Pengamat Politik Dr. Ahmad Atang: Yang Disampaikan Ansy Lema Adalah Komitmen dan Tanggungjawab Nyata

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), Dr. Ahmad Atang, M.Si menyebut apa yang disampaiakan oleh Calon Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanis Fransiskus Lema (ansy Lema) membangun negara kesejahteraan (welfare state) merupakan tanggungjawab seorang pemimpin. 

Oleh karena itu, apa yang disampaikan oleh cagub Ansy Lema yang ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat NTT ketika dipercaya jadi gubernur bukan sesuatu yang utopis tetapi layak adanya,”ucap Ahmad Atang menanggapi pernyataan Ansy Lema dalam debat kedua yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Millenium Ballroom, Rabu tanggal 6 November 2024.

Menurut Ahmad Atang, di tangan seorang pemimpin, kesejahteraan masyarakat menjadi ukuran kepemimpinan.

“Jadi menurut saya, apa yang disampaikan oleh Ansy merupakan sebuah komitmen dan tanggungjawab nyata,”kata Ahmad Atang ketika dihubungi media ini pada Senin (11/11/2024).

Ahmad Atang mengungkapkan, untuk mewujudkan kesejahteraan,  Ansy Lema memulai dari masyarakat kelas bawah, yakni masyarakat desa yang hidup menggantung nasibnya pada alam.

“Masyarakat petani, nelayan, peternak adalah kelompok sosial yang perlu disentuh dengan konsep pemerataan, perlindungan dan pemberdayaan,”ucapnya.

Pada tataran aksi, Ahmad Atang menjelaskan, pemberdayaan menjadi penting karena masyarakat perlu memiliki life skill, karena kesejahteraan tidak mungkin datang tanpa adanya usaha.

“Pemerintah bertugas membuka ruang pemberdayaan agar masyarakat dalam menciptakan Pengembangan diri (self development),”jelasnya.

Maka pendekatan pembangunan yang berpusatkan pada rakyat (people center), menurut Ahmad Atang merupakan pemikiran yang cerdas dari Calon Gubernur NTT, Ansy Lema.

“Karena itu, kerja-kerja kolaborasi dan penthahelik merupakan sebuah keharusan untuk membawa masyarakat maju dan sejahtera,”pungkasnya. (MI)




Theo Widodo Terima Penghargaan dari K2S Keluarga Jawa NTT Sebagai Warga Kehormatan

Kupang,nwartapedia.com – Pengurus Kontak Kerukunan Sosiai (K2S) Keluarga Jawa Nusa Tenggara Timur memberikan penghargaan kepada Ir. Theo Widodo ayah dari Calon Walikota kupang, Dokter Christian Widodo sebagai Warga Kehormatan.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua K2S Keluarga Jawa Nusa Tenggara Timur, Ir. Poedji Watono dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus K2S Keluarga Jawa NTT masa bakti 2024-2029 di Suba Suka Kota Kupang, pada Minggu, (10/11/2024).

Ketua K2S Keluarga Jawa Nusa Tenggara Timur, Ir. Poedji Watono kepada media ini mengatakan, penghargaan yang diberikan ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Ir.Theo Widodo karena FPK sebagai induk untuk saling silaturahmi, berkolaborasi dan bersinergi dalam kebersamaan dengan berbagai etnis dan element penting di masyarakat.

“Penghargaan gelar warga kehormatan kepada Pak Theo Widodo selaku Ketua FPK  Karena  selama ini kita bernaung di bawah FPK yang kita lihat sebagai rumah induk untuk kita saling berinteraksi, bersilaturahmi dengan berbagai etnis dari hampir semua etnis di Indonesia. Karena kebersamaan ini maka setiap kali kegiatan kita undang Ketua FPK NTT bapak Theo Widodo, ” ungkapnya..

Poedji Watono memberikan kesan tersendiri kepada Theo Widodo ayah dari Calon Walikota Kupang Christian Widodo yang merupakan sosok penggerak, menggairahkan, benar-benar hidup dan inspiratif penuh dedikasi, luangkan waktu, tenaga untuk FPK NTT.

“Bapak Theo Widodo adalah seorang yang luar biasa, kalau saya menilai. Dia mempunyai dedikasi, loyalitas memberikan diri dengan meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan biaya demi menghidupkan FPK NTT. Beliau sangat inspiratif untuk urusan sosial seperti ini. Kami sungguh merasakan sekali sebagaimana kita bisa bersilaturahmi pada 17 Agustus kemarin mulai dengan acara tirakatan malam sebelumnya, apel HUT ke – 79 RI dan pentas seni budaya setelah Apel. Karena kebersamaan dan sering bersinergi itu, maka dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus hari ini kami undang dan berikan penghargaan gelar warga kehormatan K2S Jawa – Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Pemberian gelar warga kehormatan itu juga diberikan kepada Forkopimda NTT, seperti KASAD Korem 161 Wirasakti, Kapolda NTT, dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Haji Darwis, karena K2S selama ini selalu bersinergi bersama.

” K2S juga memberikan gelar kehormatan juga kepada Forkopimda dan KKSS karena selama ini selalu bersinergi dengan mereka. K2S selalu bersinergi karena kita di K2S juga telah terbentuk sampai kabupaten, kota dengan jumlah anggota ribuan,”ungkapnya.

Poedji Watono menjelaskan, dalam rangkain acara ini Pihaknya juga mengisi dengan agenda Deklarasi Pilkada damai yang diikuti perwakilan dari berbagai elemen antara lain, Korem 161 Wirasakti, Polda NTT, DPRD NTT, FPK NTT, K2S Jawa Nusa Tenggara Timur, K2S Belu, K2S Rote Ndao, KKSS, Madura, K3NTT.

“Deklarasi itu bertekad menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pilkada 27 Nopember 2024. Berikut isi Deklarasi Pilkada damai yang dibacakan oleh Ketua Umum K2S dan dikuti urusan atau perwakilan lembaga kolaborasi terkait: “Segenap Warga K2S, bersama FPK dan Forkopimda NTT siap mendukung Pilkada Damai di NTT. NKRI harga mati, Indonesia Jaya,”pungkasnya. (MI)




Terinspirasi dari Thomas Aquinas, Palon Ansy-Jane Ingin Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Kupang,nwartapedia.com – Pasangan calon Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur nomor urut 1, Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto terinspirasi dari St. Thomas Aquinas seorang teolog dan filsuf terkemuka pada abad ke 13 yang mengatakan bahwa jika pemerintah tidak berupaya mencapai kesejahteraan umum sebagai tujuan tertinggi dan berorientasi kepada kepentingan privat yang egoistik maka tidak tercapai keadilan. 

“Teringat Santo Thomas Aquinas filsuf legendaris abad 13 mengatakan bahwa tujuan tertinggi dari politik itu adalah kesejahteraan masyarakat dan ini akan menjadi fashion kami untuk bangun NTT,”ungkap Ansy Lema dalam closing statement pada debat terbuka kedua calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang di selenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)  di Millenium Ballroom pada Rabu (06/11/2024).

Ansy Lema menegaskan, pemerintah sebagai wakil rakyat dan struktur negara perlu menghayati dan mengimplementasikan nilai keadilan dalam hidup dan dalam penerapan kebijakan publik yang mampu membawa kesejahteraan umum bagi seluruh lapisan masyarakat

“Kata kuncinya ada di pemimpin yang punya hati, punya otak, punya keberanian dan mau panggul salib dan rela berkorban untuk rakyat NTT dan kami hadir untuk memberi diri menjadi pelayan publik,”tegasnya,

Momentum tersebut digunakan oleh Ansy-jane untuk memaparkan konsep yang sudah digagas untuk membangun NTT.

“Konsep kami sederhana saja yakni yang pertama kami pembangunan pada people subjek dan orientasinya pada manusia. Kedua orientasinya pada kesejahteraan rakyat pada semua pihak,”ungkapnya.

“Ketiga kami juga sadar akan pentingnya kelestarian ekologi, tidak boleh merusak alam dan lingkungan hidup dan,”tambahnya.

Paslon Ansy-Jane juga mengajak kedua paslon yang lain untuk membangun solidaritas dan mempererat kekeluargaan.

“Keempat mari kita damai karena kita semua bersaudara membangun soliditas mempererat kekeluargaan, Politik boleh beda tetapi persaudaraan tidak boleh retak,”ajaknya.

Pasangan Ansy-jane juga menyatakan siap membangun kemitraan dengan berbagi lembaga demi terciptanya kesejahteraan di NTT.

“Terakhir  Kami akan membangun kemitraan dengan berbagai macam lembaga. Ingat jangan lupakan kampus sebagai lembaga riset dan inovasi pembangunan,”pungkasnya. (MI)




Pius Rengka: Semangat Partriotik Keluarga Dokter Christian Widodo Tulus Hibahkan Lahan Demi Pancasila

Kupang,nwartapedia.com – Mantan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi NTT, Pius Rengka, SH., M.Sc menyebut calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo bersama keluarga yang telah menyerahkan hibah lahan seluas 5.000 meter persegi pada tanggal 3 September 2017 diruang kerja Gubernur NTT, Frans Lebu Raya merupakan suatu semangat ideologi dan patriotik yang luar biasa demi pancasila.

Demikian disampaikan oleh Mantan Ketua FPK, Pius Rengka ketika dihubungi media ini pada Minggu (10/11/2024).

Pius Renga menuturkan, ide untuk membangun Monumen Flobamora Rumah Pancasila tersebut digagas oleh FPK ketika dirinya menjabat sebagai ketua FPK.

“Pada saat saya menjadi Ketua FPK NTT kami menggagas untuk membangun patung atau arca dari Burung Garuda Pancasila karena ingin menegaskan tentang pancasila itu dilahirkan di NTT tepatnya di Ende,”ungkapnya. 

Ia menjelaskan, Monumen Rumah Pancasila bangun di Kota Kupang karena Kupang merupakan Ibu Kota Provinsi NTT.

“Kenapa monumen tersebut kita tidak bangun di Ende tetapi kita memilih di Kota Kupang karena Kupang adalah Ibu Kota Provinsi NTT,”jelasnya.

Setelah menggagas, lanjut Pius Rengka, pihaknya mencari lahan milik pemerintah guna dijadikan tempat untuk membangun monumen tersebut.

“Kami berusaha untuk mencari lahan milik pemerintah antara lain di dekat Hotel Sasando rencananya mau dibangun disitu,”tambahnya.

Tetapi menurut hasil diskusi tim besar FPK mengatakan bahwa lokasi tersebut tidak cukup strategis

“Waktu itu saya menggagaskan kalau bisa tempat itu ada dekat tempat yang sangat bagus maka pada waktu itu keluarga Dokter Christian Widodo yang kebetulan saat itu Pak Theo Widodo adalah Wakil Ketua FPK beliau merelakan untuk memberikan tanahnya untuk pembangunan,”ucapnya.

Pius Rengka mengungkapkan, sikap rela berkorban yang ditunjukan oleh Dokter Christian Widodo bersama keluarganya merupakan bukti nyata bentuk cinta tanah air dan Pancasila.

“Satu kerelaan yang menurut saya pertama sangat langka, kedua sangat istimewa dan ketiga sangat patriotik karena tidak gampang orang memberi tanah secara cuma-cuma atau prodeo apalagi tanah yang terletak di Kota Kupang daerah dekat Pelabuhan Tenau dan tempatnya sangat strategis berada di ketinggian yang begitu bagus,”ungkapnya.
Bagi Pius Rengka, sikap rela berkorban yang ditunjukan oleh keluarga Dokter Christian Widodo merupakan sikap yang langka dan tidak dimiliki oleh banyak orang di NTT.

“Saya sudah melihatnya lokasi itu dari dekat dan itu memang sikap humanisme dan patriotik, menurut saya tidak banyak orang yang melakukan hal seperti ini apalagi kelas di NTT tidak ada. ,”kata Mantan Anggota DPRD Provinsi NTT.

“Menurut saya reputasi keluarga ini memang meyakinkan apalagi saya cukup dekat dengan keluarga ini sehingga saya sangat tau mereka punya kualitas gagasan ideologisnya dan kualitas patriotiknya saya kenal betul,”tambahnya.

Pius Rengka menambahkan, lokasi yang letaknya sangat strategis untuk dijadikan tempat berbisnis rela dihibahkan kepada pemerintah demi membela ideologi negara merupakan sesuatu yang sangat luar biasa.

“Di Kota Kupang ada orang yang kasih tanahnya cuman 5 meter saja perkara sampai ke Tuhan tetapi ini dikasih 5.000 meter persegi secara cuma-cuma itu peristiwa langka yang luar biasa karena di NTT tidak ada orang seperti ini  dan saya sendiri secara pribadi sangat mengagumi keluarga ini,”tambahnya.

Pius Rengka menjelaskan,  pada saat terjadi pergantian pemerintahan yang dipimpin oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat belum sempat dilanjutkan karena belum menjadi prioritas.

“Pada prinsipnya Pak Viktor itu setuju untuk melanjutkan pembangunan itu tetapi pada waktu itu pilihan beliau itu belum prioritas jadi konteksnya pada waktu itu jelas jamannya pak Frans Lebu Raya bahwa terjadi krisis relasi secara cukup meluas di Indonesia sehingga pembangunannya dihentikan,”pungkasnya. (MI)