Perkuat Sinergi Penanganan Masalah Sosial, Pj. Wali Kota Temui Uskup Agung Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., bersama sejumlah kepala perangkat daerah menemui Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Selasa (29/10). Kunjungan yang berlangsung penuh kehangatan ini bertujuan memperkuat kerja sama dalam menghadapi sejumlah masalah sosial, khususnya stunting, human trafficking dan pengentasan kemiskinan di Kota Kupang.

Dalam kunjungan kali ini, Pj. Wali Kota juga menyerahkan bantuan berupa peralatan ibadah untuk gereja yang telah dianggarkan oleh pemerintah. Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) serta Camat Maulafa.

Pembahasan utama dalam kunjungan ini adalah menggalang upaya bersama dalam menurunkan angka stunting di Kota Kupang yang saat ini mencapai 4.038 kasus, dengan angka tertinggi berada di Kecamatan Maulafa. Pj. Wali Kota juga menargetkan penurunan kasus stunting hingga 2.000 dalam 6 bulan masa jabatannya, mendekati target nasional sebesar 14%. Pihak gereja juga diharapkan ikut aktif dalam mendukung penanganan stunting sebagai salah satu prioritas bersama, serta diusulkan agar stunting menjadi perhatian khusus di lingkungan Gereja Katolik.

Sebelumnya, Pj. Wali Kota telah mengunjungi Universitas Citra Bangsa untuk meminta dukungan dalam penanganan stunting. Secara provinsi, NTT mencatat angka stunting tertinggi di wilayah TTS dan SBD, sementara Kota Kupang berada di urutan keempat, dengan angka yang masih tergolong tinggi secara nasional.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH, mengungkapkan pentingnya kolaborasi data dalam mengatasi stunting.

Gereja diharapkan dapat berperan aktif dalam menyediakan data umat yang membutuhkan bantuan. Selain itu, program “Bapa Angkat” untuk pengentasan stunting harus berjalan optimal, mengingat bahwa masalah stunting kerap kali berakar dari kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PRKP, Johannes Bell, ST., MT, menekankan pentingnya rumah layak huni sebagai bagian dari solusi stunting. PRKP memiliki program bantuan rumah layak huni, bekerja sama dengan CSR, bagi warga kurang mampu.

Dukungan dari gereja juga diperlukan untuk membantu pendataan dan intervensi bagi keluarga yang memerlukan tempat tinggal yang layak.

Selain stunting, human trafficking menjadi perhatian serius bagi Pemkot Kupang. Saat ini, pemerintah membangun balai latihan kerja untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, dengan harapan dapat menekan angka pekerja migran yang rentan menjadi korban human trafficking.

Hal ini menjadi langkah nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

Dalam pertemuan tersebut, Pj. Wali Kota menekankan pentingnya netralitas ASN di Kota Kupang. Birokrasi di Pemkot Kupang berjalan dengan harmonis dan melaksanakan kegiatan penyejukan iman lintas agama setiap Jumat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerukunan serta kerja sama antara jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur pemerintahan lainnya.

Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pj. Wali dan rombongan serta menyambut baik informasi terkait program sosial di Kota Kupang. Ia juga memberikan ucapan selamat atas jabatan Pj. Wali Kota yang diemban saat ini.

Uskup Agung menekankan pentingnya edukasi pranikah untuk calon pengantin dalam rangka pencegahan stunting, mengingat masalah ini juga menyangkut aspek mental, sosial dan budaya.

Ucapan terima kasih juga diberikan atas dukungan Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesra Setda Kota Kupang berupa bantuan alat peribadatan enam puluh kasula dan stola.

Dia berharap kunjungan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi kuat antara pemerintah dan gereja untuk bersama-sama menciptakan kesejahteraan dan menanggulangi masalah sosial di Kota Kupang. (*)




KPAI Nyatakan Dukugan Dalam Upaya Penanganan Stunting di Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan dukungan terhadap upaya penanganan stunting di Kota Kupang. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua KPAI, Dr. Jasra Putra, S.Fil. I., M.Pd, dalam pertemuan dengan Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd, pada Selasa (29/10). Pertemuan berlangsung di ruang kerja Pj. Wali Kota dan dihadiri oleh Anggota Pokja Kesehatan KPAI, German E. Anggent, M.Comm.Dev, serta tim KPAI lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Wali Kota menyambut baik kehadiran KPAI untuk melakukan kajian terkait penanganan stunting.

Ia menjelaskan bahwa Pemkot Kupang telah mengalokasikan anggaran untuk intervensi stunting yang tersebar di sepuluh perangkat daerah.

Selain itu, Pemkot juga melibatkan pegawai dan kepala perangkat daerah dalam program orang tua asuh bagi anak-anak stunting.

Lebih lanjut, Pemkot Kupang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) NTT dalam kegiatan “Gerakan Kemanusiaan Penanganan Stunting” di 12 puskesmas yang ada di Kota Kupang.

Linus menargetkan penurunan angka stunting dari 4.000 anak menjadi 2.000 anak selama masa tugasnya sebagai Penjabat Wali Kota hingga Februari 2025. Upaya ini melibatkan intervensi khusus di unit pelayanan kesehatan, serta penguatan komunikasi dan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, instansi vertikal dan pihak swasta yang peduli terhadap penanganan stunting.

Wakil Ketua KPAI, Dr. Jasra Putra menjelaskan bahwa kehadiran mereka di Kota Kupang bertujuan untuk melakukan FGD, wawancara dan pengisian instrumen pengawasan program percepatan penurunan stunting.

KPAI ingin mengevaluasi perkembangan penanganan stunting yang merupakan prioritas nasional, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, seperti koordinasi yang kurang, pelibatan pentahelix, pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan pangan lokal yang belum optimal.

Dalam kajian awal, KPAI menemukan beberapa kendala, antara lain perlunya penguatan koordinasi antar stakeholder, perbaikan pola asuh dan pemenuhan makanan bergizi. Selain itu, ada masalah administrasi kependudukan yang menyebabkan keluarga anak stunting tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga mereka tidak dapat mengakses program layanan dasar seperti PKH, BPJS dan bantuan sosial lainnya. Dr. Jasra meminta kepada perangkat daerah di Kota Kupang untuk fokus pada data stunting agar semua program dapat efektif dan tepat sasaran. (*)




Pj. Wali dan Pj. Ketua Dekranasda Jadi Pasangan Paling Anggun Pada Parade Tenun Sepe

 

Kupang,nwartapedia.com – Memeriahkan dan mengenakan busana adat bermotif tenun sepe , Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., bersama istrinya yang juga menjabat sebagai Penjabat Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ny. Angela Lusi-Deran dinobatkan sebagai Pasangan Paling Anggun dalam Parade Tenun Sepe dengan mengelilingi kompleks Kantor Wali Kota Kupang, Jl. S.K. Lerik pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si., bersama Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, Ny. Lousje Marlinda Funay Pellokila, juga ikut serta dalam parade dan dinyatakan sebagai “Parade Sepe Paling Megah.”

Parade Tenun Sepe merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Lomba Tarian Kreasi Ayam Kaki Kuning dan Parade Tenun Sepe yang diadakan di lingkungan Perangkat Daerah Kota Kupang. Acara ini dihadiri oleh sejumlah Kepala Perangkat Daerah bersama pasangan masing-masing, serta Penjabat Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Santi Ambarwati, S.E., perwakilan Forkopimda Kota Kupang, dan para camat serta lurah se-Kota Kupang.

Dalam arahannya, Linus mengapresiasi antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kehadiran pejabat tinggi dari Provinsi NTT. Ia menekankan keunikan Tenun Sepe sebagai warisan budaya eksklusif Kota Kupang. “Sepe hanya ada di Kota Kupang, tidak ada di provinsi atau kabupaten lain,” katanya.

Penjabat Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Santi Ambarwati juga memberikan apresiasi kepada Dekranasda Kota Kupang yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya ini merupakan salah satu bentuk nyata upaya pelestarian budaya di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kota Kupang. “Tenun Sepe yang ada di Kota Kupang tidak kalah cantik dengan motif tenun dari kabupaten lain di NTT. Dengan segala keunikan dan keindahan, Tenun Sepe bisa menjadi salah satu tenun yang digemari,” ungkapnya.

Santi berharap acara ini dapat dikemas lebih baik di masa mendatang agar Tenun Sepe semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Ia menambahkan bahwa event ini merupakan momentum penting dalam pelestarian budaya Kota Kupang, terutama dalam pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Lebih lanjut, Santi menekankan bahwa Tenun Sepe, dengan berbagai corak dan warna, dapat dibuat secantik dan semenarik mungkin, menjadikannya diminati oleh semua kalangan, baik muda maupun tua. Ia menginginkan agar Tenun Sepe tidak hanya digunakan untuk acara adat, tetapi juga sebagai fashion modern, seperti jas, semi jas, outer dan kreasi lainnya.

Acara diakhiri dengan pengumuman hasil Lomba Tarian Kreasi “Ayam Kaki Kuning.” Dalam lomba tersebut, Kecamatan Alak berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh Dinas Pariwisata sebagai juara kedua, dan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Kupang sebagai juara ketiga. (*)




Adu Solusi TPPO di NTT, Jane Natalia Suryanto Tampil Memukau pada Debat Pertama

Kupang,nwartapedia.com – Calon Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jane Natalia Suryanto tampil memukau ketika beradu solusi dengan Johny Asadoma terkait penanganan mafia Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di NTT pada debat pertama yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT di Millenium Ballroom, Kupang pada Rabu 23 Oktober 2024.

Mulanya, Jane mengatakan bahwa dirinya pernah terlibat dalam pemulangan korban TPPO dengan kondisi telah meninggal dunia maupun yang masih hidup. Politikus eks PSI itu mengungkapkan sulitnya memberantas pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal.

“Karena yang sering memperdagangkan orang itu adalah orang yang mereka kenal, kerabat, dan orang yang sudah dikenal,” ujar kaka Jane.

Menurut Jane, pencegahan TPPO dapat dilakukan dengan menyiapkan lapangan kerja yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat NTT. Ia menilai perlunya menyiapkan balai latihan kerja bagi calon pekerja migran Indonesia sebelum mereka diberangkatkan ke luar negeri.

“Apabila balai latihan kerja sudah merata di setiap kabupaten dan mereka yang merekrut pekerja-pekerja itu dengan gaji yang sesuai, maka tidak menarik karena adanya TPPO di NTT,” ungkap Jane yang mendampingi Ansy Lema dalam Pilgub NTT 2024.

Sementara itu, Johny Asadoma mengklaim dirinya telah menangkap 53 pelaku kasus TPPO saat menjabat sebagai Kapolda NTT. Menurutnya, penanganan kasus TPPO di NTT harus dilakukan secara berkolaborasi, mulai dari tingkat desa hingga provinsi.

“Semua harus bersatu dari tingkat desa karena perekrutan TPPO itu dimulai dari desa dengan sosialisasi dan kampanye anti-TPPO,” tutur Johny yang diusung partai Gerindra untuk mendampingi Melki Laka Lena dalam Pilgub NTT.

Johny mengungkapkan masyarakat NTT yang hendak bekerja di luar negeri harus melalui perusahaan yang legal. Dia berjanji akan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat untuk dapat melaporkan berbagai kejadian terkait dugaan TPPO jika menang dalam Pilgub NTT 2024.

“Kami tetap menuntaskan persoalan TPPO di NTT dengan menyiapkan lapangan kerja secara merata,” pungkas Johny.

Untuk diketahui, Pemilihn Gubernur NTT 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon gubernur-wakil gubernur. Adapun, paslon nomor urut 1 Ansy Lema-Jane Suryanto didukung oleh PDIP, Hanura, Partai Buruh, dan PBB.

Paslon nomor urut 2 Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma diusung oleh Partai Gerindra, Golkar, PSI, Perindo, Demokrat, Gelora, PKN, dan PPP.

Selanjutnya, paslon nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi – Adrianus Garu didukung oleh NasDem, PKB, dan PKS. (Tim)




BPBD Kota Kupang Gelar Gladi Lapang Rencana Kontinjensi Cuaca Ekstrim di Kampung Amanuban

Kupang,nwartapedia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang menggelar kegiatan gladi lapangan atau simulasi rencana kontinjensi cuaca ekstrin khususnya angin Kencang, banjir dan longsor. Pembukaan kegiatan ini berlangsung di Kantor Lurah Oebufu pada Senin (29/10/2024)  dan dilanjutkan dengan gladi lapang pada sore harinya di willayah RT 13 RW 03 Kelurahan Oebufu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W.A.Sjioen saat Membuka Kegiatan ini mengatakan bahwa gladi lapang ini merupakan rangkaian kegiatan dari pembentukan Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) yang melibatkan Basarnas, Babinkantibnas, Babinsa serta perwakilan dari masyarakat seperti relawan Kaltana, kaum disabilitas serta komunitas lain.

“Disini kami hadirkan perwakilan dari masyarakat yakni kaum disabilitas karena kita yang normal dengan gampang membaca atau mendengarkan langsung informasi dari BMKG tetapi teman-teman yang disabilitas memiliki keterbatasan jika terjadi bencana harus diawasi minimal oleh teman-teman relawan,”ungkapnya.

Elsje Sjioen menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) ini adalah untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana sehingga diharapkan dengan dilaksanakan kegiatan ini warga masyarakat khususnya di Kalurahan Oebufu lebih siap dan siaga dalam menghadapi bencana.

“Pemilihan Kelurahan Oebufu menjadi tempat simulasi karena wilayah ini pernah menjadi wilayah terdampak bencana angin kencang, banjir dan longsor, saat kejadian bencana Seroja beberapa waktu lalu. Bahkan hingga saat ini masih ada wilayah yang rawan tanah longsor ketika musim hujan tiba,”jelasnya.

Lurah Oebufu, Zeth Batmalo menyampaikan terima kasih kepada BPBD Kota Kupang melalui Bagian Pencegahan dan Kesiapsiagaan, yang menggelar gladi lapangan atau simulasi Rencana Kontijensi Cuaca Ekstrem di wilayah Kelurahan Oebufu.

“Kami menyambut baik kegitan yang bermartabat ini sebagai bentuk kepedulian terhadap penaggulangan bencana, kami di kelurahan ini sudah membntuk Komunitas Warga Tanggap Bencana yang diberi nama Home Wartana,”ujarnya. 

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga Kelurahan Oebufu terutama yang berada di wilayah rawan bencana.

“Saya merasa sangat penting karena topografi kelurahan Oebufu yang miring, tanah labil dan berada di bantaran kali sehingga berpotensi terjadinya bencana,”kata Zeth Batmalo.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Kupang, Jhony W Z Boimau mengingatkan para peserta agar mengikuti setiap rangkaian kegiatan gladi lapangan ini dengan baik. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga ketika mengalami dampak bencana

“Saya harapkan ini adalah proses pengenalan, pembelajaran dan pelajaran untuk masyarakat. Bagaimana kita mnegantisipasi kemungkinan terjadinya bencana sehingga dengan adanya gladi lapang ini maka kita bisa mengetahui apa yang harus kita lakukan ketika bencana itu tiba,”kata Jhony Boimau. (MI)




Pengamat Politik Nilai Jokowi Berharap Christian-Serena Jadi Pemimpin Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat Politik Universitas Muhammadyah Kupang (UMK), Dr, Ahmad Atang, M.Si menilai atensi mantan Presiden RI, Joko Widodo terhadap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Cristian Widodo-Serena Francis sebagai bentuk dukungan nyata dan memastikan agar Pasangan ini yang akan memimpin Kota Kupang lima tahun ke depan.

Hal ini disampikan oleh Pengamat Politik yang juga sebagai Direktur Pascasarjana pada UMK ketika dimintai keterangan terkait panggilan Jokowi kepada paslon Dokter Christian Widodo dan Serena Francis pada Jumad tanggal 25 Oktober 2024 di Solo.

Menurut Ahmad Atang, jejak politik Jokowi untuk NTT umumnya dan Kota Kupang khususnya, secara politik akan memberikan supporting yang sangat besar bagi paslon Dokter Christian Widodo dan Serena Francis.

“Walaupun Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden RI, namun pengaruhnya masih cukup kuat,”ujarnya.

Ia menegaskan, tipikal kepemimpinan Jokowi yang sederhana, populis, dan cepat tanggap terhadap kebutuhan rakyat telah menjiwai paslon Dokter Christian Widodo-Serena Francis.

“Dokter Christian Widodo telah banyak belajar banyak hal dari Jokowi, terkait tata kelola politik pemerintahan,”tegasnya.

Ahmad Atang menjelaskan, Jokowi ternyata tahu banyak soal problem Kota Kupang, seperti masalah sampah, air bersih dan kesehatan.

“Sehingga Jokowi berkeyakinan jika masalah ini akan terselesaikan jika rakyat memberikan kepercayaan kepada paslon Christian-Serena untuk memimpin,”ujarnya.

Ia mengatakan bahwa hal ini tidak berarti bahwa Paslon yang lain jika menang tidak mampu menyelesaikan persoalan ini.

“Namun secara politik dukungan Jokowi tidak saja sumbang saran tetapi juga akan memastikan dukungan pemerintah pusat di bawah presiden Prabowo terhadap kemajuan Kota Kupang,”kata Ahmad Atang.

Baginya, jalan untuk membuat Kota Kupang semakin baik dan maju telah dibuka oleh Jokowi, sekarang tinggal bagaimana rakyat Kota Kupang menentukan pilihan.

“Jangan membuang kesempatan emas karena dia tidak mungkin datang untuk kedua kali,”pungkasnya. (MI).




Hadiri Panggilan Jokowi di Solo, Christian-Serena Akui Dapat Pesan Penting

Kupang,nwartapedia.com – Pasangan Calon (Paslon) Walikota Kupang dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo-Serena Francis (CS’an) mengaku mendapat titipan pesan dari Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Pesan itu disampaikan saat pasangan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis tiba di Solo pada Jumad (25/10/2024).

Dalam pertemuan di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jokowi meminta paslon CS’an memberi perhatian khusus kepada sampah, air bersih dan bidang kesehatan. 

 

“Bagi saya, Pak Jokowi seperti sosok ayah sendiri. Pesan beliau ini sangat berarti dan akan menjadi fokus perhatian kami,” kata Dokter Christian usai melakukan bakti sisial pengoatan gratis di Kampung Sumba, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang pada Senin  (28/10/2024).

Menurut Dokter Christian, pesan tersebut sama dengan yang pernah disampaikan Jokowi dalam pertemuannya di Kota Kupang pada 2 Oktober 2024. Saat itu, Jokowi menitipkan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur untuk dibenahi.

“Saya titip untuk bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur untuk dibenahi,” ujar Jokowi dalam kesempatan itu.

Dokter Christian memastikan, pesan tersebut akan menjadi pijakan utama dalam merumuskan program-program kerjanya, terutama jika paket CS’an terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Kupang. 

“Pak Jokowi saking sayangnya dengan kita di NTT dan juga sayangnya dengan saya dan Kaka Serena sehingga beliau panggil kami ke Solo dan titipkan pesan apa-apa yang harus kita benahi di Kota Kupang jika kita terpilih,”ungkapnya.

“Artinya Pak Jokowi menaruh kepercayaan yang besar kepada kita berdua bahwa peluang kita bisa menang sangat besar sehingga beliau titip pesan,”tambahnya.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan kali ini, Jokowi menitipkan pesan untuk penanganan sampah, air bersih, bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.

“Untuk kali ini, Bapak Jokowi titip sampah agar tata kelolahnya diperbaiki, yang kedua air bersih agar bisa bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk perbaikan air bersih di Kota Kupang dan ketiga bidang pelayanan kesehatan agar diperhatikan,”jelasnya.

“Kami berkomitmen memastikan pesan ini diwujudkan secara konkret dan menjadi prioritas utama,”tambahnya.

Pada tempat yang sama, Calon Wakil Walikota Kupang, Serena Francis mengucapkan terima kasih kepada mantan Presiden RI, Joko Widodo yang telah memberikan undangan kepada paket CS’an untuk melakukan pertemuan. 

“Tentunya kami sangat berterima kasih dan akan mengikuti arahan dari Bapak Jokowi, siap menjalankan dan bekerja keras sesuai apa yang diharapkan oleh Bapak Jokowi,”pungkasnya. (MI).




Fasilitasi Kuliah Gratis ke China, INTI NTT Gelar Sosialisasi Dua SMA Ternama di Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Semangat Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan sosialisasi program bea siswa kepada dua Sekolah Menengah Atas (SMA) ternama di Kota Kupang untuk kuliah di perguruan tinggi ternama di China.

Pantauan media ini pada Kamis tanggal 24 Oktober 2024, para pengurus INTI NTT yang terdiri dari Ketua, Ir. Theo Widodo, Wakil Ketua, Ir. Mariana Nenobais M.Si, Jacob Jonathan Hermanus dan Melkior Radja melakukan sosialisasi di SMAN 1 Kupang dan SMA Kristen 1 Kupang.

Pada pukul .06.30 WITA, pengurus INTI NTT mengikuti apel pagi di SMAN 1 Kupang bersama para guru dan siswa yang juga dihadiri oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Kupang, Dra. Marselina Tua, M.Si.

Kemudian pada pukul 09.00 WITA melakukan pertemuan dengan para siswa kelas 12 bersama orang tua yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Kupang.

Di hari yang sama, para pengurus INTI NTT juga melakukan pertemuan dengan para siswa kelas 12  di SMA Kristen 1 Kupang.

Ketua INTI NTT,  Theo Widodo yang juga adalah ayah dari Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo mengatakan, INTI NTT adalah organisasi kemanusiaan yang menghimpun semua etnis.

“Misi INTI NTT sebagai wadah berhimpunnya semua etnis adalah meningkatkan semangat nasionalisme lewat berbagai kegiatan dibidang sosial, pendidikan dan budaya,”ucapnya.

Di bidang pendidikan, Theo Widodo menjelaskan bahwa  NTI NTT akan terus mengirimkan siswa lulusan SLTA untuk kuliah di perguruan tinggi ternama di China (Tiongkok) yakni Nantong College of Science and Technology dengan program beasiswa penuh, bebas uang kuliah, tinggal di asrama gratis dan uang saku.

“ini peluang emas untuk adik-adik meraih masa depan yang lebih baik,”ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua INTI NTT, Mariana Nenobais yang biasa disapa ibu Merry menambahkan, ada 4 program studi yang ditawarkan yaitu e-commerce, horticultural technology, pharmacy dan teknik biologi.

“Peserta beasiswa sangat dimudahkan karena tidak ada persyaratan bahwa siswa harus mampu berbahasa mandarin. Pada tahun pertama mereka akan belajar bahasa mandarin. Di tahun kedua baru perkuliahan dimulai,”ungkapnya.

Kepala sekolah SMAN 1 Kupang, Dra. Marselina Tua, M.Si berpesan kepada para siswa untuk tidak menyia-nyiakan peluang emas ini.

“Orang tua harus merelakan anaknya studi di Tiongkok karena Tiongkok adalah salah satu negara termaju didunia,”kata Marselina. (MI)




Pengamat Nilai Ansy Lema Tempatkan Pemimpin Secara Rasional dan Etis Dalam Debat

 

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat politik Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSI menilai visi, misi dan program kerja yang disampaikan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur nomor urut 1, Yohanes Ansy Lema dan Jane Natalia suryanto dalam debat pertama dengan tema pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT menempatkan posisi pemimpin yang rasional dan etis.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Politik  yang juga Direktur Pascasarjana pada Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang ketika dimintai keterangan terkait pernyataan Ansy Lema yang mengatakan Pemimpin harus siap melayani masyarakat bukan pamer kesombongan.

Baginya, kesombongan bukan tipe kepemimpinan tetapi terkait dengan karakter yang melekat pada diri seseorang.

“Maka apa yang dikatakan oleh Pak Ansy Lema bahwa pemimpin harus melayani dan bukan pamer kesombongan tentu beliau ingin mendudukkan posisi pemimpin secara rasional di satu sisi dan pemimpin secara etis di sisi yang lain,”kata Ahmad Atang pada Jumad, (25/10/2024)

Ia menjelaskan, Ansy-Jane siap menjadi pemimpin yang bertugas untuk melayani, menjaga, dan memelihara kesejahteraan masyarakat.

“Menjadi pemimpin yang rasional artinya mengedepankan pola pikir dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat bukan pemimpin etis yang akan menunjukkan dan mempromosikan perilaku sesuai dengan norma melalui tindakan pribadi seseorang,”jelasnya.

Menurut Ahmad Atang, salah satu aspek penting dari seorang pemimpin adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, atau dalam terminologi lain disebutkan bahwa pemimpin adalah pelayan masyarakat.

“Di pundak pemimpin tentu banyak label yang melekat, tergantung pada sudut mana kita memaknainya,”ungkapnya.

Ahmad Atang menyebut, di tengah dinamika politik Pilkada yang tengah berlangsung, rakyat diperhadapkan pada pilihan akan kepemimpinan NTT ke depan.

“Dari wacana tersebut di atas, masyarakat memiliki persepsi untuk menentukan pemimpin NTT yang baik,”pungkasnya. (mI)




Ansy Lema: Pemimpin Harus Melayani Masyarakat Bukan Pamer Kesombongan

Kupang,nwartapedia.com – Calon Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur nomor urut 1, Yohanes Ansy Lema dalam debat pertama yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT  di Milenium Ballroom Kupang, Rabu (23/1/2024) mengatakan bahwa pemimpin seharusnya menjadi pelayan bagi masyarakat bukan pemimpin yang pamer kesombongan.

Dalam memaparkan visi, misi dan program kerjanya, pasangan Ansy Lema-Jane Natalia Suryanto menempatkan rakyat sebagai raja sehingga harus dilayani dengan baik oleh seorang pemimpin.

“Rakyat sebenarnya adalah raja yang sesungguhnya dan pemimpin seharusnya menjadi pelayan bagi masyarakat jadi kita (Ansy-Jane) bukan pemimpin yang pamer kesombongan tetapi pemimpin yang melayani rakyat,”ungkapnya.

Ansy Lema menekankan, tema debat pertama mengenai pelayanan publik sangat penting karena selain menjalankan pembangunan dan pemberdayaan rakyat, fungsi utama dari pemerintah adalah melahirkan dan menghadirkan pelayanan publik yang prima.

“Pemimpin berarti melayani, pemimpin sejatinya adalah pelayan maka Pilkada ini merupakan ajang dan mekanisme demokrasi untuk memilih pelayan,”ucapnya.

Ansy Lema juga membeberkan program Menyala dan menempatkan sebagai program pertama yang menghadirkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel kepada masyarakat.

“Untuk mewujudkan program ini maka pemimpin harus memimpin proses transformasi birokrasi sehingga kemudian bisa menghadirkan birokrasi yang memenuhi empat spirit yakni birokrasi yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, birokrasi yang transparan terbuka dan mudah dibuka oleh publik, birokrasi yang akuntabel yang selalu rutin dan berkala memberikan laporan hasil kinerja kepada masyarakat dan birokrasi yang profesional,”jelasnya.

Ia mengaku, program ini telah dijalani ketika dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR RI.

“Saya memberikan laporan kinerja saya sebagai bukti transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat NTT secara rutin setiap enam bulan sekali,”sebut Ansy Lema.

Ansy Lema menegaskan, dirinya tidak sekalipun menerima uang yang tidak ada potongan pajak.

“Saya tidak pernah sekalipun menerima uang yang tidak ada potongan pajak dan inilah yang disebut dengan integritas seorang pemimpin dan pelayan publik dan hari ini NTT membutuhkan hal ini,”tegasnya.

Ansy Lema menekankan, jika teladan pemimpin bersih maka birokrasinya bersih pasti berorientasi menjadi pelayan publik dan akan melayani secara prima dan berkualitas sehingga menghadirkan sesuatu yang sangat mahal dalam politik.

“Ini akan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat dan juga dunia usaha sehingga lapangan kerja akan terbentuk dan kami (Ansy-Jane) hadir untuk memberi diri menjadi pelayan publik bagi masyarakat,”pungkasnya. (MI)