Sambut HUT NTT ke-66, Ketua Dekranasda NTT Gelar Parade Tenun dan Hari NTT Bertenun

 

Kupang,nwartapedia.com  – Ketua Dekranasda dan Ketua Tim Prnggerak PKK provinsi Nusa Tenggara Timur, Nyonya Santi Ambarwati, SE, menggelar konferensi pers terkait rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-66 Nusa Tenggara Timur (NTT)  yang berlangsung di Lantai 1 Kantor Gubernur NTT pada Kamis (19/22/2024).

Salah satu agenda utama adalah Parade Tenun yang akan memperagakan berbagai motif tenun dari seluruh kabupaten/kota di NTT.

Nyonya Santi menjelaskan bahwa setiap kabupaten akan menggunakan tenun khas daerah masing-masing untuk menunjukkan keunikan budaya lokal.

Sementara itu, di tingkat provinsi, tenun dari seluruh daerah akan diperagakan, termasuk motif khas Kota Kupang.

“Motif tenun ini bukan hanya identitas budaya, tetapi juga usaha untuk mempromosikan karya NTT ke seluruh Indonesia dan dunia,” ujar Nyonya Santi.

Salah satu motif unggulan, Motif Sepe, kini sedang dalam proses pengurusan hak paten sebagai upaya pelestarian budaya.

Selain Parade Tenun, Nyonya Santi juga mengumumkan pencanangan 20 Desember sebagai Hari NTT Bertenun yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun NTT.

“Hari ini akan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat NTT untuk menggunakan tenun, baik pemerintah, swasta, hingga pelajar,” tambahnya.

Rangkaian acara juga mencakup aksi sosial berupa pemberian bingkisan untuk 1.700 anak stunting dari keluarga kurang mampu di Kota Kupang.

“Konsumsi yang disediakan untuk acara ini berbasis pangan lokal, seperti shotgun jagung rote, agar masyarakat semakin mengenal potensi pangan daerah,” ujarnya.

Acara ini juga melibatkan 51 UMKM yang memamerkan hasil kerajinan dan olahan pangan khas NTT.

Meski banyak UMKM yang berminat ikut serta, keterbatasan tempat menjadi kendala.

Namun, diharapkan partisipasi ini mampu mewakili potensi daerah.

Selain itu, aksi sosial berupa donasi untuk korban terdampak erupsi juga digelar, dengan minimal donasi Rp66 sebagai simbol HUT ke-66 NTT.

Panitia yang terdiri dari Dharma Wanita, PKK, Dekranasda, dan didukung Pemprov NTT berharap acara ini membawa kebahagiaan bagi masyarakat Kupang dan NTT secara umum.

“Kami ingin semua lapisan masyarakat merasakan kebersamaan dan kegembiraan di Hari NTT Bertemu,” tutup Nyonya Santi.

Acara puncak akan diakhiri dengan syukuran dan hiburan yang diharapkan menarik antusiasme masyarakat. (MI)

 

 




Pemerintah Sediakan 3 Juta Rumah Untuk Keberpihakan Kepada Masyarakat

 

Jakarta,nwartapedia.com – 
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat dengan meluncurkan kebijakan pembangunan tiga juta rumah pada tahun 2025. Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) NTT, Filmon Loasana.

Dalam keterangannya, Filmon menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan terobosan besar yang mendukung pengembang perumahan di seluruh Indonesia, khususnya anggota Himperra.

Ia menyebut kebutuhan perumahan selama ini menjadi persoalan utama, terutama di daerah-daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pemerintah menyediakan tiga juta rumah untuk pengembang, sebuah langkah besar yang sangat membantu kami. Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan hunian layak,” kata Filmon, yang juga merupakan anggota Komisi III DPRD Provinsi NTT pada Kamis tanggal 19 Desember 2024.

Filmon menegaskan bahwa Himperra NTT siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan ini terlaksana dengan baik. “Kami akan memastikan rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan menjangkau masyarakat kurang mampu di NTT,” tambahnya.

Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himperra 2024, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengumumkan sejumlah kebijakan pendukung, seperti Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri—Menteri PKP, ATR/BPN, dan Menteri Dalam Negeri—yang mempermudah proses perizinan pembangunan perumahan. Selain itu, pengembang juga mendapat pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen dan simplifikasi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Kemudahan ini merupakan angin segar bagi para pengembang, terutama di NTT, untuk terus mendukung visi pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat,” ujar Filmon.

Kebijakan tiga juta rumah ini juga diharapkan menjadi solusi atas backlog perumahan yang selama ini menjadi tantangan besar di Indonesia, khususnya di wilayah timur seperti NTT. Himperra NTT menyatakan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan rumah layak huni sesuai dengan target pemerintah, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di NTT.

Kebijakan ini tidak hanya memperkuat sektor perumahan, tetapi juga menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah dalam memberikan solusi konkrit bagi masyarakat yang membutuhkan. ***

 




Pj. Gubernur NTT: Penyertaan Modal Bank NTT Sebesar Rp100 Miliar untuk Penguatan Ekonomi Daerah

 

Kupang,nwartapedia.com
Pj. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus Pemegang Saham Pengendali Bank NTT, Andriko Notosusanto memberikan keterangan pers terkait langkah strategis penyertaan modal Bank NTT sebesar Rp100 miliar.

Demikian disampaikan PSP Bank NTT, Andriko Notosusanto dalam konferensi pers yang berlangsung di Lanyai 2 Kantor Gubernur pada Kamis (19/12/2024).

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memperkuat modal inti Bank NTT dan meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Dalam kesemoatan tersebut, Pj. Gubernur menjelaskan bahwa Bank NTT memiliki potensi besar untuk menjadi institusi keuangan terpercaya.

“Bank NTT memiliki modal yang cukup baik, jaringan yang luas, dan pengalaman yang mumpuni. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk jajaran direksi, komisaris, dan mitra-mitra ekonomi yang turut mendukung upaya penguatan ini,” ujarnya.

Langkah penyertaan modal ini, menurut Pj. Gubernur, merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang dirintis dengan baik. Salah satu momen penting dalam proses ini adalah penandatanganan kerja sama antara Bank NTT dan Bank Jatim. Meskipun Pj. Gubernur tidak hadir secara langsung di acara tersebut karena menghadapi bencana banjir di beberapa wilayah, ia tetap berdiskusi secara intensif dengan pihak terkait mengenai sinergi antara kedua bank.

“Kami berharap jajaran direksi dan komisaris Bank NTT dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin, sehingga Bank NTT dapat menjadi bank yang profesional, terpercaya, dan benar-benar berkontribusi dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat NTT,” tegasnya.

Selain itu, Pj. Gubernur juga menyampaikan bahwa penguatan modal Bank NTT tidak hanya mengandalkan penyertaan modal, tetapi juga melalui peningkatan profitabilitas. Dalam hal ini, ia berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penyertaan modal segera disetujui oleh DPRD.

Pada penandatanganan kerja sama dengan Bank Jatim, delapan anggota DPRD dari Komisi III, termasuk Wakil Ketua DPRD, turut hadir untuk menyaksikan langsung prosesi tersebut.

“Kami mengajak seluruh kabupaten/kota di NTT sebagai pemegang saham untuk ikut serta dalam penyertaan modal ini. Dengan penguatan modal inti yang solid, Bank NTT dapat mencapai target modal inti lebih dari Rp3 triliun dan menjadi bank kebanggaan masyarakat NTT,” ungkapnya optimis.

Langkah ini diharapkan mampu mendukung visi pembangunan ekonomi NTT yang inklusif dan berkelanjutan melalui peran aktif lembaga perbankan daerah.

“Kita yakin dengan dukungan semua pihak, Bank NTT dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi di NTT,” pungkas Pj. Gubernur. (MI)