Jane Natalia Suryanto Disambut Hangat Warga Sumba Barat Daya

Tambolaka,nwartapedia.com – Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor Urut 1, Jane Natalia Suryanto melanjutkan kampanyenya pada Pemilihan Gubernur 2024 dengan mengunjungi Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Sabtu (12/10/2024).

Kehadiran Jane disambut hangat oleh masyarakat dan pengurus Partai Hanura setempat dengan tarian adat khas Sumba sebagai tanda penghormatan dan penyambutan tamu penting.

Kampanye kali ini dihadiri langsung oleh Ketua DPC Partai Hanura SBD Yohanes Ngongo, dan Ketua DPD Hanura NTT Refafi Gah.

Dalam pidatonya, Jane Natalia Suryanto, menegaskan komitmennya untuk membangun NTT, terutama dengan menciptakan lapangan kerja dan memajukan sektor pertanian, nelayan, dan peternakan.

Jane menyebut salah satu program konkret yang telah dikerjakannya adalah pembangunan pabrik Sumba Manis di Waingapu, sebagai bagian dari upayanya untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

“Saya punya program untuk menciptakan lapangan kerja dan membangun pabrik. Salah satunya adalah pabrik Sumba Manis di Waingapu. Ini adalah langkah nyata untuk mengurangi angka pengangguran di NTT,” ungkap Jane.

Jane juga mengungkapkan pengalamannya selama 10 tahun bekerja dan berjuang di NTT, yang membuatnya memahami kebutuhan masyarakat secara mendalam.

“Menurut saya dan kaka Ansy, kalau mau jadi calon kepala daerah, kita harus berbuat dulu di masyarakat baru berani dan mau menjadi calon,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya pemimpin yang bekerja untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Kita bukan orang yang memalukan. Kita sudah bekerja di masyarakat, dan kita akan melanjutkan itu. Menyala artinya terang. Pemimpin harus membawa terang, bukan kegelapan,” tegas Jane.*




Blusukan di SPAM Kali Dendeng, Christian Widodo Sebut Akan Benahi Sistem Pengolahan Air

Kupang,nwartapedia.com – Calon Walikota Kupang, dr. Christian Widodo melakukan blusukan ke SPAM Kali Dendeng  di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak  Dalam kunjungannya itu, dr. Christian Widodo menyebut akan membenahi sistem pengolahan air yang mengalami kerusakan.

Pantauan media ini di Lokasi pada Kamis (10/10/2024), dr. Christian Widodo tiba pukul 13.58 WITA dan langsung memantau bangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), laboratorium dan ruang dosing.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Christian Widodo mengatakan, kehadirannya untuk melihat secara langsung permasalahan air bersih yang masih menjadi masalah utama di Kota Kupang.

“Saya mencoba melihat dimana permasalahan air di Kota Kupang sehingga saya jalan dan melihat langsung. Kita kan harus konkrit jangan kita hanya omong-omong,”ungkapnya.

dr. Christian Widodo menjelaskan, program untuk mengatasi krisis air bersih di Kota Kupang sudah ada sehingga dirinya ingin mencocokan dengan situasi di lapangan.

“Program itu sudah ada dan saya mau coba cocokan dengan situasi di lapangan, kalau kita hanya terima laporan itu bukan tipe pemimpin yang baik. Tidak boleh asal bapa senang tetapi kita harus turun langsung,”jelasnya.

Menurutnya, air dari bendungan Kali Dendeng kemudin dialirkan melalui intake atau bak besar lewat pintu air masih secara manual seharusnya diganti dengan sistem hidrolik yang baru.

“Jadi setelah saya cek ternyata sebenarnya permasalahan ini tidak terlalu rumit karena kendalanya hanya ada di pengelolaan air,”tambahnya.

Ia menambahkan, dari blusukan hari sebelumnya, dirinya melihat IPA yang ada di Manutapen dengan sistem ultrafisasi juga sedang mengalami kerusakan.

“Kalau Tuhan mengijinkan masyarakat memilih saya maka saya akan benahi ini dulu. Kalau ini baik maka suplai air ke warga akan bagus,”harapnya.

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi krisis air di kota kupang,  dr. Christian Widodo akan melakukakn perbaikan di sistem pengolaham air.

“Reservoirnya nanti kita tambah diketinggian karena debit airnya masih cukup sekali jadi kalau bilang kita kekurangan air itu tidak tetapi hanya perbaiki pengolahan airnya dengan cara reservoir dan pipanisasi ke warga kita tambah,”tutupnya.

Vicky salah seorang warga di Penkase yang berada di lokasi mengungkapkan kehadiran calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo untuk memantau langsung SPAM Kali Dendeng ini membawa misi untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Kupang.

“Saya juga minta kepada Pak Dokter tambahan pipa untuk Kecamatan Oebobo supaya dengan reservoir ini kita bisa operasikan ke masyarakat artinya jangkauannya akan menjadi semakin luas,”ujarnya.

Kekurang air minum menjadi isu yang hangat di Kota Kupang, bagi Vicky Kota Kupang saat ini membutuhkan pemimpin yang berani mengambil langkah.

“Harapan saya jika Tuhan mengijinkan pak Dokter menjadi pemimpin Kota Kupang agar bisa mengatasi dan menambahkan reservoir supaya bisa memenuhi kebutuhan air di Kota Kupang,”harapnya.

Setelah melakukan kunjungan di SPM Kali Dendeng, calon Walikota Kupang, dr. Christisan Widodo juga memantau sumber mata air yang berada di Kolam Labat membagikan makanan ke warga dan makan siang bersama.

Dalam kunjungannya ke sumber mata air, dr. Christian Widodo berjanji akan membangun kolam menjadi lebih baik lagi. (MI)




Gapensi NTT Apresiasi Paslon Christian-Serena Hadirkan Program Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal

 

Kupang,nwartapedia.com – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan apresiasi kepada pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Kupang, dr. Christian Widodo dan Serena Francis yang menghadirkan program Pemberdayaan tenaga kerja lokal melalui pelatihan keahlian bagi masyarakat.

Apresiasi dari Gapensi tersebut terungkap dalam pertemuan yang digagas oleh  Gapensi Kota Kupang dengan Kitong C5’an, dalam hal ini Calon Walikota Kupang, dr. Christian Widodo, pekan lalu di Hotel Naka.

Ketua Gapensi NTT, Vivo Ballo yang ikut dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, bahwa pertemuan ini di gagasan oleh Gapensi Kota Kupang yang diketuai Rudi Nale.

“Pertemuan seperti ini juga terbuka untuk semua paslon dan tidak hanya untuk satu kandidat,”ucapnya.

Ia mengungkpkn, pada prinsipnya Gapensi ingin mendengar berbagai program dari Paslon Walikota dan Wakil walikota Kupang.

“Istilahnya kalau tidak kenal maka tak sayang, dan kami berterima kasih kepada dr Christian yang menyempatkan Waktu untuk datang,” ungkapnya.

“Kebetulan yang memberikan respon adalah dr. Christian, yang berkeinginan untuk mendengar aspirasi dari teman-teman kontraktor di Kota Kupang,” imbuhnya.

Vivo Balo menjelaskan, anggota Gapensi mengapresiasi dan tertarik dengan program pemberdayaan tenaga kerja lokal yang di angkat oleh C5’an, melalui berbagai program pelatihan keahlian, sehingga kedepan tidak perlu lagi mendatangkan tenaga dari luar kota Kupang.

Misalnya, dalam pemasangan alumunium atau pemanas air di kamar mandi dan asesori lainnya yang memerlukan keahlian, dan kebanyakan selama ini kita pakai tukang dari Jawa.

“Kitong pung tukang ini kan habis pasang, kadang masih ada yang bocor, dan kitong harus bongkar lai,” ungkap Vivo dalam dialek Kupang.

Dengan adanya pemikiran atau program seperti ini , tentunya bagus untuk pemberdayaan tenaga kerja lokal, sehingga nantinya kita tidak lagi mendatangkan dari luar tapi sudah bisa menggunakan tenaga kerja lokal.

“Nantinya bisa bekerjasama dengan Gapensi untuk pemanfatan tenaga kerja lokal yang ada,” jelas Vivo.

Gapensi lanjutnya, mengapresiasi kesediaan dr. Christian untuk bertemu dengan Gapensi dan dallm pertemuan itu lebih banyak mendengarkan aspirasi anggota Gapensi.

“Jadi dr. Christian sebenarnya dalam pertemuan tersebut lebih banyak mendengarkan aspirasi yang disampaikan teman-teman, dan kita sangat mengapresiasi itu,” pungkasnya.

dr. Christian yang dikonfiramsi mengenai pertemuan tersebut menyamoaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gapensi Kota Kupang yang telah memberikan waktu dan ruang untuk berdiskusi.

“Prinsipnya kedepan kita siap berkolaborasi dengan Gapensi, karena Anggota Gapensi merupakan kontraktor lokal yang ingin terlibat dalam pembangunan Kota Kupang,” ungkap dr. Christian.

“Melalui melalui program pelatihan tenaga kerja nantinya, kita ingin memberdayaan tenaga kerja loka, sehingga kedepannya kita tentunya akan mengutamakan putra putri daerah,” jelasnya. (Tim)




Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto Unggul di Survei Terbaru Pilgub NTT 2024

Kupang,nwartapedia.com –  – Survei terbaru yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia mengungkapkan dinamika elektoral pasca penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Survei yang dilakukan dari tanggal 28 September hingga 5 Oktober 2024 ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 1.000 orang yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di NTT.

Hasil simulasi dengan tiga nama calon menunjukkan bahwa Yohanes Fransiskus Lema (Ansy Lema) berada di posisi terdepan dengan dukungan 33,5%.

Posisi kedua ditempati oleh Emanuel Melkiades Laka Lena (Melki Laka Lena) dengan 26,7%, disusul oleh Simon Petrus Kamasi (SPK) dengan 22,5%. Sebanyak 17,3% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Sementara itu, berdasarkan hasil simulasi dengan tiga pasangan calon menunjukkan bahwa Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto berada di posisi terdepan dengan dukungan 36,6%.

Posisi kedua ditempati oleh Melki Laka Lena dan Johni Asadoma dengan 27,4%, disusul oleh SPK dan Adrianus Garu dengan 23,9%. Sebanyak 12,1% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Alasan utama pemilih memilih calon gubernur juga terungkap dalam survei ini. Sebanyak 24,3% responden menyatakan bahwa perhatian pada rakyat menjadi faktor utama.

Di antara ketiga kandidat, Yohanes Fransiskus Lema memperoleh dukungan tertinggi dalam kategori ini, dengan 31,8% responden memilihnya karena kepeduliannya terhadap rakyat.

SPK, yang berada di urutan ketiga dalam simulasi, justru dipilih oleh mayoritas responden (34,6%) karena statusnya sebagai putra daerah.

Selain itu, pengalaman di pemerintahan juga menjadi faktor penting bagi pemilih Emanuel Melkiades Laka Lena, dengan 18% responden memilihnya berdasarkan kriteria ini.

Faktor-faktor lain seperti kewibawaan, kejujuran, serta latar belakang politik dan agama juga turut mempengaruhi keputusan pemilih.

Survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,6% pada tingkat kepercayaan 95%. Dalam pelaksanaan survei, Indikator juga melakukan quality control terhadap hasil wawancara dan penentuan sampel, memastikan bahwa hasil yang diperoleh adalah representatif.

Simulasi ini memberikan gambaran awal mengenai potensi kekuatan elektoral para calon dalam pemilihan gubernur Nusa Tenggara Timur mendatang.***




Berlatar Belakang Pendidik, Ansy Lema Bawa Harapan Baru Bagi Generasi Muda NTT

Kupang,nwartapedia.com  – Yohanis Fransiskus Lema, atau yang akrab disapa Ansy Lema, menyampaikan pernyataan menarik melalui unggahan di salah satu akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Ansy menegaskan dirinya sebagai satu-satunya calon Gubernur NTT yang memiliki latar belakang pendidik.

Setelah menamatkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia (UI), Ansy langsung meniti karier sebagai dosen di tiga universitas ternama di Jakarta.

Ansy mengungkapkan bahwa menjadi seorang dosen adalah cita-cita yang telah lama ia idamkan, dan dengan restu Tuhan, impian itu tercapai.

Pengalaman tersebut memperkuat kepedulian Ansy terhadap dunia pendidikan, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Karena itu, saya memiliki perhatian khusus untuk dunia pendidikan,” tulis Ansy Lema dalam unggahan Instagram pribadinya @ansy.lema, pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Bagi Ansy, sekolah-sekolah di NTT adalah “laboratorium” yang berperan penting dalam melahirkan generasi muda berkualitas. Menurutnya, setiap anak di NTT berhak mendapatkan pendidikan yang adil, inklusif, berkualitas, dan setara.

“Sekolah-sekolah adalah laboratorium untuk melahirkan generasi muda NTT berkualitas. Setiap anak NTT berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang adil, inklusif, berkualitas dan setara,” ungkapnya.

Ansy tidak hanya berhenti pada pernyataan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan pemuda NTT.

Sebagai seseorang yang peduli dengan masa depan mereka, Ansy selalu berusaha untuk terlibat langsung dan mendengar kebutuhan serta harapan mereka.

“Itulah mengapa saya tidak hanya mengunjungi sekolah-sekolah, tetapi juga mendengar langsung kebutuhan dan harapan mereka,” katanya.

Selama 14 tahun berkarier sebagai dosen di Jakarta, ia menyaksikan bagaimana pendidikan mampu membuka peluang tak terbatas bagi masa depan seseorang.

Ansy ingin menjadikan pendidikan sebagai jembatan bagi generasi muda NTT untuk meraih masa depan yang lebih cerah.***




Sekretaris Nakertrans NTT dan Ketua FKJP NTT Tutup Program Pemagangan Dalam Negeri

 

Kupang,nwartapedia.com – – Sekretaris Dinas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT Rosa Da Lima Djogo, SE dan Ketua Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) NTT Ir Theodorus Widodo resmi menutup Program Pemagangan Dalam Negeri.

Acara Penutupan Program Pemagangan Dalam Negeri itu digelar di Hotel Ima Kota Kupang, NTT, Selasa (8/10/2024).

Ketua FKPJ NTT Theo Widodo yang juga Ayah dari Calon Wali Kota Kupang Christian Widodo menyampaikan Program Pemagangan Dalam Negeri ini digelar selama enam bulan terakhir yang dimulai sejak 8 Mei hingga 8 Oktober 2024.

“Peserta Pemagangan Dalam Negeri untuk tahun ini sebanyak 209 orang yang tersebar di enam kabupaten/kota di NTT dengan jumlah terbanyak di Kota Kupang, yaitu sebanyak 130 orang,”ungkapnya..

Dia menjelaskan, para peserta magang perlu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama proses pemagangan sebagai batu loncatan untuk menjadi pelaku usaha di NTT.

“Jangan bekerja seumur hidup sebagai pegawai saja, tetapi jadilah pengusaha karena sebagai pengusaha kesejahteraan adik-adik akan lebih baik,”demikian jelas Theo Widodo.

Sekertaris Dinas Nakertrans NTT Rosa Da Lima Djogo menyampaikan bahwa pemagangan akan terus berlangsung terus pada tahun-tahun yang akan datang.

Untuk itu dia berharap agar peserta pemagangan dalam negeri ini semakin diminati oleh para pemuda dan pemudi di NTT karena pada saat ini, NTT maupun Indonesia umumnya membutuhkan tenaga kerja yang terampil.

“NTT sangat membutuhkan tenaga kerja terampil. Karena itu, pemagangan ini penting, selain untuk meningkatkan keterampilan para tenaga kerja, juga untuk mengatasi pengangguran di NTT,” tegas Ocha Djogo, demikian ia disapa.

Ocha Djogo menegaskan pula bahwa Pemagangan Dalam Negeri ini berbeda dengan magang pada umumnya karena pemagangan ini sudah ada perusahaan yang siap menerima mereka.

“Pemagangan Dalam Negeri ini berbeda dengan program magang pada umumnya, karena pada pemagangan ini, perusahaan tempat magang sudah menyatakan kesediaan menerima peserta magang untuk bekerja setelah pemagangan selesai,” pungkas Ocha Djogo.***




Mantan Anggota DPRD Ngada Sebut Politik Pelayanan Christian-Serena Bisa Kalahkan Politik Uang

Kupang,nwartapedia.com – Mantan Anggota DPRD Kabupaten Ngada periode 2014-2019, Veronika Ulle Bhoga menyebut kampanye politik pelayanan yang dilakukan oleh calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, dr. Christian Widodo dan Serena Francis (CS’an) dengan pengobatan gratis bisa mengalahkan politik uang.

Hal ini disampaikan oleh Veronika Ulle Bhoga disela-sela kegiatan Konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Kupang yang berlangsung di Hotel kristal pasa Sabtu (05/10/2024).

Menurutnya, kampanye yang selama ini kebanyakan dilakukan adalah politik uang, ada juga yang mempunyai politik gagasan menjual gagasan tanpa uang.

“Pengobatan gratis yang dilakukan oleh paket CS’an mempunyai gagasan Politik pelayanan yang bisa mengalahkan uang,”ungkapnya..

Sebagai seorang mantan pejabat, Veronika menilai pengobatan gratis yang selama ini dijalani oleh Dr. Christian Widodo yang sudah berlangsung selama 8 tahun adalah sesuatu yang sangat istimewa.

“Saya melihat pelayanan ini merupakan manifestasi atau aplikasi prinsip Dokter Christian adalah pelayanan dari hati dan bukan karena uang,”kata mantan pengajar di SMAN 2 dan Widyasara LPMP NTT.

Memberikan dukungan kepada paket CS’an bagi Veronika adalah sebagai tokoh masyarakat dan tokoh perempuan yang ada di Kota Kupang.

“Saya memberikan dukungan sesuai panggilan hati, tidak membawa unsur manapun termasuk dari partai politik tetapi sebagai tokoh masyarakat dan tokoh perempuan,”ucapnya.

menurutnya, melakukan karya nyata berupa pengobatan gratis adalah suatu ciri khas dari Dokter Christian Widodo bagi kesehatan masyarakat.

“Dokter Christian tidak memperdulikan yang dilayani bakal pilih atau tidak tetapi dia tetap memberikan diri untuk kesehatan masyarakat di Kota Kupang,”ujarnya.

“Kalau dipikirkan menjadi anggota DPRD Provinsi mempunyai gaji yang besar tetapi panggilan hati sehingga dia mampu meninggalkan DPRD Provinsi NTT dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,”tambahnya lagi.

Baginya, ini adalah sesuatu yang luar biasa karena Dokter Christian Widodo adalah sosok yang cinta dan peduli terhadap kesehatan masyarakat.

“Selama ini tidak ada pemimpin yang melayani dari hati, memang ada tetapi begitu-begitu saja, figur Dokter Christian sangat murah hati dan rendah hati. Orang kalau memberi dari hati akan membekas dan terpatri susah dilupakan tetapi memberi dengan uang ketika habis bisa dilupakan,”kata Veronika.

Veronika memberikan dukungan yang sepenuhnya dan bersedia menjual peket CS’an kepada masyarakat Kota Kupang dalam ajang Pilkada November mendatang.

“Saya bersedia menjual pekat CS’an di Pilkada Kota Kupang karena di sini dia bukan hanya omong-omong tetapi melakukan pelayanan kesehatan dan sudah berjalan selama 8 tahun bukan baru maju calon Walikota Kupang,”ucapnya.

Ia berharap masyarakat Kota Kupang dapat lebih pandai untuk memilih pemimpin yang mau melayani dengan tulus.

“Saya berharap lima tahun kedepan, Kota Kupang dipimpin oleh Dokter Christian widodo dan Serena Francis nomor urut 5 menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang,”pungkasnya. (MI)




Projo Kota Kupang Resmi Dukung Paket Christian-Serena di Pilkada Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jokowi (Projo) Kota Kupang bersama Pengurus Projo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) dukungan kepada pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2024-2029, dr. Christian Widodo dan Serena Francies pada Senin, 7 Oktober 2024.

Dukungan tersebut menandai komitmen kuat Projo dalam mendukung pasangan tersebut untuk memimpin Kota Kupang ke arah yang lebih baik.

Ketua Projo Kota Kupang, Jemes Faot menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan hasil dari proses panjang dan pertimbangan matang yang dilakukan oleh pihak Projo.

“Kami melihat visi dan misi pasangan Christian Widodo dan Serena Francis sejalan dengan cita-cita Projo untuk memajukan bangsa, khususnya di daerah,” ungkapnya.

Menurut Faot, Projo Kota Kupang telah melakukan kajian mendalam mengenai visi misi pasangan calon ini.

Dukungan tersebut, lanjutnya, bukan hanya sekedar formalitas, melainkan sebuah komitmen untuk bersama-sama membangun Kota Kupang yang lebih sejahtera dan bermartabat.

Sementara itu calon Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengucapkan terima kasih yang mendalam atas dukungan yang diberikan oleh Projo.

“Dukungan ini merupakan motivasi bagi kami untuk terus berjuang dan bekerja keras dalam mewujudkan visi dan misi kami, yaitu membangun Kota Kupang yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” ujar Christian dengan penuh semangat.

Ia juga berharap bahwa dengan adanya dukungan dari Projo Kota Kupang, kekuatan kolaborasi dalam memenangkan Pilkada Kota Kupang 2024 akan semakin kuat.

“Dukungan dari Projo ini adalah bukti nyata bahwa perjuangan kami untuk membangun Kota Kupang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kami akan terus berupaya untuk mewujudkan harapan masyarakat Kota Kupang,” tambahnya.

Kemudian Pengurus Projo Provinsi NTT menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen Projo untuk mendukung kader-kader terbaik di seluruh Indonesia.

“Kami percaya bahwa pasangan Christian Widodo dan Serena Francis mampu membawa perubahan positif bagi Kota Kupang,” tegas salah satu pengurus Projo NTT yang hadir dalam acara tersebut.

Serah terima SK dukungan ini diharapkan dapat memperkuat tekad pasangan Christian Widodo dan Serena Francies dalam memenangkan Pilkada Kota Kupang 2024.

Dengan bergabungnya Projo dalam barisan pendukung, kekuatan politik pasangan ini diyakini akan semakin solid.

Projo Kota Kupang dan Projo Provinsi NTT menyatakan kesiapan untuk berjuang bersama-sama dalam mewujudkan cita-cita masyarakat Kota Kupang yang lebih sejahtera, adil, dan maju.

Acara ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pasangan Christian Widodo dan Serena Francis untuk meraih kemenangan dalam Pilkada 2024, serta untuk memperkuat hubungan dengan berbagai elemen masyarakat yang mendukung perjuangan mereka. (Tim)




INTI NTT Ucap Terima Kasih Kepada Kemen PPPA Untuk Aksi Kemanusiaan Bagi Siswa SLB

Kupang,nwartapedia.com – Perhimpunan Indonesia Thionghoa (INTI) mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang telah melibatkan Perhimpunan Perempuan Indonesia Thionghoa (PINTI) memilih Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu tempat untuk aksi kemanusiaan. 

Hal ini disampaikan oleh Ketua INTI NTT, Ir. Theo Widodo saat kegiatan Kunjungan Kerja Kemen PPPA dalam rangka bakti sosial dan koordinasi untuk mencegah kekerasan terhadap anak di Kota Kupang dengan menggelar pengobatan gratis bagi siswa SLB Pembina dan SLB Negeri Kota Raja Kupang yang bertempat di SLB Pembina, Penfui, Kota Kupang, Senin (7/10/2024).

“INTI NTT mengucapkan terima kasih kepada kementerian PPPA yang telah memilih NTT menjadi pusat dari bantuan aksi kemanusiaan ini,”ucapnya. 

Theo Widodo yang juga merupakan ayah dari calon Walikota Kupang, dr. Christian Widodo ini berharap kemitraan yang telah terjalin untuk kegiatan kemanusiaan ini terus berkelanjutan.

“Saya berharap bahwa tahun-tahun mendatang kegiatan seperti ini akan terus berlangsung di NTT,”ungkapnya.

Theo Widodo menambahkan, pihaknya berharap Kemen PPPA terus menjadi mitra untuk memberikan perhatian kepada anak-anak NTT.

“Pinti siap menjadi mitra dan mendukung program ini’tambahnya. 

Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Kementerian PPPA, Ciput Eka Purwianti S.Si, MA  mengungkapkan, untuk menggelar kegiatan pengobatan gratis ini, pihaknya bermitra dengan PINTI yang para anggotanya berprofesi sebagai dokter.

“Kami tidak memilih PINTI tetapi PINTI yang melibatkan diri dan memilih anak-anak Indonesia,”ujarnya.. 

Ia menjelaskan, pihaknya dari Kemen PPPA berharap kepada komunitas yang mempunyai kepedulian terhadap ana-anak Indonesia untuk bergabung.

“Kami juga ingin mengundang semua komunitas dan organisasi yang punya kepedulian kepada anak-anak Indonesia bergabung bersama kemen PPPA,”kata Ciput Eka.

Ciput Eka menambahkan, kegiatan ini adalah program tahunan mulai dari bulan Juni hingga November 2024 dalam rangka Hari Anak Nasional. 

“Karena tanggal 20 November adalah Hari Anak Internasional jadi ada rangkaian kegatan edukasi, sosial dan memberikan ruang partisipasi anak untuk menyampaikan pendapat dan keluhan,”tambahnya..

Menurutnya, anak-anak ibarat kertas putih dan  orangtua yang harus menulis hal-hal indah dan terbaik untuk masa depan mereka, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, karena mereka juga adalah Generasi Emas Indonesia.

“Hari ini kami melakukan pengobatan gratis yang diawali dengan pemeriksaan dari tim Dokter PINTI. Kami memberikan kepada para siswa obat-obatan, seperti obat cacing dan vitamin A,” jelasnya.

Ketua Umum PINTI Pusat dr. Metta agustina yang hadir langsung pada kegiatan itu mengakui bahwa PINTI bermitra dengan Kementerian PPPA, khususnya pada peeayaan Hari Anak Nasional.

Bersama Kementerian PPPA, sejak Juli lalu mereka sudah menggelar aneka kegiatan yang dimulai dari  Kampung Pemulung Bantar Gebang, di Ende, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Hari ini kami melakukan pengobatan gratis kepada 150 anak. Kami menyiapkan obat umum, vitamin A, susu, roti, telur dan pisang. Hal ini kami lakukan karena anak berkebutuhan khusus lebih kompleks kesehatan mereka,”pungkasnya. (MI)




Relawan Batas Indonesia-Timor Leste Resmi Dukung Ansy Jane di Pilgub NTT

Kupang,nwartapedia.com –  Komunitas Relawan Batas Indonesia-Timor Leste yang mencakup wilayah Belu, Timor Tengah Utara (TTU), dan Malaka secara resmi mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto, dalam Pemilihan Gubernur NTT 2024. 

Deklarasi ini diadakan di Birafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, dengan dihadiri oleh puluhan relawan  pada Rabu malam, 2 Oktober 2024,

Yohanes Brechmans Ngga’a Rua, Ketua Koordinator Komunitas Relawan, menyampaikan bahwa dukungan ini diberikan karena kepedulian yang ditunjukkan oleh pasangan Ansy-Jane terhadap masyarakat perbatasan yang terdiri dari petani, nelayan, tukang ojek, sopir, penyandang disabilitas, hingga pemulung.

“Kami melihat dua figur yang peduli kepada kami, masyarakat perbatasan yang sederhana. Oleh karena itu, kami membentuk komunitas ini agar bisa berpartisipasi mendukung Kakak Ansy-Jane, dengan cara-cara sederhana namun terorganisir,” kata Yohanes dalam pidatonya.

Yohanes menambahkan bahwa komunitas relawan ini bekerja sama dengan partai politik yang mendukung pasangan Ansy-Jane dan mengikuti arahan dari Bawaslu serta KPU terkait aturan kampanye, seperti pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan sosialisasi yang sesuai dengan regulasi.

“Kami memastikan bahwa kegiatan kami tidak memicu konflik di tengah masyarakat. Selain deklarasi ini, kami juga membentuk dan mengarahkan karakter relawan agar memberikan dampak positif di tiga kabupaten yang kami wakili,” tambahnya.

Dalam penjelasannya, Yohanes menegaskan bahwa semangat relawan semakin kuat untuk memenangkan Ansy-Jane dalam Pilgub NTT 2024. Ia meyakini bahwa pasangan ini memiliki kepedulian, kapasitas, kapabilitas, integritas, dan intelektualitas yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Kami yakin dengan dukungan kecil kami, Kakak Ansy-Jane akan memenangkan Pilgub NTT 2024 dan memimpin NTT hingga 2029,” ujarnya penuh keyakinan.

Selain itu, Yohanes juga mengajak relawan di luar komunitas untuk bersinergi dalam mendukung Ansy-Jane, guna menciptakan komunikasi dan koordinasi yang baik serta menghindari kesalahpahaman antarrelawan.

Ia berharap bahwa komunikasi dan kolaborasi yang terjalin di komunitas perbatasan ini dapat menjadi contoh bagi relawan lainnya di tingkat RT, desa, kecamatan, hingga kabupaten. (Tim)