Ikuti Rakor Bersama Bawaslu, Pj Gubernur NTT Tegaskan Netralitas ASN pada Pilkada Serentak 2024

Kupang,mwartapedia.com – Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P menyampaikan hal tersebut saat membacakan Deklarasi Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 pada Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Kepala Daerah Menjaga Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Ecovention Ancol Jakarta Utara, Selasa (17/9/2024).


Deklarasi ini turut ditandai penandatanganan Kesepakatan Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 sebagai komitmen bersama seluruh Kepala Daerah, oleh Pj. Gubernur Andriko Susanto sebagai perwakilan Gubernur seluruh Indonesia kemudian Perwakilan Bupati oleh Pj. Bupati Biak Numfor Sofia Bonspia, S.H., M.Hum, Perwakilan Walikota oleh Pj. Walikota Palembang Dr. A. Damenta, Mag.rer.Pulp. CGCAE, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, SH. LL. M, Tenaga Ahli Menteri Dalam Negeri, Dr. Suhajar Diantoro, M.Si, Plt. Deputi SDM Aparatus Kemenpan-RB, Aba Subagja, S.Sos, MAD dan Plt. Ketua BKN, Drs. Haryomo Dwi Putranto, M. Hum.


“Hari ini Saya beserta Para Penjabat Bupati, Penjabat Walikota Kupang dan Bawaslu Provinsi NTT menghadiri Rakor Kesiapan Kepala Daerah Menjaga Netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024. Melalui kegiatan ini, Kepala Daerah dihimbau untuk menjaga netralitas ASN pada Pemilihan Serentak Tahun 2024. Ada tiga titik kritis yang kita jaga, yaitu tahapan pendaftaran, kampanye, pemungutan dan perhitungan suara oleh karena itu, Saya terus berkomunikasi dengan Para Pj Bupati, Pj Walikota Kupang untuk mendukung pelaksanaan Pilkada dengan baik sehingga pemerintahan dapat berjalan efektif dan efisien,” ungkap Pj. Gubernur Andriko usai kegiatan tersebut.


Sebelumnya, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengungkapkan Rakor yang diikuti oleh seluruh Kepala Daerah Kabupaten/ Kota dan Ketua Bawaslu Tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota ini bertujuan untuk menjaga netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024.


“Dalam indeks kerawanan yang dirilis oleh Bawaslu, isu netralitas ASN adalah ketiga yang terawan, sehingga bersama Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI), Bawaslu akan terus berkoordinasi untuk menindaklanjuti laporan dan temuan terhadap netralitas ASN. Kami harapkan kita bersama bisa menjaga netralitas ASN agar ASN dapat tetap menjalankan fungsi pelayanan publiknya, tidak terganggu pada tahapan pendaftaran, kampanye, pemungutan dan perhitungan suara agar ASN mengerti bagaimana posisinya yang boleh memilih namun, tidak boleh berkampanye. Inilah yang kami harapkan bisa koordinasikan dan sosialisasikan bersama seluruh Kepala Daerah di Indonesia,” jelasnya. (***)




Markus Muga Ajak Pilih Pemimpin Kota Kupang yang Muda Energik dan Takut Korupsi

Kupang,mwartapedia.com – Markus Muga warga RT 17/RW 07 Kuanfau mengajak masyarakat untuk memilih calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang yang muda, energik dan takut korupsi.


Hal ini disampaikan Markus Muga disela-sela kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang diadakan oleh calon Walikota, Dokter Christian Widodo dan Wakil Walikota, Serena Francis di PD. Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira NTT) Kuanfau, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Selasa (17/09/2024).


Markus mengatakan, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis  memiliki semangat yang penuh dengan ide-ide segar, kreatif dan inovatif mampu mengantarkan masyarakat Kota Kupang menuju masa depan yang lebih cerah. 


“Bagi saya, pemimpin muda tidak terjebak dalam pola pikir lama karena mereka selalu mencari cara yang lebih baik dan berani mengambil resiko untuk melakukan sesuatu dan menemukan solusi baru dalam menyelesaikan masalah-masalah lama,”ujarnya.


Markus mengungkapkan rasa kagum kepada Dokter Christian Widodo da Serena Francis yang datang melayani masyarakat dengan memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis di wilayahnya.


“Saya akan pilih pemimpin Kota Kupang yang cantik dan ganteng yang dapat memahami, melayani dan berkomunikasi dengan kami dari berbagai usia dan latar belakang penuh dengan kasih sayang,”ucapnya.



Ia menyebut, pemimpin Kota Kupang yang muda masih produktif sehingga mereka akan bekerja dengan giat untuk mencapai tujuan yang lebih besar.


“Bagi saya, Dokter Christian dan Nona Serena masih sangat muda sehingga mereka akan lebih banyak mendengarkan masukan dan takut korupsi karena masih lama berkarya untuk membangun Kota Kupang,”sebut Markus.


Dari pantauan media ini, ratusan masyarakat Kuanfau sangat antusias dengan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis ini.


Kehadiran Calon Walikota, Dokter Christian Widodo dan Calon Waki, Walikota, Serena Francis diterima dengan penuh kekeluargaan dan mampu mengobati kerinduan warga yang sudah lama menantikan kehadiran mereka. (MI)




Jane Natalia Suryanto Kenalkan Program Mama Bantu Mama dan Perempuan Bantu Perempuan

Kupang,mwartapedia.com – Jane Natalia Suryanto yang maju mendampingi Ansy Lema sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, memperkenalkan program Mama Bantu Mama dan Perempuan Bantu Perempuan merupakan sebuah inisiatif untuk memperkuat kolaborasi antar perempuan di NTT, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.


Dalam kunjungannya di Kabupaten Kupang pada Minggu tnggal 15 September 2024, dihadapan puluhan perempuan, Jane Natalia Suryanto hadir dengan membawa sesuatu yang berbeda. Bukan hanya resep masakan, melainkan juga “resep” untuk kehidupan yang lebih baik. 


“Di setiap dapur yang berasap, ada potensi besar yang bisa dioptimalkan,” ungkap Jane, membuka diskusi siang itu. 


Kata-katanya begitu menggugah, mengingatkan para perempuan bahwa setiap dari mereka memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan, dimulai dari rumah mereka sendiri.


Dalam pertemuan itu, Jane menyalakan semangat para perempuan agar bangkit dari tantangan dan stigma yang selama ini mengekang mereka.


Inisiatif ini lahir dari keyakinan Jane bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam pembangunan, dan bahwa kerja sama antar perempuan dapat menciptakan perubahan yang nyata.


Suasana semakin hangat ketika Mama Clara, salah satu warga Kabupaten Kupang, menyuarakan dukungannya untuk Jane.


 “Kita punya tanggung jawab untuk mendukung calon yang memiliki visi jelas seperti Kaka Jane. Pilihlah perempuan yang siap membawa perubahan positif,” tegas Mama Clara. Bagi dia, sosok Jane adalah simbol kekuatan dan ketahanan.


Gerakan ini tidak hanya berhenti pada wacana. Jane memiliki program nyata untuk memperluas akses pendidikan dan kesehatan bagi perempuan, serta mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor.


 “Jangan pernah meremehkan kemampuan kita. Kerja keras dan kolaborasi adalah kunci untuk membangun ekonomi keluarga yang lebih baik,” ujar Jane.


Mama-mama di Kabupaten Kupang terinspirasi oleh Jane, yang dengan visi dan misinya bertekad menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai prioritas utama. 


Di depan hadirin, Jane mengucapkan terima kasih kepada perempuan NTT yang telah mendukung perjuangannya bersama Ansy Lema dalam Pilkada Gubernur NTT mendatang. 


“Gerakan ini mengajak setiap perempuan di NTT agar bersinergi. Kolaborasi antar perempuan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup, baik di ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” tambah mama Arni yang juga warga Kabupaten Kupang.


Gerakan “Mama Bantu Mama” menjadi simbol perjuangan perempuan di NTT untuk menciptakan perubahan. Di akhir pertemuan, mama-mama Kupang berjanji untuk terus mendukung pasangan Ansy Lema dan Jane Natalia dalam Pilkada mendatang, dengan harapan bahwa suara mereka akan didengar dan diwakili.


“Perempuan bisa berperan aktif dan memberdayakan diri sendiri. Bersama Ansy dan Jane, kita bisa mewujudkan perjuangan ini,” seru para mama. Gerakan ini, bagi mereka, bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata menuju masa depan yang lebih baik bagi NTT. (*)