STTII Kupang Lepas 21 Wisudawan Angkatan XII

Kupang,mwartapedia.com —   Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Kupang melepas 21 orang wisudawan angkatan XII yang berlangsung di Aula Restoran Oriental Kota Kupang pada Jumat (06/9/2024).


Ke-21 wisudawan tersebut terbagi dalam dua progran studi (Prodi)  yakni 7 wisudawan dari prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan 15 wisudawan dari Program Studi Teologi.


Untuk diketahui, STTII Kupang mempunyai dua program study yakni Prodi Teologi diakreditasi oleh BAN-PT dan Prodi Pendidikan Agama Kristen diakreditasi oleh LAMDIK.


STTII Kupang dibawah naungan Yayasan Iman Indonesia pada acara ini menghadirkan Pembicara Dr. Sumbut Yermianto, M.Th sebagai Ketua STTII Yogyakarta.


Ketua STTII Kupang, Dr. Denny Folkes Masneno, M.Th dalam sambutannya mengucapkan syukur kepada Tuhan sehingga hari ini STTII Kupang  melepas 21 wisudawan.


“Kita bersyukur kepada Tuhan yang telah melancarkan semua urusan sehingga hari ini kita bisa melaksanakan acara wisuda STTII Kupang angkatan  ke-XII, itu semua karena pertolongan Tuhan,”ungkapnya.


 Denny Masneno menyerbut, pada wisuda kali ini, panitia bersepakat untuk mengambil tema Don’t Be Hesitate I’m With You yang artinya Jangan Ragu Aku Bersamamu.


“Tema yang kuat bagi kita semua untuk menghadapi tantangan dan perubahan jaman membutuhkan sesuatu yang kuat dari anak-anak Tuhan sehingga apa yang kita inginkan dapat tercapai,”ucapnya.


Denny Masneno mengucapkan selamat  kepada 21 wisudawan yang dilepas untuk masuk kedalam dunia nyata yang penuh dengan perjuangan.


“Kalian sudah selesai sampai pada akhir perjuangan, saat ini belajar kamu tidak akan  menentukan kualitasmu tetapi kualitasmu ditentukan oleh massyarakat dan kalian dituntut untuk mempunyai kemampuan dan berprestasi dalam berbagai disiplin ilmu, tidak akan membawa keberhasilan kalau tidak disertai dengan karakter yang baik dan untuk menjadi seorang sarjana harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu,”ucapnya.


Ia berharap, semoga 21 wisudawan yang dilepas hari ini menjadi pencerah dan menerapkan nilai-nilai kristiani yang baik ditengah masyarakat.


“Saya berharap tidak boleh menguntungkan diri sendiri dengan cara yang salah tetapi harus menjadi pencerah yang baik bagi masyarakat dengan menerapkan nilai-nilai kristiani yang baik,”harapnya.


Ketua Tim Kerja Sistem Informasi dan Kelembagaan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Orias Lasarus Selan, M.Pd dalam sambutannya memberikan ucapan dan apresiasi kepada orang tua yang rela mengorbankan keinginannya demi kesuksesan anaknya. 


“Selain itu, kami juga memberikan selamat kepada lembaga ini yang telah mendidik dan melepas 21 wisudawan,”kata Orias Selan.


Kepada para pendidik yang telah berjuang untuk memajukan anak bangsa, Orias Selan menyampaikan terima kasih karena telah menjadi dosen dan pengajar yang baik sehingga 21 wisudawan sudah mencapai kesuksesan. 

 

“Kami bersyukur kepada teman-teman dosen yang merupakan titipan Tuhan yang sudah bekerja dengan baik dalam membimbing dan mendidik wisudawan bisa mencapai kesuksesan,”katanya. 


Ia menyebut, kehadiran Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT pada acara ini untuk memberikan dukungan kepada lembaga ini yang telah membimbing dan mencerdaskan anak-anak NTT.


“STTII Kupang adalah mitra kerja kami dan kami adalah teman kerja yang mendukung seratus persen agar sekolah ini tetap berdiri tegak,”sebutnya..


Ucapan terima kasih juga disampaikan Orias Selan kepada 21 wisudawan yang dilepas untuk kembali ke masyarakat menjadi lebih baik serta menjaga lembaga STTII Kupang. 


“Teman-teman sudah selesai di lembaga ini akan kembali ke masyarakat dan akan menjadi kebanggaan lembaga ini.  Bicarakan apa yang dikerjakan dan kerjakan apa yang dibicarakan,”ungkapnya. 


Ia berpesan 21 wisudawan bahwa proses belajar masih panjang dan tidak berakhir sampai disini, oleh karena itu tingkatkan terus semoga ilmu yang telah diperoleh dapat diterapkan dengan baik.


“Saya harap adik-adik dapat mengimplementasikan ilmu yang diberikan kepada masyarakat supaya nama Tuhan dimuliakan,”tutupnya.


Dalam kesempatan tersebut, Koperasi Kredit Obor Mas menyerahkan beasiswa kepada STTII Kupang sebesar Rp 85 juta bagi mahasiswa yang berprestasi selama satu semester. (MI)




Atasi Isu Perempuan NTT, Paket Ansy-Jane Usung Misi “Mama Tolong Mama, Perempuan Tolong Perempuan”

 

Kupang,mwartapedia.com –  Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh perempuan yang ada di Provinsi NTT,  Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto, mengusung misi besar dengan slogan “Mama Tolong Mama, Perempuan Tolong Perempuan”.


pasangan ini menegaskan komitmen mereka untuk memberikan perhatian khusus pada isu-isu krusial yang terus menghantui kaum perempuan dan anak di NTT.


NTT dikenal menghadapi berbagai tantangan serius terkait perempuan, mulai dari meningkatnya kasus kekerasan seksual, perdagangan manusia, pekerja migran, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga masalah kesehatan ibu dan anak. 


Selain itu, kemiskinan yang meluas serta terbatasnya akses terhadap kehidupan yang lebih layak dan mandiri semakin memperburuk situasi perempuan di daerah ini.


Ansy Lema, dalam beberapa kesempatan, menegaskan bahwa program mereka berfokus pada pelayanan publik yang berorientasi kepada perempuan dan anak. 


“Kami akan memastikan bahwa kebijakan ramah perempuan dan anak menjadi prioritas, serta menjamin rasa aman sosial bagi mereka. Kami tidak akan membiarkan perempuan NTT terus berada dalam posisi rentan,” ujar Ansy.


Sementara itu, Jane Natalia Suryanto yang dikenal dengan pendekatannya yang hangat dan penuh empati, berkomitmen untuk hadir sebagai “Ibu bagi semua perempuan hebat di NTT”. 


Ia menyatakan bahwa mendengar dan melayani keluh-kesah perempuan, terutama yang berada di pelosok, akan menjadi prioritas. “Kami tidak hanya mendengar, tetapi juga memastikan bantuan tepat sasaran dan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan,” jelas Jane.


Program “Mama Tolong Mama” ini dirancang untuk memberdayakan perempuan agar saling membantu dan mendukung satu sama lain. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi banyak masalah sosial yang dihadapi perempuan NTT, sekaligus menciptakan jaringan dukungan komunitas yang kuat.


Pasangan Ansy-Jane berharap bisa membawa perubahan signifikan bagi perempuan dan anak di NTT. Mereka berkomitmen untuk menjadikan NTT sebagai tempat yang lebih aman dan layak, khususnya bagi perempuan yang kerap kali menjadi korban dari berbagai ketidakadilan sosial.


“Ingat Manyala Kaka, Ingat Ansy-Jane”, menjadi seruan yang terus disuarakan untuk mengingatkan masyarakat NTT bahwa paket ini hadir dengan solusi nyata untuk kesejahteraan perempuan dan anak. (*)