabupaten/ Kota dan Ketua Bawaslu Tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota ini bertujuan untuk menjaga netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024.


“Dalam indeks kerawanan yang dirilis oleh Bawaslu, isu netralitas ASN adalah ketiga yang terawan, sehingga bersama Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI), Bawaslu akan terus berkoordinasi untuk menindaklanjuti laporan dan temuan terhadap netralitas ASN. Kami harapkan kita bersama bisa menjaga netralitas ASN agar ASN dapat tetap menjalankan fungsi pelayanan publiknya, tidak terganggu pada tahapan pendaftaran, kampanye, pemungutan dan perhitungan suara agar ASN mengerti bagaimana posisinya yang boleh memilih namun, tidak boleh berkampanye. Inilah yang kami harapkan bisa koordinasikan dan sosialisasikan bersama seluruh Kepala Daerah di Indonesia,” jelasnya. (***)




Markus Muga Ajak Pilih Pemimpin Kota Kupang yang Muda Energik dan Takut Korupsi

Kupang,mwartapedia.com – Markus Muga warga RT 17/RW 07 Kuanfau mengajak masyarakat untuk memilih calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang yang muda, energik dan takut korupsi.


Hal ini disampaikan Markus Muga disela-sela kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang diadakan oleh calon Walikota, Dokter Christian Widodo dan Wakil Walikota, Serena Francis di PD. Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira NTT) Kuanfau, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Selasa (17/09/2024).


Markus mengatakan, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis  memiliki semangat yang penuh dengan ide-ide segar, kreatif dan inovatif mampu mengantarkan masyarakat Kota Kupang menuju masa depan yang lebih cerah. 


“Bagi saya, pemimpin muda tidak terjebak dalam pola pikir lama karena mereka selalu mencari cara yang lebih baik dan berani mengambil resiko untuk melakukan sesuatu dan menemukan solusi baru dalam menyelesaikan masalah-masalah lama,”ujarnya.


Markus mengungkapkan rasa kagum kepada Dokter Christian Widodo da Serena Francis yang datang melayani masyarakat dengan memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis di wilayahnya.


“Saya akan pilih pemimpin Kota Kupang yang cantik dan ganteng yang dapat memahami, melayani dan berkomunikasi dengan kami dari berbagai usia dan latar belakang penuh dengan kasih sayang,”ucapnya.



Ia menyebut, pemimpin Kota Kupang yang muda masih produktif sehingga mereka akan bekerja dengan giat untuk mencapai tujuan yang lebih besar.


“Bagi saya, Dokter Christian dan Nona Serena masih sangat muda sehingga mereka akan lebih banyak mendengarkan masukan dan takut korupsi karena masih lama berkarya untuk membangun Kota Kupang,”sebut Markus.


Dari pantauan media ini, ratusan masyarakat Kuanfau sangat antusias dengan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis ini.


Kehadiran Calon Walikota, Dokter Christian Widodo dan Calon Waki, Walikota, Serena Francis diterima dengan penuh kekeluargaan dan mampu mengobati kerinduan warga yang sudah lama menantikan kehadiran mereka. (MI)