Usack Benu: Kehadiran Kapal Dharma Kartika dan Dharma Rucitra Berdampak Penambahan PAD Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Kehadiran kapal Dharma Kartika V dan Dharma Rucitra Vlll  yang bersandar di pelabuhan Tenau Kupang akan membawa dampak  pada perkembangan ekonomi secara paralel yang ujungnya akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Kupang.

Demikian disampaikan oleh Ketua Indonesian National Shipowner Asosiasion (INSA) dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Kupang, Usack Viktor Benu SE ketika dimintai tanggapan terhadap hasil debat pertama yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang pada Sabtu (19/10/2024).

Sebagai Wakil Ketua koordinator investasi dan maritim di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi NTT, Usack Benu menegaskan, pernyataan yang diberikan tidak ada tendensi politik dan tidak membela pasangan calon Walikota Kupang manapun.

“Saya hanya meluruskan bahwa ketika manusia pindah pasti akan ada usaha baru dan ketika ada usaha baru maka retribusi pada PAD itu akan bertambah dan meningkat,”jelasnya kepada media ini pada Selasa (22/10/2024).

Menurutnya, untuk menambah PAD di pelabuhan, Presiden Jokowi mencanangkan banyak program salah satunya adalah tol laut.

“Tol laut adalah visi besar dari presiden Jokowi kalau transportasi lancar maka akan mendatangkan pengusaha baru, UMKM baru dan beberapa sektor akan bertumbuh maka perkembangan ekonomi pasti akan berdampak secara paralel yang ujungnya adalah penambahan PAD,”ungkapnya. 

Usack Benu menjelaskan, kehadiran kapal Dharma Kartika V dan Dharma Rucitra Vlll di pelabuhan secara langsung akan mendatangkan PAD bagi Kota Kupang.

“Ketika dua kapal  ini beroperasi ada ketepatan jam dan perbaikan service maka akan ada dampak perbaikan perdagangan yang pasti PAD akan meningkat karena perdagangan meningkat, jangankan ada kapal baru, perbaikan service dari perkapalan saja akan berdampak pada PAD,”jelasnya.

Usack Benu mengucapkan, kapal Dharma Kartika dan Dharma Rucitra adalah kapal roro yang menggunakan solar bersubsidi maka 50 persen lebih murah sehingga berdampak pada bangkitnya UMKM, pengusaha-pengusaha baru dan perdagangan yang lebih meningkat dari sebelumnya.

 “Selama ini perdagangan kita didominasi oleh kapal-kapal kontainer dengan bahan bakar solar non subsidi yang mahal dengan satu kontainer sebesar 12-13 juta tetapi ketika kapal Dharma Kartika masuk mengunakan solar subsidi harganya hanya 5.800.000 rupiah maka harganya menjadi 50 persen lebih murah,”ucapnya.

“Kalau stoknya dulu 100 akan meningkat menjadi 200 karena hemat dari biaya ongkos kirim dan akan berdampak pada penambahan quantity barang maka perdagangannya pun akan berdampak,”tambahnya.

Dari sektor pariwisata, Usack Benu mengatakan bahwa kedua kapal ini memberikan banyak kemudahan pelayaran dengan harga yang murah.

“Sektor pariwisata off course, sekarang orang Kupang mau ke Labuan Bajo harganya sama seperti ke Jakarta. Naik Dharma Rucitra cuma 200.000 ribu rupiah, kalau kita naik dengan mobil maka tidak perlu menyewa mobil lagi dan dampaknya ke PAD seperti itu,”ungkapnya.

Usack Benu juga mengucaokan terima kasih kepada Serena Francis selaku Ketua Tetap Bidang Perhubungan di KADIN Provinsi NTT yang telah memperjuangkan kedua kapal ini untuk membantu masyarakat.

“Kaka Serena Francis adalah teman kami dan juga anggota INSA maka diluar urusan politik, kami berterima kasih karena apa yang dikerjakan oleh Kaka Serena Francis ini sudah sangat baik untuk membantu masyarakat,”pungkasnya.  (MI)




Ansy Lema Protes Keras dan Tolak Cagar Alam Mutis Menjadi Taman Nasional

Kupang,nwartapedia.com – Penurunan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Wisata Alam terus menuai protes keras, salah satunya datang dari Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Fransiskus Lema atau yang akrab disapa Ansy Lema.

Ansy, yang pernah menjadi anggota Komisi IV DPR RI, secara tegas menolak langkah ini dan menganggapnya sebagai ancaman terhadap keberlanjutan sumber air serta keseimbangan ekosistem di wilayah Timor.

Bagi Ansy Lema, air adalah elemen vital bagi kehidupan. “Air adalah sumber peradaban. Jika tidak ada air, tidak akan ada kehidupan,” ungkap Ansy dalam sebuah pernyataan.

Sikap tegasnya ini ia sampaikan karena memahami betul bahwa keanekaragaman hayati dan kehidupan manusia bergantung pada kelestarian sumber daya air, yang salah satunya berasal dari Cagar Alam Mutis.

Sebagai satu-satunya wakil rakyat asal NTT yang bersuara lantang menolak perubahan status Cagar Alam Mutis, Ansy menegaskan pentingnya menjaga kawasan tersebut dari eksploitasi.

“Saya adalah penjaga Cagar Alam Mutis. Jangan coba-coba ganggu Mutis. Mutis itu ibarat ibu yang menyusui masyarakat Timor. Sangat mengecewakan melihat keputusan sepihak dari KLHK yang menurunkan statusnya menjadi Taman Nasional,” ujar Ansy dalam sebuah konferensi pers di Kupang, Kamis (17/10/2024).

Menurut Ansy, penurunan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional atau Taman Wisata Alam akan membuka peluang bagi pembangunan fasilitas komersial yang bisa merusak ekosistem.

Luas kawasan Mutis, sekitar 12.315,61 hektar, yang selama ini difokuskan untuk konservasi, dapat terancam jika wilayah tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur seperti penginapan atau atraksi wisata lainnya.

Dalam pandangan Ansy, Cagar Alam Mutis memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai simbol budaya dan peradaban masyarakat Timor, tetapi juga sebagai sumber air bagi tiga kabupaten di Pulau Timor, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Selain itu, Mutis juga menjadi sumber empat sungai utama di wilayah Timor Barat, termasuk yang mengalir hingga Timor Leste, yaitu Noel Mina, Noel Besi, Noel Fail, dan Noel Benanain.

Ansy juga mengingatkan, penurunan status ini berisiko besar bagi kelangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di Mutis. “Kalau Mutis terganggu karena eksploitasi yang tidak bertanggung jawab, masyarakat Timor akan menghadapi kekeringan ekstrem. Jika air hilang, maka kehidupan dan identitas kultural Atoni Pah Meto akan ikut terancam,” tambah Ansy.

Penolakan Ansy Lema didasarkan pada minimnya studi ilmiah yang mendukung langkah penurunan status ini. Ia menegaskan bahwa belum ada kajian ilmiah yang secara komprehensif mengevaluasi dampak alih fungsi lahan di Cagar Alam Mutis terhadap keseimbangan ekologis. Oleh karena itu, menurutnya, upaya konservasi harus menjadi prioritas, bukan komersialisasi.

Mantan dosen ini juga menyatakan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan pelestarian Cagar Alam Mutis di level legislatif. Sebagai inisiator utama revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAE), Ansy berupaya memastikan bahwa undang-undang tersebut diperbarui untuk lebih sesuai dengan kondisi saat ini, terutama dalam melibatkan masyarakat adat dalam proses konservasi.

Dalam pandangannya, keterlibatan masyarakat adat adalah salah satu kunci untuk memastikan keberhasilan upaya konservasi. Eksistensi dan peran mereka harus dipertegas dan diperkuat agar konservasi dapat berjalan dengan efektif.

Ansy juga menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Konservasi air adalah level paling dasar dalam menjaga kehidupan. Jika kita tidak menjaga sumber air di hulu, maka segala upaya di hilir, seperti pembangunan embung atau sumur bor, akan sia-sia,” tegas Ansy. Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan terus berjuang untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air di NTT.

Dengan tagline “Manyala Kaka,” Ansy Lema ingin menunjukkan bahwa ia akan terus menyala sebagai penjaga konservasi Cagar Alam Mutis dan sumber daya alam di tanah Flobamora.

Perjuangannya untuk menolak penurunan status Mutis menjadi simbol komitmennya dalam melestarikan lingkungan dan melindungi kehidupan masyarakat Timor.

Ansy berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mau mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dan lebih mengutamakan prinsip konservasi.

Menurutnya, kelestarian Cagar Alam Mutis bukan hanya masalah lokal, tetapi juga berhubungan dengan keberlangsungan kehidupan di seluruh Pulau Timor dan sekitarnya.(Tim)




Kunker di Labuan Bajo, Pj. Gubernur NTT Bertemu Menteri Industri Pangan, Komoditas dan Pembangunan Regional Serawak

Kupang,nwartapedia.com – Di sela-sela kunjungan ke Pulau Padar dan Pulau Komodo, Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto melakukan pertemuan dengan Menteri Industri Pangan, Komoditas dan Pembangunan Regional Serawak Malaysia, Dato Sri Stephen Rundi Anak Utom di atas Kapal Pinishi Milik Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Minggu (20/10).

Perkenalan tak terduga dengan Dato Sri Stephen Rundi Anak Utom terjadi saat Pj. Gubernur Andriko melakukan pendakian ke puncak Padar. Pada saat bersamaan Dato Sri Stephen bersama rombongan juga melakukan trekking ke puncak Padar.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur menyinggung tentang banyaknya tenaga kerja NTT yang bekerja di Malaysia. Dan kebanyakan PMI asal NTT mengambil jalur illegal untuk bekerja di Malaysia.

“Mudah-mudahan Sri Dato bisa mengatur tentang ini secara lebih baiklah. Prinsipnya banyak tenaga kerja asal NTT yang kerja di Malaysia,” jelas Andriko Noto Susanto.

Lebih lanjut, Pj. Gubernur mengatakan, problemnya adalah masyarakat NTT butuh pekerjaan tapi kadang-kadang jalur legal dilihat masyarakat yang cari kerja agak ribet. Karena itu, masuklah orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menawarkan jalur illegal dengan jalan mudah.

“Kita ingin perusahaan yang cari pekerja dari Malaysia langsung berhubungan dengan para pencari kerja, kemudian kedua pemerintah saling memonitor. Ilegal lebih agresif karena mereka manfaatkan ketidaktahuan para pekerja. Dijanjikan yang muluk-muluk sampai di sana, ternyata jauh dari harapan setelah sampai di Malaysia serta timbulkan persoalan baru. Inilah yang kita mau carikan jalan keluarnya,” jelas Andriko.

Dato Sri Stephen mengungkapkan, prosedur seperti ini sudah banyak didengarnya. Dan dia sepakat bahwa semuanya harus diatur dengan baik dan legal.

“Untuk itulah saya datang. Malaysia membutuhkan banyak tenaga kerja Indonesia. Namun perlu sekali diatur secara baik melalui jalur yang sesuai aturan,”kata Dato Sri Stephen.

Lebih lanjut Dato Sri Stephen menjelaskan bahwa ia membawa serta Petinggi dari SALCRA, perusahaan milik Pemerintah yang bergerak di bidang kelapa Sawit.

“Kita ingin langsung tanpa melalui agen. Ini kita mau bangun direct tanpa melalui agent, tapi resmi,” jelas Joseph Blandoi, General Manager SALCRA.

Dalam pertemuan tersebut, Dato Sri Stephen sangat terkesan dengan keindahan Labuan Bajo, termasuk Kawasan Taman Nasional Komodo dan juga pulau sekitarnya.

Dato Sri Stephen yang baru pertama kali datang ke Labuan Bajo berjanji akan datang lagi dan membawa lebih banyak rombongan.

“Next time saya akan datang lagi dan akan membawa lebih banyak lagi orang,” katanya dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.

Joseph menjelaskan semuanya gratis, biaya rekrut dibayar oleh SALCRA termasuk tiket pesawatnya. Sampai di Malaysia pun mereka akan ditanggung biayanya selama satu bulan sebelum mereka terima gaji.

“Kita punya memang yang terbaiklah. Sudah sampai di sana kita bagi semua semacam kasur, peralatan dapur dan termasuk beras selama satu bulan gratis, tidak akan dipotong gajinya. Laki dan perempuan diakomodir, kalau perempuan yang sudah berkeluarga, harus dengan suami supaya tidak menimbulkan masalah sosial di sana. Yang sakit kita tanggung biaya pengobatan. Pernah tahun lepas (tahun sebelumnya, red), ada yang sakit dan dioperasi, butuh biaya sekitar 20 juta, semua ditanggung perusahaan,” jelas Joseph.

Lebih lanjut, Joseph mengungkapkan kontrak kerja yang disepakati minimal dua tahun dan diperpanjang maksimal sepuluh tahun. Setiap dua tahun bisa pulang libur dan uang pesawatnya ditanggung perusahaan.

“Kalau ada kecelakaan atau meninggal saat kerja akan ada santunan termasuk untuk ahli waris semacam asuransi jiwa. Gaji minimal sebesar 1.700 ringgit atau setara sekitar 6 juta rupiah sebulan,” jelas Joseph.

Sementara itu, Edy Simson Pardaman Sinurat, Direktur PT Wira Karitas, Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Resmi yang terdaftar di SISKOP2MI yang jadi mitra dari SALCRA di Indonesia mengungkapkan persyaratan untuk bekerja di SALCRA minimal bisa membaca, menulis dan berhitung.

“Minimal tamat SD, tidak tamat SD pun tidak apa-apa yang penting bisa membaca, menulis dan berhitung. PT Perkebunan Kelapa Sawit ini adalah Perusahaan Pemerintah semacam PTPN kalau di Indonesia,” pungkas Edy Simon.

Edy Simon menjelaskan mereka telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh NTT tentang hal ini.

“Kita akan secepatnya merekrut tenaga kerja ini sesuai prosedur yang legal. Dari 3.000 tenaga kerja yang dibutuhkan tahun ini untuk kerja di SALCRA, 1.000 orang kita khususkan dari NTT. Rencananya untuk tahap pertama, kita berangkatkan 215 orang, rencanaya carter flight langsung dari Kupang ke Serawak. Job ordernya sudah ,” jelas Edy Simon.

Pj. Gubernur Andriko Susanto menanggapi gembira hal ini dan berharap segera dikonsepkan perjanjiannya dengan pemerintah daerah dengan melibatkan juga BP2MI.

“Ini tentunya berita bagus dan terobosan keren karena sekaligus bisa memutus rantai persoalan PMI Ilegal yang selama ini menjadi salah satu masalah krusial di NTT. Prinsipnya kita tahu mereka kerja di mana sehingga kalau ada masalah, kita tahu harus berhubungan dengan siapa. Kalau bisa segera direalisasikan dan kalau perlu pelepasan pertama, saya bersedia melepaskan secara resmi,” ungkap Pj Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut Pj. Gubernur didampingi oleh Pjs Bupati Manggarai Barat, Ondy Christian Siagian, Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda. Tampak hadir pada kesempatan tersebut Sikin Sentok, Deputy General Manager SACRA, Addie Ngu Financial Controller, Wili Paul Blun, Chief Operating Officer, Alexander Wong, Human Resources Manager, Bobby Sangai, Plantation Production Manager,Maria Moritricia Layasna Ginting, Direktur Utama PT Wira Caritas dan beberapa petinggi SALCRA lainnya. (MI)




Pengamat Ferdy Hasiman Nilai Penampilan Christian-Serena dalam Debat Pertama Paling Brilian

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat Ekonomi dan Politik, Ferdy Hasiman menilai penampilan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota kupang, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis (CS’an) dalam debat pertama paling brilian.

Hal ini disampaiakn oleh Pengamat Ekonomi dan Politik, Ferdy Hasiman ketika dimintai tanggapannya terhadap hasil debat pertama diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang pada Sabtu (19/10/2024).

Peneliti Alpha Research Database Indonesia ini mengatakan, penampilan pasangan calon CS’an dalam debat dari orasi dan gaya bicara diatas panggung paling ideal.

“Debat Walikota Kupang yang saya lihat penampilan paling Brilian ya Pa Dokter Christian dan Kaka Serena. Orasi dan gaya bicara memainkan dinamika di atas panggung pa dokter christ itu paling ideal dan oke,”ungkapnya pada Senin (21/10/2024).

Menurutnya, Salah satu modal besar bagi politisi adalah seni berdebat dan pasangan Dokter Chritian menampilkan wajah baru bagi Kota Kupang.

“Calon muda, energik, sehat, cerdas, menarik simpatik, bijaksana, mengkritisi lawan dengan cara yang sangat santun. Ini menjjadi bekal untuk tampil ke panggung politik,”kata Ferdy Hasiman.

Ferdy Hasiman melihat dari segi substansi, paket CS’an paling oke, paling siap, argumentasinya mudah dicerna publik biasa dan program mereka terukur.

“Sementara yang lain saya lihat hanya jualan prgam dengan angka-angka fantastis,”ujarnya.

Menurut Ferdy Hasiman, Angka dan program besar harus diukur juga dari kemampuan fiskal daerah yang kecil dan ditengah beban APBN yang berat dari pusat.

“Program-program calon yang bombastis mestinya harus diuji dalam debat selanjutnya. Biar masyrakat Kota Kupang aware mana calon yang terukur,”jelasnya.

Selain itu, Gagasan kapal dan pesta rakyat itu adalah ide brlian untuk pompa ekonomi Kota Kupang yang outpunya ke peningkatan PAD.

Kota Kupang sebagai kota jasa dan pusat ibu kota provinsi memang harus andalkan manusia. Maka, kebijakan inovatif seperti pesta rakyat, pentas seni, itu bernas untuk menggerakan roda konsumsi Kota Kupang agar ekonomi tumbuh,”pungkasnya. (MI)




Kolom Komentar YouTube KPU Kota Kupang Didominasi Paket CS’an

Kupang,nwartapedia.com – Kolom komentar YouTube Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang yng menyajikan siaran langsung debat pertama Pilkada Kota Kupang dihiasi dan didominasi oleh komentar dari warganet yang menjagokan pasangan calon nomor urut 5, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis.

Pantauan media ini  hingga Senin (21/10/2024) pukul 00.45 WITA, komentar warganet pada YouTube KPU Kota Kupang tesebut berjumlah 97 akun.

Setelah mengikuti debat pertama dengan tema ‘Membangun Kupang Kota Kasih Menuju Kota Transformatif tersebut, jumlah warganet yang komen memilih dan menyebut pasangan calon Dokter Christian Widodo dan Serena Francis sebanyak 34 akun. 

Yang menarik dari komentar warganet yakni akun @jacobasachannel mengatakan bahwa “Setelah pemaparan visi misi, saya justru tertarik dengan pasangan no urut 5. Keren . Buat pak Geogeh, dosen aman mana yang pak mau urus ? Kalau guru itu kewenangan pemda/pemkot tapi dosen itu sdah ranahnya Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Kalau Pemkot membangun kerjasama dengan PTN/PTS ok-ok saja tapi soal mutu dosen bukan kewenangan Pemkot untuk mengurus. hahahah”.

Sementara itu, komentar dari akun @ramoluan5081 berbunyi “Benar sekali apa yang di sebut oleh Pak christian data masyarakat itu harus jelas struktur pemerintahan teredah adalah RT maka RT harus betul tahu akan program2 pemerintah agar bisa di sampaikan ke masyarakat secara transparan bukan pilih kasih”

Akun @kanisiuspono662 menyebut “Dosa lama kandidat yg harus pikul sendiri,jgn simpan di maskota,biar orang baru yg pimpin,Dodo dan Ine cocok 5 tahun yg akan datang”.

Dari total 97 komen akun YouTube warganet tersebut, sebanyak 40 akun memilih untuk berkomentar seputaran materi debat. Sedangkan 18 warganet menyebut keempat pasangan calon yang lain. 

Debat Pilkada Kota Kupang akan diselenggarakan sebanyak tiga kali, yakni dua kali pada Oktober 2024 dan satu kali pada November 2024. Debat pertama digelar Minggu (19/10/2024) ini.

Nantinya, debat kedua akan digelar pada Minggu (26/10/2024). Sementara debat ketiga alias terakhir pada Minggu (16/11/2024). (MI)




Jane Natalia Suryanto Soroti Pentingnya Peran Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi Lokal

Kupang,nwartapedia.com – Jane Natalia Suryanto calon Wakil Gubernur NTT yang berpasangan dengan Ansy Lema dalam Pilgub 2024, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian.

Dalam berbagai kesempatan kampanye, Jane mengungkapkan bahwa perempuan NTT merupakan pilar kekuatan yang dapat memajukan sektor-sektor vital seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Perempuan NTT memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan semangat dan inovasi, kita dapat memajukan pertanian demi masa depan yang lebih sejahtera,” ujar Jane dalam salah satu kampanyenya di Sumba Barat Daya.

Jane menginisiasi gerakan sosial seperti, Nelayan Tani Ternak, Mama Bantu Mama, dan Perempuan Bantu Perempuan, yang bertujuan mendorong kolaborasi antara perempuan di NTT untuk mendukung satu sama lain dalam meningkatkan taraf hidup. “Kami percaya bahwa perempuan membantu perempuan adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas,” tambahnya.

Pasangan calon Ansy Lema-Jane Natalia Suryanto berfokus pada program pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, dengan memprioritaskan inovasi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Mereka optimis bahwa dengan semangat gotong-royong, kesejahteraan masyarakat NTT dapat meningkat secara signifikan.

Selain mengusung program-program inovatif, Jane juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap usaha mikro dan kecil yang dikelola oleh perempuan, serta pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Jane Natalia Suryanto berharap dapat membangun masa depan NTT yang lebih cerah, adil, dan sejahtera, melalui pemberdayaan perempuan di seluruh pelosok daerah. (Tim)




Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang Gelar Rakor Internal Pokja Tim Pembuat KKHS RPJMD

Kupang,nwartapedia.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Internal Kelompok Kerja (Pokja) Tim Pembuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kupang 2025-2029.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Max Maahury disela-sela kegiatan kepada media ini mengatakan bahwa Rakor internal ini penting dilakukan.

“Hal ini bertujuan agar Dokumen KLHS RPJMD Kota Kupang 2025-2029 dapat disiapkan secara lebih baik sebelum dibahas pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD),”ungkapnya di  Ruang Rapat Kadis LHK Kota Kupang pada Rabu (16/10/2024).

Max Maahury menjelaskan,  Rakor internal ini merupakan bagian dari tahapan proses Pembuat KLHS RPJMD Kota Kupang 2025-2029.

Sementara itu, Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda Sub Koordinator Inventarisasi RPPLH dan KLHS DLHK) Kota Kupang, Stefanus Karel Mige, menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu kedepan akan digelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Pembuat KLHS RPJMD Kota Kupang 2025-2029.

“Rakor internal pokja diadakan untuk merangkum semua isu strategis dalam rangka penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kota Kupang 2025-2029, terutama yang berkaitan dengan TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan),”ungkapnya.

Ia menambahkan, sehubungan dengan hal itu, sebelumnya pihaknya sudah kirimkan format capaian TPB ke tiap-tiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah), sehingga bisa dievaluasi capaian TPB lima tahun terakhir ini seperti apa.

“Sesuai hasil evaluasi maka antinya akan ditetapkan target capaian TPB untuk KLHS RPJMD Kota Kupang 2025-2029. Yang tentunya akan disesuaikan dengan KLHS RPJMD yang sudah ada untuk tingkat Provinsi NTT dan tingkat pusat,”ucapnya 

Ia menambahkan, pembuatan KLHS RPJMD Kota Kupang 2025-2029  ada hubungannya dengan dampak perubahan iklim yang kini menjadi isu di seluruh dunia termasuk dialami Kota Kupang.

“Yang membuat pelaksanaan pembuatan KLHS RPJMD Kota Kupang 2025-2029 harus benar-benar sesuai dan dapat mengakomodir kepentingan semua pihak atau komponen masyarakat,”kata Mige.

Menurutnya isu-isu strategis dalam pembuatan KLHS RPJMD Kota Kupang 2025-2029 juga akan dibawa ke Konsultasi Publik (KP).

“Rakor ini adalah bertujuan untuk melengkapi dokumen pembuatan KLHS RPJMD Kota Kupang 2025-2029 sebelum diserahkan zum ahli pembuat KLHS RPJMD Kita Kupang,”pungkasnya. (MI)




Pj. Gubernur ajak Kepala Daerah se- NTT Wujudkan Spirit Sinergi dan Kolaborasi

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, memimpin Rapat Kerja bersama Kepala Daerah se – Provinsi NTT yang mengusung tema “Sinergitas dan Kolaborasi Membangun NTT” bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Selasa (15/10/2024).

Raker ini membahas beberapa hal pokok diantaranya, pertama Realisasi APBD Kabupaten/Kota. Kedua, Pencapaiaan Anggaran Pilkada 2024 dan Progres Perekaman E- KTP Se- NTT. Ketiga, Profil Kemiskinan, Kemiskinan Ekstrim dan Stunting di NTT serta penanganannya. Keempat, Penanganan dan Pengendalian Inflasi Provinsi NTT. Kelima, Analisa perubahan cuaca di NTT, Perpres Nomor 81 Tahun 2018 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Potensi Sumber Daya Lokal dan keenam, data CPNS dan PPPK Provinsi NTT Tahun 2024.

Dalam arahannya, Pj. Gubernur Andriko Susanto menyampaikan terima kasih atas kehadiran kepada Kepala Daerah se-NTT ini. Menurutnya, ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi untuk membangun NTT.

“Masing-masing telah memahami hal-hal teknis terkait peningkatan Realisasi Pendapatan Daerah dalam APBD, sehingga ini tolong diperhatikan oleh para Kepala Daerah. Kemudian yang berikutnya, Saya menyampaikan apresiasi atas persentase pencairan anggaran Pilkada yang telah mencapai 100%, ini adalah langkah awal untuk melancarkan Pilkada Serentak Tahun 2024. Saya berharap, progres perekaman E-KTP terus ditingkatkan, agar ini tidak menjadi isu dan pemilih dapat menggunakan hak pilihnya. Saya juga sekali lagi mengapresiasi setiap Kabupaten/Kota yang telah melakukan jemput bola dengan melaksanakan perekaman E-KTP hingga di sekolah-sekolah, harapannya Pilkada Serentak di NTT dapat berjalan maksimal,” jelasnya.

Selain itu, terkait penanganan stunting di NTT, Pj. Gubernur Andriko mengatakan dibutuhkan kolaborasi secara pentahelix yang akan dilaksanakan melalui Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terpadu (GKP2ST) yang digagasnya.

“Program GKP2ST akan dilaksanakan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT), berbasis B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, Aman), Makan Bergizi Gratis dan Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) Balita/Anak Stunting,” ungkapnya.

Kemudian, Pj. Gubernur Andriko menyebutkan bahwa mengantisipasi dampak peningkatan suhu bumi diwaktu mendatang, Ia menghimbau agar dilaksanakan gerakan menanam pohon.

“Kenaikan suhu bumi tentu akan membawa dampak perubahan cuaca yang signifikan sehingga ini harus segera kita cegah, bersama kita laksanakan gerakan menanam pohon seperti pohon kusambi, mangga, dan sebagainya. Saya harapkan masing-masing menyiapkan lokasi penanamannya, agar NTT rindang, NTT sejuk,” ujarnya.

Menutup arahannya, Pj. Gubernur Andriko turut menyampaikan sejumlah penegasan kepada Kepala Daerah se-NTT untuk mendorong peran aktif Pemerintah Desa melalui pemanfaatan Dana Desa untuk percepatan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal dengan berkolaborasi bersama Akademisi, pihak swasta atau Pelaku Usaha, Pemerintah Provinsi / Kabupaten / Kecamatan dan media.

Turut hadir pada kegiatan ini, Staf Khusus Pj. Guebrnur NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Kab/Kota se-NTT. (Biro AP)




Masa Depan NTT Ke Mana?

Oleh: Jane Natalia Suryanto
Calon Wakil Gubernur NTT

Kupang,nwartapedia.comSaya memutuskan mengabdikan hidup dan perjuangan politik untuk masyarakat NTT.

Saya sayang daerah ini. Saya meninggalkan segala usaha saya di Jakarta untuk datang ke daerah ini.

Saya berani maju menjadi wakil gubernur untuk berpasangan dengan kaka Ansy (ANSY-JANE) berlangkah menuju gelanggang politik Pilgub 27 November, 2024.

Di daerah ini saya bertemu dengan jutaan pasang mata. Mama-mama sangat ramah.

Di sini mama bantu mama. Bapa-bapa juga sangat sayang saya. Sahabat-sahabat saya juga banyak.

Keluarga baru saya juga banyak. Saya sangat diterima dan mencintai daerah ini.

Di balik pasang mata bapa, mama bersaudara semua, saya melihat daerah ini memiliki pesona luar biasa.

Namun, ekonomi NTT tak semengkilap seperti daerah-daerah lain di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan wilayah-wilayah di Sulawesi.

Kita harus realistis melihat perputaran ekonomi daerah ini. Fakta-faktanya harus kita munculkan agar kita paham bagaimana cara mendiagnosa dan mengobati daerah ini.

Fakta-fakta itu juga perlu disampaikan kepada para investor ataupun pengembang properti agar mereka bisa mendesain bisnis yang agak murah dan mudah dijangkau masyarakat dengan daya beli rendah seperti NTT.

Setidaknya kita bisa membaca dengan baik kemunduran ekonomi daerah ini dari indikator-indikator ekonomi yang disodorkan Badan Pusat Statistik NTT dari tahun ke tahun.

Jumlah penduduk NTT tahun 2024 sudah mencapai 5.656.039 manusia. Dari jumlah ini, 19,48 % (1,079.068 jiwa ) orang NTT hidup di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan per kapita Rp 416.00 per bulan.

Pertumbuhan ekonomi kita masih rendah (4,35%/2024), pengangguran masih sangat tinggi, tingkat konsumsi rendah, inflasi juga masih tinggi, perputaran arus barang, jasa dan manusia antar kabupaten masih rendah.

Begitupun pertumbuhan sektor-sektor penyangga kehidupan warga NTT, seperti pertanian, peternakan dan kelautan masih sangat rendah.

Gairah investasi masuk ke NTT juga rendah, karena wilayah ini dikenal sebagai daerah berbiaya ekonomi tinggi.

Daerah berbiaya ekonomi tinggi biasanya memiliki kualitas infrastruktur darat, laut dan udara yang tak memadai.

Kebutuhan-kebutuhan pemenuhan hak hidup warga, seperti air dan listrik juga masih sulit.

Angka buta huruf tinggi dan tingkat pendidikan masih rendah. Semua indikator-indikator ini berkontribusi pada daya ungkit sektor properti, sektor perumahan di wilayah ini.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi berkontribusi langsung pada rendahnya pendapatan per kapita masyarakat NTT.

Jika pendapatan rendah, masyarakat sulit memiliki tabungan (saving) yang berefek langsung pada rendahnya daya beli, rendahnya tingkat pendidikan dan indeks ratio gini yang memprihatinkan.

Masyarakat NTT, masih berjibaku pada kebutuhan makan-minum sehari-hari atau ekonomi subsistem.

Dalam ekonomi subsistem, masyarakatnya hanya bisa bertahan hidup saja. Tentu kita tak boleh berdiam diri berhadapan dengan situasi ini. Perlu menata dan mencermati kembali, kemana NTT berlari dan menuju 5 atau 10 tahun ke depan?

Masa Depan NTT
Ansy dan Jane Selalu bertumpu pada konsep Nelayan, Tani, Ternak.

Suatu konsep kebenaran yang mewakili 80% perekonomian NTT. Tapi kali ini, saya akan membahas masa depan NTT di sektor satu lagi yakni Pariwisata.

NTT adalah provinsi dengan kekayaan alam dan budaya yang sangat unik, indah, eksotis dan beragam.

Keberagaman, keindahan, kekhasan, atau eksotisme alam dan budaya itu membentang dan tersebar di semua pulau, khususnya pulau-pulau utama seperti Flores, Sumba dan Timor.

Alam dan budaya di NTT beragam dan unik karena dibentuk oleh lingkungan ekologis, kondisi bio-geografis, sejarah dan tradisi berbeda, yang disparitas keunikannya antarpulau, kabupaten, bahkan desa. Jumlah desa di NTT adalah 3.268 dan seberagam itulah keindahan dan kekhasannya.

Pecinta keindahan alam dan budaya dari daerah lain mungkin hanya mengagumi keindahan dan keunikan Pulau Komodo dan pulau-pulau sekitar Labuan Bajo di Manggarai Barat, Danau Kelimutu di Ende, tradisi penangkapan paus di Lembata, festival pasola di Sumba, kekayaan bawah laut Alor, dan berbagai ikon pariwisata populer di NTT.

Tetapi, keindahan alam dan budaya NTT bukan hanya itu. Jika disibak, kita akan menyaksikan alam dan budaya yang sangat asli, eksotis, indah, menakjubkan dan beragam.

Sejuta pesona alam dan budaya NTT seharusnya sudah mengantar provinsi ini sebagai garda depan pariwisata nasional atau bersaing dengan Bali.

Akan tetapi, pariwisata NTT seperti singa tidur yang tidak memberikan dampak signifikan bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Banyak faktor penyebab tidak maksimalnya sumbangan sektor pariwisata di NTT. Faktor penyebab utama adalah minimnya infrastruktur (dan amenitas), selain masalah promosi kurang, SDM rendah, dan sebagainya.

Melihat pesona wisata inilah, makanya pariwisata NTT mulai dibangun. Pariwisata NTT sekarang sudah mulai tumbuh.

Itu setidaknya bisa dilihat dari indicator- indikator positif di sektor pariwisata.

Saya lebih menganjurkan teman-teman investor untuk siap-siap melirik pembangunan sektor pariwisata. Jika hotel yang akan dibangun.

Anda juga harus mengintip data jumlah wisatawan asing dan domestic yang masuk ke NTT. Pada tahun 2023, jumlah tamu asing dan local yang menginap di hotel-hotel di NTT mencapai 778 568 tamu (BPS NTT:2023) dengan rincian terbanyak Kota Kupang sebesar 315.301 tamu dan Manggarai Barat/Labuan Bajo sebanyak 216.800 tamu.

Kabupaten lainnya di NTT, masih sangat rendah. Jika anda ingin membangun hotel, masih ada ruang untuk tumbuh, karena pemerintah memproyeksikan jumlah wisatawan masuk ke NTT sampai tahun 2030 mencapai 2 juta tamu. Itu artinya, masih ada ruang terbuka untuk melakukan investasi di sektor perhotelan.

Untuk itu, saya menganjurkan teman-teman pengusaha ekowisata.

Di beberapa tempat wisata di Indonesia, banyak sekali best practices yang bisa dikembangkan dalam rangka menciptakan objek wisata yang ekologis sekaligus berdampak ekonomis. Beberapa best practices berikut dapat ditiru atau dimodifikasi sesuai konteks NTT.

Pertama, akomodasi (vila, penginapan, resort) berkonsep ramah lingkungan. Akomodasi yang ekologis dan ekonomis menyediakan air panas dengan pemanfaatan pemanas tenaga surya, menggunakan air limbah dapur dan kamar mandi untuk mengairi kebun mereka dengan pengolahan limbah sederhana.

Restoran dilengkapi dengan perpustakaan mini, tempat bersantai dan makan. Resort dibangun dengan bukaan yang memanfaatkan pemandangan laut dan kebun yang indah sehingga tidak perlu menggunakan AC.

Tidak hanya ramah lingkungan, resort ekowisata juga menyediakan pelayanan wisata berupa penjelajahan lingkungan sekitar seperti pengamatan burung atau tracking di hutan.

Kedua, sistem pengolahan sampah. Saat ini banyak penyedia jasa industri pariwisata (restoran atau hotel) melakukan pemilahan sampah menjadi sampah organik dan non-organik. Sampah sisa makanan dipisahkan dengan sampah-sampah seperti kaleng, kaca, maupun plastik.

Selain itu, kertas daur ulang bisa dijadikan bahan dasar industri kerajinan seperti kotak pensil, tas, dompet, agenda, kartu ucapan dari kertas bekas koran, majalah maupun dokumen kantor yang tidak terpakai lagi.

Dedaunan dan bunga rontok juga bisa dijadikan sebagai ornamen/hiasan.

Hemat kami, ini sangat penting bagi NTT.
Ketiga, menghemat penggunaan air. Untuk menghindari penggunaan botol plastik air minum mineral, usaha penyedia jasa pariwisata dapat menjual air minum isi ulang sebagai pengganti air minum mineral dengan botol plastik.

Selain untungnya lebih banyak, praktik ini juga membantu mengurangi penggunaan botol plastik air minum mineral.

Hotel-hotel juga memberlakukan langkah hemat air. Usaha ini bukan sesuatu yang baru.

Hotel-hotel di Yogyakarta, Bali dan Lombok memberlakukan langkah penghematan air dengan meminta kepada tamunya untuk tidak mencuci handuk dan seprei setiap hari, karena cukup banyak air yang digunakan untuk mencuci handuk dan seprei.

Bahkan salah satu hotel bintang empat di Sanur, Bali, mengadakan undian berhadiah bagi tamu yang mendukung langkah penghematan air tersebut. Hal-hal seperti ini bisa dicoba di NTT.

Keempat, ekowisata di Hutan Bakau. Penyedia jasa paket wisata manggrove atau bakau dapat menawarkan paket ekowisata kepada pengunjung.

Aktivitas seperti tracking, pengamatan burung, naik sampan dan penanaman bakau merupakan tawaran yang diberikan kepada pengunjung.

Pengunjung dapat juga mengadopsi bakau. Penyedia paket harus sering melakukan aktivitas penyadaran dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya bakau bagi kawasan pesisir serta mengadakan kegiatan pelatihan kepada pelajar, guru sekolah, dan LSM.

Kelima, kursus memasak dan sajian makanan khas lokal. Restoran dan warung makan harus berani menyajikan masakan khas daerah.

Masakan yang disajikan diolah secara higienis. Selain itu, untuk lebih memperkenalkan makanan tradisional, restoran dan warung makan berani mengadakan kursus memasak makanan khas bagi wisatawan.

Pada saat itu, tarian-tarian daerah dipertontonkan oleh para penari lokal.

Keenan, sajian makanan khas lokal dengan memanfaatkan rumah tinggal.

Salah seorang pencinta seni yang pintar memasak di Yogyakarta, membuka warung dengan menyulap ruang tamu di rumahnya yang berbentuk joglo khas Jawa menjadi sebuah restoran kecil yang nyaman dan bersih.

Warung dengan nama ”Warung Opera” ini menyajikan masakan khas Yogya serta memodifikasi penganan tradisional seperti pisang goreng berbalut gula merah.

Ketujuh, kelompok tenun yang menggunakan bahan pewarna alami.

Ibu-ibu penenun di Ndona, Kabupaten Ende di Flores mendirikan kelompok tenun bernama ”Bou Sama Sama”. Para wanita ini masih menggunakan pewarna alami yang diambil dari alam sekitar seperti mengkudu, nila serta berbagai jenis akar-akar pohon lainnya.

Kain-kain tenun ikat yang dibuat dalam waktu 3 – 12 bulan tersebut dijual langsung kepada wisatawan.

Kelompok ini juga bekerja keras agar dapat menjalin kerjasama dengan pemilik galeri di Bali untuk memasarkan hasil kain tenun ikat buatan mereka.

Kedelapan, makanan sehat tanpa penyedap rasa dan sayuran organik. Saat ini di berbagai kota besar di Indonesia dan kawasan wisata seperti Bali, Lombok, Yogyakarta banyak restoran menyajikan makanan sehat tanpa penyedap rasa serta menyajikan masakan dari sayuran organik yang dijual lebih mahal.

Menu vegetarian (makanan non-daging) menjadi salah satu menu andalan di berbagai restoran di kawasan wisata tersebut.

Kesembilan, mempertahankan alat musik tradisional. Saung Angklung Mang Udjo yang berada di Jawa Barat menampilkan permainan alat musik tradisional Sunda, yaitu angklung.

Pertunjukan dilakukan oleh anak-anak berumur di bawah 12 tahun. Mereka berlatih memainkan angklung, menyanyi dan menari serta tampil di hadapan wisatawan mancanegara dan nusantara.

Inisiatif ini menandakan pentingnya kreativitas “seni pertunjukkan”.

Di NTT, alat musik suling, sasando, dan lain-lain dapat dipertahankan dengan cara seperti ini.

Mekarnya pariwisata di NTT tak ada gunanya jika tak ditopang kekuatan sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Tani, ternak dan nelayan adalah harga mati bagi Ansy-Jane untuk diperjuangkan.

Memperjuangkan tani,ternak dan nelayan adalah memperjuangkan martabat rakyat NTT, karena hampir 90 persen rakyat bertumpu di situ.

Pariwisata juga wajib ditopang produk pertanian, peternakan dan perikanan yang baik.

Tekat Ansy-Jane adalah membangun tani, ternak dan nelayan dalam rangka menyongsong tamu-tamu yang datang dari berbagai belahan dunia.

Pariwisata tak ada gunanya jika hasil pertanian, peternakan dan perikanan dibawah dari luar.

Pariwisata akan berdaya guna, jika produk pertanian, peternakan dan perikanan adalah hasil alam warga NTT.

Akhirnya, mari kita sama-sama membangun NTT menuju rakyat adil, Makmur dan sejahtera.

Pesona alam NTT adalah magnet besar bagi pengembangan pariwisata ke depan. (***)




Warga Fatukoa Sebut Christian-Serena Adalah Pemimpin yang Siap Melayani

Kupang,nwartapedia.com – Warga Fatukoa menyebut kehadiran calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis (paket CS’an) adalah calon pemimpin yang siap melayani masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Made Astika warga RT 11/RW 03 ketika mengikuti pengobatan gratis yang digagas oleh paket CS’an di RT 06/RW 02 Kelurahan Fatukoa pada Sabtu (12/10/2024).

Made Astika mengatakan, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota paket CS’an sudah memberikan pelayanan yang baik karena mengabdi kepada kepentingan kesehatan masyarakat banyak dengan kualitas pelayanan merata di seluruh Kota Kupang.

“Kampanye paket CS’an dengan memberikan pelayanan pengobatan gratis dan pembagian kacamata bagi saya sangat baik karena langsung dirasakan oleh masyarakat kecil sehingga tidak diragukan lagi kelak akan menjadi pemimpin yang siap melayani,”sebut Made.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pakte CS’an yang telah memberikan pelayanan pengobatab gratis dengan penuh humanis dan penuh senyum sehingga dapat meringankan rasa sakit yang diderita oleh masyarakat.

“Kehadiran Pak Dokter Christian Widodo dan Nona Serena Francis memberikan pelayanan dan bekerja dengan hati tulus, ikhlas dan bersikap baik sehingga menurut saya ini menjadi salah satu terapi penyembuhan karena memberikan empati yang membekas di hati pasien yang sedang sakit,”ucap Made.

Sementara itu Nur Hazanah penderita diabetes warga RT 11/RW 02 Kelurahan Fatukoa mengatakan, masyarakat Kota Kupang sering mengeluhkan praktik pembatasan layanan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan sehingga perlu adanya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Perlu adanya peningkatan di bidang kesehatan dan pelayanan karena sekarang kita melihat masyarakat memiliki BPJS tetapi rumah sakit terlalu banyak kasus,”ungkapnya.

Menurutnya, aturan yang ditetapkan oleh pemerintah tidak sejalan dengan pelaksanaan yang diterapkan oleh fasilitas kesehatana di Kota Kupang.

“Yang harus diatasi yakni ketentuan pelayanan karena sekarang pelayanannnya tidak jelas karena pasien BPJS banyak disuruh pulang dan praktik ini dinilai diskriminatif sehingga perlu diawasi lebih ketat,”ucapnya.

Nur Hazanah berharap jika paket CS’an terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang agar lebih memberikan perhatian serius kepada pasien BPJS agar mereka mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.

“Karena kebetulan Pak Dokter Christian di bidang kesehatan sehingga saya mohon supaya pelayanannya diperhatikan dan BPJSnya digatiskan, memang betul BPJS itu gratis tetapi banyak masyarakat yang tidak tau ketika berobat BPJSnya masih aktif  atau tidak agar dikomunikasikan untuk mencari solusinya sehingga bisa diatasi,”harapnya. (MI)