Capaian Kerja BNNP NTT Tingkatkan Upaya Penanggulangan Narkotika di Tahun 2024

 

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) mencatat berbagai pencapaian signifikan dalam upaya pemberantasan, rehabilitasi, dan pencegahan penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2024.

Berikut adalah rangkuman laporan kinerja BNNP NTT yang disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol. Totok Lisdiarto S, S.I.K., S.H., M.H., pada konferensi pers didampingi oleh Kepala Bidang Pemberantasan dan intelijen BNNP NTT, Sonny W. Siregar yang berlangsung di Lantai 2 Kantor BNN Provinsi NTT pada Senin (23/12/2024).

Pada bidang Pemberantasan, Brigjen Pol Totok menjelaskan, pada tahun 2024,  BNNP NTT berhasil mengungkap empat kasus narkotika dengan barang bukti berupa 1,8106 gram methamphetamine (shabu) dan 531,2067 gram THC (ganja) yang telah dimusnahkan sesuai prosedur.

“Selain itu, 32 tersangka menjalani proses Asesmen Terpadu melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang melibatkan tim medis dan hukum,”Ungkapnya.

Pada bidang rehabilitasi, Brigjen Pol Totok menjelaskan, sebanyak 50 pecandu/penyalahguna narkotika menjalani layanan rehabilitasi di tahun ini. Untuk meningkatkan kualitas layanan, dua petugas rehabilitasi berhasil meraih sertifikasi kompetensi sebagai konselor adiksi.

“Guna mengatasi kesenjangan layanan, BNNP NTT membentuk 2 unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan melibatkan 10 agen pemulihan, yang telah membantu rehabilitasi 7 klien,”jelasnya.

Dalam bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala BNNP NTT mengungkapkan, Program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) diterapkan di 8 desa/kelurahan termasuk Desa Bolok dan Desa Tesabela. BNNP NTT juga melibatkan:

“40 keluarga dalam Intervensi Ketahanan Keluarga. 30 remaja dalam pelatihan Anti Narkoba. 130 relawan Anti Narkoba serta memberikan edukasi kepada 17.154 pelajar dan mahasiswa,”ujarnya.

Selain itu, BNNP NTT juga melakukan tes urine kepada 1.752 orang di instansi pemerintah, pendidikan, swasta, dan masyarakat untuk deteksi dini penyalahgunaan narkotika.

Ditambahkan, Brigjen Pol. Totok, BNNP NTT juga melakukan Kolaborasi Strategis dengan menandatangani 6 dokumen kerja sama, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, UPBU Komodo, KSOP Labuan Bajo, dan Balai Taman Nasional Komodo.

“Sinergi juga dilakukan dengan TP PKK Provinsi NTT dalam program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba serta berbagai komunitas pemuda,”tambahnya.

Sementara itu BNNP NTT melakukan sosialisasi ke Media Sosial dan berbagai Inovasi 

“BNNP NTT memanfaatkan media sosial untuk edukasi, seperti melalui konten Santun, Warung Mince Series, dan Si Pena. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan BNNP NTT melalui Facebook: BNN Provinsi NTT, Instagram: infobnn_prov_ntt, Twitter: @bnnpntt, YouTube: BNN Provinsi NTT, TikTok: bnnpntt dan Website: ntt.bnn.go.id,”ungkapnya.

Kepala BNNP NTT, Brigjen Pol. Totok Lisdiarto S, S.I.K., S.H., M.H., dalam kesempatan tersebut  menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Indonesia Bersinar.

“Sinergi dan dukungan dari semua pihak adalah kunci utama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

BNNP NTT terus berkomitmen melindungi generasi muda NTT dari ancaman narkotika demi masa depan yang lebih cerah. (MI).




Membedah Cerita Film “Pesantren Kung Fu” Garapan Roy Wijaya

 

Jakarta,nwartapedia.com  – Sebuah karya film yang unik dan memadukan dua budaya besar, Pesantren Kung Fu, menjadi perbincangan hangat.

Film ini merupakan hasil gagasan produser Julizar Idris yang dikembangkan oleh penulis sekaligus sutradaranya, Roy Wijaya.

Film ini mencoba menggabungkan kisah sejarah, budaya, dan aksi seni bela diri dalam balutan cerita yang menarik.

Roy Wijaya, melalui riset literasi budaya yang mendalam, merujuk pada catatan sejarah Islam di China.

Ia menggambarkan bagaimana agama Islam pertama kali masuk ke China pada abad ke-7, di bawah pemerintahan Dinasti Tang. Peran penting Khalifah Utsman yang mengutus Sa’ad bin Abi Waqqas bersama rombongan menjadi bagian penting dari narasi ini.

Hubungan erat antara Islam dan budaya China mulai terbangun sejak Kaisar Yung Wei menerima utusan tersebut dan memberikan izin untuk mendirikan Masjid Huaisheng di Canton, masjid pertama di China.

Film ini tidak hanya berkisah tentang seni bela diri Kung Fu, tetapi juga menyajikan perpaduan budaya yang kental antara Indonesia dan China. Kedekatan budaya ini, yang terlihat dari pengaruh seni, agama, dan perdagangan, menjadi landasan utama cerita film.

Perkembangan Islam di China, yang membawa etnis Hui Chi sebagai pemeluk pertama, serta peran pedagang muslim pada masa Dinasti Song, menjadi referensi penting dalam cerita.

Meski Islam menjadi minoritas di China, film ini menyoroti bagaimana umat Islam tetap mampu menjalankan ibadah dengan leluasa, bahkan di tengah kebijakan negara komunis.

Fakta bahwa terdapat lebih dari 45.000 masjid di China hingga tahun 2012 menjadi salah satu bukti kuat perkembangan Islam di sana.

Dalam Pesantren Kung Fu, Roy Wijaya mencoba menghadirkan sisi menarik dari Kung Fu yang kental dengan budaya China, namun diadaptasi dalam format pesantren.

Kombinasi seni bela diri dan ajaran Islam ini menjadi daya tarik utama film, sekaligus memperkuat pesan persaudaraan antarbudaya.

“Film ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media literasi budaya. Kami ingin mengangkat nilai-nilai persaudaraan, sejarah, dan keluhuran budaya antara Indonesia dan China,” ungkap Roy Wijaya.

Saat ini, tim produksi terus menyempurnakan cerita dan adegan dalam film agar lebih menarik untuk ditonton tanpa meninggalkan esensi sejarah dan budaya.

Dengan mengangkat tema unik dan inspiratif, Pesantren Kung Fu diharapkan menjadi film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan mempererat hubungan antara budaya Indonesia dan China. (***)




Grace Duasaru Perempuan Muda Kabupaten Sikka Wujudkan Mimpi Jadi Polwan Berprestasi

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dari pelosok Lekeba’i, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lahir sebuah kisah inspiratif dari seorang perempuan muda bernama Agri Fina Servio Duasaru, atau yang akrab disapa Grace. Lahir pada 6 Mei 2004, putri pasangan Yohanes Adventinus Mitak dan almarhum Marta Zero ini telah membuktikan bahwa kerja keras dan kegigihan mampu mengatasi segala keterbatasan.

Ayah Grace, Yohanes Adventinus Mitak kepada media ini pada Minggu tanggal 22 Desember 2024 menuturkan keinginan Grace untuk menjadi Polwan sejak kecil telah berhaail diraihnya.

Yohanes menuturkan, Grace berhasil mewujudkan impiannya menjadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, sekaligus mengharumkan nama NTT dengan prestasi luar biasa di tingkat nasional.

“Sejak kecil, Grace sudah memimpikan menjadi seorang Polwan. Pendidikan dasarnya dimulai di SD Imprese Tanangalu, berlanjut ke SMP Pancasila Lekeba’i, hingga menamatkan SMA di Frater Maumere. Namun, meraih cita-citanya bukan perkara mudah,”ungkapnya.

Ia mengatakan, Setelah lulus SMA, Grace memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah demi fokus pada cita-citanya.

“Ia mencoba mengikuti tes masuk Polwan, namun gagal. Tidak menyerah, Grace juga mencoba seleksi di Angkatan Laut, tetapi lagi-lagi hasilnya belum memihak,”kata Yohanes.

Bagi Yohanes, kegagalan demi kegagalan itu justru menjadi batu loncatan bagi Grace untuk terus bangkit.

“Grace menguatkan diri dan menggali potensi lain melalui olahraga pencak silat Perisai Diri, sebuah langkah yang kelak menjadi pembuka jalan baginya,”ujar Yohanes.

Yohanes menuturkan, dengan memiliki bakat luar biasa di bidang pencak silat. Ia berhasil menyabet juara kedua pada kejuaraan tingkat provinsi di Larantuka.

“Dengan modal prestasi ini, ia memberanikan diri mendaftar jalur Bakomsus (keahlian khusus) Polri di saat-saat terakhir menjelang penutupan pendaftaran,”tuturnya.

Dengan bangga dan terhatu, Yohanes menyebut, usaha keras puttinya terbayar lunas. Grace sukses menorehkan sejarah dengan meraih peringkat pertama di Polda NTT untuk jalur Bakomsus, membuktikan dirinya layak bersaing di tingkat nasional.

“Setelah lolos seleksi Polda NTT, Grace mengikuti pendidikan intensif di Sepolwan, Jakarta Selatan. Selama lima bulan, ia menempa diri bersama ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Semangatnya yang pantang menyerah membawa Grace masuk ke jajaran 100 siswa terbaik secara nasional, dengan menempati peringkat ke-78 dari 806 siswa,”sebut ayah yang seharian bekerja sebagai seorang petani.

Pada 18 Desember 2024, Grace resmi dilantik menjadi anggota Polwan Republik Indonesia.

Hari itu menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat NTT yang bangga atas pencapaian anak daerah mereka.

Bripka Grace Duasaru kini menjadi simbol kebanggaan dan inspirasi.

“Saya bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada keluarga serta semua pihak yang telah mendukung saya. Saya akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya demi mengharumkan nama NTT,” ujar Grace dengan penuh semangat.

Kisah Grace adalah bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras, keteguhan, dan doa.

Sebagai Polwan muda, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda NTT untuk tidak takut bermimpi dan berjuang.

Dengan semangat juangnya, Grace membawa harapan baru bagi tanah kelahirannya.

Ia tidak hanya menjadi Polwan, tetapi juga pelopor perubahan, bukti bahwa seorang anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di kancah nasional. *




Sambut HUT NTT ke-66, Ketua Dekranasda NTT Gelar Parade Tenun dan Hari NTT Bertenun

 

Kupang,nwartapedia.com  – Ketua Dekranasda dan Ketua Tim Prnggerak PKK provinsi Nusa Tenggara Timur, Nyonya Santi Ambarwati, SE, menggelar konferensi pers terkait rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-66 Nusa Tenggara Timur (NTT)  yang berlangsung di Lantai 1 Kantor Gubernur NTT pada Kamis (19/22/2024).

Salah satu agenda utama adalah Parade Tenun yang akan memperagakan berbagai motif tenun dari seluruh kabupaten/kota di NTT.

Nyonya Santi menjelaskan bahwa setiap kabupaten akan menggunakan tenun khas daerah masing-masing untuk menunjukkan keunikan budaya lokal.

Sementara itu, di tingkat provinsi, tenun dari seluruh daerah akan diperagakan, termasuk motif khas Kota Kupang.

“Motif tenun ini bukan hanya identitas budaya, tetapi juga usaha untuk mempromosikan karya NTT ke seluruh Indonesia dan dunia,” ujar Nyonya Santi.

Salah satu motif unggulan, Motif Sepe, kini sedang dalam proses pengurusan hak paten sebagai upaya pelestarian budaya.

Selain Parade Tenun, Nyonya Santi juga mengumumkan pencanangan 20 Desember sebagai Hari NTT Bertenun yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun NTT.

“Hari ini akan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat NTT untuk menggunakan tenun, baik pemerintah, swasta, hingga pelajar,” tambahnya.

Rangkaian acara juga mencakup aksi sosial berupa pemberian bingkisan untuk 1.700 anak stunting dari keluarga kurang mampu di Kota Kupang.

“Konsumsi yang disediakan untuk acara ini berbasis pangan lokal, seperti shotgun jagung rote, agar masyarakat semakin mengenal potensi pangan daerah,” ujarnya.

Acara ini juga melibatkan 51 UMKM yang memamerkan hasil kerajinan dan olahan pangan khas NTT.

Meski banyak UMKM yang berminat ikut serta, keterbatasan tempat menjadi kendala.

Namun, diharapkan partisipasi ini mampu mewakili potensi daerah.

Selain itu, aksi sosial berupa donasi untuk korban terdampak erupsi juga digelar, dengan minimal donasi Rp66 sebagai simbol HUT ke-66 NTT.

Panitia yang terdiri dari Dharma Wanita, PKK, Dekranasda, dan didukung Pemprov NTT berharap acara ini membawa kebahagiaan bagi masyarakat Kupang dan NTT secara umum.

“Kami ingin semua lapisan masyarakat merasakan kebersamaan dan kegembiraan di Hari NTT Bertemu,” tutup Nyonya Santi.

Acara puncak akan diakhiri dengan syukuran dan hiburan yang diharapkan menarik antusiasme masyarakat. (MI)

 

 




Pemerintah Sediakan 3 Juta Rumah Untuk Keberpihakan Kepada Masyarakat

 

Jakarta,nwartapedia.com – 
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat dengan meluncurkan kebijakan pembangunan tiga juta rumah pada tahun 2025. Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) NTT, Filmon Loasana.

Dalam keterangannya, Filmon menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan terobosan besar yang mendukung pengembang perumahan di seluruh Indonesia, khususnya anggota Himperra.

Ia menyebut kebutuhan perumahan selama ini menjadi persoalan utama, terutama di daerah-daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pemerintah menyediakan tiga juta rumah untuk pengembang, sebuah langkah besar yang sangat membantu kami. Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan hunian layak,” kata Filmon, yang juga merupakan anggota Komisi III DPRD Provinsi NTT pada Kamis tanggal 19 Desember 2024.

Filmon menegaskan bahwa Himperra NTT siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan ini terlaksana dengan baik. “Kami akan memastikan rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan menjangkau masyarakat kurang mampu di NTT,” tambahnya.

Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himperra 2024, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengumumkan sejumlah kebijakan pendukung, seperti Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri—Menteri PKP, ATR/BPN, dan Menteri Dalam Negeri—yang mempermudah proses perizinan pembangunan perumahan. Selain itu, pengembang juga mendapat pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen dan simplifikasi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Kemudahan ini merupakan angin segar bagi para pengembang, terutama di NTT, untuk terus mendukung visi pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat,” ujar Filmon.

Kebijakan tiga juta rumah ini juga diharapkan menjadi solusi atas backlog perumahan yang selama ini menjadi tantangan besar di Indonesia, khususnya di wilayah timur seperti NTT. Himperra NTT menyatakan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan rumah layak huni sesuai dengan target pemerintah, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di NTT.

Kebijakan ini tidak hanya memperkuat sektor perumahan, tetapi juga menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah dalam memberikan solusi konkrit bagi masyarakat yang membutuhkan. ***

 




Pj. Gubernur NTT: Penyertaan Modal Bank NTT Sebesar Rp100 Miliar untuk Penguatan Ekonomi Daerah

 

Kupang,nwartapedia.com
Pj. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus Pemegang Saham Pengendali Bank NTT, Andriko Notosusanto memberikan keterangan pers terkait langkah strategis penyertaan modal Bank NTT sebesar Rp100 miliar.

Demikian disampaikan PSP Bank NTT, Andriko Notosusanto dalam konferensi pers yang berlangsung di Lanyai 2 Kantor Gubernur pada Kamis (19/12/2024).

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memperkuat modal inti Bank NTT dan meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Dalam kesemoatan tersebut, Pj. Gubernur menjelaskan bahwa Bank NTT memiliki potensi besar untuk menjadi institusi keuangan terpercaya.

“Bank NTT memiliki modal yang cukup baik, jaringan yang luas, dan pengalaman yang mumpuni. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk jajaran direksi, komisaris, dan mitra-mitra ekonomi yang turut mendukung upaya penguatan ini,” ujarnya.

Langkah penyertaan modal ini, menurut Pj. Gubernur, merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang dirintis dengan baik. Salah satu momen penting dalam proses ini adalah penandatanganan kerja sama antara Bank NTT dan Bank Jatim. Meskipun Pj. Gubernur tidak hadir secara langsung di acara tersebut karena menghadapi bencana banjir di beberapa wilayah, ia tetap berdiskusi secara intensif dengan pihak terkait mengenai sinergi antara kedua bank.

“Kami berharap jajaran direksi dan komisaris Bank NTT dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin, sehingga Bank NTT dapat menjadi bank yang profesional, terpercaya, dan benar-benar berkontribusi dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat NTT,” tegasnya.

Selain itu, Pj. Gubernur juga menyampaikan bahwa penguatan modal Bank NTT tidak hanya mengandalkan penyertaan modal, tetapi juga melalui peningkatan profitabilitas. Dalam hal ini, ia berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penyertaan modal segera disetujui oleh DPRD.

Pada penandatanganan kerja sama dengan Bank Jatim, delapan anggota DPRD dari Komisi III, termasuk Wakil Ketua DPRD, turut hadir untuk menyaksikan langsung prosesi tersebut.

“Kami mengajak seluruh kabupaten/kota di NTT sebagai pemegang saham untuk ikut serta dalam penyertaan modal ini. Dengan penguatan modal inti yang solid, Bank NTT dapat mencapai target modal inti lebih dari Rp3 triliun dan menjadi bank kebanggaan masyarakat NTT,” ungkapnya optimis.

Langkah ini diharapkan mampu mendukung visi pembangunan ekonomi NTT yang inklusif dan berkelanjutan melalui peran aktif lembaga perbankan daerah.

“Kita yakin dengan dukungan semua pihak, Bank NTT dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi di NTT,” pungkas Pj. Gubernur. (MI)

 

 




Pangdam IX/Udayana Apresiasi Semangat Kebersamaan Prajurit dan PNS dalam Upacara 17-an

 

Kupang,nwartapedia.com  – Semangat kebersamaan yang terjalin erat antara Prajurit dan PNS jajaran Kodam IX/Udayana menjadi kunci sukses dalam melaksanakan berbagai tugas dan kegiatan sepanjang tahun 2024.

Hal ini disampaikan oleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP., M.Si., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasrem 161/Wira Sakti, Kolonel Inf. Riko Haryanto, S.I.P., pada upacara 17-an di Lapangan Hitam Makorem 161/Wira Sakti, Jalan W.Z. Lalamentik, Oebufu, Kota Kupang, Senin (17/12/2024).

Dalam amanat tersebut, Pangdam mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh prajurit dan PNS yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi dan loyalitas.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi kerja dan loyalitas selama ini, sehingga berbagai kegiatan sepanjang tahun 2024 dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap Pangdam.

Pangdam memaparkan bahwa sepanjang tahun 2024, Kodam IX/Udayana telah berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional. Beberapa di antaranya adalah:

“Penyelenggaraan AKS (Ajang Kompetisi Siswa) TNI AD, Pengamanan VVIP Presiden RI di wilayah NTT, NTB, dan Bali, Kejuaraan Judo Southeast Asia Championship dan Pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) WWF dan KTT IAF,”ungkapbya.

Selain itu, jajaran Kodam IX/Udayana juga aktif dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Lewotobi hingga tahap rehabilitasi, dengan membentuk Satgas Pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

“Di akhir tahun, kita juga telah menyelesaikan rangkaian peringatan HUT ke-79 TNI, yang dimeriahkan dengan berbagai kejuaraan Open Tournament Piala Panglima TNI,” tambahnya.

Menyongsong agenda 2025, Pangdam IX/Udayana menegaskan bahwa berbagai program akan dilaksanakan untuk mendukung Asta Cita pemerintahan Kabinet Merah Putih.

“Program unggulan yang akan segera dilaksanakan adalah Program Makan Bergizi Gratis: Dimulai serentak pada awal Januari 2025, Pilot Project Dapur Sehat: Pembangunan di Kupang, Mataram, dan Karangasem telah rampung 100% dan siap operasional dan Pembangunan 41 Titik Dapur Sehat: Direncanakan tersebar di wilayah Bali-Nusra,”tegasnya.

Dalam pembinaan satuan, Pangdam juga menginstruksikan kepada para Dansat untuk menginventarisir materiil satuan, termasuk menyelesaikan Penetapan Status Pengguna (PSP) guna mewujudkan tertib administrasi dan mempermudah pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).

“Hal ini penting untuk memastikan kesiapan satuan dalam mendukung pelaksanaan program secara maksimal,” tegas Pangdam.

Upacara 17-an yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan di tahun mendatang.

Dengan semangat kebersamaan, Kodam IX/Udayana siap terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. (Penrem)




Meningkatkan Patriotisme, Dandim 1618/TTU Melepas Pleton Beranting Gerak Jalan Yudha Wastu Pramuka Jaya

 

Kefamenanu,nwartapedia.com – Dalam rangka memperingati Hari Juang Infanteri Ke-76 Tahun 2024, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., memimpin langsung Upacara serah terima Pleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dari Etape Ke-4 menuju Etape Ke-5.

Acara ini berlangsung pada Selasa, 17 Desember 2024, di Halaman Kantor Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU, dengan penuh khidmat dan semangat juang yang tinggi.

Dengan tema Infanteri yang Profesional, Modern dan Adaptif Mendukung Indonesia Maju, kegiatan ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga simbol semangat kejuangan, jiwa korsa, dan ketangguhan prajurit Infanteri TNI AD. Rute gerak jalan Yudha Wastu Pramuka Jaya ini menantang dengan medan naik-turun gunung serta melalui perkampungan, mencerminkan ketahanan fisik dan mental para peserta.

Dalam sambutannya, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto S.E,. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengawal, termasuk Menwa, yang dengan penuh dedikasi telah menyelesaikan perjalanan pada etape keempat.

“Saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan kepada para prajurit dan peserta Pleton Beranting yang telah melaksanakan rute perjalanan ini dengan penuh kesungguhan dan loyalitas. Untuk regu selanjutnya, lanjutkan tradisi infanteri ini dengan semangat, tanggung jawab, serta menghayati makna perjuangan Palagan Ambarawa,”ujar Dandim dalam sambutannya.

Dandim juga mengingatkan kembali pesan luhur Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang menjadi penyemangat perjuangan:

“Kemerdekaan satu negara, yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga.”ungkapnya.

Dengan penuh kebanggaan, Dandim 1618/TTU resmi melepas keberangkatan regu gerak jalan menuju Etape Ke-6 di Kantor Desa Kaubele pada pukul 13.40 WITA.

Ia menegaskan bahwa keringat dan kelelahan para peserta tidak sebanding dengan pengorbanan darah dan nyawa para pejuang kemerdekaan dalam peristiwa Palagan Ambarawa.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan semangat juang dan kebanggaan Korps Infanteri, tetapi juga memelihara nilai-nilai patriotisme serta kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ini adalah wujud nyata soliditas dan loyalitas yang harus selalu kita jaga,” tegas Dandim.

Gerak jalan Pleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya merupakan tradisi Korps Infanteri yang bertujuan memelihara dan meningkatkan nilai-nilai kejuangan serta kebanggaan sebagai prajurit infanteri. Selain itu, kegiatan ini berfungsi untuk meningkatkan mobilitas pasukan pejalan kaki, ketahanan fisik, dan kualitas jasmani prajurit Infanteri TNI-AD.

Antusiasme warga Desa Supun turut menambah semarak acara ini. Warga menyaksikan dengan penuh kebanggaan dan turut mendoakan kelancaran perjalanan peserta menuju etape berikutnya.

Dengan tradisi yang sarat makna ini, TNI AD khususnya prajurit Infanteri semakin mengokohkan peran mereka sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan menjalin kemanunggalan dengan rakyat. **




Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Dandim 1618/TTU Bagikan 50 Paket Sembako di Desa Supun

 

Kefamenanu,nwartapedua.com  – Memperingati Hari Juang TNI AD Ke-79, Komandan Kodim (Dandim) 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan melaksanakan bakti sosial di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Bertempat di halaman Kantor Desa Supun, kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat dengan membagikan 50 paket sembako kepada warga kurang mampu.

Acara yang berlangsung pada Selasa pagi tersebut turut dihadiri oleh pejabat penting dari Korem 161/Wira Sakti, yakni Kasiter Kasrem 161/WS Kolonel Arm I Made Mertayaza dan Kasiops Kasrem 161/WS Letkol Inf Tri Heri Ginting Suka.

Kehadiran mereka semakin menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah-tengah rakyat, memperkuat hubungan yang harmonis, dan memberikan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membawa manfaat langsung kepada masyarakat.

“Hari Juang TNI AD adalah momen bersejarah yang mengingatkan kami akan tugas mulia untuk terus bersama rakyat. Kegiatan bakti sosial ini adalah salah satu cara TNI berkontribusi, bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kesejahteraan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Dandim.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, sebuah nilai luhur yang terus dijunjung tinggi oleh seluruh prajurit TNI Angkatan Darat. 

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa TNI selalu ada untuk membantu, berbuat baik, dan memberi contoh dalam kehidupan sosial. Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin merasakan manfaat dari kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.

Kegiatan bakti sosial ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Supun, yang sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan.

Banyak warga yang merasa sangat terbantu, terutama dalam menghadapi kebutuhan sehari-hari.

Mereka mengucapkan terima kasih atas kepedulian TNI, yang selalu hadir di saat-saat yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan TNI semakin dekat dengan masyarakat dan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan serta menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat. *




Wakil Walikota Terpilih, Serena Francis, Terima Penghargaan Pos Kupang Award

 

Kupang,nwartapedia.com – Wakil Walikota terpilih periode 2024–2029, Serena Francis menerima penghargaan bergengsi Pos Kupang Award.

Dalam pernyataannya, Serena mengungkapkan rasa syukur dan dedikasinya terhadap penghargaan ini, meskipun ia tidak dapat hadir langsung di Kota Kupang karena tengah berada di Inggris untuk menghadiri wisuda S2-nya.

“Terima kasih kepada Pos Kupang yang telah memberikan penghargaan ini kepada saya. Saya mohon maaf belum dapat hadir langsung di Kota Kupang karena saya sedang menyelesaikan wisuda S2 di Inggris,” ujar Serena melalui pernyataan resminya pada Sabyu (14/12/2024)..

Penghargaan ini, lanjut Serena, didedikasikan untuk seluruh masyarakat Kota Kupang yang telah mempercayainya sebagai Wakil Walikota terpilih.

Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada tim pemenangan, relawan, serta berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan politiknya.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh masyarakat Kota Kupang, tim kemenangan kerja CS’an, relawan Srikandi, dan semua pihak yang telah mendukung maupun yang belum mendukung. Terima kasih atas kepercayaan kalian,” tambahnya.

Selain itu, Serena memberikan apresiasi kepada Partai Gerindra dan Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada generasi muda seperti dirinya untuk memimpin Kota Kupang.

“Terima kasih kepada Partai Gerindra dan Bapak Prabowo Subianto yang telah mempercayai saya untuk maju sebagai Wakil Walikota Kota Kupang. Kepercayaan ini menjadi semangat bagi saya untuk membawa Kota Kupang menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.

Serena menutup pernyataannya dengan ajakan untuk bersama-sama membangun Kota Kupang.

“Mari kita bekerja bersama memajukan Kota Kupang ke arah yang lebih baik. Terima kasih.”ujarnya.

Serena Francis telah dikenal sebagai figur muda yang inspiratif. Dengan latar belakang pendidikan tinggi dan visi progresif sangat diharapkan mampu membawa angin segar dalam pembangunan Kota Kupang untuk lima tahun ke depan. (MI)